[CATATAN MUDIK 2010] Menyusuri jejak para sahabat (3)

Tigun (1)

Hanya sehari semalam kami di Pulau Penang. Itu rencana awalnya. Tetapi dalam prakteknya molor menjadi empat hari empat malam.
Tiba di Singapura hari Jumat tanggal 18 Juni 2010 jam 1:30 pagi. Klesetan di bandara menunggu pagi sambil meluruskan boyok. Maklum saja, perjalanan udara 17 jam ditambah transit di Tokyo satu jam membuat badan pegal pegal. Jam tujuh pagi kami berangkat menuju stasiun kereta api Johor Baru dan memulai perjalanan ala gembel. Lupakan mandi meski udara begitu lembab dan membuat badan lengket oleh keringat.
Ndilalah salah perhitungan karena kami datang di musim liburan.Tiket kereta habis tak bersisa sampai dengan tanggal 21 Juni 2010. Terpaksa kami putar haluan dan menuju stasiun bis Johor Baru.
Singkat kata, kami tiba di Pulau Penang jam 21:00 di hari yang sama dan meninggalkan Pulau Penang menuju tanah air hari Selasa jam 11:00 pagi. Kalau dihitung memang empat hari empat malam, tetapi yang benar benar keliling menikmati Pulau Penang adalah tiga hari tiga malam. Kemana saja selama tiga hari itu?
Kami berkeliling di seputar hostel dimana kami menginap, kawasan tua yang cihui untuk obyek memotret. Hostel Hutton Lodge berlokasi di lorong Hutton dan dikelilingi oleh bangunan bangunan tua. Kebutuhan khas turis seperti bilik penukaran uang, tempat cuci kiloan, hingga makanan eksotis murah meriah banyak bertebaran di seputar hostel sehingga kami cukup berjalan kaki saja untuk menelusurinya.
Selain itu, tentu saja kami juga pasrah bongkokan dengan mas Tigun dan Sandra.
Di hari pertama, segera setelah puas meluruskan boyok dan berhaha hihi di warung kopinya, kami dibawa berkeliling Georgetown. Makan siang di warung Melayu yang keberadaannya begitu langka di Pulau Penang ini. Cara penyajiannya mirip rumah makan Padang. Bedanya adalah: bila kita di rumah makan Padang, semua lauk yang tersedia dihidangkan dalam piring piring kecil dan kita hanya membayar sejumlah makanan yang kita makan saja. Sedangkan di warung Melayu, kita menyendok sendiri lauk pauk yang tersedia kemudian diletakkan ke piring piring kecil. Setelah dirasa cukup, baru kita ke kasir untuk membayar sejumlah makanan yang telah kita ambil. Setelah itu baru kita makan. Atau, kita bisa langsung mengambil piring yang telah diisi nasi dan lauk pauknya langsung diletakkan ke dalam piring kita.
Kami sempat mampir disebuah warung terang bulan (martabak manis) mini yang antriannya aujubile. Tujuh puluh biji mbok. Sekali masak ada sembilan biji dan membutuhkan sekian menit. Berapa jam lagi giliran kami? Huaaa…
Enggak deh. Lain kali aja. Baru kesampaian mencicipi apong (nama martabak manis mini itu) keesokan harinya. Isinya irisan pisang, pipilan jagung rebus manis dan kelapa muda. Lembut mengelus lidah dan rasanya gurih manis dan ada krenyes krenyes jagung. Sebiji harganya 0.30 ringgit. Yang asik, penjualnya suka becanda. Istrinya ikut membantu berjualan. Waktu itu si istri mengaduk adonan menggunakan kocokan spiral.
Hari kedua kami dibawa ke pusat durian. Opo tho yo nama tempatnya, lali. Balik Pulau? Pulau Tikus? Helep mas Tigun.
Kebetulan sekali kami datang bersamaan dengan musim durian. Disana durian dijual dalam keadaan fresh. Langsung dari pohonnya. Asik kan? Nggak seperti di Amerika, duriannya fresh from the freezer. Hihihihi…..
Nama durian yang kami pesan adalah: durian udang rebus, durian merah dan durian hollow.
Kenapa udang rebus? Karena bentuknya melengkung dan berwarna oranye, persis seperti udang rebus. Sedangkan durian merah, warnanya kuning kemerahan. Mana yang paling enak? Enak kuabeh. Mumpung bisa makan durian di habitat aslinya.
Yang agak aneh pengalamannya Menik. Pagi pagi sewaktu keluar dari hostel udah sambatan perutnya sakit. Mukanya agak pucet. Saya minta untuk istirahat, enggak mau. Pengen tetep jalan. Apalagi mas Tigun bilang mau ke pusat durian, tambah nggak mau ditinggal. Menik kan demen durian. Mata dah kriyep kriyep ngantuk, begitu bau durian langsung kebuka lebar nyari sumber bau.
Sesampainya di warung durian, masih sambatan sakit. Tapi keukeuh masih mau makan durian. Dan ajaibnya, begitu suapan pertama durian, perutnya nggak sakit lagi.
“Sakit perutku kok tiba tiba pergi ya?”
Oala nduk nduk, loromu gak nalar blas. (oala nduk, sakitmu kok gak masuk akal sama sekali).

Bersambung

Advertisements

10 thoughts on “[CATATAN MUDIK 2010] Menyusuri jejak para sahabat (3)

  1. si3rra5 said: Hihihihi… Seru Kus, tempat makan mana aja yang kudu dicoba neh ? thn dpn aku ada rencana ke sana, bakal lama juga moa santai kaya kamu dan menik :p

    mbak Eviiiiiii……..!*mlayu mlayu slomosyen…..

  2. si3rra5 said: Hihihihi… Seru Kus, tempat makan mana aja yang kudu dicoba neh ? thn dpn aku ada rencana ke sana, bakal lama juga moa santai kaya kamu dan menik :p

    Ma’af, baru bisa komentar sekarang. Baru sampai rumah semalam. Dari Jawa unt reunian dan kemudian tancap gas ke perbukitan Pyrenees di Prancis nonton balapan pit Tour de France bersama teman2 dari B’way. Anyway, nama tempat durian adalah Balik Pulau. Karena tempatnya memang di balik bukit / di sisi Selatan Pulau Pinang ini. Gitu sik ya. Sekali lagi matur nuwun sudah ditilik’i khusus dari jauh.

  3. si3rra5 said: Hihihihi… Seru Kus, tempat makan mana aja yang kudu dicoba neh ? thn dpn aku ada rencana ke sana, bakal lama juga moa santai kaya kamu dan menik :p

    Ntar ya. tungguin aku nyelesaikan potongan Penang ini. Mudah2an tinggal satu episode aja, kalau nggak panjang.

  4. erm718 said: hiks… ngiri tenan akyu… ke Penang ga bisa hunting foto & mangan duren kek Menik & simboknya 🙂

    itu artinya, sampeyan kudu mrono maneh. hehehehe….kan tinggal menggok ngiwo soko Singapura.

  5. Hihihihi… Seru Kus, tempat makan mana aja yang kudu dicoba neh ? thn dpn aku ada rencana ke sana, bakal lama juga moa santai kaya kamu dan menik :p

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s