TERIMA KASIH TEKNOLOGI

Dunia sekarang serasa tak berjarak dengan makin majunya teknologi. Menghubungi siapa saja dari belahan bumi mana saja, bisa dengan mudahnya dan dengan biaya sangat murahnya. Teman maya yang belum pernah bertemu sekalipun, bisa ngobrol dengan gayeng serasa sudah mengenal bertahun tahun. Multiply bukan sekedar blog bagiku, tetapi sudah menjadi rumah virtual yang bisa mewakili identitas pemiliknya. Bisa dikunjungi oleh siapa saja dan dari mana saja. Kayak iklan minuman jaman dulu. Dari hari kehari teman makin bertambah. Pengetahuan pun juga bertambah.


Hari ini kehangatan merasuk di rumahku, meskipun di luar suhu udara waktu itu -16C. Iya, nggak salah ketik, minus 16 Celsius. Sampai sampai Mbak Thress nanya, kalau ngidu, langsung klothak kali ya jatuh ke bawah? Huahahaha…sampai sakit perut aku ketawa. Nggak sampai kemlothak, tapi hidung terkadang sakit kalau dipencet, karena opilnya guaring ring ring.

Terjadi percakapan dengan seorang teman di dunia maya, yang belum pernah sekalipun saling bertemu muka, tapi kami bisa ngobrol dengan gayeng sambil cekikikan dengan logat Jawa yang nggak lupa pating bledos. Bayangkan, aku di Minnesota – Amerika Utara yang sedang mengalami musim dingin di pagi hari Minggu 14 Januari bercakap cakap dengan Mbak Theresia Jackson yang berada di Sydney Australia, di musim panas pagi pagiiii banget 15 Januari. MbakE, begadang ya? Nggak terasa 50 menit ngobrol, gratis pulak. Suaranya jernih, serasa ngobrol ama tetangga sebelah.

Siapa lagi yang punya Skype?

Bukan sekali ini aja aku mengalami hal hal mengharukan seperti ini. Sebuah milis makan makan dan jalan yang aku ikuti, juga menghasilkan kehangatan hubungan pertemanan, dari segala penjuru dunia. Tanpa mengenal ras, golongan, jenis kelamin, agama dan usia.


Jadi inget lagunya John Lennon “Imagine”.

Indahnya dunia, bila kita bisa damai menerima perbedaan.

Foto diambil beberapa hari menjelang Natal di saat salju turun dengan deras hingga membentuk gundukan salju yang tebal. Tetapi keesokan harinya, nggak berbekas sama sekali ditimpa mentari. Hanya onggokan salju disana sini.

Populasi Eden Prairie nggak sampai 60ribu. Dikit yah?

Gambar peta diunduh dari sini dan sini.


Advertisements

16 thoughts on “TERIMA KASIH TEKNOLOGI

  1. zhivago77 said: mbak evie, lagi ngbrolne opo to? aku ra mudeng blas, kecuali roso anyes sing digambarke sekilas mak nyes…….. hehehe…………..

    86………….keteranganya komplit plit…..sekomplit adonan jamu pegel linu cap Sido Muncul……hehehe…jo nesu dan kapok lho, berkomunikasi dg manusia yg hidup dg tekhnologi terbelakang………..soalnya kami masih berada di dunia ketiga sih…..hehehe………thanks ya……

  2. zhivago77 said: mbak evie, lagi ngbrolne opo to? aku ra mudeng blas, kecuali roso anyes sing digambarke sekilas mak nyes…….. hehehe…………..

    Ini ngobrolin tentang telepon jarak jauh antar negara dengan biaya minimal, hampir bisa dibilang gratis. Dengan software SKYPE, dan komputer dilengkapi headset dan microphone, jadi deh…berhalo halo. Nah, yg aku ceritakan ini, aku lagi berhalo halo sama mbak Theresa di Sydney dengan suara yg jernih. Kualitas sambungannya bagus, kayak ngomong ama tetangga sebelah. Asik kan, dengan biaya minim bisa ngobrol ngalor ngidul. Gitu lho cak….

  3. estherlita said: duh asyiknya yang bisa nykipe….sirik berat deh….

    emang iya… Abu Dhabi and Dubai masih UAE, cuma denger punya denger.. even gak semua area dubai bisa pake skype… katanya cuma area Dubai Marina.. (tempat tinggal kita) yang dibuka skype… jadi lumayan lah kita beruntung juga kebagian pake skype,,,,

  4. theresajackson said: Waduh seneng buanget deh!!!!!!!!!!!!! Kapan2 diulang lagi ngobrolnya yah! Adem lawan panas, adem panas

    Saking excitednya nganti watuk watuk. Udah mulai berkurang nih batuknya, Alhamdulillah. Matur nuwun mbak Thress

  5. kuenogosari said: ggo jarit ora kademen?

    Nggak dong, kan didalem jarit ada celana panjang waterproof. Terus di dalemnya lagi, ada longjohn. Huehehehe…rangkep2, tapi masih bisa gaya. Jian endel tenan. Aku pengennya setiap saat pake sarung batik, biar keliatan identitasku sebagai orang Indonesia. Itu fotonya di terminal bis. Dari terminal, masih naik sepeda pulang ke rumah. Jaritnya nyingkap nyingkap, ndak masalah.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s