[MUDIK 2008] – Menjelajah Sulawesi [1] [album foto]

MAKASSAR – RANTEPAO

paddy field in Tana Toraja - South Sulawesi - Indonesia

Daripada nunggu tulisan yang nggak selesai selesai, ntar keburu lupa dan fotonya ilang, mendingan mejeng dulu aja foto2nya.

Jelajah Sulawesi merupakan gong dari perjalanan mudik kami sekeluarga di tahun 2008. Perjalanan napak tilas bagi saya dan buah hati karena hampir sepuluh tahun silam adalah perjalanan nggembel kami ke Sulawesi untuk yang pertama kalinya.

Berangkat dari Surabaya dengan naik kapal laut. Bukan PELNI, hanya kapal kecil yang dikelola oleh DLU (Dharma Lautan Utama). Pelayanannya lebih top dibanding PELNI. Ceritanya ntar aja lebih detail di blog. Insya ALlah.

Rutenya dimulai dari Makassar menuju Utara menyusuri bagian Barat, seperti kota Parepare, Enrekang, Makale, Rantepao. Nangkring sejenak di Rantepao untuk berkangen kangen dengan kampung kedua saya dan mengunjungi sahabat2 yang hubungannya sudah seperti saudara. Lantas lanjut ke Palopo, Bonebone, Pendolo, Tentena. Di Tentena dlosoran sebentar menikmati Danau Poso. Kemudian perjalanan lanjut menuju kota Poso dan berakhir di Ampana. Ngaso lagi sekejap sebelum merambah teluk Tomini menuju kepulauan Togean. Sekejap menyepi dari hingar bingar dan sesaknya kehidupan kota, sebelum kembali Ampana. Dari Ampana, rute selanjutnya mirip seperti pada saat berangkat, hanya saja tujuannya ke arah Barat menuju kota Palu dan bukan ke Selatan. Dari Palu terpaksa kami pulang ke Surabaya dengan naik kapal terbang. Kenapa saya bilang terpaksa? Pengennya naik kapal laut lagi, tapi apa daya, waktu yg sangat mepet tidak memungkinkan untuk berleha leha. Terpaksa kompromi dengan tuntutan.

Sejenaknya, sekejapnya dan ndlosornya tukang nggembel bukan hanya sejam dua jam, atau sehari dua hari, tetapi bisa berhari hari dan bahkan membengkak seminggu dua minggu. Karena filosofi tukang nggembel adalah menikmati setiap jengkal perjalanan tanpa diburu target tujuan. Karena setiap tempat memiliki daya tarik tersendiri.

Seperti hidup ini, dimana menjadi tua adalah sudah pasti, sudah kodrat. Mengisi perjalanan menjadi tua lah yang lebih penting.

Sekian dulu pating pecothot saya yang nggak penting ini.

Untuk keterangan lebih detil, silakan di klik masing masing foto. Ocehan yang lebih panjang, ada di sini.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

9 thoughts on “[MUDIK 2008] – Menjelajah Sulawesi [1] [album foto]

  1. agustinapanggoa said: Salam kenal Mbak Evia….aku jadi bernosatagia melihat artikel ini…krn aku pulkam nya ke Toraja…

    Mbak Evie….Terima kasih sdh menganggap ku sbg saudara….
    Kabar baik….aku pulkam ke Toraja krn ikut suami….asli ku Solo.
    Seneng deh baca tulisannya Mbak Evie….

  2. enkoos said: Sama mbaknya kayaknya diduduki. Tapi masih kiwir2 sampingnya.Eh. krusek kuwi opo tho?

    maksudku hotel krusek ki hotel sing ora bersih lingkungan, okeh PSKne, buat check in jam-jam an… 😀

  3. alin83 said: cara baru mengemas salak..

    Lha kok ngliat bangunannya aku jadi ingat nginep di hotel mirip gini di Banjarmasin, namanya Maya klu gak salah… jebul hotel-e krusek… malem2 kami diganggu, digedor pintunya, tapi begitu dibuka gak ada orang… huhuhu

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s