[MUDIK 2008] Pantai pantai di Togean

KEPULAUAN TOGEAN – SULAWESI TENGAH
Pertengahan Juli – Pertengahan Agustus 2008

DSC_0776frame

Ubek ubek arsip, banyak amat draft postingan bahkan ada yang dari tahun 2008. Untung belum jamuran.

Ini adalah seri ke empat foto foto mengenai pantai di Indonesia yang sempat saya kunjungi sewaktu mudik di pertengahan 2008 lalu.

Seri pertama adalah mengenai Pantai Lombang Madura,
Seri kedua mengenai Pantai Citireum di kawasan Ujung Genteng dan
Seri ketiga mengenai Pantai di kawasan Ujung Kulon.

Berarti ada seri ke lima, ke enam, ke tujuh dan seterusnya? Mbuh… lihat saja gimana nanti.

Kepulauan Togean berada di teluk Tomini, Sulawesi. Untuk mencapainya bisa melalui Ampana (provinsi Sulawesi Tengah) atau Gorontalo (provinsi Gorontalo).

Jadwal kapal (tahun 2008) :
Ampana – Wakai *nama pelabuhan di kepulauan Togean* :
setiap hari kecuali Jumat.
Wakai – Ampana: Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.
Harga karcis kapal per orang *tahun 2008* adalah 40.000 rupiah. Pelayaran sekitar 4 – 6 jam. Jamnya enggak bisa ditentukan karena tergantung siapnya muatan.

Gorontalo – Wakai: Rabu (kapal kayu) dan Jumat (kapal ferry). Berangkat pukul 22:00 dan tiba di Wakai pukul 10:00.
Wakai – Gorontalo: Senin.
Harga tiketnya enggak sempet nanya, karena kami berangkat dari Ampana.

Ada satu lagi alternatif yaitu lewat Buntah, tapi gak ada transportasi umum alias musti sewa perahu. Perjalanannya kira kira 3 jam.

Dari Wakai menuju pulau Kadidiri banyak perahu kecil yang dioperasikan oleh penduduk sekitar maupun oleh pemilik resort untuk menjemput tamu. Pulau Kadidiri adalah pulau yang banyak tempat penginapannya. Ada tiga yaitu Pondok Lestari, Black Marlin dan Kadidiri Paradise Resort. Pengalaman kami selama menginap di Kadidiri Paradise Resort, servicenya biasa biasa saja. Pegawainya rada ogah ogahan kalau dimintain tolong. Pemiliknya bossy.

Tiga resort tersebut menarik bayaran per orang, bukan per kamar. Dan harganya sudah termasuk makan 3 kali dan snack serta bebas teh kopi setiap saat. Dari tiga resort tersebut, yang paling sederhana adalah Pondok Lestari, tarifnya *seingat saya* 75.000 per orang per hari. Lebih mahal lagi adalah Black Marlin 185.000 per orang per hari. Yang paling mahal adalah Kadidiri Paradise Resort, per orang per hari 250.000.

Pilihan yang lebih menantang adalah, kemping dari pulau ke pulau. Sewaktu kami di sana, ada dua orang yang berkemah dari pulau ke pulau. Mereka menyewa perahu dan sistemnya, begitu nyampe pulau mereka ditinggal. Kemudian janjian dengan pemilik perahu untuk dijemput atau pada saat membutuhkan pasokan air bersih atau makanan. Banyak di antara pulau pulau tersebut tak berpenghuni.

Selama kami di sana, selain menyelam, memancing juga keliling kepulauan dengan menyewa perahu nelayan setempat. Sewaktu keliling kepulauan itu kami mengunjungi pulau Tangkian yang merupakan kampung suku Bajo (suku yang tinggal di atas air). Anak anaknya lincah berloncatan di atas perahu.

Posisi kepulauan Togean yang berada di dalam salah satu teluk terbesar di dunia membuat kepulauan Togean menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan bawah laut. Tanpa perlu menyelam terlalu dalam, mata telanjang kita dimanjakan oleh pemandangan bawah laut yang Subhanallah indah tiada tara. Apalagi kala kita menyelam semakin dalam, rasanya enggan untuk naik ke atas kalau sudah terlalu asyik. Di perairan Togean tersebut juga ada bangkai kapal (plane wreck) yang sudah ditumbuhi koral koral cantik areal bermainnya ikan berwarna warni.





















Advertisements

175 thoughts on “[MUDIK 2008] Pantai pantai di Togean

  1. lafatah said: Hehehe… Iya, banyak banget tempat lokasi wisata potensial (baru) yang didatangi teman-teman Petualang ACI. Termasuk tim saya yang sayang sekali, ada yang terlewatkan karena faktor cuaca dan birokrasi. Salah satunya, Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan. TN yang unik karena di sana tempat migrasi burung-burung dari Siberia. Kami batal berkunjung karena ombaknya lagi tinggi, harga sewa boat yang tidak mencapai titik ekuilibrium, birokrasi yang ribet, dan waktu yang tak tepat :((Kalau Togean ini, kami pun takjub dengan ‘temuan’ teman-teman Tim Sulawesi 1. Mantap!!!

    koyok gambar nang tanggalan mbak………uapik tenan……………

  2. lafatah said: Hehehe… Iya, banyak banget tempat lokasi wisata potensial (baru) yang didatangi teman-teman Petualang ACI. Termasuk tim saya yang sayang sekali, ada yang terlewatkan karena faktor cuaca dan birokrasi. Salah satunya, Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan. TN yang unik karena di sana tempat migrasi burung-burung dari Siberia. Kami batal berkunjung karena ombaknya lagi tinggi, harga sewa boat yang tidak mencapai titik ekuilibrium, birokrasi yang ribet, dan waktu yang tak tepat :((Kalau Togean ini, kami pun takjub dengan ‘temuan’ teman-teman Tim Sulawesi 1. Mantap!!!

    Wow… migrasi dari Siberia, jauhnya.
    Opo iku titik ekuilibrium?

  3. enkoos said: Gak ada keterangan apa apa. Tadi aku gugling nyari artikelnya, ketemu ini:http://aci.detik.travel/read/2011/11/07/174039/1762225/1274/kerajaan-ubur-ubur-di-togeanInformasinya lebih lengkap, dan yang tau cuma guide di Pondok Lestari. Ini resort yang paling sederhana di antara tiga resort yang ada di pulau Kadidiri. Wah keren Tah. Sepertinya musti didatengin lagi kesana. Hehehehehe…

    Hehehe… Iya, banyak banget tempat lokasi wisata potensial (baru) yang didatangi teman-teman Petualang ACI. Termasuk tim saya yang sayang sekali, ada yang terlewatkan karena faktor cuaca dan birokrasi. Salah satunya, Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan. TN yang unik karena di sana tempat migrasi burung-burung dari Siberia. Kami batal berkunjung karena ombaknya lagi tinggi, harga sewa boat yang tidak mencapai titik ekuilibrium, birokrasi yang ribet, dan waktu yang tak tepat :((

    Kalau Togean ini, kami pun takjub dengan ‘temuan’ teman-teman Tim Sulawesi 1. Mantap!!!

  4. lafatah said: Ini, mbak, tautannya http://aci.detik.travel/readfoto/2011/11/26/161249/1776282/1275/1/danau-stingless-jellyfish-kepulauan-togean

    Gak ada keterangan apa apa. Tadi aku gugling nyari artikelnya, ketemu ini:

    http://aci.detik.travel/read/2011/11/07/174039/1762225/1274/kerajaan-ubur-ubur-di-togean
    Informasinya lebih lengkap, dan yang tau cuma guide di Pondok Lestari. Ini resort yang paling sederhana di antara tiga resort yang ada di pulau Kadidiri.

    Wah keren Tah. Sepertinya musti didatengin lagi kesana. Hehehehehe…

  5. enkoos said: Itu kan di Pulau Kakaban Kalimantan Timur Tah, bukan di Sulawesi. Dan cuma ada dua di dunia, satunya lagi di Palau.

    Teman saya di ACI 2011 yang Tim Sulawesi 1 ke Togean dan mereka menemukan danau ubur-ubur stingless ini, mbak πŸ™‚

  6. faridm88 said: Kalau saya dulu SDN 10 dan SMP 1, SMA pindah ke Semarang.SDN 1 yang di mana yah?. Kalau SDN 10 tetanggan dengan SDN 3, dekat Taman GOR.

    lupa juga.. deket perempatan rumah sakit umum deh apa rs tentara ya?

  7. nur4hini said: kapan mudik mbak evi? mo jalan-jalan kemana rencananya?

    Bentar lagi mbak Nur. Pengennya sih ke bagian timur Indonesia. Tapi enggak tau juga, secara kesana tuh mahal. Gimana nanti aja deh.

  8. faridm88 said: Ngebayangin makan sup kaledo, tapi sambil makan udon dan ebi tempura hahahahaha

    kwkwkwkwkwwkw ….
    Kadang bisa berhasil lho. Biasanya kalau udah mendekati tanggal mudik, hidungku sering membaui makanan2 Indonesia. Heran ya.

  9. lafatah said: Mbak ke danaunya yang berisi stingless jelly fish? Pengin ke Togean. Kereeeeeen!

    Itu kan di Pulau Kakaban Kalimantan Timur Tah, bukan di Sulawesi. Dan cuma ada dua di dunia, satunya lagi di Palau.

  10. debapirez said: lah, kalau ga pk PELNI, naik apa mba? bukannya yg punya pemerintah malah lbh murah?

    Sapa bilang pemerintah lebih murah? Lha Garuda itu milik BUMN, tapi tiketnya lebih mahal. Dulu PELNI memang lebih murah kalau dibandingkan dengan tiket pesawat. Tapi sekarang mahal sekali.
    Waktu aku ke Makassar tahun 2008, naik kapal laut yang dikelola DLU (Dharma Lautan Utama). Kapalnya kecil. Bertiga cuma bayar 800.000 lebih, dan itu dapet kamar, bukan di deck.
    Kalau PELNI yang paling murah, 217.500 *barusan lihat di situsnya* dan itu di deck. Yang kelas satu, 838.000. Harga segitu kalau di DLU sudah bisa buat bertiga dan dapet kamar sendiri.

  11. faridm88 said: Kalau Binde bilihuta itu masakan khas dari Gorontalo, bukan Palu Tapi di Palu banyak juga warung Binde.Enak banget tuh,apalagi kalau ditaburi irisan-irisan ikan bakar.Kalau resep sup kaledo saya gak punya. Tapi saya tahu salah satu bahan utamanya asam jawa hahahaha.Ini nih resep hasil googlinghttp://masakoke.blogspot.com/2009/07/kaledo-palu.html

    Oo…tulisannya binde ya? Bukan binte?
    Betul masakan Gorontalo, bukan Palu. Kirain bisa bikin kaledo sendiri. hihihihihi….

  12. enkoos said: kalau waktunya banyak, bisa murah Ded.Kami ke sana naik kapal laut. Tiga orang tujuan Makasar gak sampe sejuta. Asal jangan pake PELNI. Mahal.

    lah, kalau ga pk PELNI, naik apa mba? bukannya yg punya pemerintah malah lbh murah?

  13. enkoos said: PUnya resepnya gak?hihihiihi …pengennnn.Dulu pernah bikin binte biluhuta. Pas lagi di Sulawesi, ndilalah lagi gak musim jagung. Jadi warung2 gak jualan binte biluhuta walaupun itu salah satu menu mereka.

    Kalau Binde bilihuta itu masakan khas dari Gorontalo, bukan Palu Tapi di Palu banyak juga warung Binde.
    Enak banget tuh,apalagi kalau ditaburi irisan-irisan ikan bakar.
    Kalau resep sup kaledo saya gak punya. Tapi saya tahu salah satu bahan utamanya asam jawa hahahaha.

    Ini nih resep hasil googling

    http://masakoke.blogspot.com/2009/07/kaledo-palu.html

  14. debapirez said: kapan ya daku bs main ke Indonesia Timur?pengen pk biaya sendiri agak….lumayan…

    kalau waktunya banyak, bisa murah Ded.
    Kami ke sana naik kapal laut. Tiga orang tujuan Makasar gak sampe sejuta. Asal jangan pake PELNI. Mahal.

  15. faridm88 said: Saya malah baru dengar tuh sejarahnya hehehehe. Mungkin dulu iya, dagingnya dimakan penjajah.Tapi jaman setelah gak ada penjajah, di warung-warung sop kaledo supnya tulangnya masih mengandung daging.Malah kalau masak sendiri,milih tulang iga atau tulang kaki yang masih banyak daging nempel.Slurrppppp, asem-asem pedes. Sambelnya khas.

    PUnya resepnya gak?
    hihihiihi …
    pengennnn.
    Dulu pernah bikin binte biluhuta. Pas lagi di Sulawesi, ndilalah lagi gak musim jagung. Jadi warung2 gak jualan binte biluhuta walaupun itu salah satu menu mereka.

  16. enkoos said: Slruppp…. Katanya ada sejarahnya ya? Makanan orang miskin karena tulang belulang. Dagingnya dimakan penjajah. Tapi justru jadi makanan khas.

    Saya malah baru dengar tuh sejarahnya hehehehe. Mungkin dulu iya, dagingnya dimakan penjajah.
    Tapi jaman setelah gak ada penjajah, di warung-warung sop kaledo supnya tulangnya masih mengandung daging.
    Malah kalau masak sendiri,milih tulang iga atau tulang kaki yang masih banyak daging nempel.

    Slurrppppp, asem-asem pedes.
    Sambelnya khas.

  17. enkoos said: Iya Helene. Kasihan, Tapi mereka kecil2 sudah pada jago mendayung di lautan bebas. Turun dari rumah panggung ke perahu, mereka meloncat lincah. Udah gitu perahunya kecil yang gak ada penyeimbangnya. Gitu ya gak oleng blas. Beda ama kita kita yang belum terbiasa, naik ke perahu pake tertatih tatih dan itupun perahunya masih oleng. Hihihihi..

    Ah, jadi inget si Ummi sama Ida 😦
    Anak laut memang hebat2

  18. nonragil said: Kesian ya…..masih anak-anak dah harus kerja, hiks

    Iya Helene. Kasihan, Tapi mereka kecil2 sudah pada jago mendayung di lautan bebas. Turun dari rumah panggung ke perahu, mereka meloncat lincah. Udah gitu perahunya kecil yang gak ada penyeimbangnya. Gitu ya gak oleng blas. Beda ama kita kita yang belum terbiasa, naik ke perahu pake tertatih tatih dan itupun perahunya masih oleng. Hihihihi..

  19. nonragil said: Jadi semakin pingin ke Togean. Foto-fotonya keren, mbak Evia. Tapi, ngebayang’in ombak laut, jadi rada keder juga. Trauma perjalanan dari Ambon ke Seram diserang ombak laut yg gedhe…..berhasil mengeluarkan sarapan pagiku, hihihihihihihi

    Lautnya tenang kok Helene, kan perairan di teluk.

  20. srisariningdiyah said: wedeh rajinnya mb ev… aku yang dari 2005 aja belom semuanya kesimpen di mp ini huhuhu kudu semangat dokumentasi nih…

    Heh?? Dari tahun 2005. Xixixixixix…adoh men mbak Arie.
    Ayo dipublish mbak Arie. Aku pengen denger cerita yang Wakatobi. Gimana ke sananya, nginepnya dimana transportnya pegimana. Kalau kita googling di internet, daerah2 eksotis di kawasan timur Indonesia, kebanyakan ditulis oleh orang asing. Sedikit sekali yang menggunakan bahasa Indonesia.

  21. faridm88 said: Iya, bawang goreng yang kriuk=kriuk seperti krupuk itu.Sup Kaledo dari tulang sapi yang masih ada daging nempel dan banyak sum-sumnya. Dimakan dengan singkong rebus, Uenaks buanget. Maknyusssss

    Slruppp….
    Katanya ada sejarahnya ya? Makanan orang miskin karena tulang belulang. Dagingnya dimakan penjajah. Tapi justru jadi makanan khas.

  22. enkoos said: Daerah mana itu? Masih Sulawesi Tenggara?

    Jadi semakin pingin ke Togean. Foto-fotonya keren, mbak Evia. Tapi, ngebayang’in ombak laut, jadi rada keder juga. Trauma perjalanan dari Ambon ke Seram diserang ombak laut yg gedhe…..berhasil mengeluarkan sarapan pagiku, hihihihihihihi

  23. enkoos said: Berarti tahu banget dengan bawang goreng Kartini dan sup kaledo. uhh..enakkssss

    Iya, bawang goreng yang kriuk=kriuk seperti krupuk itu.
    Sup Kaledo dari tulang sapi yang masih ada daging nempel dan banyak sum-sumnya.
    Dimakan dengan singkong rebus, Uenaks buanget. Maknyusssss

  24. faridm88 said: Di Pulau Una-Una itu ada gunung berapi, namanya Gunung Colo. Jadi ingat tahun 83 atau 84 Gunung Colo meletus, debunya sampai ke Palu.Saat itu tiap kali keluar rumah pakai masker, dan sekolah diliburkan.

    Iya, kata penduduk situ ada beberapa gunung berapi di kepulauan Togean, salah satunya di pulau Una-Una itu. Farid dari Palu ya?

  25. faridm88 said: Bagus banget nih, Pengen duduk-duduk di jembatan sambil mancing di sore hari πŸ™‚

    Bisa banget. Tapi musti yang agak jauh, soalnya yang deket2 situ airnya dangkal. Karena jernih, dasar lautnya bisa kelihatan banget.

  26. faridm88 said: Film jadul, Paradise yang main si cantik Phoebe Cates πŸ™‚

    Di Pulau Una-Una itu ada gunung berapi, namanya Gunung Colo.
    Jadi ingat tahun 83 atau 84 Gunung Colo meletus, debunya sampai ke Palu.
    Saat itu tiap kali keluar rumah pakai masker, dan sekolah diliburkan.

  27. mmamir38 said: Aku pernah naek ferry dari Amsterdam ke London.Di tengah jalan kasi makan ikan melulu.Kalo istri saya tenang aja.Lucunya kalo naek pesawat terbang yang anjlok-anjlokan aku yang tenang, istri saya yang sibuk ngisiin kantong plastik.

    indah sekali
    nyebut jeneng pulaune mesti kleru kediri :((

  28. mmamir38 said: Aku pernah naek ferry dari Amsterdam ke London.Di tengah jalan kasi makan ikan melulu.Kalo istri saya tenang aja.Lucunya kalo naek pesawat terbang yang anjlok-anjlokan aku yang tenang, istri saya yang sibuk ngisiin kantong plastik.

    Jadi kalau naik pesawat, bu Margono bawa kantong plastik kemana mana?

  29. beautyborneo said: ini perahu atau semacam jaring apung yang nggak bisa pindah kayak di pangandaran mbak? Ku pernah ikut nelayan cari cumi nginep di perahu (?) kayak gini. susahnya pas kebelet pipis, kalo cowok sih tinggal berdiri di pinggiran yang dari bambu itu, lha kalo cewek…..bisa-bisa kecebur..

    Eh kalau ikut nelayan gitu, enggak apa2 ya? Dibolehin? Aku juga pengen tapi belum ada kenalan.

  30. beautyborneo said: jadi inget jaman sekolah dulu, suka ngumpulin segala macam tiket mulai dari tiket kereta ekonomi, kapal, sampai tiket masuk lokasi trus ikut dipajang di album sebagai bukti perjalanan..

    Sekarang disimpen secara digital. Kalau kertasnya disimpen, menuh2in tempat.

  31. enkoos said: Kalau jarak jauh dan ombaknya besar, saya juga begitu pak. Kerjaannya tidurrrr melulu di kapal. Abis makan, tidur. Bangun tidur, mandi ke belakang. Ntar tidur lagi. Kalau gak gitu, kepala gliyengan. Tapi kalau jarak pendek dan ombaknya tenang, Insya Allah enggak.Kalau naik ferry gimana pak? Seperti Merak – Bakauheni. Kan pendek tuh jaraknya. 5 jam kalau gak salah.

    Aku pernah naek ferry dari Amsterdam ke London.
    Di tengah jalan kasi makan ikan melulu.
    Kalo istri saya tenang aja.
    Lucunya kalo naek pesawat terbang yang anjlok-anjlokan aku yang tenang, istri saya yang sibuk ngisiin kantong plastik.

  32. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    anak-anak Indonesia…:)

  33. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    ini perahu atau semacam jaring apung yang nggak bisa pindah kayak di pangandaran mbak? Ku pernah ikut nelayan cari cumi nginep di perahu (?) kayak gini. susahnya pas kebelet pipis, kalo cowok sih tinggal berdiri di pinggiran yang dari bambu itu, lha kalo cewek…..bisa-bisa kecebur..

  34. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    kapalnya dua lantai ya….syukurlah manusia kebagian lantai atas he..he..he..

  35. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    unik banget kendaraannya, namanya apa mbak?

  36. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    jadi inget jaman sekolah dulu, suka ngumpulin segala macam tiket mulai dari tiket kereta ekonomi, kapal, sampai tiket masuk lokasi trus ikut dipajang di album sebagai bukti perjalanan..

  37. myelectricaldiary said: ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..tau gaak,mbak?anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..nangkap ikan sepulang sekolah..makanyaaaaa…dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

    seperti anak anak suku Bajo. Pada bantuin cari ikan.
    Iya, jadi guru buat mereka Raya. Ngajar anak2 seperti itu menyenangkan. Itu dimana lokasinya?

  38. enkoos said: ada anak yang nggak ngeliat kamera, yang paling depan gak pake topi dan kulitnya rada gelap. Lucu tuh anak

    ga tau siapa namanya.. wong daku jadi gurunya dsana cuman sehari doang,hihihihihi…
    anaknya emang stay cool,mbak..hehehehehe..

    tau gaak,mbak?
    anak2 ini pada bantuin ortunya jadi nelayan..
    nangkap ikan sepulang sekolah..

    makanyaaaaa…
    dakuh kok kayak kepanggil untuk jadi guru mereka secara permanen ya?

  39. myelectricaldiary said: aku jg pernah foto bareng anak pulau waktu PBL,,tapi gaya mereka ga sepolos ini deh >_<apaa karena mereka lihat gayaku yaaa?hahahahahahaa

    PBL itu apa?
    Gayanya Raya kenapa? taruh telunjuk di pipi ya πŸ˜› πŸ˜›
    atau melet?

  40. enkoos said: Namanya juga anak2 pulau yang gak kenal tivi. Gak seperti anak2 kota yang kalau difoto pake ngacungin dua jari tanda salam damai atau telunjuk taruh di pipi. Hihihihi… standar banget kan.

    aku jg pernah foto bareng anak pulau waktu PBL,,
    tapi gaya mereka ga sepolos ini deh >_<

    apaa karena mereka lihat gayaku yaaa?
    hahahahahahaa

  41. myelectricaldiary said: poloooossssss..gayanya naturaaaal

    Namanya juga anak2 pulau yang gak kenal tivi. Gak seperti anak2 kota yang kalau difoto pake ngacungin dua jari tanda salam damai atau telunjuk taruh di pipi. Hihihihi… standar banget kan.

  42. myelectricaldiary said: kalau mau motret2 wilayah Palu, saya punya kenalan disana,mbak..kebetulan doyan motret2 jugaah..dia bisa nunjukkin mbak tempat yg supeeeer eksotik kalo d potret malam hari..

    Waktu itu sempet mampir Palu juga. Dari Ampana ke Palu jalan darat. Nginep di Palu semalam. Jalan jalan beli bawang goreng Kartini. Huenakkkk. Angkotnya asik ya, bisa nganterin kemana penumpang mau dengan tarif normal.

  43. mmamir38 said: Kalo saya diajak sih ogah tuh.Soalnya asal naek kapal laut, musti kerjanya kasi makan ikan melulu sampe perut perih.

    kalau mau motret2 wilayah Palu, saya punya kenalan disana,mbak..
    kebetulan doyan motret2 jugaah..
    dia bisa nunjukkin mbak tempat yg supeeeer eksotik kalo d potret malam hari..

  44. mmamir38 said: Kalo saya diajak sih ogah tuh.Soalnya asal naek kapal laut, musti kerjanya kasi makan ikan melulu sampe perut perih.

    Kalau jarak jauh dan ombaknya besar, saya juga begitu pak. Kerjaannya tidurrrr melulu di kapal. Abis makan, tidur. Bangun tidur, mandi ke belakang. Ntar tidur lagi. Kalau gak gitu, kepala gliyengan.

    Tapi kalau jarak pendek dan ombaknya tenang, Insya Allah enggak.
    Kalau naik ferry gimana pak? Seperti Merak – Bakauheni. Kan pendek tuh jaraknya. 5 jam kalau gak salah.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s