[Mudik 2010] Merasakan tidur di rumah adat Minangkabau

Salah satu mimpiku yang terpendam sejak lama adalah: merasakan tidur di rumah gadang. Bukan bangunan maupun hotel yang dibangun menyerupai rumah gadang, tapi betul betul rumah gadang tua milik penduduk. Alhamdulillah mimpi itu terwujud di perjalananku ke Sumatra Barat tahun 2010. Terjadinyapun tanpa sengaja. Dan ternyata pemiliknya adalah kawanku sendiri. Lho kok bisa?

Ceritanya begini :
Pulang kampung tahun 2010, salah satu tujuan kami sekeluarga adalah keliling Sumatra Barat, negeri yang sudah menjadi kampung halaman keduaku. Apalagi aku telah dianggap anggota keluarga oleh salah satu keluarga sahabat di Padang. Lengkap sudah rasanya statusku sebagai urang awak.

Dua kali aku ke Sumatra Barat di tahun 2010. Yang pertama di bulan Juli dimana aku melakukan perjalanan seorang diri. Sedangkan yang kedua di bulan Agustus dimana aku melakukan perjalanan bersama suami dan anak.

Mulailah aku menghubungi kawan kawan yang tersebar di sana sini terutama kawan kawan di dunia petualangan. Detail perjalananpun diatur seperti misalnya rute, apa saja yang akan dilakukan dan segala tetek bengeknya. Sampailah di satu bahasan dimana kami akan berarung jeram. Kawanku di Lampung merekomendasikan seseorang di Padang yang ternyata adalah teman sepengarungan di sungai sungai di Sumbar beberapa tahun yang silam.

Hari sudah menjelang sore ketika kami sekeluarga tiba di Padang. Setelah menjemput sang kawan di Padang, kami langsung berangkat ke Solok karena si pemilik perahu tinggal disana. Selain itu sungai pertama yang bakal kami arungi adalah batang Kuantan yang lokasinya dekat dengan Solok. Batang adalah bahasa Minang yang berarti sungai.

Sesampai di Solok hari sudah sangat larut, menjelang pukul 10 malam. Melanjutkan perjalanan ke batang Kuantan adalah hal yang riskan, belum lagi harus mengangkut peralatan arung jeram. Pilihan menginap ada dua. Di Solok atau di Sijunjung yang masih harus mencari informasi lebih lanjut. Sang pemilik rumah mempersilakan kami menginap di rumahnya. Akupun memutuskan menginap di Solok, apalagi demi melihat bangunan rumah yang akan kami inapi yang ternyata adalah rumah bagonjong / rumah adat / rumah gadang.

Setelah berbasa basi sebentar dan saling memperkenalkan diri, tiba tiba sang pemilik rumah memandangku agak lama, "mbak kan yang pernah ke Citarik ya? Datang sama John Lebar, main sungai di bulan puasa. Inget gak? "

"Hah???" Itu kan tahun 2000?"

Ya ampunnnnn. Sekian lama tak bersua, ternyata kami pernah bertemu di akhir tahun 2000. Bukan di Solok, bukan di Padang tapi di Jawa Barat. Waktu itu bulan puasa. Sesaat setelah proyek di Duri selesai aku pulang ke Jawa dan mampir ke Cikidang Jawa Barat, sebuah tempat sunyi terpencil milik seorang sahabat yang waktu itu sedang giat giatnya merintis bisnis arung jeram. Awal tahun sungai sedang bagus bagusnya dan di bulan puasa sungai sedang sepi, sehingga kami bisa puas berarung jeram. Selama berhari hari, sambil menunggu jam buka puasa tiba aku berarung jeram bersama beberapa kawan yang sedang menjalani pelatihan. Diantara mereka ternyata ada si kawan Sumbar itu, bang Syawal yang memiliki rumah gadang di Solok itu.

Siapa yang bakal menyangka kalau sepuluh tahun kemudian kami akan bertemu lagi di kampung halaman bang Syawal?

Cerita demi cerita mengalir dengan lancar. Kisah kisah masa lalu bersambung dengan kawan kawan pengarungan yang sudah menyebar entah kemana dan ajaibnya kami saling mengenal mereka. Rencana awal yang hanya menginap semalam di Solok berubah menjadi hampir seminggu dan kamipun bersama sama mengarungi beberapa sungai seperti: batang Kuantan di Sijunjung, batang Tarusan di Pasisir Selatan, batang Ombilin di Singkarak dan batang Sangir di Solok Selatan.

Selama menginap di rumah bang Syawal, kami juga inclak inclik nonggo (main ke rumah tetangga), mancing di tambak depan rumah, ngekor ibunya bang Syawal sholat tarawih di mesjid kampung, kenalan dengan para tetangga yang ternyata juga masih ada hubungan kekerabatan. Apalagi waktu itu sedang bulan puasa. Pagi pagi sekali rumah rame dengan suasana sahur. Rasanya sudah seperti keluarga sendiri.

Istana Pagaruyuang

Ini adalah bangunan Istana Pagaruyuang yang sedang direnovasi setelah terbakar tahun 2007.











Advertisements

76 thoughts on “[Mudik 2010] Merasakan tidur di rumah adat Minangkabau

  1. sepasangmatabola said: Waa… asik nih mbak Via… Pingin banget juga main ke Padang. Kalo aku di Sumatra baru nyampe di Palembang doang, cuman dua hari, tapi sangat berkesan, karena ketemu kawan baik dari Multiply yang mau jadi tuan rumah di kota pempek kesayanganku. πŸ™‚

    telor keong mas.. yang suka nempel di pinggir2 sungai atau di sawah

  2. sepasangmatabola said: Waa… asik nih mbak Via… Pingin banget juga main ke Padang. Kalo aku di Sumatra baru nyampe di Palembang doang, cuman dua hari, tapi sangat berkesan, karena ketemu kawan baik dari Multiply yang mau jadi tuan rumah di kota pempek kesayanganku. πŸ™‚

    wah asiknya, dapet tambahan teman dari Multiply, bahkan dijamu di kotanya. Asike rekkk.
    Dadi kangen empek2 πŸ™‚

  3. bundakirana said: di payakumbuh..iya masih ada.. ntar kalau inget difoto deh (tahun depan kalau mudik lagi,hehe)mba, cerita yg keluarga iran itu dimana, saya cari2 ga nemu

    Waa… asik nih mbak Via… Pingin banget juga main ke Padang. Kalo aku di Sumatra baru nyampe di Palembang doang, cuman dua hari, tapi sangat berkesan, karena ketemu kawan baik dari Multiply yang mau jadi tuan rumah di kota pempek kesayanganku. πŸ™‚

  4. bundakirana said: di payakumbuh..iya masih ada.. ntar kalau inget difoto deh (tahun depan kalau mudik lagi,hehe)mba, cerita yg keluarga iran itu dimana, saya cari2 ga nemu

    wah iya, belum diposting. nanti ya, Insya Allah kalau udah dipublish saya kasih linknya.

  5. bundakirana said: rumah nenekku dulu juga rumah gadang..trus setelah nenek tua, susah ngurusnya, jadi pindah ke rumah biasa..rumah gadang dikontrakkan..jadi dulu ketika kami masih anak2..kalau lebaran ya tidur di rumah gadang..masih ingat deh almarhum nenek selalu mengomeli kami kalau lari2 di atas rumah (kuatir lantainya jebol..kan dari kayu..) ..:)

    di payakumbuh..iya masih ada.. ntar kalau inget difoto deh (tahun depan kalau mudik lagi,hehe)
    mba, cerita yg keluarga iran itu dimana, saya cari2 ga nemu

  6. bundakirana said: rumah nenekku dulu juga rumah gadang..trus setelah nenek tua, susah ngurusnya, jadi pindah ke rumah biasa..rumah gadang dikontrakkan..jadi dulu ketika kami masih anak2..kalau lebaran ya tidur di rumah gadang..masih ingat deh almarhum nenek selalu mengomeli kami kalau lari2 di atas rumah (kuatir lantainya jebol..kan dari kayu..) ..:)

    rumah neneknya dimana uni? Trus sekarang rumahnya masih ada? Kalau masih ada, kapan kapan di foto dong uni.

  7. haleygiri said: huwaaaa yg nomer satu itu juga punya… suka kubawa traveling klu cuman 3-4 hari, buat wadah pakaian atau oleh2, numpak pesawat tekan ngendi2…

    rumah nenekku dulu juga rumah gadang..trus setelah nenek tua, susah ngurusnya, jadi pindah ke rumah biasa..rumah gadang dikontrakkan..
    jadi dulu ketika kami masih anak2..kalau lebaran ya tidur di rumah gadang..masih ingat deh almarhum nenek selalu mengomeli kami kalau lari2 di atas rumah (kuatir lantainya jebol..kan dari kayu..) ..:)

  8. haleygiri said: huwaaaa yg nomer satu itu juga punya… suka kubawa traveling klu cuman 3-4 hari, buat wadah pakaian atau oleh2, numpak pesawat tekan ngendi2…

    awet yo yu. sayang duwek’ku dikrikiti tikus. jijik atene ndemok.

  9. eddyjp said: Gandek itu apa yah ? :)) gugling nggak nemu…

    huwaaaa yg nomer satu itu juga punya… suka kubawa traveling klu cuman 3-4 hari, buat wadah pakaian atau oleh2, numpak pesawat tekan ngendi2…

  10. eddyjp said: Gandek itu apa yah ? :)) gugling nggak nemu…

    nyari pake kata gandek, emang susah nemunya. kalau pake kata "anyaman rotan Kalimantan" ntar keluar banyak.
    Gandek itu tas bulet dengan tali model ransel. Bawanya dipunggung Ed, kayak bawa ransel. gambarnya udah ada tuh diatas.

  11. iahsunshine28 said: bener2 rumah antik, dari tahun 1900-an…ckckck….

    Waduhh, gambarnya bikin pengen.

    Iya Tin bener, persis kayak tabung anyaman catur itu. Punyaku motifnya gak seperti itu. Kayak gambar di bawah ini, tapi tanpa manik2

    Yang nomer satu: aku (pernah) punya. Ada manik2nya di sekujur tas. Mbrodol satu, mbrodol semuanya deh. Dikrikitin tikus. Hiyyyy…Jijay.
    Yang nomer dua: punya juga, tapi bukan rotan. yang di foto itu dari rotan ya sepertinya. Lebih kuat dibanding punyaku yang dari anyaman pandan. Kerajinan dari Sumbar namanya kampia. Udah pada bolong pojokannya. Gimana gak bolong, kemana mana dibawa padahal tasnya tipis.

  12. tintin1868 said: seng ya atapnya.. bukan ijuk..

    Ijuk gampang kebakar. ternyata bagonjong itu macem2. Dari bentuknya bisa dilihat asal daerah. Ini bagonjongnya rapet. Ada yang bagonjongnya jaraknya panjang. Aku dapet infonya dari bang Deri.

    Kayak gini yang jaraknya panjang. Lokasinya di Batusangkar. Tanduknya lima. Bandingkan dengan rumahnya bang Syawal, tanduknya ada enam.

  13. sheravim said: I see…jadi semakin penasaran pengen ke Padang :)kalo di Kalimantan Barat, namanya rumah betang, Mba’. Satu rumah panjang dihuni belasan KK. Tapi adanya di pedalaman hutan Kalimantan, misalnya di Kabupaten Landak, Sintang dan Kapuas Hulu. Kapan2 jika mba’ berniat ke Kalbar, mari kita telusuri rumah betang di ya πŸ˜€

    Jangan ke Padangnya. Malah susah nyarinya. Lebih baik ke desa2, mblasuk di pelosok2. Sering nemu malah.
    Ada rumat adat di Batusangkar, statusnya cagar budaya, gak jauh dari Istana Pagaruyung. Pemiliknya merantau kemana mana. Yang nungguin orang lain, tapi nggak tinggal di rumah adat itu. Aku nanya, katanya boleh diinapi kalau mau.

    Pengennnnnnn blusukan ke Kalbar. Musti sediain waktu berapa lama Ky?

  14. enkoos said: fresh dan pemakan segala. dikasih makan apa aja, masuk. sisa2 makanan orang yang gak habis dimakan, cemplungin ke tambak, wah pada rebutan ikannya. padahal yang dimakan orang2 ada daging ikannya juga. kanibal ya.

    LOL hahaha, ikannya gak tau kalo dia terjerumus πŸ˜€

  15. enkoos said: banyak disana Ky. Satu kampung kalau nggak salah ada 5 rumah adat. Ditempat lain juga ada, sering juga gak ada penghuninya karena pada merantau. Rumahnya jadi rusak. Sayang banget.Eh di Kalimantan kan juga banyak ya. Apa tuh namanya, rumah adat Dayak?

    I see…jadi semakin penasaran pengen ke Padang πŸ™‚

    kalo di Kalimantan Barat, namanya rumah betang, Mba’. Satu rumah panjang dihuni belasan KK. Tapi adanya di pedalaman hutan Kalimantan, misalnya di Kabupaten Landak, Sintang dan Kapuas Hulu.
    Kapan2 jika mba’ berniat ke Kalbar, mari kita telusuri rumah betang di ya πŸ˜€

  16. eddyjp said: hah, emang dikau mau ditawarin gadis ? wakakakakak

    itu ujung2nya ada detail.. ada cerita detail itu apa?
    ku kog ingetnya ujung rumah di amerika yang pake banyak motif arah mata anginnya..

  17. tintin1868 said: ala ransel kaya tabung ya talinya suka putus2 tuh.lagi pake hp nih. ntar ku guling contoh gandek.

    itu masalahnya. udah sering kusambung sambung, karena kubawa kemana mana. Enak bawanya. barang tinggal blang bleng. Aku cari dirumah waktu mudik kemaren gak ada. Entah dibuang entah ketlingsut, gak tau deh.

  18. sheravim said: fresh banget ya

    fresh dan pemakan segala. dikasih makan apa aja, masuk. sisa2 makanan orang yang gak habis dimakan, cemplungin ke tambak, wah pada rebutan ikannya. padahal yang dimakan orang2 ada daging ikannya juga. kanibal ya.

  19. sheravim said: bukan telor ikan, Mba’….lali aku apa namanya. biasanya memang banyak ditemukan nempel di got rumah…..

    di got deket sawah sawah juga banyak. sebangsa telor juga kan? tapi bukan miliknya ikan?

  20. sheravim said: keren banget, masih ada warga yang mempertahankan budayanya 😑 😑

    banyak disana Ky. Satu kampung kalau nggak salah ada 5 rumah adat. Ditempat lain juga ada, sering juga gak ada penghuninya karena pada merantau. Rumahnya jadi rusak. Sayang banget.

    Eh di Kalimantan kan juga banyak ya. Apa tuh namanya, rumah adat Dayak?

  21. srisariningdiyah said: hari terakhir acara biasanya mereka jor-joran diskon abis lebih dari 50%, aku pernah beli gandek 15 rebu xixixix padahal biasanya mereka jual di pameran 50-an rebu gitu deh… aku banyak tuw anyaman2 bambu berupa tas, topi (paling banyak, soalnya buat wardrobe pemotretan, maklum narsis) hahahahaha…

    bukan telor ikan, Mba’….lali aku apa namanya. biasanya memang banyak ditemukan nempel di got rumah…..

  22. srisariningdiyah said: hari terakhir acara biasanya mereka jor-joran diskon abis lebih dari 50%, aku pernah beli gandek 15 rebu xixixix padahal biasanya mereka jual di pameran 50-an rebu gitu deh… aku banyak tuw anyaman2 bambu berupa tas, topi (paling banyak, soalnya buat wardrobe pemotretan, maklum narsis) hahahahaha…

    fresh banget ya

  23. srisariningdiyah said: hari terakhir acara biasanya mereka jor-joran diskon abis lebih dari 50%, aku pernah beli gandek 15 rebu xixixix padahal biasanya mereka jual di pameran 50-an rebu gitu deh… aku banyak tuw anyaman2 bambu berupa tas, topi (paling banyak, soalnya buat wardrobe pemotretan, maklum narsis) hahahahaha…

    hihihihihi….narsis digowo gowo.
    eh gandek 50 rebu? murah amat?????
    punya fotonya mbak? aku gugling dari entah tahun kapan, gak pernah dapet yang mirip punyaku itu. eh dulu ada deng, tapi gambarnya kuecillll sekali. nyari lagi, wis gak ono.
    aku pengen banget punya gandek. Enak kan bawanya, model tabung gitu. barang2 tinggal masuk blang bleng.

  24. srisariningdiyah said: wuaaaaa ngiri abisssssss…aku baru ke sigura-gura doang pengarungan di sumatra!

    Aku pernah denger dimana ya, Solok disebutnya kota seribu sungai. Di Maninjau ada batang Antokan. Pengarungannya cuma setengah jam apa ya. Pendek soalnya, tapi jangan tanya gradenya. Uedannnnnn.
    Ada lagi batang Anai, alamakkk kecil kecil cabe rawit. Sungainya sempit, tapi kalau nggak ati2, perahu bisa kebalik.
    Dulu aku sering main ke batang Tarusan, batang Sangir dan batang Liki. Dua terakhir di daerah Solok juga. Temen2 lagi pengen ngembangin jadi wisata petualangan, tapi nggak tau juga, peminatnya gak banyak. Kurang promosi atau gimana, gak tau juga.

  25. enkoos said: smesco ki neng endi? gugling neng internet angel eram. kalaupun ada, pake manik2. aku nyari yang anyaman doang gak pake manik2.

    smesco itu nama gedung pusat UKM-UKM ituw mba, di Jl. Gatot Subroto Jakarta…
    tapi sering ngadain pameran di Jakarta Convention Center, Senayan…
    radioku rutin dukung acara itu tiap tahun, kalo aku lagi siaran di JCC suka cuci mata ke stand2 dari berbagai daerah gitu, nanti sambil wawancara mereka minta diskon hahahaha… hari terakhir acara biasanya mereka jor-joran diskon abis lebih dari 50%, aku pernah beli gandek 15 rebu xixixix padahal biasanya mereka jual di pameran 50-an rebu gitu deh… aku banyak tuw anyaman2 bambu berupa tas, topi (paling banyak, soalnya buat wardrobe pemotretan, maklum narsis) hahahahaha…

  26. tintin1868 said: hore rmh adat itu ya punya b.syawal? rmh temenku di payakumbuh jg kaya rmh gadang. sering ku inep. ku jg pernah inep di rmh panjang di tj putin.gandek nama tas itu ya? ku punya deh yg pake tutupnya apa yg ala ransel?

    iya itu rumah keluarga bang syawal. satu dusun ada lima rumah adat kalau nggak salah. ada yang cuma dihuni sepasang nenek kakek doang. anak2nya pada merantau. aku sering disuruh mampir, ngobrol macem2, padahal cuma seminggu. Pulang pulang, aku dipeluk sama tetangga2nya.

    Gak ada tutupnya Tin. Ransel bentuk bulat. Gitu aja. Dari anyaman rotan, ada motifnya.

  27. srisariningdiyah said: gandek itu kalo lagi pameran di smesco buanyak lho mbak dijual…murah2 lagi kalo pas hari terakhir diskon abisssss hehe

    smesco ki neng endi? gugling neng internet angel eram. kalaupun ada, pake manik2. aku nyari yang anyaman doang gak pake manik2.

  28. enkoos said: atang Kuantan di Sijunjung, batang Tarusan di Pasisir Selatan, batang Ombilin di Singkarak dan batang Sangir di Solok Selatan.

    hore rmh adat itu ya punya b.syawal? rmh temenku di payakumbuh jg kaya rmh gadang. sering ku inep. ku jg pernah inep di rmh panjang di tj putin.

    gandek nama tas itu ya? ku punya deh yg pake tutupnya apa yg ala ransel?

  29. enkoos said: atang Kuantan di Sijunjung, batang Tarusan di Pasisir Selatan, batang Ombilin di Singkarak dan batang Sangir di Solok Selatan.

    gandek itu kalo lagi pameran di smesco buanyak lho mbak dijual…
    murah2 lagi kalo pas hari terakhir diskon abisssss hehe

  30. enkoos said: atang Kuantan di Sijunjung, batang Tarusan di Pasisir Selatan, batang Ombilin di Singkarak dan batang Sangir di Solok Selatan.

    wuaaaaa ngiri abisssssss…
    aku baru ke sigura-gura doang pengarungan di sumatra!

  31. eddyjp said: oh sebenarnya rumah contohnya ada di Pontianak, bisa nginap disana, karena memang ada yang tinggal juga.

    yeeee gak seru kalau rumah contoh. rumah penduduknya, baru seru tuh. sapa tau ditawarin 20 gadis. qiqiqiqiqiqi…

  32. enkoos said: masih kalau kan? Belum dicobain kok. Ntar kesana lagi, cari Ed. Sapa tau dapet. Hihihihi..Aku pengen banget. Sama nyari gandek itu. Nyari di Surabaya gak ada yang jual.

    oh sebenarnya rumah contohnya ada di Pontianak, bisa nginap disana, karena memang ada yang tinggal juga.

  33. eddyjp said: kalo ntar dikira cari laki gimana Via..ha.ha.ha…

    masih kalau kan? Belum dicobain kok. Ntar kesana lagi, cari Ed. Sapa tau dapet. Hihihihi..
    Aku pengen banget. Sama nyari gandek itu. Nyari di Surabaya gak ada yang jual.

  34. rengganiez said: Inclak inclik hehehe bahasane..10 tahun gak ktemu, weh kok yg kebetulan yg indah mbak

    jowone medok men. huehehehehe…
    itulah mbak, indah sekali bukan. Padahal ketemu pertama gak lama. Cuma hitungan hari. Tapi kok ya eling gitu, sepuluh tahun kemudian.

  35. eddyjp said: asik bangets ya Via, seperti daku kepengen tidur di rumah panjang orang dayak tapi nggak kesampean..he.he.he

    wahhh kok bisa nggak kesampaian? kalau ke quentien, cari Ed. Aku juga pengen ngerasain tidur di rumah panjang. Apa istilahnya Ed?
    Eh iya, Dayak kan ada kerajinan anyaman bentuk bulat kayak tas ransel gitu. Ah apa namanya ya.. Gandek ya?
    Dulu aku punya itu. Kemana mana bawa itu. Sampe bagian talinya dah gak karuan, kusambung lagi. Diapalin ama temen2. Kalau ada tas itu, berarti aku lagi disekitar itu.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s