[Mudik 2010] Rumat adat Minangkabau

Entah mengapa aku sering merasa sedih dan tercekat setiap kali melihat rumah adat Minang yang berada di tengah areal persawahan. Seringkali aku berhenti di depan rumah bagonjong untuk sejenak merenung dan kemudian meraih kamera untuk merekamnya.
Bagonjong di balik rimbunnya nyiur






Advertisements

43 thoughts on “[Mudik 2010] Rumat adat Minangkabau

  1. anazkia said: Pas dulu ke Bukittinggi, ndak mhoto2 rumahnya, MbakAnaz bawa kamera pocket, dapet minjem. Tapi alamnya cantik, jadi fotone tetep cantik

    aku pernah nonton Anthony Bourdain di "No Reservation" di episode Indonesia. Saking kagumnya sama Indonesia sampe ngomong gini: "Indonesia sudah sangat cakep pemandangannya jadi gak perlu fotografer canggih. Chimps aja udah bisa menghasilkan foto cakep. Nah lho..

  2. itsmearni said: oh oh.jadi ini sebabnya mbak evi nyariin majalah kartini ya

    iya. mau baca artikelnya keseluruhan. waktu kesana sudah ditunjukkin juga sih cuma bacanya gak tuntas karena artikelnya panjang. Sempet dipotret juga, tapi ternyata gak semua 😦

  3. cahayahati said: seorang arsitek pernah membahas tentang rumah adat di Sumatra, ia membandingkan rumah adat dari Utara sampai Selatan Sumatra, dan menarik garis kesamaannya. Cantik ya … tapi zaman sekarang gak bakal deh orang buat lagi kecuali rumah makan Padang kali ya heheheh

    bahkan mirip rumah adat di Sulawesi juga Angky. Di Toraja namanya tongkonan. tanduk rumahnya mirip. Di bagian depan ada hiasan tanduk kerbau berderet deret.
    Di Bugis juga rumah adatnya mirip.

    Masih ada lho yang bikin rumah seperti ini di kampung Sumbar.

  4. enkoos said: gak berpenghuni.pemiliknya diusir. sekarang tinggal di halaman rumah orang, berdua ibu dan anak. si anak umurnya sudah 50’an tahun. setiap hari ke mesjid bersih bersih. Dikasih sumbangan beras, diambil secukupnya saja kemudian sisanya disumbangkan mereka. Subhanallah. Miskin tapi gak serakah.

    diusirnya kenapa mbak?
    trus rumah itu gak ada ngurus ya…….
    saah itu punya siapa?

  5. tintin1868 said: anak itu ibu mang ga kerja? kasian kalu rebutan harta smp gitu.

    seorang arsitek pernah membahas tentang rumah adat di Sumatra, ia membandingkan rumah adat dari Utara sampai Selatan Sumatra, dan menarik garis kesamaannya.

    Cantik ya … tapi zaman sekarang gak bakal deh orang buat lagi kecuali rumah makan Padang kali ya heheheh

  6. myshant said: pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    org ga punya tp ga serakah. ambil secukup dan mau berbagi. anak itu ibu mang ga kerja? kasian kalu rebutan harta smp gitu.

  7. myshant said: pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    kuliner Minangkabau kan banyak pake santan, makanya disana banyak kelapa.

  8. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    seng.

  9. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    kasihan banget.

  10. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    terima kasih bantuin njawab. hehehehe..
    iya dari seng.

  11. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    Kok masih banyak rumah yang di tengah sawah yah?

  12. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    😦

  13. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    Subhanallah… wuaaaa… cantik bangetttt

  14. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    Pas dulu ke Bukittinggi, ndak mhoto2 rumahnya, Mbak
    Anaz bawa kamera pocket, dapet minjem. Tapi alamnya cantik, jadi fotone tetep cantik

  15. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    Subhanallah…
    Bagus2, Mbak. Indah…
    Jadi pengen ke Bukittinggi lagi 😦

  16. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    itu atapnya terbuat dari apa mbak evi?

  17. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    hidup segan mati tak mau

  18. myshant said: mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? :)atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

    itu dari seng mba, seiring waktu, ditempa hujan dan terik matahaari, jadi karatan gitu, tapi terlihat bermotif ya
    *loh, kok yg dtanya mba evia, aku yg jawab? di kampungku banyak kayak gitu soalnya mba:)

  19. enkoos said: gak berpenghuni.pemiliknya diusir. sekarang tinggal di halaman rumah orang, berdua ibu dan anak. si anak umurnya sudah 50’an tahun. setiap hari ke mesjid bersih bersih. Dikasih sumbangan beras, diambil secukupnya saja kemudian sisanya disumbangkan mereka. Subhanallah. Miskin tapi gak serakah.

    hiks…melas yo mbak, kondisi rumahnya juga menyedihkan banget, dindingnya udah hilang semuwa.
    mahal siy ya biaya perawatannya…

  20. fightforfreedom said: gak bisa ngebayangin kalo pagi-pagi (matahari terbit) bisa jalan-jalan ke pematang sawahnya πŸ™‚

    mb Evia …itu atapnya dari apa siy ya, bisa seperti bermotif gitu ? πŸ™‚
    atapnya udah tinggi menjulang, pohon kelapanya juga gak kalah tinggi menjulangnya …
    perasaan pohon kelapa deket2 sini gak segitu tingginya πŸ™‚

  21. fightforfreedom said: jadi tidak berpenghuni?

    gak berpenghuni.
    pemiliknya diusir. sekarang tinggal di halaman rumah orang, berdua ibu dan anak. si anak umurnya sudah 50’an tahun. setiap hari ke mesjid bersih bersih. Dikasih sumbangan beras, diambil secukupnya saja kemudian sisanya disumbangkan mereka. Subhanallah. Miskin tapi gak serakah.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s