TEMAN MINUM KOPI

Buku ini berisi kumpulan tulisan dari 9 penulis yang kesemuanya warga Indonesia dan tinggal tersebar di segala penjuru dunia. Zara di Kanada, Murni di Makau Cina, Lim Kim Soan di Jepang, Gisela, Peter dan Irna di Perancis, Krisna di Swiss, Jolianto di Jerman dan Evia di Shanghai Cina (Buku ini ditulis sewaktu Evia sedang berada di Shanghai. Sekarang sedang menetap di Amerika Serikat).

Buku ini adalah konsep unik yang lahir dari persahabatan para penulisnya di dunia maya. Diantara kami bahkan belum pernah bertatap muka ataupun mendengar suara masing masing. Tulisan dan teknologi telah mempertemukan kami, memberikan kesempatan bagi kami untuk saling mengenal lebih dalam serta berbagi informasi, pengalaman, bahkan suka duka kehidupan.

Berkisah tentang pengalaman para penulisnya beradaptasi hidup di luar Indonesia, dan bagaimana mengatasi home sick dengan tanah air. Ada susah, ada senang, ada petualangan.

Seru abezzz. Berminat membeli? Sekalian beramal, sebab hasil bersih penjualan buku ini, disumbangkan untuk pendidikan anak anak tidak mampu di Indonesia.

Saat ini bisa diperoleh di http://www.kutukutubuku.com dan http:www.lulu.com/content/314793

Advertisements

28 thoughts on “TEMAN MINUM KOPI

  1. fightforfreedom said: Gimana hasil negonya, mbak Evie.Kalo jalan2 ke Gramedia, pengen beli juga nih 🙂

    Gak usah beli. Koordinatornya alias Zara Zettira masarin buku tanpa diskusi yang intensif dengan para penulisnya. Ditanyain gak pernah jawab. Tahu tahu dah terbit aja. Ngomongnya buat amal, tapi pembukuannya gak jelas dan gak pernah laporan.

  2. jumiartiagus said: alhamdulillah nemu teman satu tujuan, makasih ya,.. vi

    Salam kenal juga ning. Para penulisnya kebetulan tergabung dalam milis yang sama dan pada saat itu aktif bercerita di milis yang kami ikuti. Itulah awal mulanya.Saat ini bukunya bisa didapatkan melalui internet. Salah satunya disini.Kami sedang tahap nego dengan salah satu penerbit di tanah air supaya bisa dijual di tanah air. Doakan ya. Terima kasih

  3. mosalaki said: lah.. beli nang bali iso gak jeung ?

    Selamat Evi atas bukunya,.. ternyata cita-cita kita sama,.. saya juga nulis buku ngajak teman-teman di LN untuk berbagi tentang informasi apa saja yg bermanfaat untuk kebaikan umat, hasil penjualan buku juga di save beberapa persen untuk mendirikan sekolah buat anak jalanan dan merumahkan mereka.. alhamdulillah nemu teman satu tujuan, makasih ya,.. vi

  4. enkoos said: Nggak hebat lah. Ini kan hasil keroyokan. Tiap penulis nyumbang tulisan beberapa halaman. Yang hebat ngumpulin dan mengorganisir kami2 nih. Belum pernah ketemu blas.

    Akhire dapet opo mbak, duit atau apa mbak ? Laris nggak ya bukune akhire ? Cerito-2 po’o 🙂

  5. n4il4 said: Wah hebat bener mbak, pinter bikin buku. Top deh !!!!

    Nggak hebat lah. Ini kan hasil keroyokan. Tiap penulis nyumbang tulisan beberapa halaman. Yang hebat ngumpulin dan mengorganisir kami2 nih. Belum pernah ketemu blas.

  6. enkoos said: Sekalian beramal, sebab hasil bersih penjualan buku ini, disumbangkan untuk pendidikan anak anak tidak mampu di Indonesia.

    Wah hebat bener mbak, pinter bikin buku. Top deh !!!!

  7. enkoos said: Sekalian beramal, sebab hasil bersih penjualan buku ini, disumbangkan untuk pendidikan anak anak tidak mampu di Indonesia.

    ehhh, aku baru perhatiin yah.. ada sumbangan untuk sosialnya juga toh;) di sumbangin ke mana mba yu, ke RZI(http://rumahzakat.org) ajah… hehehehee jadi ikutan promosi nih.. peace ahh

  8. zhivago77 said: waduh kalau mencantumkan nama pembelinya, bingung aku………wong aku mendapat hibah dari penulisnya……..hehehe

    Belinya di website Rief. Di review nya ada tuh aku sebut, website yang menyediakan buku tsb.

  9. zhivago77 said: Mohon ijin meresensi “Teman Minum Kopinya”………………………

    Silakan Arief. Seneng banget malah. Jangan lupa dicantumkan dimana belinya. Karena saat ini baru tersedia di internet. Matur nuwun ya.

  10. theresajackson said: Weleh2 gak liat klo tulisan Engkus itu Evia, mbok aku pesen gimana caranya?

    aku dah tulis website yang jual buku tsb mbak. Sementara ini masih dijual melalui website. Makasih ya mbakE.Cindi anak Sunda, dan kok ya kebetulan Multiply ID ku enkoos yg kalau dibaca jadi engkus. ENKOOS adalah singkatan namaku mbak. Banyak orang yg salah sebut, KOOS dibaca KOS seperti pengucapan di “anak kos”. Apalagi orang Belanda, suka salah kaprah. Padahal kan itu bukan dari bahasa Belanda, tetapi bahasa Jerman. Lah…kok malah membahas nama sehhh. Hihihi….

  11. theresajackson said: Klo ada mau juga ikutan beli pasti menarik ya kayak kita2 ini…

    Mbak Thres, udah aku edit review nya. Setelah aku baca ulang, emang bikin binun ya. Aku dewe yang nulis binun, apalagi pembacanya. Pelaris pelaris *ngibas2in duit ke buku dagangan kayak mbok2 dipasar*.

  12. ceretch said: engkus lagi narsis yah, buku tulisan sendiri dikasi bintang 5 he he he he

    Eh…penulisnya ada yang bernama engkus yah? *Sambil ngebuka bukunya lagi, membaca dengan seksama, nyari yg namanya engkus*. Huehehehe…

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s