www.Kenrockwell.com

Di era digital sekarang ini, banyak sekali produk kamera yang muncul susul menyusul. Mulai dari yang kelas kacang sampai yang kelas kemiri. Mulai dari merk A sampai merk Z. Seringkali pengguna merk tertentu begitu fanatiknya dalam merekomendasikan sebuah merek kepada orang lain sehingga terjadilah perang merk. Yang untung ya tentu saja produsennya. Konsumen yang sedang dalam proses memilih tambah bingung aja. Kalau kita membaca review salah satu merek kebanyakan mengulas yang baik baik saja, namanya aja jualan kecap.

Belum banyak yang mengulas semua merek di satu tempat secara non bias. Salah satu yang bisa saya sebut adalah websitenya mas Ken Arok. Sejak mula ketemu website ini pikiran saya jadi makin jreng seperti gitar yang baru di setel senarnya, nyaring dan renyah mengelus kuping. Ulasannya mencakup hampir semua merek dan semua kelas. Bukan cuma kameran kelas kacang, yang kelas kacang ijo pun ada. Istilah istilah kamera dan fotografi yang bikin mumet orang gaptek seperti saya dijelaskan secara detil. Berbagai kelebihan dan kekurangan kamera diulas habis habisan. Begitu juga printhilan kamera seperti lensa, batere, media penyimpan gambar, filter dan lain lain. Trik meng upgrade kamera dengan kepandaian menyiasati situasi juga ada. Top deh.

Segala jenis tipe fotografer juga disebutnya, begitu juga mengenai buku buku yang berhubungan dengan fotografi dijabarkan mas Ken secara singkat namun padat. Reviewnya bukan asal bunyi tetapi emang bener bener mas Ken pernah mempraktekkan kamera dan peralatan yang direviewnya. Entah itu barang pinjaman ataupun barang yang dibeli dari uangnya sendiri. Seumpama warung, menunya kumplit. Ada soto gagrak Lamongan, Kudus, Makasar, Medan, Banjar, Padang dsb. Juga tersedia sate aliran Madura, Ponorogo, Maranggi, Padang dsb. Ditambah gado gado dan makanan khas dari seantero pelosok. Minumannya juga macem macem begitu pula gelas dan piring penyajinya. Eh..ini ngomongin kamera kok jadi melenceng ke makanan. Oke kembali ke laptop.

Pasti ada yang bertanya tanya, kok mau maunya mas Ken nulis ginian. Sejak tahun 1990’an lho. Itung sendiri berapa tahun. Saya dulu juga berpikiran begitu. Ternyata mas Ken emang hobi banget nulis review kamera dan segala printhilannya selain tentu saja hobi motret. Bangun tidur tangannya dah gatel nulis ini itu. Apa ya nggak kerja? Nah….dari nulis review itulah beliau mendapat pemasukan. Bukan dari produsen kamera dan lensa tentunya. Ini bukan karena produsen kamera nggak tertarik, malah ada beberapa yang justru melamarnya.

Alasan kenapa mas Ken nggak mau dibayar produsen kamera, karena beliau tidak mau reviewnya menjadi bias atau nggak obyektif lagi.

Pemasukannya mas Ken adalah dari toko toko besar yang menyediakan kamera beserta gerombolannya. Tautan (link) toko toko itu ada di dalam situnya mas Ken.

Selain itu Mas Ken juga menyediakan beberapa jenis donasi yang bisa dilakukan pengunjung situsnya yang merasa terbantu dengan adanya review tersebut. Nggak ngasih juga nggak apa apa, namanya aja donasi.

Jangan berharap pula bisa bertanya jawab di situ tersebut, karena memang nggak disediakan kolomnya. Bila ingin berkomunikasi bisa dilakukan secara pribadi dengan klik tombol “contact” di situs tersebut. Sekali lagi jangan berharap untuk dibalas karena ratusan surat elektronik diterimanya setiap hari dan mas Ken bekerja sendirian.

Satu sarannya mas Ken, apapun kameranya yang paling penting adalah “the person behind the viewfinder and who push the shutter”. Saya quote tulisannya “your camera has nothing to do with the quality of images produced. It’s the artist, not the tools, who creates art.”
Ini dibuktikan dengan gambar ini yang dijepretnya dengan kamera bekas yang sudah uzur dan sudah bodol. Nggak bisa direparasi lagi, kameranya maksudnya.

Tambahan dari saya, apapun kameranya minumannya tetep teh botol :).
Sosro dong tentu.

Oh iya, mas Ken juga menulis jangan percaya seratus persen dengan apa yang ditulisnya. Wong gendeng. ūüôā

Tapi justru dengan statemennya itu saya jadi pengen menjelajah semua isi situsnya. Seperti yang saya tulis di bagian intro tulisan ini, bahwa isinya sangat mencerahkan, paling tidak untuk saya. Secerah sinar mentari pagi di bulan Mei. Serenyah suara mas Chrisye mendendangkan keroncong “Di bawah sinar bulan purnama.” Sejelas cinta seorang ibu kepada anaknya. Lho…kok jadi melenceng gini. Monggo diulik mas Ken Aroknya. Maksudnya situsnya yah…

Permisi.

Advertisements

5 thoughts on “www.Kenrockwell.com

  1. cutyfruty said: Setuju tenan sama statement nya. Lha aku mbok yao dikasih kamera super canggih, lensanya super profesional, tetep wae hasilé minimalis. he..he..he..

    ini salah satu website yang gw selalu baca..

  2. cutyfruty said: Setuju tenan sama statement nya. Lha aku mbok yao dikasih kamera super canggih, lensanya super profesional, tetep wae hasilé minimalis. he..he..he..

    walah, kok diwalik tho. Iki kan maksute membangkitkan semangat buat yg kameranya biasa2 aja. Sampeyan ki yo iso, tapi wis mutung disik :)Review nya kumplit mbak. Kamera saku kumplit dari berbagai merk.

  3. enkoos said: Satu sarannya mas Ken, apapun kameranya yang paling penting adalah “the person behind the viewfinder and who push the shutter”. Saya quote tulisannya “your camera has nothing to do with the quality of images produced. It’s the artist, not the tools, who creates art.”

    Setuju tenan sama statement nya. Lha aku mbok yao dikasih kamera super canggih, lensanya super profesional, tetep wae hasilé minimalis. he..he..he..Makasih link nya, jeng Evi….sopo ngerti kapan-kapan nek kamera saku ku rusak, aku bisa beli berdasarkan review tsb. Disana pasti ada review tentang berbagai kamera saku to? Wong aku ki sing penting iso narsis, dipotret didepan setasiun kereta api sak Londo, setasiun metro sak Paris, setasiun kereta sak Jowo…..he…he…he…itu obsesiku……

  4. sip sip, boleh Mbak… kirim aja ke SLFmungkin minggu depan aja dipostingnya, kan minggu ini lagi ada artikelnya Mbak Evi yg motret dg cermin, jadi biar SLF gak sepijadi pengen teh botol :))

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s