MINNESOTA – LAND OF SKY BLUE WATERS

Liburan singkat yang hanya seminggu di awal musim semi tahun ini betul betul kami manfaatkan untuk sejenak menjauh dari kepadatan kota Shanghai yang berpenduduk hampir 20juta jiwa.

Dalam bahasa Indian (suku asli di Amerika), Minnesota artinya adalah “land of sky blue waters,” beribukota Saint Paul dan bertetangga persis dengan kota Minneapolis (yang dalam bahasa Indian artinya “city of lakes”) yang hanya dipisahkan oleh sungai Mississippi. Itulah sebabnya Saint Paul dan Minneapolis dijuluki Twin Cities. Selain itu Minnesota dikenal juga dengan sebutan “land of 10,000 lakes” seperti yang selalu tertulis di plat nomer kendaraan di wilayah Minnesota, meskipun pada kenyataannya danau yang ada sampai saat ini persisnya adalah 15,291 termasuk danau Superior.
Populasi negara bagian yang terletak di sebelah utara Amerika dan berbatasan langsung dengan negara Kanada ini adalah sekitar 4,5 juta jiwa.

Urutan perjalanan kali ini:
Hari Pertama (Sabtu) – berangkat dari Shanghai Cina dan tiba di Minneapolis.
Hari Kedua (Minggu) – pertemuan keluarga besar lengkap dengan anak cucu dan nenek kakek.
Hari Ketiga (Senin) – berkunjung ke Deerwood Elementary School Eagen, sekolah dimana salah satu keponakan menuntut ilmu disana.
Hari Keempat (Selasa) – berkunjung ke kawasan Asia di St Paul atau yang lebih dikenal dengan Frogtown.
Hari Keempat sampai Keenam (Selasa, Rabu, Kamis) – berkunjung ke kota Lutsen.
Hari Ketujuh (Jumat) – pulang balik ke St. Paul.
Hari Kedelapan (Sabtu) – terbang balik ke Shanghai.
Hari Kesembilan (Minggu) – tiba di Shanghai…capekkk sekali.
Senin Selasa Rabu – pagi harinya masih ngantukkk booo. Tidur mulu bawaannya.
Kamis – dah normal lagi.

HARI PERTAMA
Perjalanan ini dimulai dari bandara internasional Pudong di Shanghai dengan Northwest Airlines. Sebagai muslim pada penerbangan kali ini kami meminta makanan khusus yaitu Kosher Food pada saat membeli tiket jauh2 hari sebelumnya, dari pada minta Halal food yg nantinya dapat kari lagi kari lagi. Belakangan permintaan khusus ini kami sesali karena rasanya nggak enak sama sekali. Mungkin lain kali musti mbontot dari rumah, bawa yang gampang gampang macam risoles, kroket atau lumpia gitu.

Pesawat transit di Bandara Narita Tokyo molor beberapa saat yang mengakibatkan terlambatnya pesawat tiba di Bandara transit di Detroit dan menyebabkan mundur sekitar 2 jam jadwal terbang ke tujuan terakhir ke Minneapolis. Cukup melelahkan perjalanan ini yang memakan waktu sekitar 22 jam sudah termasuk transit dan semua keterlambatan. Karena ini penerbangan ke arah timur dimana waktu USA lebih lambat dibanding waktu Shanghai sehingga kita untung di waktu. Berangkat hari Sabtu sekitar jam 10 pagi tiba di Minneapolis hari Sabtu sekitar jam 8 malam. Tetapi sebaliknya pada saat pulang balik ke Shanghai,kami jadi rugi waktu. Berangkat dari Minneapolis hari Sabtu sekitar jam 3:30 sore tiba di Shanghai hari Minggu sekitar jam 10:00 malam.

Sesampai di Minneapolis, disambut oleh cuaca di awal musim semi yang masih cukup dingin bagi seseorang dari negara tropis seperti saya, malah bahkan masih sempet turun hujan salju rintik2. Setelah berhai hai dan berkangen kangen sebentar dengan sanak keluarga, kamipun beristirahat di Residence Inn Marriot, sebuah hotel dalam jaringan JW Marriot yang cukup nyaman di kawasan suburban Eagan – Eagan. Hotel ini cocok untuk keluarga karena dilengkapi dengan dapur kecil dan peralatan dapur standar. Selain itu juga disediakan mesin cuci dan mesin pengeringnya sekalian yang dioperasikan dengan uang koin yang terletak dekat lobi hotel. Lumayan praktis dan hemat waktu dan juga murah dibanding pake jasa laundry hotel. Informasi yang lebih lengkap mengenai hotel ini bisa diintip di www.hotel-rates.com/us/minnesota/eagan/residence-inn-by-marriott.html

HARI KEDUA
Seharian berkumpul dengan keluarga, saling cerita segala macam tentang kehidupan sehari hari maupun yang luar biasa di Shanghai dan di Indonesia. Hari yang termasuk istimewa karena jarang2 terjadi seluruh keluarga lengkap dengan anak cucu kumpul seperti ini bahkan meskipun di hari Thanksgiving sekalipun, karena keluarga yang tinggal berpencar pencar.

HARI KETIGA

Suasana sekolah.

Suasana sekolah.

Kunjungan ini adalah untuk memenuhi undangan dari salah seorang pengajar di Deerwood Elementary School Eagan. Salah seorang keponakan menuntut ilmu disana dan kami diminta untuk berbagi cerita pengalaman tentang kehidupan sehari hari di Indonesia maupun di Shanghai dengan para pelajar kelas 5 SD. Pengalaman yang sangat menarik. Hal ini mengingatkan saya akan pengalaman suami yang beberapa kali diundang untuk bercerita tentang kehidupan di Amerika oleh beberapa sekolah menengah di Surabaya dimana adik ipar saya menjadi pengajar disana.

Menarik sekali melihat antusias anak2 kecil bertanya ini itu, apalagi tentang populasi di kota Shanghai yang jumlahnya lebih dari 20juta dibandingkan dengan populasi di negara bagian Minnesota yang hanya seperempatnya. Mereka terpana bagaimana menjalani kehidupan di tengah kepadatan seperti itu. Belum lagi topik tentang Indonesia baik itu budayanya yang beragam dan wilayah yang membentang luas, yang namanya saja masih terdengar asing bagi sebagian besar anak2 disana. Pembicaraan menjadi makin menarik akan tetapi sayang waktu yang tersedia telah habis.

HARI KEEMPAT – KEENAM
Sebelum berangkat menuju Lutsen, kami makan siang di kota St Paul. Karena selama beberapa hari tidak menjumpai makanan yang sesuai dengan lidah Asia saya, maka kami menjelajah sebentar di areal Frogtown yang merupakan kawasan Asia. Restoran Cina, Vietnam dan Thailand banyak bertebaran disini, tetapi restoran Indonesia belum ada. Kami memilih restoran Somalia. Karena nama2 makanan terdengar aneh bagi kami, maka atas rekomendasi si koki kami memilih chicken sukarr & rice, dan chicken gyros. Untuk minumnya kami memilih jus mangga dan jus jambu. Di display saya juga melihat samosa yang mirip tampilan samosa India. Hanya beberapa menit menunggu,

Chicken sukarr & rice datang dengan piring buesarr, dengan tampilan mirip nasi kuning dan ayamnya berwarna merah merona. Di tengah piring diberi sajian saus agak encer dengan potongan kecil2 daun entah apa yang kami duga daun mint. Rasanya ternyata mantap dan cukup nendang. Bumbu2nya terasa sekali dan mirip masakan India dan ada terasa samar2 biji fennel. Saus yang kami duga ada potongan daun mint tadi ternyata adalah cincangan bawang putih dan daun ketumbar. Benar2 makan siang yang mantap dan memuaskan. Tidak berapa lama kemudian, lamb gyros muncul yang ternyata penampilannya mirip burrito makanan Mexico tapi lebih gendut. Saya nggak sempet mencicipi pesanan suami ini, karena kekenyangan chicken sukarr. Populasi kaum Somalia memang cukup banyak disini dan mayoritas adalah warga Muslim, sehingga cukup nyaman bagi kami sekeluarga untuk menyantap makanan Somalia.
Alamat restoran Somalia: 490 North Syndicate Avenue, St Paul Minnesota,
telp 651 917 9332

Setelah selesai makan siang dan menyelesaikan beberapa keperluan, berangkatlah kami menuju ke Lutsen sebuah kota kecil yang terletak persis di pinggir danau Superior yang merupakan danau air tawar terbesar di dunia dan konon katanya merupakan pemasok air bersih dunia sebesar 10% dari total keseluruhan yang ada di dunia.

Sepanjang perjalanan menuju Lutsen yang berjarak sekitar 250 miles (400 km) dari pusat kota Minneapolis banyak kami temui ladang pertanian sampai sekitar sejauh 150 km, setelah itu makin banyak hutan kami temui. Jarak sejauh itu kami tempuh selama sekitar 4 jam dengan kecepatan rata rata 100 km per jam. Begitu mendekati kota Duluth, perjalanan mulai menyusuri pinggiran danau Superior dimana danau ini membentang dari negara bagian Michigan, Wisconsin, Minnesota dan sampai jauh menyeberang ke Canada.

Kota Lutsen termasuk tempat wisata yang cukup ramai dikunjungi sehingga cukup banyak hotel, salah satunya adalah Eagle Ridge Hotel dimana kami menginap selama 3 hari 4 malam. Informasi selengkapnya bisa diintip di website mereka www.eagleridgeatlutsen.com.

Sepanjang tahun adalah musim ramai terkecuali musim semi karena pada saat itu warna2 pohon masih meranggas dan gundul. Cuaca sudah mulai cerah meskipun kadang kadang masih diselingi hujan dan dimana mana masih bisa ditemui seiprit demi se iprit hamparan salju di tengah teriknya mentari. Pada saat musim dingin ramai dikunjungi untuk bermain ski luncur, sedangkan pada musim panas, wisata petualangan siap menanti seperti berarung jeram, kemping, trekking yang jalur2nya bisa ditelurusi jauh sampai menembus perbatasan Canada. Kegiatan khusus untuk anak2pun juga tersedia. Dan pada saat musim gugur, pemandangan cantik pohon2 yang daun2nya berguguguran bagaikan hamparan permadani berwarna coklat yang menghampar sejauh mata memandang dengan diselingi bangunan2 tua. Indah sekali.

Binatang yang mudah kita temui disana adalah kawanan rusa yang lagi merumput terutama di malam hari dan kalau beruntung kita juga bisa bertemu dengan moose. Maaf tidak tahu bahasa Indonesianya, binatang ini mempunyai bentuk tanduk yang lebar bergelombang dan bisa lepas untuk berganti dengan yg baru. Binatang ini lebih besar dari sapi dan tidak takut dengan apapun. Untuk itu apabila berhadapan dengan moose ini, dari jauh lebih baik kita berhenti saja menunggu dia lewat. Selain kedua binatang yang disebut diatas, yang menjadi maskot negara bagian Minnesota adalah goose yang mirip dengan bebek tapi berwarna hitam cantik dengan kombinasi warna di bagian kepalanya.

Bagi yang penasaran seperti apa moose dan goose ini bisa mengunjungi website justinhackworth.com untuk goose, dan www.alaskanmoosemovie.com untuk moose.

Selama beberapa hari di sini kegiatan kami adalah bersepeda menyusuri pinggiran danau, sambil menikmati semilir embusan angin musim semi danau Superior, memandangi burung2 camar yang asik bercengkerama. Kebetulan sekali rumah mertua berada persis di pinggir danau, sehingga pagi pagi kami sudah meninggalkan hotel menuju rumah mertua dan menjelang tengah malam baru pulang ke hotel. Selain itu juga trekking kecil kecilan menyusuri pinggiran sungai arus deras yang tidak begitu jauh dari lokasi hotel dan tampak menggoda untuk diarungi saat musim panas dengan perkiraan grade mungkin antara 3 dan 4. Di halaman belakang hotel terlihat banyak bentangan cable car yang dipakai untuk angkutan pemain ski di musim salju.

Karena sedang bukan musim ramai, tidak begitu banyak tamu hotel yang datang sehingga suasananya cukup sepi. Pengennya sih berperahu juga di danau, apa daya cuaca sedang tidak bersahabat di awal musim semi ini yang hujan kadang2 jatuh tanpa diduga. Tinggal di pinggir danau tidak lengkap dong tanpa mencicipi hidangan ikannya, nahh….hidangan yang disajikan diantaranya adalah ikan trout panggang yang dipancing langsung dari danau tersebut. Ahh…nikmatnya makan ikan segar. Masih terasa manisnya ikan. Malam terakhir disana, kami ditraktir mertua makan malam di restoran Angry Trout yang menunya sebagian besar adalah berbahan baku ikan mulai dari ikan trout, hering, salmon dll. Restoran yang serba ikan sampai2 dekorasinya pun nyerempet2 ikan. Bahkan kamar kecilnyapun dihias keramik membentuk ombak dan ikan2 yang bertebaran. Cantik sekali.

Tanpa terasa sudah 3 hari kami disini dan harus segera berkemas ke kota St Paul. Berat rasanya meninggalkan Lutsen yang cantik.

HARI KETUJUH
Tidak banyak yang kami lakukan kecuali berkemas kemas persiapan untuk kembali ke Shanghai esok harinya. Kali ini kami menginap di rumah sang kakak ipar yang akan menghabiskan liburan week end di Lutsen.

HARI KEDELAPAN
Sebelum berangkat ke airport siang harinya untuk terbang kembali ke Shanghai, kami menyempatkan untuk mengunjungi toko Penzeys yang khusus menyediakan bumbu2 kering dari penjuru dunia seperti sereh, vanilla, cinnamon, star anise dan bumbu2 eksotik lainnya. Informasi selengkapnya mengenai toko ini bisa diintip di website mereka www.penzeys.com.

Selesai sudah perjalanan singkat kali ini. Karena perjalanan yang cukup panjang dan beda waktu yang ekstrem, 3 hari setelah sampai di Shanghai bawaannya pengen tidur mulu.

Wassalam
Evia – Shanghai

Advertisements

2 thoughts on “MINNESOTA – LAND OF SKY BLUE WATERS

  1. zhivago77 said: Xi An tuh, kakek-kakek ato nenek-nenek Mbak? , kapan dia berulangtahun …………?hehehe……..

    Makasih sudah mampir di rumah mayaku. Udah baca Xi An yah? Wah berapa umurnya, nggak tahu ya. Lupa. Bukan kakek bukan nenek. ALias Banci. Huehehehe.. Sebab penduduknya nngak cuma perempuan atau lelaki thok. Ini Arief yah?

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s