AKHIRNYA SANG DIKTATOR DAN BAPAK PEMBANGUN KORUPTOR MENEMUI SANG KHALIK

Gemesssssss baca berita yang isinya kok baik baik thok tentang si babe.

Saat ini, semua berita terpusat ke sekitar si babe. Dohhh, kok kayak nggak ada berita lain yang lebih penting. Babe emang berjasa besoarr, sebesar kegilaannya memakmurkan kroni kroninya, yang sampe sekarangpun kroni kroninya masih bercokol dengan tentram dan nyaman nggilani.

Menurut saya, Alhamdulillah, si babe itu akhirnya dipanggil Yang Maha Pencipta, siap atau tidak siap untuk menghadapi pengadilan yang Maha Adil.

Saya rasa lebih baik begitu, daripada badannya dedel duwel diedel edel oleh jarum dan segala mesin yang hanya akan menyiksa raganya dan tentunya menghabiskan uang negara. Mending biaya pengobatannya dialihkan ke hal hal lain yang lebih berguna. Sudah cukup uang negara dikorupnya, nggak perlu lagi ditambah tambahi.

Kehidupan di dunia ini sangatlah singkat, ibaratnya kita hanya mampir minum. Sebanyak apapun harta kita, tak akan dibawa mati, pun juga tidak akan bisa menyelamatkan hidup kita. Harta yang diperoleh dengan cara sodok sana sodok sini, bunuh sana bunuh sini, tidak akan membawa berkah.

Di dunia masih bisa ngeles, tunggulah di akhirat dimana nggak bisa beralasan sakit. Di dunia memang nggak sempat diadili, tetapi anda tidak bisa mengelak dari pengadilan di akhirat.

Bangsa Indonesia adalah bangsa pemaaf sekaligus bangsa yang cepat lupa. Memaafkan bukan berarti melupakan.

 

Selamat jalan dan selamat menghadapi pengadilanNya. Semoga lapang jalanmu.

Advertisements

46 thoughts on “AKHIRNYA SANG DIKTATOR DAN BAPAK PEMBANGUN KORUPTOR MENEMUI SANG KHALIK

  1. enkoos said: Memang kita ini ikut menikmati pembangunan yang ternyata hanya semu. Pembangunan yang didanai oleh utang yang makin membengkak. Pada masa itu, kita baru saja mentas dari keterpurukan,kemiskinan,perbudakan,baru merdeka lagi. Begitu diperintah pak Karno, kita2 memuja beliau sampai lupa bahwa beliaupun bisa berbuat salah. Sepeninggal beliau diganti oleh babe…kita kembali terhipnotis oleh kharisma babe tanpa tau sepak terjang beliau salah apa benar. Fatal. Yang terlalu salah kita juga memuja babe 1/5 dewa. Akhirnya, kita biarkan babe terus berbuat salah. Seharusnya akhir jabatan babe berakhir, hutan kita masih hijau, Irian Jaya punya monorail, Aceh punya pelabuhan kapal terbesar di seluruh Asia.Negara yang gemah ripah loh jinawi tapi sumber daya alamnya udah dilego dan yang menikmati hanya segelintir saja. Kalo Marcos atau Shah Iran lain. Latar belakang sejarah dan budaya kita beda sekali. Begitu lamanya kita dijajah sehingga tertanam erat rasa manut dan nriman, mengkultuskan seseorang sehingga lupa bahwa mereka adalah manusia.

    Tapi jangan lupa, Marcos ama Shah Iran itu kena sindrom pasca berkuasa (post-power syndrome), sehingga mereka meninggal hanya 1-3 tahun setelah terguling (moga2 2 presiden negara Arab yang udah terguling, Ben Ali dan Mubarak enggak sampe meninggal). Sedang Pak Harto tidak demikian, walaupun saya sendiri tidak suka ama dia karena kebijakan2nya yang berat sebelah ke arah Jawa, tapi hanya untuk 1 hal: JIWA BESAR, patut diacungi jempol.

  2. ppramono said: Kata teman kerjaku, bangsa Indonesia tuh SM (Sado Machoisme). Udah disiksa dan dikorupsi habis2an kok masih memuja2 sang diktaktor….

    ya sudahlah rambut sama hitamnya tapi pendapat bisa lain-lain , saya gak akan teruskan nanti saya dikira SUHARTOIS atau bahkan lebih parah Sado Masochism (hiiii !!!!!!!!!!), Serahkan sajalah sama Yang Maha Adil , apa-apa yang pantas buat beliau. Apakah dia begitu hina dihadapanNya seperti sudut pandang sebagian orang atau justru begitu mulia ???????????Kita akan sama-sama mengetahui setelah kita dalam posisi yang sama dengan beliau

  3. ppramono said: Kata teman kerjaku, bangsa Indonesia tuh SM (Sado Machoisme). Udah disiksa dan dikorupsi habis2an kok masih memuja2 sang diktaktor….

    Setiap orang wajar memiliki pendapat masing2. Tetapi sayapun memiliki sudut pandang, bahwa utang tidak harus dilakukan kalau dengan jalan menggadaikan negara. Utangnyapun dikorupsi pula. Kenapa membandingkan dengan Amerika? Kenapa nggak membandingkan dengan negara Kuba yang puluhan tahun sanggup berdikari tanpa utang sana sini? Sumber alam Indonesia yang melimpah, malah disedot habis2an oleh pihak asing dan duitnya tidak tersebar merata, malah larinya banyak yang ke pusat, belum lagi yang dikorupsi. Sebut saja salah satu contoh, Duri – sebuah kota kecil di propinsi Riau. Yang merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia. Tapi kotanya malah kumuh dan ironisnya masuk dalam jajaran kota termiskin. Contoh lain lagi adalah Papua. Freeport yang menguasai tambang tembaga dan tambang emas disana jadi kaya raya setelah bercokol disana. Padahal tadinya hanya perusahaan gurem. Apa efek dari dibukanya tambang tsb? Nol gede dan penduduk masih relatif terbelakang dibanding saudara2nya di provinsi2 lain. Udah buminya tambah rusak, penduduknya masih melarat pula. Gimana Freeport nggak sugih, lha wong sahamnya 91,6%. Indonesia? Cukup 9.4% saja. Toh dikasih sogokan sudah manthuk manthuk. Tangan besi yang digunakan kalau untuk kebaikan seperti di negara Cina yang memberlakukan hukuman mati bagi koruptor, saya masih bisa mengerti. Tetapi tangan besi yang digunakan sudah sampe taraf semena mena, sehingga kejahatannya tak tersentuh. Saya memang tidak disakiti dan disiksa secara fisik, tetapi saya merasa dibodohi. Nggak usahlah terlalu berlebihan dalam menghormati. Dimaafkan? Sebagai bangsa yang berjiwa besar, kita berkewajiban memaafkan, karena bagaimanapun babe juga manusia biasa. Berkabung sampe 7 hari? Terlalu berlebihan. Prioritaskan yang menjadi masalah rakyat saat ini yang butuh penanganan. Bangun hoiiiii bangun..

  4. abuhizb said: Pembangunan kita bukanlah semu , sekian tahun orba membangun kita melihat dengan nyata hasilnya.

    Tolong tunjukkan berapa persen pembangunan yang telah dilakukan dan berapa persen harta negara yang dirampoknya? Juga berapa ratus ribu manusia Indonesia yang telah dibantai oleh awarahum MONSTER bernama Soeharto ini???Indonesia adalah salah satu negara yang terkaya di dunia sebenarnya. Kita tidak perlu berhutang, kalau cara mengelola negeri ini benar.

  5. abuhizb said: waduh komentarnya kok penuh dendam kesumat gitu, kita-kita yang jadi mahasiswa dan sekolah tahun 90 an kebawah harus menyadari klo kita ikut menikmati pembangunan oleh beliau, sekolah murah dan berkualitas. Klo dia otoriter , memang itu cara yang tepat untuk membangun dan memimpin bangsa ini. Sekarang sudah terbukti sepuluh tahun reformasi hasilnya 0 besar, banyak orang sok pinter yang sulit diatur. Coba klo jaman beliau sudah digebuk org-2 macem begitu. Jiwa besarnya juga harus kita akui, saat beliau lengser ABRI masih tunduk patuh dengan komandonya, klo dia ,manusia anbisius yg mementingkan diri sendiri sudah pasti gerakan mahasiswa itu akan ditumpas dengan kejam, tapi dia memilih jalan lain . Bandingkan dengan diktator lain seperti Marcos , Shah Iran , Baby Doc etc. mereka lari terbirit-2 ke luar negeri karena sudah ditinggal militer, klo mereka punya kekuatan pasti akan mereka gunakan untuk pertahankan diri

    pro dan kontra memang……salah seorang yang menulis biography Pak Harto pun bilang, pak Hartio adalah pembangun terbesar di negeri ini sekaligus perusak juga.Tapi…jujur..aku lebih suka era beliau…at least program2nya nyata dan sampai ke level bawah sekalipun tahu program pemerintah, seperti PKK, Posyandu, Panca Usaha Tani, LKMD, KB dll, siapa yang tidak tahu program tersebut. Pembangunan SD inpres dimana mana, termasuk pembangungan masjid lewat ABMP….sekarang menurutku kebanyakaan orang pinter yang oportunis, jangankan membangun SD murah…mempertahankan yang sudah ada tidak bisa, banyak yang dibiarkan ambruk karena dana pemeliharaannya dikorup entah kemana……but anyway….Pak Harto sudah tidak ada, yang cinta belio banyak, yang benci juga banyak, yang memang gak ada manusia yang sempurna kan…..

  6. abuhizb said: waduh komentarnya kok penuh dendam kesumat gitu, kita-kita yang jadi mahasiswa dan sekolah tahun 90 an kebawah harus menyadari klo kita ikut menikmati pembangunan oleh beliau, sekolah murah dan berkualitas. Klo dia otoriter , memang itu cara yang tepat untuk membangun dan memimpin bangsa ini. Sekarang sudah terbukti sepuluh tahun reformasi hasilnya 0 besar, banyak orang sok pinter yang sulit diatur. Coba klo jaman beliau sudah digebuk org-2 macem begitu. Jiwa besarnya juga harus kita akui, saat beliau lengser ABRI masih tunduk patuh dengan komandonya, klo dia ,manusia anbisius yg mementingkan diri sendiri sudah pasti gerakan mahasiswa itu akan ditumpas dengan kejam, tapi dia memilih jalan lain . Bandingkan dengan diktator lain seperti Marcos , Shah Iran , Baby Doc etc. mereka lari terbirit-2 ke luar negeri karena sudah ditinggal militer, klo mereka punya kekuatan pasti akan mereka gunakan untuk pertahankan diri

    Pembangunan kita bukanlah semu , sekian tahun orba membangun kita melihat dengan nyata hasilnya. Masalah hutang adalah masalah wajar , saat mulai memimpin dia diwarisi segudang masalah oleh orla , satu-satunya jalan untuk membangun ya ngutang itu, Amerika negeri adidaya itupun konon utangnya terbesar di dunia, apalagi kita. Dan jangan lupa kerusakan lingkungan yang paling parah justru setelah era lengsernya beliau , tidak usah jauh-jauh saat reformasi terjadi hampir 90 % hutan di jawatimur rame-rame digunduli dan dijarah (efeknya mulai terasa sekarang banjir, longsor etc), apalagi yang diluar jawa. Di jaman reformasi banyak aset-aset kita digadaikan ke luar negeri dengan alasan privatisasi (Indosat, semen gresik etc) , belum lagi menjual bojonegoro ke exxon mobil. Tidak ada pemujaan atau kultus kepada beliau cuman saya mau menunjukkan bahwa beliau punya andil yang tidak bisa dikatakan sedikit untuk kemajuan bangsa ini , termasuk menjadikan kita seperti ini, sebagai manusia biasa diapun punya kesalahan. Tapi sebagai bangsa yang besar jangan sampai kita hanya melihat kesalahan itu saja & menutup mata dengan jasa-jasanya, seumur hidup saya tidak pernah disakiti & disiksa oleh beliau , mungkin kita semua juga tidak pernah malah banyak kemudahan saya dapatkan saat itu dibandingkan generasi sekarang .Mengenai Marcos , Shah Iran etc. terlepas dar latar belakang dan budaya, tapi mereka sama-2 dituntut mundur seperti Pak Harto, dan mereka masih merindukan untuk berkuasa kembali. Jauh berbeda dengan Beliau yang legowo

  7. abuhizb said: waduh komentarnya kok penuh dendam kesumat gitu, kita-kita yang jadi mahasiswa dan sekolah tahun 90 an kebawah harus menyadari klo kita ikut menikmati pembangunan oleh beliau, sekolah murah dan berkualitas. Klo dia otoriter , memang itu cara yang tepat untuk membangun dan memimpin bangsa ini. Sekarang sudah terbukti sepuluh tahun reformasi hasilnya 0 besar, banyak orang sok pinter yang sulit diatur. Coba klo jaman beliau sudah digebuk org-2 macem begitu. Jiwa besarnya juga harus kita akui, saat beliau lengser ABRI masih tunduk patuh dengan komandonya, klo dia ,manusia anbisius yg mementingkan diri sendiri sudah pasti gerakan mahasiswa itu akan ditumpas dengan kejam, tapi dia memilih jalan lain . Bandingkan dengan diktator lain seperti Marcos , Shah Iran , Baby Doc etc. mereka lari terbirit-2 ke luar negeri karena sudah ditinggal militer, klo mereka punya kekuatan pasti akan mereka gunakan untuk pertahankan diri

    Kata teman kerjaku, bangsa Indonesia tuh SM (Sado Machoisme). Udah disiksa dan dikorupsi habis2an kok masih memuja2 sang diktaktor…. Gua cuman bisa senyam senyum aja, habis emang bener sih! πŸ™‚

  8. abuhizb said: waduh komentarnya kok penuh dendam kesumat gitu, kita-kita yang jadi mahasiswa dan sekolah tahun 90 an kebawah harus menyadari klo kita ikut menikmati pembangunan oleh beliau, sekolah murah dan berkualitas. Klo dia otoriter , memang itu cara yang tepat untuk membangun dan memimpin bangsa ini. Sekarang sudah terbukti sepuluh tahun reformasi hasilnya 0 besar, banyak orang sok pinter yang sulit diatur. Coba klo jaman beliau sudah digebuk org-2 macem begitu. Jiwa besarnya juga harus kita akui, saat beliau lengser ABRI masih tunduk patuh dengan komandonya, klo dia ,manusia anbisius yg mementingkan diri sendiri sudah pasti gerakan mahasiswa itu akan ditumpas dengan kejam, tapi dia memilih jalan lain . Bandingkan dengan diktator lain seperti Marcos , Shah Iran , Baby Doc etc. mereka lari terbirit-2 ke luar negeri karena sudah ditinggal militer, klo mereka punya kekuatan pasti akan mereka gunakan untuk pertahankan diri

    Memang kita ini ikut menikmati pembangunan yang ternyata hanya semu. Pembangunan yang didanai oleh utang yang makin membengkak. Pada masa itu, kita baru saja mentas dari keterpurukan,kemiskinan,perbudakan,baru merdeka lagi. Begitu diperintah pak Karno, kita2 memuja beliau sampai lupa bahwa beliaupun bisa berbuat salah. Sepeninggal beliau diganti oleh babe…kita kembali terhipnotis oleh kharisma babe tanpa tau sepak terjang beliau salah apa benar. Fatal. Yang terlalu salah kita juga memuja babe 1/5 dewa. Akhirnya, kita biarkan babe terus berbuat salah. Seharusnya akhir jabatan babe berakhir, hutan kita masih hijau, Irian Jaya punya monorail, Aceh punya pelabuhan kapal terbesar di seluruh Asia.Negara yang gemah ripah loh jinawi tapi sumber daya alamnya udah dilego dan yang menikmati hanya segelintir saja. Kalo Marcos atau Shah Iran lain. Latar belakang sejarah dan budaya kita beda sekali. Begitu lamanya kita dijajah sehingga tertanam erat rasa manut dan nriman, mengkultuskan seseorang sehingga lupa bahwa mereka adalah manusia.

  9. kuenogosari said: aku iki pancen jahat Vi, uwong masih bisa mendoakan semoga dosa-dosanya diampuni, aku gak bisa sama sekali. bayangkan berapa nyawa sudah dihabisinya, berapa uang rakyat sudah dipake. Apa ada “political deal” ya kok semua pada diem-dieman aja. bener katamu Vi, gak diadili didunia, sudah ditunggu sama pengadilan Allah, naudubillah!

    waduh komentarnya kok penuh dendam kesumat gitu, kita-kita yang jadi mahasiswa dan sekolah tahun 90 an kebawah harus menyadari klo kita ikut menikmati pembangunan oleh beliau, sekolah murah dan berkualitas. Klo dia otoriter , memang itu cara yang tepat untuk membangun dan memimpin bangsa ini. Sekarang sudah terbukti sepuluh tahun reformasi hasilnya 0 besar, banyak orang sok pinter yang sulit diatur. Coba klo jaman beliau sudah digebuk org-2 macem begitu. Jiwa besarnya juga harus kita akui, saat beliau lengser ABRI masih tunduk patuh dengan komandonya, klo dia ,manusia anbisius yg mementingkan diri sendiri sudah pasti gerakan mahasiswa itu akan ditumpas dengan kejam, tapi dia memilih jalan lain . Bandingkan dengan diktator lain seperti Marcos , Shah Iran , Baby Doc etc. mereka lari terbirit-2 ke luar negeri karena sudah ditinggal militer, klo mereka punya kekuatan pasti akan mereka gunakan untuk pertahankan diri

  10. kuenogosari said: aku iki pancen jahat Vi, uwong masih bisa mendoakan semoga dosa-dosanya diampuni, aku gak bisa sama sekali. bayangkan berapa nyawa sudah dihabisinya, berapa uang rakyat sudah dipake. Apa ada “political deal” ya kok semua pada diem-dieman aja. bener katamu Vi, gak diadili didunia, sudah ditunggu sama pengadilan Allah, naudubillah!

    Di-ikhlasno bae Han. Percuma juga wonge wis matek mampus. Ojo nggowo dendam membara, yang rugi kita sendiri dan bikin hati jadi kemrungsung. Masih ada pengadilan yang Maha Adil dimana dia nggak bisa mengelak lagi. Percayalah, uang rakyat yang dipake ama dia dan kroni2nya nggak akan membawa berkah. Coba aja liat kehidupan keluarganya, morat marit nggak karuan dan nggak bisa jadi cermin yg bagus. Cermin elek iyo. Belum lagi kematian si babe yang demikian susah. Akhir hidupnya demikian merana kesepian loro loroen. Opo yo enak urip koyo ngono, masiyo harta menumpuk setinggi gunung.

  11. enkoos said: Enak bener pengibaran bendera setengah tiang. Kalau aku punya bendera Merah Putih disini, malah akan kukibarkan penuh sebagai tanda suka cita. Tenan iki. Dia itu orang yang nggak punya hati nurani. Di balik senyumnya yang kebapakan itu tersimpan hati sebuas serigala. Perlakuannya di saat Bung Karno menjelang ajal sangat keterlaluan. Orang seperti si babe nggak pantes diberi penghormatan berlebihan sampe berkabung 7 hari.

    aku iki pancen jahat Vi, uwong masih bisa mendoakan semoga dosa-dosanya diampuni, aku gak bisa sama sekali. bayangkan berapa nyawa sudah dihabisinya, berapa uang rakyat sudah dipake. Apa ada “political deal” ya kok semua pada diem-dieman aja. bener katamu Vi, gak diadili didunia, sudah ditunggu sama pengadilan Allah, naudubillah!

  12. kuenogosari said: kemarin denger berita radio, masih bisa nahan diri, tapi ya ampun setelah denger berita sana-sini kok enak sekali ya perginya, dengan tenang katanya pake bendera setengah tiang dan hari berkabung nasional 7 hari. Lo apa-apaan ini? Tadi suamiku ngasih koran lokal, ini baca tapi gak pake marah ya katanya.

    Enak bener pengibaran bendera setengah tiang. Kalau aku punya bendera Merah Putih disini, malah akan kukibarkan penuh sebagai tanda suka cita. Tenan iki. Dia itu orang yang nggak punya hati nurani. Di balik senyumnya yang kebapakan itu tersimpan hati sebuas serigala. Perlakuannya di saat Bung Karno menjelang ajal sangat keterlaluan. Orang seperti si babe nggak pantes diberi penghormatan berlebihan sampe berkabung 7 hari.

  13. shashakoe said: hehehhe .. padahal kalo liat koran luar negeri ..nge refer pak Harto dengan: the ex dictator of Indonesia.. selalu pake kata “diktator” πŸ˜€

    kemarin denger berita radio, masih bisa nahan diri, tapi ya ampun setelah denger berita sana-sini kok enak sekali ya perginya, dengan tenang katanya pake bendera setengah tiang dan hari berkabung nasional 7 hari. Lo apa-apaan ini? Tadi suamiku ngasih koran lokal, ini baca tapi gak pake marah ya katanya.

  14. shashakoe said: hehehhe .. padahal kalo liat koran luar negeri ..nge refer pak Harto dengan: the ex dictator of Indonesia.. selalu pake kata “diktator” πŸ˜€

    Berimbang ya beritanya. NGgak seperti berita di tanah air yang berlebih lebihan.Lha wong yang punya media televisi di tanah air kroni2nya ya kalau nggak salah?

  15. putri06 said: tapi aku jadi bingung juga .. tadi aku liat di TV ada juga ibu-ibu yang keliatannya dari rakyat kebanyakan kayak kita juga (wong cilik lah) nangis tersedu-sedu meratapi kepergian sang “smiling face” … katanya, “nggak taulah (ngomong sama wartawannya) yang jelas dulu waktu jaman pak Harto nggak pernah kita antri minyak, harga-harga nggak naik setinggi ini” … ya itulah rakyat ya, taunya yang penting masih bisa menyambung hidup, sandang pangan sederhana cukup untuk keluarganya dan nggak harus antri.

    Keliatannya baik ya? Yang kita alami sekarang adalah dampak dari pemerintahannya dia. Inget neng, 32 tahun memerintah. Kita dinina bobokan dengan subsidi, pembangunan palsu. Sekarangpun kroni2nya masih bertebaran.Wis ah, nggak mau ngomong terlalu banyak hal2 kayak gini. Sudah cukup aku melihat dan merasakan sendiri ke tidak adilan jaman pemerintahan dia. Kebaikannya dia emang banyak, sama banyaknya dengan kejahatannya. Biarlah Yang Maha Adil menanganinya. Toh sudah matek, mau diapain lagi. Buat cermin aja buat kita2 yang masih hidup, bahwa hidup iki mung sekedar mampir ngombe. Jabatan adalah amanah dan akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Yang Maha Pencipta.

  16. cutyfruty said: Aku dulu pernah dibawa teman-teman LSM yang bekerja di bidang HAM untuk menemui keluarga korban. Aku tidak bisa melupakan peristiwa itu ketika melihat tangisan ibu-ibu yang anak-anaknya hilang entah kemana, atau yang tertembak mati pada masa pemerintahannya. Aku tidak bisa melupakan seseorang yang bercerita kepadaku tentang ayahnya yang ditangkap, tanpa tahu apa salahnya, tanpa ada pengadilan dan kemudian dibuang ke Pulau Buru. Setelah bertahun-tahun ayahnya pulang. Tidak lama kemudian blio meninggal. Dimana letak keadilan? Aku yakin Allah Maha Tahu. Tidak ada seorangpun yang akan bisa mengelak dari pengadilan terakhir itu.

    Lha kuwi lho mbakyu yang nggak aku baca di media2. Berita yang bertebaran kok baiknya thok. Malah cenderung berlebihan. Yang bapak pembangunan lah (mbangun kroni sih iya menurutku). Yang jaman dia negaranya tentram dan damai lah (damai palsu karena dalamnya borok). Yang nggak ada antri minyaklah (yo jelas nggak antri wong regane disubsidi). Mbok ya biasa biasa aja pemberitaannya. Dulu itu aku suebelll banget waktu dia disebut sebut bapak pembangunan. Masyarakat jangan dibodohi. Wis didoakan aja semoga lapang jalannya dan amalannya mendapat balasan yang setimpal.

  17. orientale said: gw jg mingkem aja ahhh … di mana2 doi, ampe di mp jg doi terus hihihih

    Iya neng. dimana mana doi bikin sebel. Mending kalau beritanya berimbang. Yang bikin gemes beritanya itu lho yg nggak berimbang, seolah2 si babe tuh manusia sempurna. Makanya aku bikin tulisan ini untuk menumpahkan uneg2.

  18. ontanganting said: tp temenku blg kalo sebetulnya yg brengsek itu anak-2nya, apa bener ya? prosoku yg namanya korupsi ada dimana-2 ya, bukan hanya di negara berkembang spt Indo, yok opo menurutmu?

    Korupsi emang dimana mana ada. Penanganannya yang berbeda mbakyu. Di negara kita seperti jelas2 di depan mata tanpa ada pengadilan yang memadai. Tetapi jaman sekarang masih mendinglah, koruptor bisa diseret. Jaman si babe mana bisa?Yang brengsek bukan hanya anak2nya, tetapi orang2 di sekelilingnya yg sayangnya sampe sekarang masih menduduki posisi dan tak tersentuh. Orba yang ganti kulit doang.

  19. ontanganting said: suamiku jg sempet sebel baca beritanya di Yahoo, bias banget gitu loh! lah wong kene mana ngerti gimana sepak terjangnya alm. semasa msh berjaya dulu?

    Banyak kok orang2 luar yg ngerti sepak terjangnya. Di berita2 asing lebih berimbang menurutku dibanding berita2 tanah air yang berlebihan.

  20. banyumili said: a ya mbak..males baca berita isinya tentang si doi terus…

    Males dan gemes, karena beritanya nggak seimbang antara kebaikan dan kejahatannya. Mbok yo sing wajar2 aja. Didoakan semoga lapang jalannya. Nggak usah berlebih2an.

  21. estherlita said: jadi inget Saddam Husein….

    itu die.. tadi pagi sempet juga liat di CNN ada ibu2 yang nangisnya kejer gitu…. makanya… ada yang merasakan baikan beliau.. ada juga yg merasakan kejahatan beliau… auc ah.. lap…he..he..he

  22. estherlita said: jadi inget Saddam Husein….

    tapi aku jadi bingung juga .. tadi aku liat di TV ada juga ibu-ibu yang keliatannya dari rakyat kebanyakan kayak kita juga (wong cilik lah) nangis tersedu-sedu meratapi kepergian sang “smiling face” … katanya, “nggak taulah (ngomong sama wartawannya) yang jelas dulu waktu jaman pak Harto nggak pernah kita antri minyak, harga-harga nggak naik setinggi ini” … ya itulah rakyat ya, taunya yang penting masih bisa menyambung hidup, sandang pangan sederhana cukup untuk keluarganya dan nggak harus antri.

  23. estherlita said: jadi inget Saddam Husein….

    Aku dulu pernah dibawa teman-teman LSM yang bekerja di bidang HAM untuk menemui keluarga korban. Aku tidak bisa melupakan peristiwa itu ketika melihat tangisan ibu-ibu yang anak-anaknya hilang entah kemana, atau yang tertembak mati pada masa pemerintahannya. Aku tidak bisa melupakan seseorang yang bercerita kepadaku tentang ayahnya yang ditangkap, tanpa tahu apa salahnya, tanpa ada pengadilan dan kemudian dibuang ke Pulau Buru. Setelah bertahun-tahun ayahnya pulang. Tidak lama kemudian blio meninggal. Dimana letak keadilan? Aku yakin Allah Maha Tahu. Tidak ada seorangpun yang akan bisa mengelak dari pengadilan terakhir itu.

  24. estherlita said: jadi inget Saddam Husein….

    suamiku jg sempet sebel baca beritanya di Yahoo, bias banget gitu loh! lah wong kene mana ngerti gimana sepak terjangnya alm. semasa msh berjaya dulu? tp temenku blg kalo sebetulnya yg brengsek itu anak-2nya, apa bener ya? prosoku yg namanya korupsi ada dimana-2 ya, bukan hanya di negara berkembang spt Indo, yok opo menurutmu?

  25. hblinka said: Itulah Indonesia.. baru tadi pagi gw bahas sama LB.. Gw bilang dia ending nya masih good tuh…

    Karena kroni2nya masih bercokol menggurita dengan damai tentram tak tersentuh. Menghormati? Jauh dari arti tersebut, mungkin lebih tepatnya takut dan rada2 menjilat.

  26. diandra78 said: Ah.. manusia gak ada yg sempurna.. dan pasti bakal dibakar dulu dosa2nya di neraka.. daripada sibuk menghujat seakan diri kita lebih baik.. Mendingan diam aja..

    Itulah Indonesia.. baru tadi pagi gw bahas sama LB.. Gw bilang dia ending nya masih good tuh… Coba liat aja nasib Sadam Huseein.. endingnya di gantung. Ini orang2 masih ngehormati.. respect.

  27. diandra78 said: Ah.. manusia gak ada yg sempurna.. dan pasti bakal dibakar dulu dosa2nya di neraka.. daripada sibuk menghujat seakan diri kita lebih baik.. Mendingan diam aja..

    betul… ada pengadilan yang menunggu di sana…

  28. diandra78 said: Ah.. manusia gak ada yg sempurna.. dan pasti bakal dibakar dulu dosa2nya di neraka.. daripada sibuk menghujat seakan diri kita lebih baik.. Mendingan diam aja..

    Manusia memang tidak ada yang sempurna. Yang sempurna hanya Allah semata. Justru karena tidak sempurna itulah, jangan digembar gemborkan kebaikannya seolah olah sudah sempurna dan terlalu berlebihan. Bapak Pembangunan? Membangun kroni iya. Negara damai dan tenteram? damai palsu.

  29. haleygiri said: api mengutip Fajroel Rachman, Indonesia bukan negara halal bihalal, hukum tetap harus ditegakkan… Tapi yen uwonge wis matek, mana mungkin diadili, paling2 isih isoh diusut secara perdata.

    Makanya kan aku dah tulis “Memaafkan bukan berarti melupakan”. Sebagai bangsa yang dikenal berjiwa besar, kita wajib memaafkan. Gimana nggak berjiwa besar, ditekan nganti penyet ya masih bisa senyam senyum dan pasrah.

  30. chicaluna said: Amin.Pengadilan yang sebenarnya, dimana hakimnya bener-bener adil ya mbak πŸ™‚

    Ah.. manusia gak ada yg sempurna.. dan pasti bakal dibakar dulu dosa2nya di neraka.. daripada sibuk menghujat seakan diri kita lebih baik.. Mendingan diam aja..

  31. chicaluna said: Amin.Pengadilan yang sebenarnya, dimana hakimnya bener-bener adil ya mbak πŸ™‚

    Betul Chic. Kita2 yang di dunia ini yang jadi korbannya, nggak sanggup untuk menuntut. Kalah suara dan kalah strategi. Digimana gimanain, kita selalu di posisi kalah. Hanya Allah tempat kita mengadu dan curhat.

  32. enkoos said: Selamat jalan dan selamat menghadapi pengadilanNya. Semoga lapang jalanmu.

    tapi mengutip Fajroel Rachman, Indonesia bukan negara halal bihalal, hukum tetap harus ditegakkan… Tapi yen uwonge wis matek, mana mungkin diadili, paling2 isih isoh diusut secara perdata.

  33. ariep said: hmmm abis cucu cicit PKI ga pada ikutan nulis sih di koran

    Belum aja kali Rie. Tunggu tanggal mainnya dari para cucu cicit maupun senggolannya PKI. KTP aja ada tandanya kalau anggota keluarganya kesenggol PKI. Nyari kerja susah.Yah…ada positifnya sih, orang2 seperti itu jadi lebih tangguh menghadapi pergulatan hidup, Insya Allah.

  34. 3astwest said: I don’t have a nice think to say…so gw mingkem aja deh :):)

    Huehehehehe…emang bener. If you can not say nice thing, better you’re quiet. Gitu kira2 kalimat yg gue denger dari mertua gue. Tulisan ini juga melalui tahap pengendapan dulu Rat. Emosional buanget dan jedar jedor tadinya dan diskusi ama sepupuku dulu. Kayak mau muncul di media massa aja pake edit. Setelah diedit, lumayan alusanlah.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s