MEMBATIK

Hobiku yang satu ini bermula dari keinginan untuk melestarikan budaya bangsa. Mau menari dah ketuaan, ntar diguyu guyu pitik. Emang waktu kecil pernah belajar menari. Kebiasaan dari jaman mbah mbah, turun temurun udah diharuskan belajar menari. Tapi begitu dah menginjak remaja, pada bubar grak, entah kenapa. Mau nabuh gamelan, alatnya berat boo. Nggak bisa dibawa kemana mana, jadinya ntar jarang latihan dong.

Nah, duluuu sekali, jaman masih baru lulus sekolah, kerja juga belum, pernah mencari informasi belajar membatik di Surabaya. Begitu nemu, adanya di Taman Budaya Gentengkali, dan peminatnya kebanyakan orang asing. Katanya, kalau mau belajar musti rombongan. Karena b
iayanya ditanggung rame rame. Sendirian sih bisa aja, kalau mau menanggung biaya pengadaan peralatannya sendirian. Walah…, jaman segitu duit aja masih nodong orang tua, mana sanggup men. Yo wis lah, keinginan membatik dipendam dulu. Sampai pada suatu hari di tahun 2001 pada saat aku berada di Jakarta, ndilalah ada tempat belajar membatik yang oke punya dan dengan biaya yang tidak menguras kantong. Yaitu di Museum Tekstil. Ada juga sih tempat lain yang mengadakan kursus membatik yang dekat dengan wilayah kerjaku di daerah Kemang. Tapi biayanya bikin atiku njomblak ndak karu karuan.

Singkat cerita, aku mulai belajar di Museum Tekstil yang selanjutnya disingkat menjadi MusTek. Jadwalnya oke punya dengan biaya segitu. Mau datang pas Mustek baru buka dan ngebatik sampai Mustek tutup, monggo. Mau nongkrongin Mustek setiap hari ampe bosen ya monggo. Mau datang seminggu sekali, seminggu dua kali ampe seminggu seratus kali, nggak dilarang. Enak banget kan. 3 bulan lebih aku nongkrongin Mustek tanpa bosen. Belum selesai menyerap ilmu sampe tuntas, aku pindah gawean blusukan hutan. Otomatis kegiatan memainkan canthing berhenti. Tetapi di kala senggang, kusempatkan waktu untuk mainke Jogja berburu peralatan membatik.

Di tahun 2003, aku dan Menique liburan ke Jogja dengan tujuan khusus belajar membatik di Winotosastro. Kali ini memperdalam ilmu mewarna dengan bahan alam. Asik sekali karena Menique nya juga antusias.

Waktu itu pak Winotosastro masih sugeng (hidup). Seneng banget beliau melihat Menique yang masih precil antusias membatik. Emang dasar anaknya demen menggambar. Mbak Hani, anaknya Pak Winotosastro yang bungsu, yang sibuk wira wiri mengelola galeri sekaligus hotel Winotosastro. Sepertinya beliau ini yang akan mewarisi mengelola galeri batik. Galerinya besar sekali, halaman parkirnya aja sanggup menampung 10 bis deh. Galeri yang terletak di jalan Tirtodipuran, bersanding dengan jejeran galeri batik yang seabrek abrek.

Dulu di masa jaya jayanya batik, batik Winotosastro sering mengirim pegawainya ke luar negeri. Juga mengadakan piknik untuk karyawannya ke berbagai tempat di tanah air secara berkala. Galerinya pun banyak dikunjungi wisatawan.

Tetapi semenjak ada batik printing, itu tuh yang model sablon sekali jebret langsung jadi, nggak perlu pake proses kreatif yang ngejelimet, pamor batik mulai turun. Satu demi satu pengusaha batik rontok berguguran. Makin lama makin menyedihkan, karena emang batik printing bisa bersaing dalam hal harga. Sedih sekali mendengarnya.

Lokasi galeri batik Winotosastro nyambung dengan hotelnya yang terletak di pinggir jalan Parangtritis. Sukur deh, bisnis batik yang kembang kempis masih tertolong dengan bisnis hotelnya. Winotosastro memiliki 3 hotel yang semuanya berlokasi di Jogja dan beberapa galeri yang tersebar di Jogja dan Bali.

Eh..kok jadi promosi Winotosastro sih.

Balik ke masalah batik tadi deh.

Untuk mempermudah wira wirinya, tentunya kami menginap di hotel mereka dong. Hotelnya kecil, kelas melati aja deh kayaknya, tapi teduh, asik dan asri. Ada kolam renangnya dan yang penting harganya nggak mahal. Halamannya yang cukup luas, ditanami tanaman yang bisa menghasilkan pewarna alam. Apa sajakah itu? Ah…, katanya Mbak Hani, kita harus berani berkeksperimen. Manfaatkan sebanyak mungkin alam sekitar kita untuk pewarna alam. Daripada pake pewarna sintetis yang limbahnya ribet pengolahannya. Mungkin kalau untuk skala industri, masih bisa, meskipun pembuangan limbahnya banyak yang masih sembarangan. Ngeri juga euy ngliatnya. Kalau untuk skala hobi seperti aku, mending pake pewarna alam aja, lebih ramah lingkungan dan nggak ribet mbuangnya. Sumbernya pun bisa didapatkan dari sekeliling kita.

Dari situ pula, aku mengetahui, ternyata daun mangga, kulit buah manggis, akar mengkudu, daun apokat, bahkan kulit buah kelapa dan kulit bawang merah pun bisa digunakan sebagai bahan pewarna lho. Sik asik asikkkk.

Sepulang dari sana, mulai deh aku membatik di rumah dengan peralatan yang sempet mangkrak nggak pernah disentuh. Makin hari makin intens, apalagi karena aku udah mulai nggak kerja kantoran.

Sampai akhirnya di sebuah pameran kerajinan di Surabaya, aku bertemu dengan pasangan suami istri pengusaha batik yang baru mulai merintis usaha. Usaha batiknya dinamani Galeri Batik Gemati. Si suami berasal dari Pekalongan. Ngobrol punya ngobrol, jadi nyambung penuh semangat, secara mas nya ini usaha batik karena hobi dan juga minat. Terlahir dari keluarga pembatik dengan lingkungan batik yang kental di Pekalongan, membuat wawasanku tentang batik makin luas. Hubungan kamipun pada akhirnya sudah seperti saudara. Seringnya si mas ini berpameran, membuat aku sering diajak untuk berpameran. Mas nya jualan batik dan aku membatik. Makin tergila gila deh aku membatik karena menemukan penyaluran kegiatan. Begitu juga untuk pewarnaan, sampai sekarang aku masih konsisten menggunakan bahan alam. Kan tinggal nyomot aja dari lingkungan sekitar. Indonesia memang kaya.

Sekarang aku tinggal di Amerika. Hobi membatik jalan terus dengan sedikit penyesuaian pada alat alatnya. Karena kebanyakan rumah disini pake karpet, tentunya nggak a
man kalau membatik pake kompor minyak. Seorang teman memberi saran untuk menggunakan wajan elektrik. Ntar nyari ah, dan kalau ketemu Insya Allah aku tampilkan fotonya. Begitu juga untuk pewarna alam, aku musti riset dulu untuk sumber sumbernya. Kalau untuk kainnya, mendingan bawa dari Indonesia aja deh, karena harganya jauh lebih murah dan jenis kainnya lebih beragam.

Foto foto di atas adalah beberapa alat batik dan karya batik ku yang sempet aku boyong ke sini. Sebagian besar masih ngendon di Indonesia. Bukan ketinggalan sih, tapi karena buanyak banget dan takut overweight.

Beberapa foto lagi bisa di intip disini

Advertisements

23 thoughts on “MEMBATIK

  1. sonata8 said: hai mbak, mohon share dong, peralatan membatik itu bisa dibeli di mana ya klo di jakarta?

    ada bos, hubungi aku aja. aku buka khurusus menjahit dengan trainer langsung dari Jogjakarta. aku di daerah kenjeran, tetapi bisa dipanggil ditempat.Batik Community “AnoEng”08563691177sby

  2. sonata8 said: hai mbak, mohon share dong, peralatan membatik itu bisa dibeli di mana ya klo di jakarta?

    Salam Batik Mbak…..Senang membaca tulisan diatas……berarti bisa nyambung sekaligus bisa bersinergi dengan kami dunk…Batik Canting100-Bedono,Semarang ( http://batiktuliscanting100.blogspot.com )….Syukur Batik Tulis Warna Alam ku bisa di bantu Expansi Market nya ke Luar Negeri…khan Lumayan he…hee…..!Sukses untuk Kita Bersama melalui Batik Indonesia !Salam,Eko Bs./08562664389e-mail : ekko_bs@yahoo.co.id

  3. sonata8 said: hai mbak, mohon share dong, peralatan membatik itu bisa dibeli di mana ya klo di jakarta?

    coba ke Museum Tekstil di Tanah Abang. Minta ketemu sama mbak Arie. Mudah2an beliau masih ada. Dulu saya belajar disana.

  4. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    hai mbak, mohon share dong, peralatan membatik itu bisa dibeli di mana ya klo di jakarta?

  5. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    hai mbak, mohon share dong, peralatan membatik itu bisa dibeli di mana ya klo di jakarta?

  6. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    teman2. aku tertarik untuk mulai belajar membatik. tapi aku masih bingung dimana bisa mulai belajar batik di surabaya ? ada yg bisa bantu aku tak?

  7. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    waw. kalau aku hobinya menggambar. face painting, body painting, tem,porary tattoo dan henna. sekarang lagi tertarik banget sm batik, blm ada waktu ke museum aja buat kursus

  8. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    Hi, Mbak Evia. Salam kenal. Biar ceritanya sdh lawas, tp msh ok dibaca. Kalau pulkam, ajak** membatik donk.

  9. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    hi mbak salam kenal…..artikelnya bagus. Have a great sunday…

  10. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    salam kenal mbak, seneng baca ceritanya. saya juga sedang nguri-uri budaya sendiri nih. Tapi menari jawa.

  11. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    Makasih infonya Evia, kayaknya emang enak kalo carinya di Indonesia aja. Iya nih, aku di bagian utara, kita tetanggaan walo agak jauhan dikit. Suka banget nogosari, cuman belum pernah bikin padahal dah beli daun pisangnya, selama ini beli aja di warungnya mas Dave.

  12. kuenogosari said: Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

    Hai Hany, Salam kenal juga ya. Tinggal di sini juga tho? Ditempat tempat yg Hany sebut, alat2 batik emang nggak ada. Adanya pewarna teksktil doang. Aku belinya waktu masih di Indonesia. Coba ke website ini http://www.dickblick.com/categories/batik. Alat batiknya ada, tapi pake listrik. Terus terang aku belum pernah coba. Dan sampai saat ini, aku masih lebih suka pake alat2 tradisional. Kalau kompornya mungkin bisa diganti dengan elektrik wok. Tapi untuk canthing dan lilinnya, lebih suka buatan Indonesia. Apalagi kain2 yg untuk dibatik, wuahh….jauh lebih cantik dan beraneka ragam yg di Indonesia. Lebih murah lagi. Selamat membatik ya. Suka nogosari? Pake pisang apa tuh kalau disini?

  13. gadogadobetawi said: ngin terus bakat elu via….bagus tuh punya hobi …otak jd gak mumet dan kreatif.

    Kenalan boleh kan? sekalian mau nanya-nanya soal perbatikan, beli perlatan batiknya di Indonesia ya mbak? belum pernah lihat di toko-toko kerajinan macam michael, jo-ann, hobby lobby, ac moore. pernah dikasih sama teman disini tapi kayaknya batik cap.

  14. gadogadobetawi said: ngin terus bakat elu via….bagus tuh punya hobi …otak jd gak mumet dan kreatif.

    membatik…ah, pekerjaan yang menuntut kesabaran dan ketaletanan tinggi….beruntunglah orang-orang yang menguasai kemampuan itu. Melakukan satu coretan tinta malam pada sebuah motif batik, sama halnya mempertahankan sebuah budaya yang berabad-abad lamanya…………

  15. gadogadobetawi said: ngin terus bakat elu via….bagus tuh punya hobi …otak jd gak mumet dan kreatif.

    Emberrrrrrr mpok. Aku dah kebanyakan hobi kali yee, tapi ndak apa apa. Sebab aku orangnya pembosan. Pernah bikin lilin berbentuk aneka bunga yg baunya wangi tuh. Sampe2 bikin buat suvenir kawin. Bosen bikin lilin, lantas chinese knotting. Abis itu ngerajut. Yang bertahan sampai sekarang adalah membatik dan juga ngelayap dan satu lagi …….tidurrrrr. Hihihi.. Hobi kok tidur yah. Dimanapun berada asal ada senderan, langsung zzzzz.

  16. bundakirana said: nah di iran, dulu saya ditawari belkajar bikin karpet persia oleh ibu kontrakan, waktuitu saya nolak krn sibuk..e..skrg nyesel deh..buat pengetahuan pdhl gak ada ruginya tuh dulu belajar..skrg kami gak ngontrak sama si ibu itu lagi.

    kembangin terus bakat elu via….bagus tuh punya hobi …otak jd gak mumet dan kreatif.

  17. bundakirana said: nah di iran, dulu saya ditawari belkajar bikin karpet persia oleh ibu kontrakan, waktuitu saya nolak krn sibuk..e..skrg nyesel deh..buat pengetahuan pdhl gak ada ruginya tuh dulu belajar..skrg kami gak ngontrak sama si ibu itu lagi.

    Dicari lagi mbak si ibunya.Kan mumpung masih sekota. Lha kalau dah pindah negara kan refot. Sebelum berangkat ke Shanghai beberapa tahun yang lalu, aku malah belajar bikin kancing shanghai. Kalau nggak salah bhs Inggrisnya, Chinese knotting. Aneh kan, di Surabaya malah belajarnya. Waktu dah di Shanghai, eh malah orang2nya pada nggak bisa. Ada tempat kursusnya, yang belajar malah kebanyakan orang asing. Piye toh. Tetapi bahan2nya hualahh, disana surganya, murah lagi.

  18. theresajackson said: Suk kapan2 mbathik bareng…Jangan lupa kunir dan juga wortel….

    Mbak E, aku paling seneng kalau mbathik ono rewange. Lebih semangat. Kalau ketemuan, mbathik yukkkk. Mbathik sendirian, nggak asik deh meski tetep aja kalau dah mbathik lupa segala. Kalau mbathik sendirian, mungkin lupa makan, nah kalau mbathik rame2 bisa bisa lupa tidur juga. Huehehe..Eh, wortel juga bisa buat warna. Trus ngunci (fiksasi) nya pake apa? Aku pake kunir, nggak bisa tahan mbak kalau medianya besar. Lunturnya bisa 70%. Mungkin bisa tahan kalau dicampuri kulit brambang, tapi warnanya jadi agak kecoklatan.

  19. ibujempol said: Hebat banged deh bisa ngebatik, andainya aku juga bisa, sayangnya aku gak pandai nggambar, jadinya cuman bisa nikmatin karya org aja.

    saya suka sekali Mbak ngeliat org yg sedang mengerjakan kerajinan tgn, termasuk membatik ini..dulu pernah jln2 ke jogja.nah di iran, dulu saya ditawari belkajar bikin karpet persia oleh ibu kontrakan, waktuitu saya nolak krn sibuk..e..skrg nyesel deh..buat pengetahuan pdhl gak ada ruginya tuh dulu belajar..skrg kami gak ngontrak sama si ibu itu lagi.

  20. ibujempol said: Hebat banged deh bisa ngebatik, andainya aku juga bisa, sayangnya aku gak pandai nggambar, jadinya cuman bisa nikmatin karya org aja.

    Waduh pinter mbathik to…Yo podo to? Suk kapan2 mbathik bareng…Jangan lupa kunir dan juga wortel….

  21. ibujempol said: Hebat banged deh bisa ngebatik, andainya aku juga bisa, sayangnya aku gak pandai nggambar, jadinya cuman bisa nikmatin karya org aja.

    Hihihi….ente pikir, aku bisa nggambar yah? Salah besoarrrrr Jul. Emang sih, kalau bisa nggambar, lebih cihuy. Bisa bikin motif dewek. Itulah salah kaprah di masyarakat. Mau mbatik harus bisa nggambar. Nggak juga lho. Kan banyak tuh motif motif yag bisa diaplikasikan di kain. Ngeblat bahasa Jawanya, atau bhs Belandakah itu? Selama ini, motif motif yang aku batik, nyomot dari macem macem buku. Beberapa juga bantuan temen yang nggambarin kain. Jadi kesimpulannya, mbatik yukkkkk.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s