INDONESIA IS DANGEROUSLY BEAUTIFUL

Kambanglah bungo parawitan
Simambang riang ditarikan
Di desa dusun Ranah Minang

Bungo kambang, sumarak anjuang
Pusako Minang, tanah Pagaruyuang
Dipasuntiang siang malam
Tabayang-bayang rumah nan gadang

Alunan lagu Minang itu membangunkan saya di pagi hari. Mengingatkan saya akan seorang kawan yang entah dimana sekarang. Lagu itu adalah lagu kesukaannya. Dulu, belasan tahun yang silam hampir tiap hari terdengar senandung itu.

***

Saya sering terkaget kaget bila bertemu orang lokal yang tahu banyak mengenai Indonesia. Mereka tidak hanya tahu, tetapi pernah tinggal di Indonesia dalam jangka waktu yang cukup lama. Hampir sebagian besar mengatakan betapa cantiknya Indonesia, betapa ramahnya orang Indonesia. Mudah mudahan itu tulus dan bukan sekedar abang abang lambe karena sedang berbicara dengan saya.

Kota dimana kami tinggal saat ini tak seberapa besar. Setahu saya hanya ada dua orang Indonesia. Jangankan orang Indonesia, orang imigran aja nggak begitu banyak.


Beberapa hari yang lalu kami kedatangan tamu. Seorang petugas dari sebuah organisasi program pertukaran pelajar yang bermaksud mewawancarai kami. Pembicaraan berlangsung santai dan akrab. Sampai pada suatu pembicaraan dari negara mana saya berasal dan di kota apa.

Surabaya rek !!

Si petugas, sebut saja namanya mbak Ayu, matanya langsung berbinar binar begitu mendengar kata Surabaya. Cerita punya cerita, mbak Ayu memiliki saudara laki laki seorang tentara yang pernah bertugas kemanusiaan di bidang kesehatan dan sanitasi di Surabaya.

Si saudara ini sering turun ke pelosok pelosok Jawa Timur dan amat sangat terkesan dengan kecantikan dan keramahan orang Indonesia. Usai bertugas, patah hatilah si saudara ini karena sudah kadung jatuh cinta sama Indonesia.


Persis sama dengan pengalaman kawan saya yang sekarang entah dimana itu.

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu si kawan, sebut saja namanya si Dan, dikirim bertugas ke negeri surga ini. Si Dan merasa dibuang. Berita yang terserak di media membuatnya takut. Indonesia penuh dengan wajah beringas, demonstrasi disana sini. Melalui banyak media, Indonesia tampak kacau dan menyeramkan. Dengan sedih si Dan menerima penugasan ke negeri yang dianggapnya kacau balau ini.

Sesampainya di Indonesia, apa yang terbayang di benaknya buyar semua. Si Dan berdecak kagum dan tak henti hentinya keheranan menerima tebaran senyuman dan sapaan ramah dimana mana. Jauh berbeda dengan apa yang dibayangkannya selama ini. Sewaktu hal ini ditanyakan kepada saya, jawabannya sederhana:

“Indonesia is a huge country. What the media said are not necessary represent all of Indonesian people are. And beside, most of the riot are in the big cities.”

Manggut manggut si Dan membenarkan ucapan saya.

Karena rumah si Dan dekat dengan rumah kos kosan saya, oleh divisi transportasi kami diantar jemput oleh mobil yang sama. Satu mobil diisi oleh tiga orang ditambah satu orang sopir.

Sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor proyek, banyak hal yang membuatnya terkesima. Anak anak kecil yang melambai lambaikan tangan. Buah buahan tropis yang melimpah sepanjang tahun. Binatang binatang liar yang melintasi hutan seperti monyet, burung bahkan gajah. Si Dan juga belajar bahasa Indonesia.

Hari demi hari berlalu. Dia mengaku bagaimana tadinya hampir menolak penugasan ke Indonesia. Sekarang yang Dan rasakan justru sebaliknya, jatuh cinta dengan Indonesia.

Sewaktu Dan harus pulang ke negaranya, matanya begitu berembun. Sulit baginya untuk berpisah dengan Indonesia, negeri yang begitu dicintainya. Dia mencoba untuk menawar supaya masa tugasnya bisa diperpanjang. Sayang, usahanya tak berhasil.

Beberapa hari menjelang kepulangannya, mobil yang kami tumpangi melewati pasar dan terdengarlah lagu Minang begitu kencangnya. Terkesima dia dibuatnya.

“That song is pretty. I love to hear that. Can I get the CD of that song?”

Sayang sekali, karena saya nggak tau judulnya dan alamat emailnya ketlingsut entah kemana, saya tidak berhasil mendapatkannya untuk si Dan.

Advertisements

18 thoughts on “INDONESIA IS DANGEROUSLY BEAUTIFUL

  1. cutyfruty said: Dawet ki enak jé….wah aku dadi pengin dawet….Aku bar nggoreng peyek, arep tak dol. Kueselé setengah mati. Sikil nganti njarem rasané…..

    wis entuk akih? Aku yo bar nggawe peyek. Nek wis biasa tibake cepet yo. Ndino ndino liyane nggawe peyek, nganti bojoku komen : Peyek again??Wingenane nggawe adonan mesisan akeh. Ndilalah lagek nggoreng separo kok wegah yo? Mualese kumat. Akhire adonan dilebokno kulkas, sesuke dilanjut maneh. Hihihihii…..Ngono kuwi ra langsung entek. Lagek rong gorengan, muales maneh. LEbokno kulkas maneh. Nganti telung ndino koyo ngono kuwi.

  2. enkoos said: huahahahaha…kuwi jenenge sambil menyelam minum dawet.

    Dawet ki enak jé….wah aku dadi pengin dawet….Aku bar nggoreng peyek, arep tak dol. Kueselé setengah mati. Sikil nganti njarem rasané…..

  3. enkoos said: Namanya pasaran. NGetik namanya, yang muncul bejibun dan banyak yg nggak berfoto. Mosok disopo situk2 :)) Lalar gawe. hihihihihi..

    huahahahaha…kuwi jenenge sambil menyelam minum dawet.

  4. enkoos said: Namanya pasaran. NGetik namanya, yang muncul bejibun dan banyak yg nggak berfoto. Mosok disopo situk2 :)) Lalar gawe. hihihihihi..

    Lha ora popo disopo siji-siji….sisan dodolan peyek karo pecel. ha..ha..ha…

  5. cutyfruty said: Saiki prihatin….buah tropis kok malah perasaan langka ya….Lha wong banyak tukang buah jualannya malah buah import. Aku ngga tahu itu di Jakarta aja atau juga di tempat lain…..

    Sepertinya itu kasus di kota kota besar saja, bukan di kota kecil. Terakhir waktu aku ke Indonesia tahun 2008, buah buahan tropis pating tlecek di Toraja. Ada terong belanda dan markisa, buah buahan khas Toraja. Juga pisang, semangka, jambu.

  6. enkoos said: Buah buahan tropis yang melimpah sepanjang tahun.

    Saiki prihatin….buah tropis kok malah perasaan langka ya….Lha wong banyak tukang buah jualannya malah buah import. Aku ngga tahu itu di Jakarta aja atau juga di tempat lain…..

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s