[Mudik 2010] Semarang

Semarang, kota persinggahan terakhir dalam perjalanan backpacking saya menyusuri pesisir utara pulau Jawa dan menjelajah pulau Sumatra.

The entrance

Selamat datang di kota Semarang. Sambutannya hangat dan ramah, meskipun saya nggak mandi dua hari, meskipun susah berkomunikasi karena batere hape saya mendrip mendrip, meskipun saya kumus kumus karena nggak mandi dua hari itu tadi.Sebagai penggemar sayur mayur, salah satu alasan saya ke Semarang adalah ingin mencicipi pecel 17 sayur. Di Semarang saya janjian ketemu dengan kang Bambang, si provokator pecel 17 sayur yang berkisah tentang kudapan ini di blognya. Kang Bambang ternyata orangnya heboh, akeh omonge. Beda sekali dengan apa yang saya bayangkan selama ini. Pendiam.

Makan pecel, minum soda kawista, makan es pallubutung dan masuk ke terminal bis Terboyo. Yang terakhir adalah jarang dilakukan kang Bambang, begitu pengakuannya. Beliau lebih suka naik bisa dari luar terminal. Dan ternyata pemandangan di dalam terminal lebih asik untuk obyek motret. Karena ada air rembesan dari laut yang menggenangi terminal.

Menunggu datangnya bis tujuan Surabaya, kami ngobrol ngalor ngidul sambil sesekali menangkap momen angslupnya mentari sore. Cantik sekali.

Terima kasih kawan telah meluangkan waktunya untuk menemani saya menikmati sisi menarik kota Semarang.


















Advertisements

34 thoughts on “[Mudik 2010] Semarang

  1. bambangpriantono said: Jl. Pierre Tendean dekat BRI TendeanMaaf saya yg jawab soalnya ketemu sama Mbak Evi hehehe

    he eh. ra popo. kene mbayar disik. Lho? kwkwkwkw….
    tdk menerima uang cash, hanya menerima pecel 17 sayur. :)))

  2. idachairunnisa said: ini di jalan apa ya,mbak ?

    lha kuwi wis disaur cak Nono.
    Ning Ida, cak Nono iki kera Ngalam, kuliah ndek Suroboyo saiki mergawe neng Semarang. Aku neng Semarang iki janjian karo dekne dan salah satunya gara2 pecel 17 sayur iki.

  3. enkoos said: pembaca dilarang protes. kalau protes, hukumannya traktir dawet pasar Gede :))

    matur nuwun infonya,mas…
    klo pas saya ke semarang bawah, tak coba mampir kesana.
    mas bambang dalemnya di mana? saya di ngesrep.
    salam kenal nggih, mas

  4. myshant said: walah mbak Evia …aku dari nganjuk, tapi malah belum nyobain pecel dengan 17sayuran …hihiidolaku tetep pecel kawi-malang 🙂

    pecel kawi malang, seperti apa San?
    aku gak pilih2 kalau soal pecel.
    apapun itu, yang namanya pecel sayuran, embat.

  5. miftamifta said: Mbak’e mbak’e potonya bikin saya ngeces hahahaBtw,mau nyicipin Nasi Pecel di kota kami mbak? Huehehehe promosi

    Mauuuuuuuuu!!!
    Minta alamat tempatnya, Insya Allah kalau mudik tak jabanin. Pecinta pecel banget.
    Waktu hamilnya anak kedua, hampir tiap hari makan pecel. Dan itu 3x sehari, dari makan pagi makan siang dan makan malam. Gitu ya nggak bosen.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s