Backpacking keliling Amerika [Saat keberangkatan]

Seorang solois gembel (pengelana sorangan) dipaksa untuk berbaur dengan komunitas lokal, memahami budaya mereka sekaligus menjadi pendengar yang baik. Itulah kenikmatan menjadi seorang gembel sorangan sehingga mudah memiliki teman dimanapun berada.

Stasiun West Glacier, Montana USA

Seperti rute yang telah saya tunjukkan di tulisan sebelumnya, rute yang saya pilih dimulai dari kota Duluth menuju Barat hingga mencapai kota Seattle di kawasan West Coast. Kemudian turun ke Selatan mencapai Los Angeles yang masih di kawasan West Coast. Lantas bablas tanpa wes ewes ewes menusuk pedalaman Amerika ke arah Timur hingga sejauh Niagara Falls. Dari Niagara Falls turun lagi ke Selatan ke New York di East Coast dan lanjut ke Washington DC. Selanjutnya menuju ke Utara hingga St Paul dan tiba di Duluth sebagai tujuan akhir.

Minggu, 14 Juni 2009

Kami berdua meninggalkan kota Duluth, Minnesota menjelang pukul 4:00 sore dengan bis Jefferson Line. Iya bukan kereta api tetapi masih menjadi bagian dari USA Rail Pass, istilahnya adalah Thruway Motorcoach Connection. Amtrak bekerja sama dengan berbagai jenis transportasi baik itu lokal, antar negara bagian maupun nasional seperti misalnya BART (San Francisco), Northwestern Trailways (Washington), Orange Belt Stages (Hanford CA), Greyhound (nasional), dan masih banyak lagi. Hampir semuanya memiliki connecting time dengan Amtrak sehingga memudahkan kita mengatur perjalanan.

Bis tiba di St. Paul, Minnesota pukul 8:05 pm, 3 jam sebelum kereta api berangkat. Masih terlalu awal sehingga penumpang belum banyak di stasiun. Kami juga tidak bisa check in bagasi karena tujuan kami adalah West Glacier, kota kecil yang tidak memiliki pelayanan bagasi. Sehingga kami menenteng semua barang bawaan kami menuju kereta api.

Di stasiun kereta api di St Paul kami sempat sangat kelaparan. Lokasi stasiun bisa dibilang jauh dari mana mana dan satu satunya pilihan makan adalah beli di mesin otomat alias vending machine. Mana kenyang lah perut Melayu kami diisi dengan sekerat roti daging yg cuma numpang lewat di gigi.

Setelah meneliti isi vending machine, ternyata mereka jualan mi instan. Aha….terbersitlah pikiran nakal.
Kalau ada mi instant berarti mereka menyediakan microwave dong. Mata klayapan kemana mana dan akhinya nancep ke microwave yang lokasinya tidak jauh dari vending machine tersebut.
Saya yang sudah membawa bekal untuk kemping diantaranya berbungkus bungkus indomie, mulai mengeluarkan indomie dan piring plastik. Mulailah saya meracik indomie, ngucurin air minum dari pancuran terdekat, lantas bleng……masuk microwave. Pencet 2 menit. Setelah selesai, lha kok masih atos sodara sodara. Masuk lagi, pencet 3 menit. Udah mulai lembek. Masukkan lagi. Kali ini 3 menit lagi. Begitu microwave dibuka, uh…bau indomie rasa kari ayam menguar kemana mana menarik perhatian orang orang di stasiun. Beberapa melongokkan kepalanya, apakah gerangan yg saya makan. Pengen ni yeeee….
Sepiring indomie rebus saya makan berdua dengan Menik dengan lahap dan tandas dalam waktu singkat. Sedappp..

Beberapa saat kami terkantuk kantuk sambil mengelus perut kekenyangan, dan tak lama kemudian kereta api yang datang dari Chicago, Illinois pun datang. Kami bersiap siap untuk boarding. Yang menarik bagi saya adalah boardingnya dikelompokkan berdasarkan tujuan kita. Yang bertujuan sama dikumpulkan dalam satu gerbong, sehingga memudahkan petugas kereta api untuk memeriksa kami dan meminimalisir kemungkinan ada penumpang yang tertinggal. Bagus juga sistemnya. Pada saat di kereta, kita bisa memilih duduk dimana saja, persis seperti pada saat naik bis dari Duluth ke St Paul.

Kereta berangkat sekitar pukul 11:15 pm dan tiba di West Glacier pukul 8:30 pm keesokan harinya dengan melewati 3 negara bagian (Minnesota, North Dakota, Montana). Sepanjang perjalanan tidak terasa membosankan karena kita bisa riwa riwi di seantero kereta api. Ada gerbong yang dinamakan Lounge Car dimana hampir seluruh dindingnya terbuat dari kaca dan menyambung hingga atap, sehingga penumpang bisa memanjakan mata melihat pemandangan diluar kereta.

Tersedia juga warung kopi di salah satu pojokan di Lounge Car tsb. Namanya aja warung kopi tentunya mereka jualan kopi selain juga teh dan berbagai minuman dingin serta aneka nyamikan.

Karena seringnya saya nongkrong di Lounge Car tsb, di akhir perjalanan setiba di West Glacier saya mengenal lebih dari setengah jumlah penumpang di gerbong saya.
Kebanyakan kami saling berkenalan di Lounge Car tsb.

Ada pasangan muda dari New York yang sedang menghadiri 2 acara pernikahan. Di antara 2 acara pernikahan tsb mereka merencanakan kemping di Taman Nasional Glacier.

Ada lagi sepasang suami istri paruh baya dari Washington DC. Si suami penggemar kereta api dan saat ini mereka sedang menikmati liburan di kawasan Midwest.

Ada pula sepasang suami istri petani dari sebuah kota kecil di Minnesota yang sudah lumayan sepuh. Si istri demen banget mendongeng. Tentang kisah anak anaknya yang tersebar di berbagai negara bagian, tentang kehidupannya sebagai petani di daerah salju dsb dsb.

Ada lagi sebuah keluarga besar yang penampilannya agak kuno. Menurut pengamatan si Menik, sepertinya mereka adalah Amish. Para perempuannya memakai baju persis seperti dalam film “Little House in the Prairie” lengkap dengan penutup kepala. Para prianya brewok dan rambutnya berpotongan batok kelapa. Mereka terdiri dari sepasang kakek nenek dan 2 pasang suami istri muda. Sepertinya yg muda adalah anak2 mereka. Suami istri muda tsb juga membawa anaknya masing masing.

Pada waktu amprokan pertama kali, sekilas saya bisa melihat melalui ekor mata bahwa mereka memandang saya cukup lama. Dengan penampilan saya yang berkerudung, biasalah kalau sering menjadi perhatian disini. Sewaktu ada kesempatan untuk bercakap cakap, mulailah kelihatan aslinya mereka. Ngecipris ramah dan hangat. Apalagi si kakek, dohh…demen sekali cerita ini itu. Saya yang dasarnya suka mendengarkan dongengan kaum tua dan para penduduk desa, jadilah pendengar yang setia. Salah satu cucu mereka lucu banget, usianya mungkin masih dibawah 2 tahun. Ada omongan saya yang bernada antusias yang ditirunya dengan logat kanak2nya yang menggemaskan seperti “my my my….” Seisi gerbong tergelak mendengar celotehan gadis kecil tsb.

Setibanya di West Glacier, hampir semua dari mereka mengucapkan selamat jalan semoga aman sentosa bla bla bla. Haduh…terharu sekali.

Bersambung

Related posts

  1. Membayar ongkos taksi dengan do’a di Seattle
  2. Jatuh cinta di kota New York [6]
  3. Jatuh cinta di kota New York [5]
  4. Jatuh cinta di kota New York [4]
  5. Jatuh cinta di kota New York [3]
  6. Jatuh cinta di kota New York [2]
  7. Jatuh cinta di kota New York [1]
  8. Persiapan backpacking
Advertisements

16 thoughts on “Backpacking keliling Amerika [Saat keberangkatan]

  1. rravasia said: aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

    seru ceritanya….baru coba sekali amtrak dr bloomington ke chicago….jadi kepengen coba lagi pas baca blogmu..thanks

  2. rravasia said: aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

    asyik dan menarik….hanya itu yang bisa aku ucap.

  3. rravasia said: aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

    woii..tukang copet..udah selesai yaa, ngegembelnya?? kok gak ngabar2in seehh?? 😦

  4. rravasia said: aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

    Coy, lu tu supel banget.. asik gampang mingle.. oke deh lu jgn bales dulu nanti argo nya jalan lg.. cerita nanti kalo udah pulang aja..See you later aligator…

  5. rravasia said: aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

    Yaelaaaa coy, pake manggil mbak segala. Kesambit hantu blawu mana :))Udah hari kesepuluh ya? Enggak sadar. Rasanya baru kemaren berangkatnya. Ini lagi di San Francisco coy. Nginep di hostel. Sekamar berempat. Rommates nya asik2, satu dari Northern California, satu dari Jerman. Gw juga ngobrol ama satu keluarga dari Ohio, dua anak muda dari Jerman, satu orang dari Spanyol. Doh..nggak sabar pengen ngelanjutin cerita nih. Tapi rasanya jadi pating pecothot diuber argo. Menjrotttt.

  6. enkoos said: Aduh Lin, dibaca dari awal yah jurnalnya. Banyak tuh infonya disana, termasuk pertanyaanmu.

    aduh mbak, ceritanya seru banget… bacanya jd ikut antusias… jadi sekarang sudah hari ke 10 perjalanan ya… masih sisa 40 hari lagi.. Jgn lupa dipotret setiap momen pemandangan cantik… oleh2 yg tdk semua org bisa dapet

  7. enkoos said: Ada gerbong yang dinamakan Lounge Car

    To all:Maaf nggak bisa balas satu persatu, sebab pake public internet yang bayarnya US2 per 20menit di sebuah hostel kota San Francisco. Jadi ngetiknya musti ekspres.@erm718:weqeqeqeq…problem kota besar yo yu. penumpang kereta dari Seattle ke SF juga gitu. Atmosfirnya nggak seramah para penumpang yang dari St Paul ke West Glacier.@ida22: yuk kesini, ntar jalan2 sama aku. Syaratnya: ajak si kriwul. Hehehehehe. Tahu nggak, bukunya akhirnya aku baca di kereta biar bisa konsen. Dan selama perjalanan cekakak cekikik sendiri sampe heboh. Huahahahaha…bojomu itu duasarrrrrrr.@ningnong: indomie makanan para gembelers. hehehehehehe..@shedariy: bisa aja kok, asal pinter ngaturnya. Ntar kalau udah gede, malah enak, bisa jadi asisten yang handal. Kayak Menik sekarang, wow…segala bisa deh.@asripamuncar: lho aku gak nggowo microwave. Microwave nya sudah ada di stasiun kereta. Begono. Penampakan pergembelan? Huahahaha…Ya deh, Insya Allah ya setelah sampe rumah. AKu nggak bawa laptop, abot coy. Upload foto2nya Insya Allah nanti aja sepulang trip. Ini ngocehnya dulu, biar nggak lupa.@alin83: foto2 Insya Allah diupload sepulang trip. Sekarang ngocehnya dulu, biar nggak lupa. Maklumlah, soalnya 50 hari.

  8. mbakyuuuu…. nanti tak coba telpon ya sebelum cabut :)cerita yg menarik, nek numpak subway ning kene ora bakal bisa amprokan akrab kek gitu… adanya: what’s your problem? hahaha….

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s