“… but until the girls are educated a society won’t change.”

Sebait kutipan dari Greg Mortenson yang menggambarkan betapa pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan. Lengkapnya adalah : “You can hand out condoms, drop bombs, build roads, or put in electricity, but until the girls are educated a society won’t change.”

Arti kurang lebihnya dalam bahasa Indonesia adalah: Anda bisa mendistribusikan sejumlah kondom, menjatuhkan ratusan bom, membangun jalan jalan, membangun jaringan listrik, tetapi bila para perempuan belum mendapatkan pendidikan yang layak, masyarakat tidak akan pernah berubah.

Masih banyak ucapan ucapan Mortenson yang berkaitan dengan pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan, seperti misalnya: “Once you educate the boys, they tend to leave the villages and go search for work in the cities, but the girls stay home, become leaders in the community, and pass on what they’ve learned. If you really want to change a culture, to empower women, improve basic hygiene and health care, and fight high rates of infant mortality, the answer is to educate girls.”

Arti dalam bahasa Indonesianya kurang lebih adalah: Saat kita mendidik kaum lelaki, mereka cenderung akan meninggalkan tempat tinggalnya dan mencari nafkah ke kota kota besar, tetapi kaum perempuan akan tetap tinggal di rumah, menjadi pemimpin di masyarakatnya dan membagikan apa yang telah mereka pelajari. Apabila kita ingin merubah suatu budaya, berdayakanlah kaum perempuan, perbaiki masalah kebersihan dan kesehatan, dan berjuang menurunkan tingkat kematian bayi. Jawaban dari semuanya itu adalah, didiklah kaum perempuan.

DSC_0209edit
Keterangan foto: Seorang petani di daerah Tana Toraja yang mengangkut hasil ladangnya

Sebagai tambahan informasi, Greg Mortenson adalah seorang mantan pendaki gunung berwarga negara Amerika Serikat dan dilahirkan di Minnesota (negara bagian dimana saya tinggal sekarang). Mortenson pernah tersesat di gunung di kawasan negara Pakistan dan Afghanistan. Nyawanya diselamatkan oleh penduduk lokal yang haus akan pendidikan. Merasa berhutang nyawa, Mortenson mengerahkan segala daya upaya untuk membangun sekolah dikawasan terpencil tersebut. Jungkir baliknya perjuangan Mortenson membangun sekolah selama bertahun tahun dikisahkan dalam buku “Three Cups of Tea”.

Keterangan foto: Seorang petani yang sedang menjual hasil panennya di sebuah pasar yang hanya buka seminggu sekali di daerah Tana Toraja. Sambil menunggu pembeli, si ibu petani menikmati makan siangnya.

Tadi pagi saya membaca berita di CNN yang semestinya tidak perlu membuat saya terkejut lagi dan lagi, karena sering terjadi. Cerita klasik yang berpangkal dari kemiskinan dan ketakberdayaan kaum perempuan. Menggantungkan sepenuhnya dari pemerintah yang kerjanya melempem dan berorientasi ke duit melulu (baca: korupsi), sangat percuma.

Ini linknya: an Indonesian sex slave breaks silence

Kita sebagai warga sipil, banyak yang bisa dilakukan untuk mengangkat kaum perempuan dari jurang kemiskinan tanpa harus bergantung kepada pemerintah yang kinerja tidak bisa diharapkan sama sekali.

Keterangan foto: Seorang perempuan yang sedang melepas lelah sejenak sebelum melangkah menyusuri jalan panjang yang masih harus ditempuh.

Advertisements

13 thoughts on ““… but until the girls are educated a society won’t change.”

  1. haleygiri said: “Kita sebagai warga sipil, banyak yang bisa dilakukan untuk mengangkat kaum perempuan dari jurang kemiskinan tanpa harus bergantung kepada pemerintah yang kinerja tidak bisa diharapkan sama sekali.”

    pasti lagi nyari tumpangan ya…?

  2. haleygiri said: “Kita sebagai warga sipil, banyak yang bisa dilakukan untuk mengangkat kaum perempuan dari jurang kemiskinan tanpa harus bergantung kepada pemerintah yang kinerja tidak bisa diharapkan sama sekali.”

    tak japri yu.

  3. enkoos said: apane sing mulai yu?

    “Kita sebagai warga sipil, banyak yang bisa dilakukan untuk mengangkat kaum perempuan dari jurang kemiskinan tanpa harus bergantung kepada pemerintah yang kinerja tidak bisa diharapkan sama sekali.”

  4. cutyfruty said: Halo bu apa kabar? Wah itu gambar paling bawah, bawaannya banyak banget. Mau camping?

    Mbak Sri, Alhamdulillah kabar baik. Bukan sekedar camping. Tapi backpacking keliling Amerika. Ya camping, ya hiking, ya hitch hiking. Makanya gembolannya segambreng. 35 pounds.

  5. erm718 said: mbakyuuuuu…. piye kabare???? sorry ya aku lupa terus mau telpon, bojoku lupa ngasih tau kalo ada message… aku taunya stlh pulang mudik sebulan lebih baru ngecek answering machine kok ada suara wanita yg merdu tapi kok gak kenal, trus bar dirungokake berkali2 lagi ngeh… hehe *telmi.com*linknya bikin hati miris…. setuju mbak dgn tulisanmu diatas, sampe kiamat kalo mengandalkan pemerintah utk memajukan penduduknya, terutama kaum wanita orane kelakon 😦

    slamat datang kembali di ‘rumah’ ini …

  6. erm718 said: mbakyuuuuu…. piye kabare???? sorry ya aku lupa terus mau telpon, bojoku lupa ngasih tau kalo ada message… aku taunya stlh pulang mudik sebulan lebih baru ngecek answering machine kok ada suara wanita yg merdu tapi kok gak kenal, trus bar dirungokake berkali2 lagi ngeh… hehe *telmi.com*linknya bikin hati miris…. setuju mbak dgn tulisanmu diatas, sampe kiamat kalo mengandalkan pemerintah utk memajukan penduduknya, terutama kaum wanita orane kelakon 😦

    Halo bu apa kabar? Wah itu gambar paling bawah, bawaannya banyak banget. Mau camping?

  7. erm718 said: mbakyuuuuu…. piye kabare???? sorry ya aku lupa terus mau telpon, bojoku lupa ngasih tau kalo ada message… aku taunya stlh pulang mudik sebulan lebih baru ngecek answering machine kok ada suara wanita yg merdu tapi kok gak kenal, trus bar dirungokake berkali2 lagi ngeh… hehe *telmi.com*linknya bikin hati miris…. setuju mbak dgn tulisanmu diatas, sampe kiamat kalo mengandalkan pemerintah utk memajukan penduduknya, terutama kaum wanita orane kelakon 😦

    Aduh jeng, yang baru mudik senengnyaaa :)Alhamdulillah kabarku baik. Iya itu aku, pas menginjakkan kaki di NYC. Tahu sih kalau sampeyan dah mudik, tapi gatel pengen ngasih tahu kalau aku sudah berada di kotamu. Emang pemerintah kita nggak bisa diandalkan. Kinerjanya banyak yang menjijikkan. Bikin mual.

  8. mbakyuuuuu…. piye kabare???? sorry ya aku lupa terus mau telpon, bojoku lupa ngasih tau kalo ada message… aku taunya stlh pulang mudik sebulan lebih baru ngecek answering machine kok ada suara wanita yg merdu tapi kok gak kenal, trus bar dirungokake berkali2 lagi ngeh… hehe *telmi.com*linknya bikin hati miris…. setuju mbak dgn tulisanmu diatas, sampe kiamat kalo mengandalkan pemerintah utk memajukan penduduknya, terutama kaum wanita orane kelakon 😦

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s