[MUDIK 2008] – Menjelajah Sulawesi [2]

RANTEPAO – TANA TORAJA

22 Juli 2008 Kami melanjutkan perjalanan ke Tana Toraja sekitar jam 10 pagi dengan menumpang bis Litha. Sebetulnya jam 7 pagi sudah ada bis yang berangkat ke Tana Toraja, tetapi bis tersebut bis biasa bukan yang ber AC sedangkan yang berangkat jam 10 pagi adalah bis yang ber AC. Bukannya kami rewel tapi males aja berantem dengan perokok egois yang banyak beredar di bis non AC.

Bis tiba sore hari di Rantepao kabupaten Tana Toraja. Disana sudah menunggu sahabat sahabat yang sudah sangat lama tak berjumpa. Agus Lamba, orang asli Tana Toraja sekaligus kayaker handal begitu juga Hendrik serta Obeth.

Di Rantepao kami menginap di Monton Guest House yang dimiliki oleh seorang pesiunan pegawai Dinas Pariwisata. Senangnya saya kalau menginap di penginapan kecil kecil seperti ini, karena suasananya yang hangat seperti rumah dan kita bisa berbincang bincang akrab dengan pemiliknya. Si bapak yang kemudian memperkenalkan dirinya bernama Pak Panubak, sepertinya demen mendongeng.

Beliau bercerita asal muasal berdirinya Monton Guest House ini. Dimulai dengan sebuah seminar yang dihadirinya di Bali sewaktu pak Panubak masih berdinas, beliau terkesan dengan pariwisata dan segala fasilitasnya di Bali. Dari sana tercetus ide untuk merubah kandang babi miliknya menjadi hotel. Setelah mendapat persetujuan dari istri tercinta, mulailah dibangun hotel pada tahun 1992 dengan dana pinjaman sejumlah 20 juta rupiah. Awalnya masih 4 kamar. Kok ternyata hasilnya jauh lebih memuaskan dibanding dengan hasil kandang babi.

Lantas dibangun kamar tambahan sebanyak 4 kamar lagi. Demikian seterusnya. Setiap tahun membangun 4 kamar sampai dengan tahun 2000. Sekarang kamar yang dimiliki berjumlah 20 kamar. 18 disewakan sedangkan yang dua kamar untuk digunakan sendiri. Kamar makannya terbuka menghadap ke gunung dan berada di lantai tiga. Lokasi yang pas buat ngupi ngupi dan ngeteh sambil memanjakan mata menikmati kecantikan panorama Tana Toraja. Saat ini Monton Guest House dikelola oleh salah satu anak lelakinya bernama Dharma.

Masih menurut penuturan beliau, dulu di saat sedang ramai ramainya dunia pariwisata Indonesia, kamar kamarnya tidak pernah kosong. Bahkan tamu tamu yang baru datang bersedia selonjoran duduk di emperan hotel menunggu tamu tamu yang akan check out. Lahan hotelnya memang luas, ada taman terbuka menghampar di tiap kamar. Sejak peristiwa bom Bali, jumlah wisatawan langsung menurun drastis. Mencari penginapan tidaklah sesulit dulu lagi.

Pak Panubak juga rajin mendatangi ruang makan di pagi hari, menyapa tamu tamu yang sedang sarapan. Sarapannya gratis lho karena sudah termasuk harga kamar 75rebu semalam. Terkadang kalau lagi musim, disuguh minuman khas Tana Toraja. Apalagi kalau bukan jus tamarilo alias jus terong belanda. Slrupppp…segerrrr. Jus asli.

Pak Panubak juga mengundang kami untuk mencicipi makanan khas Tana Toraja, yaitu pah piong. Sayangnya waktu itu kami ada acara keluar, jadi tidak bisa memenuhi undangan beliau.

Di saat sarapan, apabila Dharma sedang kerepotan melayani tamu tamu hotel yang membludak, saya sering nyelonong ke dapur bikin sarapan sendiri. Bila sedang banyak tamu, kakaknya Dharma juga datang untuk membantu. Sedikit demi sedikit saya belajar bahasa Toraja yang aksennya berirama seperti orang menyanyi.

23 Juli 2008 Seusai sarapan, kami berkeliling kawasan Rantepao dan sekitarnya. Di akhir perjalanan kami singgah di sebuah upacara kematian khas Toraja yang dikenal dengan Rambu Solo’. Sebetulnya saya malas menonton upacara ini karena salah satu atraksinya adalah pembantaian binatang. Tetapi demi menjawab rasa penasaran suami saya, okelah.

Foto foto ada disini dan di sono

Advertisements

3 thoughts on “[MUDIK 2008] – Menjelajah Sulawesi [2]

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s