SATU LAGI TONGGAK SEJARAH

Entah sudah berapa ribu gambar yang dihasilkan. Tak sedikit pula yang dikirimkan ke berbagai kompetisi, baik lokal, nasional maupun internasional. Yang gratisan maupun yang berbayar. Hingga suatu hari di bulan November 2009 terjadilah percakapan itu, antara saya dan sahabat sekaligus juga mentor saya.

“Eh ada kontes asik nih,” sapa saya cepat begitu melihat statusnya yang sedang online.

Sunyi. Tak ada jawaban.

“Ikutan yuk, hadiahnya oke lho. Inceranmu tuh.”

Masih juga tak berbalas hingga beberapa saat kemudian,

“Weh, weh, pagi pagi dah menyalak. Salam dulu kek 🙂 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Kontes apa? Dimana? Kasih linknya dong,” jawabnya memberondong.

“Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh. Blablablabla…”

***********

Saya dan sahabat saya itu sering berbagi berita mengenai kompetisi foto yang diikuti. Dan untuk kontes kali ini saya begitu bersemangat mendorongnya untuk ikut, karena hadiahnya adalah sebuah D90, kamera yang diidamkannya sejak lama untuk menggantikan kameranya yang sekarang ini.

“Aku nggak qualified mbokdhe. Bukan mahasiswa lagi”, sahutnya beberapa saat kemudian.

Ternyata saking antusiasnya, saya tidak memperhatikan detil persyaratannya.

“Masih bisa kok, kan disebutnya maksimal yang lulus enam bulan yang lalu”, saya masih membantah.

“Yaelaaaa. Aku kan lulusnya tiga tahun yang lalu. Nggak bisa lah yauw”, jawabnya sambil terkekeh.

“Waduh, meneketehe. Sapa tau ente sekolah lagi. Ya udah ntar ikutan yang versi umum. Mereka ngadain lagi bulan April 2010 untuk umum.”

Sayapun akhirnya maju sendiri dan mengirimkan lima foto untuk kompetisi tersebut.

Gambar pertama: air terjun Goosberry dengan latar depan pohon yang meliuk.

Gambar kedua: daun maple kering yang masih tegak berdiri di atas salju. Pernah meraih penghargaan ketiga di klub fotografi lokal kota Duluth.

Gambar ketiga: batang kayu manis di atas peta Sumatra Barat. Sumatra Barat adalah salah satu penghasil kayu manis yang melimpah.

Gambar keempat: bis sekolah yang disulap menjadi truk trailer di sebuah ladang pertanian.


DSC_0045 edit label small res

Gambar kelima: Mercu suar kota Duluth yang menjadi salah satu ikon kota Duluth.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Sayapun sudah mulai lupa dengan peristiwa itu dan tak berharap terlalu banyak. Paling paling gak tembus. Banyak ikutan lomba foto, banyak pula yang gak tembus.

*********

Februari 2010.

“Ada surat nih dari Serbin. Hmm..looks like good news. About photography maybe? Kamu ikut kontes apalagi? Sepertinya tembus tuh.” kata suami saya sambil membawa sepucuk surat dari Serbin Communications.

Saya baca surat itu sampai selesai, namun saya masih bingung foto yang mana yah. Ada beberapa kompetisi yang saya ikuti dan saya lupa ini kompetisi yang mana. Sering ikut tapi jarang menang.

Setelah berpikir sejenak, aha…tepok tepok jidat. Ternyata yang itu, yang berhadiah D90.

Menurut data dari pihak penyelenggara – Photographer’s Forum – ada 13.957 foto yang masuk dari segala penjuru dunia. Dari jumlah sebanyak itu ada 1.545 foto yang berhasil menembus tahap final dan Alhamdulillah salah satu foto saya ada di dalamnya. Sebagai finalis, foto saya mejeng di buku Best of College Photography 2010 disini.

Gembira, tentu saja. Namun dibalik kegembiraan yang meluap luap itu, ada terselip rasa sendu yang sulit saya gambarkan.

Ingin kukabarkan berita gembira ini kepada sahabat sekaligus mentor saya itu. Sosok yang begitu rendah hati bagai padi yang makin berisi makin merunduk. Hasil karyanya yang tersebar di berbagai media membuktikan kepiawaiannya dan tak segan segan beliau berbagi ilmu fotografi kepada muridnya yang dongok dan ngeyelan ini.

Cara mengajarnya tidak terkesan menggurui, itu yang membuat saya tak segan bertanya. Ah..lebih tepatnya bawel, begitu beliau sering menyebut saya.

Terima kasih sahabat atas segalanya. Semoga damai di duniamu yang baru. Amin ya Robbal Alamin.

***********

Ini tulisan lama. Sewaktu bongkar bongkar file, nemu tulisan ini yang aku tulis tanggal 23 Maret 2010, dua bulan setelah kepergian sang sahabat menghadap sang Khalik. Aku belum siap untuk mempublish tulisan ini karena berat sekali rasa kehilangan itu. Dan kini – 10 Maret 2011 – lebih dari setahun semenjak kepergian sahabat saya menghadap Sang Khalik – 22 Januari 2010 – rasa kehilangan memang masih ada tapi sudah ikhlas. Semoga lapang jalanmu sahabat.

Tulisan ini dibuat sebagai ungkapan terima kasihku kepada beliau atas diskusi dan didikan yang sangat berguna dan sebagai penghormatan kepada beliau yang telah berdedikasi tinggi terhadap perkembangan pariwisata di Sumbar melalui fotografi. Sedikit banyak, foto fotoku mendapat pengaruh dan bimbingannya.

Advertisements

99 thoughts on “SATU LAGI TONGGAK SEJARAH

  1. enkoos said: panoramic dibanding yang portrait.

    panoramic yang melebar ke samping. Sangat lebar, lebih dari landscape. Biasanya menggunakan lensa lebar, atau bisa menggunakan lensa biasa tapi dengan pengambilan beberapa foto yang digabung menjadi satu.contohnya seperti ini:kalau portrait, memanjang ke atas. contohnya seperti foto mercu suar di atas.ada lagi landscape, sama juga seperti panoramic tetapi lebih kecil. kalau panoramic lebih lebar. contohnya seperti ini:

  2. cambai said: aduh mbak.. saya diawal merasa haru dengan prestasinya… namun diujung cerita saya jadi mau menangis sedih.. innalilahi wa inna ilahi rojiun… turut berduka atas kepergian sahabatnya… 😦

    terima kasih Dian atas simpatinya. Insya Allah sahabat saya sudah tenang disana.

  3. beautterfly said: semanis yang komeeeeeennn

    aduh…. aku merinding ngeliat fotonya mba…. bagus2 banget (paling suka yg foto pertama & daun maple)…. tambah merinding baca akhir ceritanya… terharu..hiks… semoga sahabat mba bahagia disana ya…

  4. beautterfly said: semanis yang komeeeeeennn

    aduh mbak.. saya diawal merasa haru dengan prestasinya… namun diujung cerita saya jadi mau menangis sedih.. innalilahi wa inna ilahi rojiun… turut berduka atas kepergian sahabatnya… 😦

  5. enkoos said: “aku suka yang kayu maniiiiissss… manis bangeeett…”semanis yang motret. qaqaqaqaqaq….pede jaya.

    semanis yang komeeeeeennn*pede sejutamilyar*iya ya harus dilatih, menajamkan insting…kalo poto2 begitu ada tekniknya ga sih?

  6. beautterfly said: Butuh satu tahun untuk sedikit menenangkan diri atas kepergian sang sobat ya?semoga amal-amalnya diterima. Aminsahabat, emang tak tergantikan *halah, mewek deh akuuu*

    Amin ya Robbal Alamin. Makasih bu guru. Sahabat datang sahabat pergi. “aku suka yang kayu maniiiiissss… manis bangeeett…”semanis yang motret. qaqaqaqaqaq….pede jaya.Aku kalau komen kayak gitu, si sobat sering nyaut: “Astagfirullah” Ayo belajar bu guru. Aku dulu belajarnya jeprat jepret sendiri, banyak latihan. Insya Allah lama2 keasah.

  7. enkoos said: yaela Ed. Ampunnnn dweh :))

    Butuh satu tahun untuk sedikit menenangkan diri atas kepergian sang sobat ya?semoga amal-amalnya diterima. Aminsahabat, emang tak tergantikan *halah, mewek deh akuuu*uapikeeeee foto2neeee… aku suka yang kayu maniiiiissss… manis bangeeett…pengen deh belajar fotografi jugaaa…nek do moto kok apik2 yoooo.. pengeeeen

  8. zaffara said: turut bersuka cita atas keberhasilannya ya mkbak,sekaligus berbela sungkawa atas wafatnya sahabat baik mbak.Evia, semoga kebaikan2nya dibalas berlipat ganda, amiin :)Btw foto2nya memang keren2 mbak, aku suka yang daun maple sama kayu manis itu mbak 🙂

    Amin ya Robb. Makasih mbak Win.Yang daun maple warna kebangsaan ya. Merah putih.

  9. penuhcinta said: Aku sering menyayangkan karena pemandangan alam indah di sini seperti tersia2 krn aku cuma bisa ambil foto2 seadanya.

    Makasih Irma. Amin ya Robb. Ndak apa apa toh dan gak perlu kecil hati karena setiap orang memiliki talenta yang berbeda beda. Ada yang menuangkan pemandangan indah dalam bentuk puisi atau tulisan.

  10. eddyjp said: Kekekekek Tintin sudah memastikan bahwasanya daku ini belon sunat Via..wakakakakak

    turut bersuka cita atas keberhasilannya ya mkbak,sekaligus berbela sungkawa atas wafatnya sahabat baik mbak.Evia, semoga kebaikan2nya dibalas berlipat ganda, amiin :)Btw foto2nya memang keren2 mbak, aku suka yang daun maple sama kayu manis itu mbak 🙂

  11. eddyjp said: Kekekekek Tintin sudah memastikan bahwasanya daku ini belon sunat Via..wakakakakak

    Kisahnya mengharu biru ya Mbak. Semoga sang sahabat skrng tersenyum di atas sana, melihat kemenangan Mbak Evi yg memang layak didapat. Foto2nya bagus sekali. Aku sering menyayangkan karena pemandangan alam indah di sini seperti tersia2 krn aku cuma bisa ambil foto2 seadanya.

  12. rengganiez said: Ih mb evi ki lohh, marai mewek meneh..padahal mau wis mari..hiks.Potone cen uapikkk..tenin, ra ngapusi. Selamatzz.

    njawabnya lama soalnya gak mau kebawa mewek. sedih kalau inget dulu hampir tiap hari chatting ngobrolin segala macem. Waktu ke Padang tahun lalu, mampir ke rumah ibunya sekalian nyekar ke makamnya. Ibunya cerita kalau si sobat sering cerita tentang aku. Almarhum sering banggain masakan ibunya. Kalau chatting sering ngomong, “eh aku lagi makan anu (aku lupa nama makanannya. sepertinya dia lebih suka ayam dibanding daging sapi) masakan emakku. Enak lho.”Kok ya ndilalah makanan itu terkenal banget di Sumbar. Pernah ngomong gini sama ibunya,” bu nanti kalau kawanku itu datang, bikinkan masakan senenganku ya?”Waktu aku ke Padang itu, dimasakin lho sama ibunya makanan kegemaran si sahabat. “Vi, ini amanah dari almarhum. Dulu almarhum sering bilang, nanti kawanku datang ke Padang buatin masakan itu ya.” Haikssss…mewek.Setelah selesai kunjungan ke Padang, aku pamit, trus ibunya pesen gini: “Vi, almarhum memang sudah gak ada. Tapi jangan lupakan kami ya. Anggap kami keluarganya Evi. Kalau pulang ke Indonesia mampirlah kemari.” Hiks hiksss. Padahal sampeyan tahu mbak, belum pernah sekalipun kami (aku dan sahabatku itu) bertemu muka. Kenal dengannya di dunia maya, di sebuah milis fotografi. Tapi sudah dekat seperti saudara. Ibunya menganggap aku anak sendiri. cengengesan lagi yukkkkkkkkk.

  13. tintin1868 said: kemaren pagi malah (udah kemaren kan? sekarang jam 1 dimari bobo ah, pagi2 udah dirias) ku bareng para dogol ke kali, cari kodok dan cacing.. ga nemu ikan.. pulang2 diomelin mbah-mbah mereka hihihi.. udah mo pengajian kog kelayapan di kali, kotor pula..

    heheheheeh…itulah serunya dunia anak2. yadeh bobo sana.

  14. isaanshori said: yg mercusuar keren sekali ^^

    kemaren pagi malah (udah kemaren kan? sekarang jam 1 dimari bobo ah, pagi2 udah dirias) ku bareng para dogol ke kali, cari kodok dan cacing.. ga nemu ikan.. pulang2 diomelin mbah-mbah mereka hihihi.. udah mo pengajian kog kelayapan di kali, kotor pula..

  15. tintin1868 said: jaaahhh aha.. masih ngakak soal sunat.. :p*dokter cinta pula? aha nambah deh profesinya, udah dokter gandungan eh dokter cinta?

    hah??ada cerita baru dari Edi mengenai sunat?wadohhh ketinggalan berita. yang mana Ed?

  16. tintin1868 said: penyelenggaranya tiba2 sibuk.. mungkin ada masalah sama sponsornya.. mending ga usah dipikirin deh kaya enkoos gini, tiba2 ada pengumunan, jadi surprise kan ya..

    iya. gak usah dipikirin. aku sering ikut kontes foto Tin. Ngirim aja tanpa beban. Menang ya syukur. Gak menang, ya belum rejekinya.

  17. tintin1868 said: tari pembuka gitu.. kaya tari pendet-nya bali ya.. menik belajar dimana sih?

    belajar di Surabaya dari umur 5 tahun Tin. Di Taman Budaya Cak Durasim Gentengkali. Disana banyak pilihan. Ada tari Solo, tari Jawa Timuran ada kreasi baru bahkan duluuuu buanget jaman aku SMA ada kursus membatik. Aku pernah mau daftar, tapi gak sanggup biayanya. Karena dipatok berdasarkan banyak sedikitnya peserta. Biayanya makin murah kalau pesertanya makin banyak karena ditanggung rame2. Kalau pesertanya satu doang, ya bangkrut bandar. Jaman segitu mana populer kesenian tradisional?Seumuran anakku aja jarang yang bisa menari tradisional.

  18. tintin1868 said: og sama ya.. ku juga gitu ma para dogol.. mundak2an.. jadi abah&emaknya bisa pacaran..

    main ama anak kecil emang paling asik. gak ada jaim2an gak ada gengsi2an. orang dewasa yg ngliat dipikir kita gila. tapi kalau anak2 yg menilai, malah asik. dipikir teman bercanda paling oke.

  19. eddyjp said: He..he..he..bagus bagus poto dikau, sangat berbakat cocok dengan hobi kelayapan

    cocok dengan hobi kelayapan. cocok juga sebagai dokter cinta. sama sama pake bahasa kalbu kan. hihihihihihi…

  20. enkoos said: Ngremo itu tarian Jawa Timur yang dibawakan sebagai pembuka pertunjukan kesenian ludruk

    penyelenggaranya tiba2 sibuk.. mungkin ada masalah sama sponsornya.. mending ga usah dipikirin deh kaya enkoos gini, tiba2 ada pengumunan, jadi surprise kan ya..

  21. nur4hini said: hehehe yen moto trus tangane dingin, mengko mundak grathulan 🙂

    kog sama ya.. ku juga gitu ma para dogol.. mundak2an.. jadi abah&emaknya bisa pacaran.. ini lagi main sama atta tadi sore sampe diboboin ngekor mulu..

  22. enkoos said: bukan tangannya yang dingin mbak. Tapi perasaannya mungkin ya. katanya sahabatku itu, motretlah dengan hati. Insya Allah hasilnya akan berbeda.

    hehehe yen moto trus tangane dingin, mengko mundak grathulan 🙂

  23. bambangpriantono said: Iyo. jaman kuliah mbiyen aku kebagian jatah nyinden nang grup karawitan kampus..sik eling carane…asek bangetDudu sinden Jowo tulen lho..hehehehee

    wah asik yo. kuliah ada kegiatan karawitan. jaman aku SMP yo ono kegiatan ekstra kurikuler nyinden, karawitan. waktu aku lulus SMA, pengen mlebu sastra Jawa. Tapi karo ibu dipertanyakan “apene dadi opo sekolah neng Sastra Jawa?”gak sido wes, meskipun kepengen banget.

  24. enkoos said: Yessss. tossssss.aku dulu sempet lho cak pengen belajar ngremo bareng karo anakku. Tapi mundur teratur gara2 ada ibu2 yg bawel mulutnya “wis tuwek gak weruh tuwek’e ajar nari. badannya dah nggak lentur lagi.”Wuihhh uisinnnn. Belajar kan gak harus dibatasi usia yaaaaaa.

    Iyo. jaman kuliah mbiyen aku kebagian jatah nyinden nang grup karawitan kampus..sik eling carane…asek bangetDudu sinden Jowo tulen lho..hehehehee

  25. nur4hini said: mbak, njenengan pancen “bertangan dingin”, fotonya uapik apik banget.

    bukan tangannya yang dingin mbak. Tapi perasaannya mungkin ya. katanya sahabatku itu, motretlah dengan hati. Insya Allah hasilnya akan berbeda.

  26. bambangpriantono said: That’s why I’m proud to be an East Javanese..hehehehehehe.Versi ceweknya yg prominent adalah Beskalan Putri ala Malangan

    Yessss. tossssss.aku dulu sempet lho cak pengen belajar ngremo bareng karo anakku. Tapi mundur teratur gara2 ada ibu2 yg bawel mulutnya “wis tuwek gak weruh tuwek’e ajar nari. badannya dah nggak lentur lagi.”Wuihhh uisinnnn. Belajar kan gak harus dibatasi usia yaaaaaa.

  27. tintin1868 said: eh ini adik ipar yang anak2nya suka diajak main ya sambil gelatakan kakinya dan naik2 punggung nkoos bukan?

    oh bukan. Beda lagi. Yang suka mijetin punggungku adalah anak2 adik ipar yang tinggalnya sekota. Kalau yang halaman rumahnya 40 acre, anak2nya juga kecil kecil tapi juga deket sama aku. Diriku yang gede gini diseret seret anak umur 3 tahun diajak mainan ditempat plurutan. Jatuh gedebukan di tempat salju bukannya nangis malah ngakak ngakak. Ketemu aku, bapaknya ditinggalin, maunya main sama aku. Hadehhh….

  28. enkoos said: Twin Cities itu sebutan untuk kota Minneapolis dan St Paul. Ibukota2 para negara bagian di US sebagian besar bukan kota besar. Di Minnesota, kota besarnya adalah Minneapolis sedangkan ibukotanya adalah St. Paul. Dua kota ini hanya dipisah oleh sungai Mississippi. Itu makanya disebut Twin Cities. Ngremo itu tarian Jawa Timur yang dibawakan sebagai pembuka pertunjukan kesenian ludruk. Sering juga dibawakan sebagai tarian selamat datang.

    That’s why I’m proud to be an East Javanese..hehehehehehe.Versi ceweknya yg prominent adalah Beskalan Putri ala Malangan

  29. tintin1868 said: asik ngebatik, twin cities itu dimana? dan ngremo itu apa?

    Twin Cities itu sebutan untuk kota Minneapolis dan St Paul. Ibukota2 para negara bagian di US sebagian besar bukan kota besar. Di Minnesota, kota besarnya adalah Minneapolis sedangkan ibukotanya adalah St. Paul. Dua kota ini hanya dipisah oleh sungai Mississippi. Itu makanya disebut Twin Cities. Ngremo itu tarian Jawa Timur yang dibawakan sebagai pembuka pertunjukan kesenian ludruk. Sering juga dibawakan sebagai tarian selamat datang.

  30. anazkia said: Semoga arwahnya dicucuri rahmat. Dan ilmu yang diajarkan kepada Mbak menjadi amal jariyah…

    Amin Ya Robb.Ilmu yang kudapat dari beliau juga ingin kusebarkan, supaya makin banyak tabungan amal untuk sahabatku itu.

  31. tintin1868 said: ni ada loh lomba yang setahunan blom ada pengumumannya..

    wuih setahun. lama bener.Temenku malah ada yang hadiahnya gak dikirim blas. Ngenes ya. Fotonya sudah dimuat di majalah, hadiahnya belum diterima sampe sekarang. ini lombanya ditutup november 2009. Pengumuman pemenang, bulan Maret 2010, kalau nggak salah. Juni 2010 buku yang memuat foto2 finalis sudah terbit dan dikirim ke para finalis.

  32. anazkia said: Mbak, ajarin lagi saya tentang dunia fotografi

    garuk garuk kepala.ngajarin dari dasar? Anaz kan dah gape.mending anaz deh yg nanya. Kalau aku tau jawabannya, Insya Allah kujawab. Sebetulnya, aku motret belajarnya otodidak. Tanya sana tanya sini baca sana baca sini. kalau masih gak mudeng, nanya lagi nanya lagi. tapi kadang diem aja, malu sebab gak mudeng mudeng. banyak bolotnya.

  33. enkoos said: Aku diminta ngebatik dan Menik diminta ngremo

    oh kaya sadap.. asik ngebatik, twin cities itu dimana? dan ngremo itu apa?eh ini adik ipar yang anak2nya suka diajak main ya sambil gelatakan kakinya dan naik2 punggung nkoos bukan?

  34. tintin1868 said: wah lama ga minum sirupnya.. minta resep dong..

    ngambilnya nyadap dari pohon maple Tin. kayak nyadap pohon karet. Dan harus di musim yang tepat dan suhu udara yang pas. Paling bagus menjelang akhir winter tapi belum masuk spring. Abis itu, hasil sadapan direbus. Entah berapa lama.Beberapa kali aku diajak si adik ipar buat ngeliat prosesnya, tapi adaaaaa aja kesibukan. Tahun kemaren lupa ada apa ya kok aku gak bisa? Tahun ini, mereka mau nyadap tanggal 26 maret. tapi kami sekeluarga mau ke Twin Cities. Ada acara Indonesian day. Aku diminta ngebatik dan Menik diminta ngremo. Entah kapan lagi nih bisa liat. Nunggu tahun depan kayaknya.

  35. enkoos said: Beberapa minggu di rumah sakit, beliau berpulang.

    Orang baik, selalu cepat meninggalnya :((Semoga arwahnya dicucuri rahmat. Dan ilmu yang diajarkan kepada Mbak menjadi amal jariyah…

  36. anazkia said: Dan untuk gurunya, subhanallah…

    Subhanallah buanget Naz. Yang lebih ngenes, cara beliau meninggal. Sakit hepatitis tapi gak cepetan dibawa ke rumah sakit. Beliau gak mau dibawa ke rumah sakti karena karena gak ingin memberati keluarga. Beliau adalah anak tertua sekaligus tulang punggung keluarga, mending uangnya dipake untuk hal lain. Setelah dipaksa teman2nya dan setengah diseret, baru deh ke rumah sakit. Tapi sudah terlambat. Penyakitnya sudah tidak bisa ditolong lagi. Beberapa minggu di rumah sakit, beliau berpulang.

  37. tintin1868 said: kalu 17an keren nih.. merah dan putih di kanada ya.. lambang maple lambang kanada kan ya?

    ada 13.957 foto yang masuk dari segala penjuru dunia. Dari jumlah sebanyak itu ada 1.545 foto yang berhasil menembus tahap final >>> wajarlah ada segitu banyak foto.. diseleksi juga ga main2 toh.. ini ada loh lomba yang setahunan blom ada pengumumannya.. lucu bener..

  38. tintin1868 said: kalu 17an keren nih.. merah dan putih di kanada ya.. lambang maple lambang kanada kan ya?

    iya maple lambang kanada. foto ini sempet kutanyakan ke adik ipar yang sering bikin sendiri sirup maple. katanya, ini bukan daun maple tapi pohon oak jenis apa gitu lupa. Emang mirip maple tapi bukan. Adik ipar punya halaman yang gedenya kayak hutan belantara, 40 acre. tiap taun bikin sirup maple hasil nyadap pohon2 di halaman rumahnya sendiri. kami sering dikirimin sirupnya. Setiap tahun.

  39. tintin1868 said: oh turut berduka buat sahabatnya.. semoga bahagia “disana”..wuih hebat tiba2 ada aja kabar gembira ya.. selamat ya nkoos.. turut bahagia.. keren emang yang refleksi menara duluth itu..yang bus sekolah seru, penumpangnya ayam kalkun.. yang kayu manis bentuknya hati ya dari potongannya..

    Amin ya Robb. Makasih Tin.kabar gembira setahun yang lalu. Udah lama lewat. Baru tega dipublish skarang.

  40. enkoos said: Gambar kedua: daun maple kering yang masih tegak berdiri di atas salju. Pernah meraih penghargaan ketiga di klub fotografi lokal kota Duluth. 

    Ih mb evi ki lohh, marai mewek meneh..padahal mau wis mari..hiks.Potone cen uapikkk..tenin, ra ngapusi. Selamatzz.

  41. enkoos said: Gambar kedua: daun maple kering yang masih tegak berdiri di atas salju. Pernah meraih penghargaan ketiga di klub fotografi lokal kota Duluth. 

    kalu 17an keren nih.. merah dan putih di kanada ya.. lambang maple lambang kanada kan ya?

  42. srisariningdiyah said: Slamat mba! Aku blm bs liat foto2ne, dari hp, ntar yow nek wis tekan omah

    suwun mbak. itu tahun kemaren kok. Sudah lewat setahun. Baru dipublish sekarang setelah iseng ubek2 file nemu tulisan ini. Dulu rasanya beratttt sekali, gak sanggup buat mempublish tulisan ini. Pengen mewek. Sekarang dah ikhlas, gak pake mewek. Udah ketemu ibu dan adik2nya waktu ke Sumbar tahun kemarin.

  43. bambangpriantono said: sing samen gawe ndik semarang iko kan? *nuduh.com

    iyo. kamera iku sing tak maksud. kamera tua yg sudah tidak diproduksi lagi dan aku masih setia dengannya di saat orang orang lain ngomporin ganti kamera yang bisa dipake pideoh.

  44. anazkia said: Mbak, Subhanallah gambarnya, luar biasa. Palagi ketika mengetahui Mbak mhotonya pake kamera model apa. Salut dan kagum. Bener2 nggak nyangka…terus, sekarang D90nya ke mana, Mbak?

    D90? ya buat pemenangnya. Aku cuma sampe tahap finalis saja. Saat ini ya masih pake kamera tua itu.

  45. enkoos said: tak koreksi yo. mumpung sik eling. encore un fois. kalau gak salah: foix dan fois rumusnya untuk pemakaian masculin dan feminin. kebanyakan lebih lazim nyebut un fois daripada une foix. mungkin lho. pelajaran jaman jebot. lali kabeh. huehehehe..

    aku elinge sing iku e mbak..wkekekekekekeke….sing une foix..embuh wis tak mbongkar kamus maneh

  46. bambangpriantono said: Une foix…felicitation pour toi Mbak Evi..wkwkwkwkwkw(kemrancis.com)

    tak koreksi yo. mumpung sik eling. encore un fois. kalau gak salah: foix dan fois rumusnya untuk pemakaian masculin dan feminin. kebanyakan lebih lazim nyebut un fois daripada une foix. mungkin lho. pelajaran jaman jebot. lali kabeh. huehehehe..

  47. oh turut berduka buat sahabatnya.. semoga bahagia “disana”..wuih hebat tiba2 ada aja kabar gembira ya.. selamat ya nkoos.. turut bahagia.. keren emang yang refleksi menara duluth itu..yang bus sekolah seru, penumpangnya ayam kalkun.. yang kayu manis bentuknya hati ya dari potongannya..

  48. Mbak, Subhanallah gambarnya, luar biasa. Palagi ketika mengetahui Mbak mhotonya pake kamera model apa. Salut dan kagum. Bener2 nggak nyangka…terus, sekarang D90nya ke mana, Mbak?

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s