Indonesian Arts & Cultural Festival

Komunitas masyarakat Indonesia di Minnesota bersama sama dengan Sekolah Gamelan dan Tari SUMUNAR, dan PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) menggelar acara “Indonesian Arts & Culture Festival” pada hari Sabtu sore 26 Maret 2011 (Minggu dini hari 27 Maret 2011 waktu Indonesia). Acara yang berlangsung di gedung Coffman Memorial Union, Universitas Minnesota ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh tak kurang dari empat ratus penonton.


Poster


Untuk menonton acara ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Sudah disuguhi pertunjukan, disuguhi demonstrasi pembuatan batik dan wayang kulit masih dijamu makanan. Wuenak tho. Para pendukung acara mendapat ransum yang disediakan oleh salah seorang Indonesia yang tinggal Twin Cities (aku lupa siapa namanya). Makanan prasmanan berupa nasi uduk, bali telor, sambel goreng kentang, mihun ayam dan pencuci mulut jeruk. Slruppp…Sambel gorengnya wuenak, bumbunya ngresep.

Sedangkan makanan untuk para pengunjung disediakan oleh Catering “Lemon Grass Kitchen” yang dikomandani oleh mbak Tri Dey, kakaknya fotografer kondang Feri Latief. Makanannya berupa nasi kuning, perkedel kentang, gudangan (mirip urap urap), bali telor, ayam panggang bumbu merah dan tak lupa krupuk. Gudangannya muantep mbokkk. Pedesnya sopan, bumbunya royal dan merasuk sempurna. Kang Zazan yang pemakan daging sampai muji bolak balik saking enaknya. Jarang jarang beliau muji makanan sayuran kalau nggak ada dagingnya. Kang Zazan adalah suamiku. Wong iki nicknamenya kok uakeh men yo. Salah seorang sepupuku memanggil beliau Jaenudin, ada yang manggil kang Zan, eh sekarang dapat julukan baru “cak Sting bajakan” dari mbak Niez. πŸ™‚
Kalau ditanya asalnya darimana, beliau mengaku orang “Sumatra Utara.” Kutanya lagi, apa alasannya kok Sumatra Utara?” “Lha iya toh, aku dari utara, sama sama utaranya kan?” Hadehhh…

Selain itu masih ada lagi pojok makanan yang menyediakan risoles, asinan Bogor dan siomay. Kalau yang ini donasi alias bagi yang suka boleh memberi uang seikhlasnya.

Acara yang berlangsung dari jam tiga sore ini dibuka oleh ibu Shirley Malinton, Konsul bagian Penerangan dan Pendidikan KJRI (Konsul Jendral Republik Indonesia) Chicago. Ibu Shirley adalah mantan bintang film angkatannya Rano Karno. Hebatnya beliau, sudah punya cita cita menjadi diplomat waktu usianya masih 15 tahun sesaat setelah beliau mewawancarai Adam Malik.
pemotongan tumpeng oleh Ibu Shirley Malinton, Konsul bidang Penerangan dan Pendidikan


Dari kiri: Laurie Sugiarto istri pelukis Toto Sugiarto, Joko Sutrisno (direktur sekolah gamelan dan tari SUMUNAR), Shirley Malinton (udah pada tahu siapa dia jadi nggak perlu dijelaskan lagi :P)

Susunan acara selengkapnya sebagaimana tertulis dalam posternya adalah:
15:00 – Acara dibuka oleh tarian Ngremo yang dibawakan oleh Menique Koos
15:30 – Lagu lagu Indonesia
16:00 – Gamelan yang dibawakan oleh anak anak (lokal, Indonesia maupun campuran)

Sumunar Youth Gamelan Ensemble

16:30 – Shalawat oleh kelompok pengajian(di poster diterjemahkan sebagai Faith Group) yang diiringi oleh gamelan live show
17:00 – Pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh Joko Sutrisno, Direktur SUMUNAR
17:30 – Gamelan yang dibawakan oleh mahasiswa mahasiswa Universitas Minnesota

sinden
Lars Christensen (kiri) dan Joko Sutrisno (kanan) bersama pemain gamelan yang lain mengiringi pesinden Susannah Smith. Suaranya mantep mbokk, gak kalah dengan pesinden Jawa yang tinggi melengking mendayu dayu.

18:00 – Pertunjukan Legenda Bawang Merah Bawang Putih yang dibawakan oleh PERMIAS dengan iringan gamelan SUMUNAR, tari RATNASARI dengan koreografer Tri Sutrisno (istrinya Joko Sutrisno) dan diakhiri dengan pertunjukan pernikahan adat Minangkabau.

"Ratnasari" dance


"Ratnasari" dance

Selain pentas musik dan tari di atas, sekeliling tempat pertunjukan juga diisi dengan :
1. Kios batik yang dilengkapi dengan demo membatik.
2. Workshop wayang kulit.
3. Workshop pelajaran bahasa Indonesia.
4. Kios lukisan.

5. Kios cerita legenda.
6. Kios barang barang kerajinan khas Indonesia.

7. Kios mainan anak anak tradisional. Yang sempat aku lihat ada congklak / dakon. Selebihnya gak tau sebab aku sibuk membatik dan lapakku dirubung pengunjung. Kalau ada waktu selo aku mengerjakan tugasku yang lain sebagai fotografer. Saking sibuknya, untuk makanpun aku nyomot dari piringnya Menik dan kang Sting bajakan, terkadang minta disuapin mereka di sela sela membatik.


Sebagai penutup dinyanyikan lagu Indonesia Raya yang membuatku merinding dan hampir mewek. Seluruh hadirin berdiri dan ikut menyanyi. Yang gak tahu liriknya (terutama orang Amerika) juga ikut berdiri sebagai bentuk penghormatan. Suasana yang khusuk ini sayangnya dirusak oleh beberapa orang yang malah cekikikan di bangku belakang penonton. Dan parahnya dilakukan oleh orang Indonesia 😦

Advertisements

67 thoughts on “Indonesian Arts & Cultural Festival

  1. ohtrie said: tag tempat duluu….meh nguyak sing menyang bandara mBakk….nuwunnn#nglirik HS ketupat

    kupat abang. qeqeqeqeq….wis ngoyak’o kono. dingklike ojo disaut. dingklik rung mbayar :))

  2. enkoos said: nek niyate menyesuaikan, yo sak kabehe. termasuk jenggote sing gak niyat kuwi. xixixixi…

    tag tempat duluu….meh nguyak sing menyang bandara mBakk….nuwunnn#nglirik HS ketupat

  3. enkoos said: nek niyate menyesuaikan, yo sak kabehe. termasuk jenggote sing gak niyat kuwi. xixixixi…

    huahahahahaha….jarene kangen suarane kang Eddieiku kuwi nggo duet. kang Eddie nyanyi sampeyan sing nyauti dengan kemedokan boso Jowo sampeyan. Koyok ndalang wayang kulit nganggo coro Enggres. Lucu tenan tho. qeqeqeqe…Eh waktu pertunjukan Bawang Merah Bawang Putih, banyak kelucuan juga loh mbak. Dialognya kan pake bhs Inggris lengkap dengan idiom2 dan joke2 Inggris. jadi malah lucu tanpa ada kesan dibuat buat. Penontonnya sampe ngguyu kepingkel pingkel padahal iki kan cerita sedih. Hihihihi…Emang sengaja dibuat begitu biar penontonnya betah.Trus di akhir session, Bawang Putih ketemu Pangeran dari kerajaan Padang, tapi kulit putih alis arek bule. itu satu2nya pemain di drama Bawang Merah Bawang Putih yang orang lokal. Penontonnya langsung pada gerrrrrrrr. Celetukan2nya juga bikin lucu.

  4. enkoos said: nek niyate menyesuaikan, yo sak kabehe. termasuk jenggote sing gak niyat kuwi. xixixixi…

    wkwkwkwkwkwkwkwk…………………………………..*kemekelen akuuuuuu* mb eviii kumatzzzzzzzzzzzzzzzz

  5. enkoos said: nek niyate menyesuaikan, yo sak kabehe. termasuk jenggote sing gak niyat kuwi. xixixixi…

    On bended knee is no way to be free (jadi maksudnya gak ada kebebasan yang absolut)Lifting up an empty cup, I ask silently (takok’o kang takok ojo meneng ae. takok kok silent, emangnya mbak Niez paham bahasa kalbu?)That all my destinations will accept the one that’s me (hmm…jadi pengen tahu, destinationnya apa sih kok pede pasti terima dirimu?)So I can breathe… (ngebreathe ae pengumuman. gak penting taukkkk)iki laopo lak ngono :))

  6. enkoos said: nek niyate menyesuaikan, yo sak kabehe. termasuk jenggote sing gak niyat kuwi. xixixixi…

    yo mosok aku dadi jenggoten mbakyuuu…..dah lama gak dengerin lagu2nya kang eddie nehhhh..kangen jugaaa

  7. enkoos said: Mosok seh angel? Sekarang coba bayangkan begini:mbak Niez begitu kagumnya sama kang Eddie (Vedder loh, bukan Eddie dukun, ngkok ono sing ge er. qaqaqaqaqaqa….) trus mak jegagik kang Eddie disaut maklampir. opo sampeyan gak gero gero?

    gakkkk…khan mak lampirnya akuhhh :-p

  8. rengganiez said: pertanyaannya susahhh kokkkkk xixixxixixi

    Mosok seh angel? Sekarang coba bayangkan begini:mbak Niez begitu kagumnya sama kang Eddie (Vedder loh, bukan Eddie dukun, ngkok ono sing ge er. qaqaqaqaqaqa….) trus mak jegagik kang Eddie disaut maklampir. opo sampeyan gak gero gero?

  9. eddyjp said: Herannya kalo wayang orang dalam negeri pada bangkrut yah ?

    kemasannya kurang menarik mungkin Ed. Aku pernah baca di milis Jalansutra, ada wayang orang di Jakarta, gedung pertunjukannya penuh terus. Pertunjukannya keren lho. Ada penterjemahnya, pake running text sehingga yang nggak ngerti bahasa Jawa bisa mudeng.

  10. enkoos said: jiaqaqaqaqaqaq….haduhhh mbak Niez, mbulet koyok entute tentara. cinta gak harus memiliki, ngaplo lak’an. kagum thok gak dipek, disaut tonggone piye?

    Herannya kalo wayang orang dalam negeri pada bangkrut yah ?

  11. enkoos said: jiaqaqaqaqaqaq….haduhhh mbak Niez, mbulet koyok entute tentara. cinta gak harus memiliki, ngaplo lak’an. kagum thok gak dipek, disaut tonggone piye?

    pertanyaannya susahhh kokkkkk xixixxixixi

  12. penuhcinta said: Di kampusnya berarti cukup banyak komunitas mahasiswa Indonesianya ya, Mbak? Kalo di tempatku (almamater tepatnya), cuma secuil dan sibuk kuliah semua karena kebanyakan dari mereka grad students yang berkeluarga. Tapi sebenarnya faktor niat aja sih. Lah wong cuma kumpul2 sesama kami saja mereka segan datang dan males2an kok. Hehhh… sedih kalo diungkapkan, tapi begitulah kenyataannya.Loh, waktu kemarin ke Chicago mustinya bisa ketemu Sherly Marlinton dong ya. Kok malah gak ngeh.

    Lumayan banyak sih. Tapi seberapa banyak jumlahnya aku nggak ngerti. Wong aku gak kuliah disana. Universitasku UofM juga tapi kampusnya di Duluth. Ntar kalau ke Chicago lagi jangan lupa minta tanda tangan Shirley πŸ™‚

  13. sarahutami said: goyang pantat, goyang pantat sambil ngarang irama sendiri.

    huahahahahaa….ngebayangin Zena yang imut goyang goyang pasti lucu dong ya. Yo wes next time biarin aja, jangan dikoreksi. Ngambek ya Sar.

  14. iahsunshine28 said: berarti orangnya sabar ya….

    Di kampusnya berarti cukup banyak komunitas mahasiswa Indonesianya ya, Mbak? Kalo di tempatku (almamater tepatnya), cuma secuil dan sibuk kuliah semua karena kebanyakan dari mereka grad students yang berkeluarga. Tapi sebenarnya faktor niat aja sih. Lah wong cuma kumpul2 sesama kami saja mereka segan datang dan males2an kok. Hehhh… sedih kalo diungkapkan, tapi begitulah kenyataannya.Loh, waktu kemarin ke Chicago mustinya bisa ketemu Sherly Marlinton dong ya. Kok malah gak ngeh.

  15. iahsunshine28 said: berarti orangnya sabar ya….

    Nunggu lanjutanny. Pengen liat menique je..Lagi berupaya masukkin zena ke sanggar tari, coz dia suka nari2 sambil nyanyi : goyang pantat, goyang pantat sambil ngarang irama sendiri. Karena gak enak didengar kukoreksi goyang pinggul, goyang pinggul. Tapi abis dikoreksi dia mogok nyanyi dan nari. Sigh.

  16. iahsunshine28 said: berarti orangnya sabar ya….

    Aku sabar? Alhamdulillah dibilang sabar. hihihihi…Aslinya aku ini gak sabaran, gampang emosi, bak buk bak buk. Maklumlah arek Suroboyo, berdarah panas. hehehehehe…Sabar karena ada passion disitu. Kalau udah membatik, betah nongkrong berjam jam. Bisa lho seharian duduk njenggluk ngebatik mulai dari matahari baru terbit sampe matahari tenggelam. Cuma diselingi mandi, makan (kalau laper) dan sholat.

  17. rengganiez said: Anuu emmm cinta kan gak harus memiliki mbak..cinta kan gak harus bisa. Mengagumi pun bisa menjadikan kita cinta pd sesuatu…*mbulet njawabe*

    mba bisa membatik? berarti orangnya sabar ya…. aku pernah belajar membatik saputangan aja kok rasanya lamaaaa… apalagi kalau membatik kain ya… salut sama pembatik ^_^

  18. rengganiez said: Anuu emmm cinta kan gak harus memiliki mbak..cinta kan gak harus bisa. Mengagumi pun bisa menjadikan kita cinta pd sesuatu…*mbulet njawabe*

    menik gak ikut nari “Ratnasari” :Pbelajar rutin, biar apal.

  19. rengganiez said: Anuu emmm cinta kan gak harus memiliki mbak..cinta kan gak harus bisa. Mengagumi pun bisa menjadikan kita cinta pd sesuatu…*mbulet njawabe*

    jiaqaqaqaqaqaq….haduhhh mbak Niez, mbulet koyok entute tentara. cinta gak harus memiliki, ngaplo lak’an. kagum thok gak dipek, disaut tonggone piye?

  20. rengganiez said: Tp lebih dari itu emang kudu seneng, kudu cinta. Jd gak bukan sekedar nari, tp jiwanya pun ikut larut didalamnya..*halah*

    Anuu emmm cinta kan gak harus memiliki mbak..cinta kan gak harus bisa. Mengagumi pun bisa menjadikan kita cinta pd sesuatu…*mbulet njawabe*

  21. rengganiez said: Tp lebih dari itu emang kudu seneng, kudu cinta. Jd gak bukan sekedar nari, tp jiwanya pun ikut larut didalamnya..*halah*

    betullll. seratus buat mbak Niez.pertanyaan selanjutnya adalah: cintakah mbak niez pada seni tari? *kethip kethip motoku kelilipin sambel koyoke* qeqeqeqeqe….

  22. rengganiez said: Macak gulu we gak iso, padahal itu modal dasar nari

    Wah nek istilah2 gini kudu takon simbok sik hehehe..aku gak apal mbakkkkk..Emang kudu telaten sih, bisa karena terbiasa juga toh. Tp lebih dari itu emang kudu seneng, kudu cinta. Jd gak bukan sekedar nari, tp jiwanya pun ikut larut didalamnya..*halah*

  23. rengganiez said: Macak gulu we gak iso, padahal itu modal dasar nari

    ah kerennnn, kelingan istilah2 nari bikin aku kangen nari. macak gulu sing sirahe gela gelo.Ono tarian opo yo lali aku jenenge, Menik ki sirahe gela gelo terus sikile mlaku menyamping dengan digeser buka tutup. Trus tangannya juga bergerak mengikuti irama gamelan. Suenenggggggg gitu ngliatnya. Ah aku kok lali yo jeneng tarianne. Nek pas nari iki yo, penonton ki do berdecak kagum. Butuh latihan sing ajeg tho mbak. BUkan karena gak iso πŸ˜›

  24. bambangpriantono said: Wah, Niez…belajar nari kono…wkwkwkwkw

    angkatane ibuku isih nari terutama adiknya ibu yang sempet tinggal di Kairo dan sering melatih menari disana kalau ada acara 17’an. Satu lagi jadi kepala sekolah TK, sering ngajar nari juga. Generasi para buyut (generasine anakku) wis mulai digalakkan lagi. Apalagi setelah ngelihat Menik yang sering ditanggap dimana mana, wah jadi penyemangat untuk adik adiknya di tanah air. Ayo belajar nari mbak, nguri uri budaya.

  25. bambangpriantono said: Wah, Niez…belajar nari kono…wkwkwkwkw

    dianggap mewah sih enggak tapi eksotis. apalagi kalau di negeri negeri Barat. Dulu waktu aku tinggal di Shanghai gak begitu eksotis karena budaya Cinapun juga sudah eksotis.

  26. bambangpriantono said: Wah, Niez…belajar nari kono…wkwkwkwkw

    Kaku atau tidak, masalah niyat dan kemauan. Ra sah ngrungokno omongane wong liyo. Dulu waktu Menik mulai belajar menari (umurnya masih balita), aku iseng2 ikut nari juga ketimbang ndaglo nunggoni. Eh ada ibu2 yang mulutnya ember, ngomongnya gini “tuwek gak weruh tuweke, pethakilan. Athik nari barang. Wis kaku kabeh.”Omongan itu menjatuhkan mental. Dasare aku minderan, gak tak lanjutno maneh. Kampret tenan ancene.Keluargaku turun temurun pada belajar nari mbak, mulai dari mbah putri, nurun ke anak anaknya trus ke cucu dan sekarang ke para buyut. Ndilalah bareng wis remaja podo buyar kabeh. Ini si Menik tak jogo ojo nganti bubrah. Tari2annya jaman cilik tak rekam supaya bisa buat latihan.

  27. bambangpriantono said: Wah, Niez…belajar nari kono…wkwkwkwkw

    Dulu kan ibuk ktemu bapak krn nari, jadi bapak nabuh gamelan gt, trus ibuk njoget..jatuh cintah deh heheheAnaknya gak ada yg nurun mbak, eh dulu si bungsu ikut nari di sekolah tp gak terasah. Ini keliatannya malah nurun ke cucu. Ada ponakanku yg masuk sanggar..Nek aku kaku kabeh hahaha..

  28. rengganiez said: Lha kan rombongan gituh, asline ol go hp, dadi gak ceto heheheheAku sing anak penari, gak iso nari blasss

    lho, ibunya mbak Niez penari? Tari Jowo klasik mbak?hadehhhh hebyat tenan. Anak2nya gak ada yang mewarisi? ah sayang sekali :((

  29. enkoos said: untune dewe dewe. mosok untune jaran. kwkwkwkwkwk…lha mbok budal kono, Semarang Suroboyo kan cedek. Nyangopo pengen neng Suroboyo? Kangen ludruk tah?

    Lha kan rombongan gituh, asline ol go hp, dadi gak ceto heheheheAku sing anak penari, gak iso nari blasss

  30. enkoos said: untune dewe dewe. mosok untune jaran. kwkwkwkwkwk…lha mbok budal kono, Semarang Suroboyo kan cedek. Nyangopo pengen neng Suroboyo? Kangen ludruk tah?

    Arisan Mbak…sopo ngerti oleh..wakakakaakakkkkkKangen Rawon Setan

  31. bambangpriantono said: Untune sopo hayooooo???*aduh gak sabar pengen nang Suroboyo rek!*

    untune dewe dewe. mosok untune jaran. kwkwkwkwkwk…lha mbok budal kono, Semarang Suroboyo kan cedek. Nyangopo pengen neng Suroboyo? Kangen ludruk tah?

  32. rengganiez said: Lah menik njoget mbak? Hebat euy, njuk mboke ngopo wae? Mesti incip sana incip sini xixixi Oalah cak Sting ki wis ngindonesiyah sekali

    menik keren. Emakny keren, kang jaenudin jg keren. Smuanya keren kuwi. Lha klambi2ne penari ngimpor seko ind opo nggawe dewe kuwi?

  33. rengganiez said: Lah menik njoget mbak? Hebat euy, njuk mboke ngopo wae? Mesti incip sana incip sini xixixi Oalah cak Sting ki wis ngindonesiyah sekali

    lha kan ada tuh di urutan nomer satu karena Ngremo adalah tari pembuka atau selamat datang.mbokne dulit rono dulit rene. enak jee.Cak Sting wis kenek ajian sambel trasi ambek sambel goreng pete. kwkwkwkwkwkw….

  34. tintin1868 said: kereeeennn ikutan mbatik kan nkoos? dan menik ikutan nari juga? yang mana ya?

    Lah menik njoget mbak? Hebat euy, njuk mboke ngopo wae? Mesti incip sana incip sini xixixi Oalah cak Sting ki wis ngindonesiyah sekali

  35. tintin1868 said: kereeeennn ikutan mbatik kan nkoos? dan menik ikutan nari juga? yang mana ya?

    tunggu tulisan behind the scene nya ya :)pengen kutegor tapi ntar aku dibilang judeslah, banyak tingkahlah. gak enak soalnya baru kenal Tin. aku menjauh dari mereka.

  36. nitafebri said: kenapa gak pake tiket yaa.. yaa tiketnya untuk donasi gitu,

    kereeeennn ikutan mbatik kan nkoos? dan menik ikutan nari juga? yang mana ya?sherlimarlinton udah tinggal di chicago? wuih lama ga ada beritanya..orang indonesia itu yang cekikikan ga ditegor?

  37. nitafebri said: kenapa gak pake tiket yaa.. yaa tiketnya untuk donasi gitu,

    gak ngerti kenapa. aku nggak ikut rapat waktu mereka sibuk menyiapkan acara ini berbulan bulan lamanya. Makanannya yang dibikin ala donasi. Lapak lapaknya juga bisa jualan kalau mau.

  38. johaneskris said: unik! heheh kenapa ya perempuan bule kalo pake baju jawa kesannya wagu dan gak luwes gitu.. πŸ˜›

    weeeiiis..keren niih acaranya..kenapa gak pake tiket yaa.. yaa tiketnya untuk donasi gitu, di sana laku dee klo pake tiket, penghargaan akan budaya kan masih tinggiklo di luar lebih kerasa nuasanya, lebih nampol lagi *halah bahasanya* saat yg bawain gamelan malah bukan orang Indo

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s