Nasib si paspor ijo (5)

Lanjutan dari tulisan Nasib si paspor ijo (1), (2), (3) dan (4)
 
Pilihan telah ditetapkan, kami memilih opsi mengurus Attestation letter di Catatan Sipil Jakarta yang sedang diurus oleh kantor PJ. Rada tenanglah kami. Tapi lagi lagi ketenangan kami tidak berumur panjang. Selalu adaaaaa saja dokumen yang kurang.
 

Masalah pertama.

Semua dokumen diminta untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda. Hadehhhhh, kok nggak dari awal awal ya ngomongnya. diicrit icrit seperti kredit panci. Lagipula sewaktu kami membaca persyaratan permohonan MVV di Konsulat Belanda di Surabaya, tertulis jelas hitam di atas putih bahwa dokumen bisa diterjemahkan oleh penterjemah tersumpah ke dalam bahasa Belanda ATAU Inggris. Informasi dari AB malah lebih enak lagi. Selain bahasa Belanda atau Inggris, juga bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis atau Jerman. Lha kok Kedutaan Belanda di Jakarta mintanya hanya bahasa Belanda.
 
Sebagai keluarga campuran yang tinggal berpindah pindah negara, kami sering dimintai dokumen dokumen penting lengkap dengan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Jadi jauh hari sebelum penugasan ke Belanda, kami sudah siap dengan segebok dokumen terjemahan, sehingga bila sewaktu waktu diperlukan, gak perlu nabyak nabyak dokumen sudah siap. Saat itu semua dokumen asli dan legalisirnya beserta terjemahannya telah dikirimkan ke Kedutaan Belanda.
 
Bayangkan gimana kami gak gondok, tahu tahu dikabari kalau mereka minta terjemahan berbahasa Belanda. Terjemahan dokumen yang berbahasa Inggris yang sudah terikirim gak terpakai. Betapa tidak konsistennya.

Lantas kantor PJ menawarkan solusi untuk mengerjakan terjemahan tersebut sebab kantor PJ memiliki pekerjaan sampingan sebagai penterjemah tersumpah bahasa Belanda. Lha kok enak tenan, wong bukan itu masalahnya. Kenapa aturan yang diterapkan Konsulat Belanda bisa berbeda dengan yang diterapkan Kedutaan Belanda dan juga dengan pemerintahnya sendiri di Belanda sana? Apa mereka bekerja sendiri sendiri? Atau mereka memakai sistem otonomi juga? Mereka yang nggak satu kata, tapi kita yang nanggung kesalahan mereka, enak tenan. Itukan berarti biaya lagi, meskipun yang bayar kantor. Ya aku nggak mau dong disetir seperti itu, wong yang kacau sistem birokrasi mereka.
Suamiku lantas teringat pernah mendapat email dari Kedutaan Belanda yang isinya menyatakan bahwa dokumen bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Setelah email tersebut ketemu lantas kami kirim ke kantor PJ. Tapi kantor PJ masih juga ngotot untuk menterjemahkan semua dokumen ke dalam bahasa Belanda. Aku nggak ngerti apakah ini akal akalan PJ supaya dapat tambahan pemasukan atau karena Belandanya yang memang tidak konsisten. Hal hal remeh seperti ini masak sih harus pake tarik urat, nggak mutu banget kan. Ngabisin energi yang nggak perlu. Kalau ada yang bilang, “udah ikutin aja apa salahnya daripada mumet gak karuan.” Ih enak aja. Masalah kecil tapi prinsip, kebiasaan menggampangkan persoalan.
 
Urusan terjemahan belum selesai, eh datang masalah kedua. Kantor PJ sedang mengusahakan supaya kami bisa mendapatkan Attestation Letter yang diterbitkan oleh Catatan Sipil Jakarta, dan syaratnya aku harus memiliki KTP Jakarta yang prosedur pengurusannya melalui pengadilan dan notaris. Mau tau berapa biaya pengurusannya? Lima belas juta rupiah. Aje gileeee. Biaya itu hanya untuk mendapatkan KTP Jakarta thok thil beserta tetek bengek prosedurnya. Emang sih dibayar kantor, tetapi tetep saja aku gak rela. Kok kayak aji mumpung. Itu belum biaya dokumen lain lainnya yang aku nggak tahu berapa, sebab mereka (PJ) berhubungan langsung dengan AB yang ditunjuk oleh kantor suamiku.
 
Kenapa begitu sulit bagi Belanda untuk mengeluarkan ijin? Mengapa pula perwakilan negara Belanda disini (Kedutaan dan Konsulat) tidak mensosialisasikan sistem pernikahan Indonesia ke pemerintahnya di sana? Lantas apa gunanya mereka membuka perwakilan di Indonesia? Begitu juga mengenai birokrasi di Indonesia, kenapa Catatan Sipil di Jakarta bisa mengeluarkan Attestation Letter sedangkan Catatan Sipil di Surabaya tidak bisa? Bagaimana dengan kota kota lain, apakah juga mengalami hal yang sama? Lha kalau semuanya ditangani oleh Kantor Catatan Sipil Jakarta, apa gunanya kantor Catatan Sipil di daerah?
 

Menurut PJ lagi, ternyata Pemerintah DKI Jakarta memiliki peraturan apabila ada warga Indonesia yang membutuhkan Attestation Letter tersebut, bisa diurus di Kantor Catatan Sipil Jakarta. Sayangnya, pihak Pemda DKI Jakarta enggan menunjukkan informasi mengenai aturan tersebut. Kenapa bukannya dipublikasikan supaya warga Indonesia yang senasib denganku bisa mengetahui? Lantas kalau semuanya diselesaikan dengan membuat KTP Jakarta, supaya bisa dapat surat dari Catatan Sipil Jakarta, berarti tambahan pemasukan dong buat pengacara (kantornya PJ) sekaligus buat pengadilan? Enak benerrrrr, mumpung ada yang bisa diperas. Mengurus sendiri mahal, diurusin orang lain lebih mahal lagi.

Bersambung – Terkatung katung dan akhirnya buyar

Advertisements

97 thoughts on “Nasib si paspor ijo (5)

  1. enkoos said: sosialisasi apa? begitulah birokrasi Indonesia. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.

    emberrrr. mental koruptor gak cuma di kalangan pegawai negeri. Orang swastanya juga bermental sama.

  2. enkoos said: sosialisasi apa? begitulah birokrasi Indonesia. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.

    kebanyakan birokrasi..kebanyakan uang yg keluar…..jd rugi banyak deh……..dr taon ke taon..sama2 aja….gitu2 aja yah

  3. nieuwverhaal said: oh ya 1 lagi yg bikin kesel di sana peraraturan yg udh deal kdg berubah2 sesuai parlemen yg baru.. bener gak Mbak ?

    ganti menteri ganti kurikulum, gitu kan? di departemen pendidikan tuh yang begitu.

  4. enkoos said: sosialisasi apa? begitulah birokrasi Indonesia. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.

    right …tapi Bld juga gt .. bedanya di Bld sulit karena memang bener2 utk proteksi dan jalur yg benar..smua bakal mudah kalo semua yg dibutuhkan lengkap krn udh ada sistemnyabegitu sampe ke kita ? ya gt deh … Kalo bisa dipersulit knp dipermudah …oh ya 1 lagi yg bikin kesel di sana peraraturan yg udh deal kdg berubah2 sesuai parlemen yg baru.. bener gak Mbak ?

  5. fathdillah said: haduhh.. kalo saya langsung pundung gak sido budal.. hehe..ato ambil visa wisata 3 bulan. lumayan..

    visa wisata gak boleh karena kami disana bukan wisata tapi tinggal sementara. cerita ini belum selesai. tinggal satu Insya Allah 🙂

  6. mfanies said: ya ampun birokrasi yang panjang yah….harusnya ada sosialisasi yg lebih jelas lg yah..:)

    sosialisasi apa? begitulah birokrasi Indonesia. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.

  7. enkoos said: eh ini kejadian tahun 2006 lho Ji, dan aku sudah terkena syarat ini. Padahal menurut aturan (seperti yang dibilang Kedutaan Belanda di Indonesia maupun Kedutaan Belanda di Amerika) aku nggak perlu bisa berbahasa Belanda.

    haduhh.. kalo saya langsung pundung gak sido budal.. hehe..ato ambil visa wisata 3 bulan. lumayan..

  8. enkoos said: eh ini kejadian tahun 2006 lho Ji, dan aku sudah terkena syarat ini. Padahal menurut aturan (seperti yang dibilang Kedutaan Belanda di Indonesia maupun Kedutaan Belanda di Amerika) aku nggak perlu bisa berbahasa Belanda.

    ya ampun birokrasi yang panjang yah….harusnya ada sosialisasi yg lebih jelas lg yah..:)

  9. enkoos said: eh ini kejadian tahun 2006 lho Ji, dan aku sudah terkena syarat ini. Padahal menurut aturan (seperti yang dibilang Kedutaan Belanda di Indonesia maupun Kedutaan Belanda di Amerika) aku nggak perlu bisa berbahasa Belanda.

    sorry mbak, 2004 maksudnya .. 😀

  10. bundakirana said: hwaa..iya ya.. saya baca ini kesannya yg saya tangkap mba Evia kuat sekali..tabah banget.. ternyata waktu mengalaminya sampai nangis2 juga ya.. huhuhu..emang sih, pastilah menyakitkan sekali..indonesia..indonesia…:(

    ya betul.. yg penting sudah berhasil dilalui dg selamat ya mba..:)

  11. bundakirana said: hwaa..iya ya.. saya baca ini kesannya yg saya tangkap mba Evia kuat sekali..tabah banget.. ternyata waktu mengalaminya sampai nangis2 juga ya.. huhuhu..emang sih, pastilah menyakitkan sekali..indonesia..indonesia…:(

    hehehehehe..badai sudah berlalu. Tapi ada hikmahnya mbak, saya jadi tahu bahwa Belanda tidak lebih baik dari Indonesia. Dan saya juga bisa menjawab dengan kepala tegak kepada seorang Belanda yang menghina Indonesia pada waktu itu.

  12. nieuwverhaal said: regenerasi di pemerintahan Bld yg makin banyak aturanujian bahasa br dimulai 2007 , dan hya utk Asia dan sekitarnyathn ini materi lebih banyak dan macem2 aturan lain yg dulunya gak ada sekarang bermunculan ..knp dgn Indonesia di mata mereka ???

    eh ini kejadian tahun 2006 lho Ji, dan aku sudah terkena syarat ini. Padahal menurut aturan (seperti yang dibilang Kedutaan Belanda di Indonesia maupun Kedutaan Belanda di Amerika) aku nggak perlu bisa berbahasa Belanda.

  13. enkoos said: Sebetulnya bisa dirubah, kalau mau. Salah satu buktinya, begitu kita merdeka bahasa Belanda gak boleh dipake kan?

    regenerasi di pemerintahan Bld yg makin banyak aturanujian bahasa br dimulai 2004 , dan hya utk Asia dan sekitarnyathn ini materi lebih banyak dan macem2 aturan lain yg dulunya gak ada sekarang bermunculan ..knp dgn Indonesia di mata mereka ???

  14. fendikristin said: no wonder ya indo birokrasi-nya ribet..dari penjajah-nya aja uda ribet gitu…brrrr gemeeesss banget daaahhh KTP 15juta????? th 2006 uda dapet motor tuh grrrrrrrrr

    hwaa..iya ya.. saya baca ini kesannya yg saya tangkap mba Evia kuat sekali..tabah banget.. ternyata waktu mengalaminya sampai nangis2 juga ya.. huhuhu..emang sih, pastilah menyakitkan sekali..indonesia..indonesia…:(

  15. fendikristin said: no wonder ya indo birokrasi-nya ribet..dari penjajah-nya aja uda ribet gitu…brrrr gemeeesss banget daaahhh KTP 15juta????? th 2006 uda dapet motor tuh grrrrrrrrr

    Sebetulnya bisa dirubah, kalau mau. Salah satu buktinya, begitu kita merdeka bahasa Belanda gak boleh dipake kan?

  16. bundakirana said: mba, saya baca dari urutan 1-5 bbrp wkt yll, tp blm sempat komen.. sambungannya kok belum ada?saya rada emosi bacanya..kalau saya yg menghadapi udah nangis2 deh kayaknya saking keselnya..ckckck..masa KTP yg di tempatku cuma 50rb-an (itupun nitip ke pak RT, kita mah duduk2 aja di rumah) bisa jadi 15 jt????

    mbak Dina,sambungannya lagi ditulis. Ngumpulin memori berdasarkan catatan yang tercecer 4 tahun lalu plus mood juga. Yang baca aja emosi, yang ngalami lebih lebih lagi.Nangis iya, marah iya, bahkan suami saya sampe jerawatan di kepala. Saya pernah mewek sepanjang jalan dari kantor Catatan Sipil menuju rumah. Untung naik motor, jadi ketutupan helm.

  17. enkoos said: Eh tapi kok bisa udah nyampe NL padahal masih diurus MVVnya? Gimana bisa begitu?

    mba, saya baca dari urutan 1-5 bbrp wkt yll, tp blm sempat komen.. sambungannya kok belum ada?saya rada emosi bacanya..kalau saya yg menghadapi udah nangis2 deh kayaknya saking keselnya..ckckck..masa KTP yg di tempatku cuma 50rb-an (itupun nitip ke pak RT, kita mah duduk2 aja di rumah) bisa jadi 15 jt????

  18. enkoos said: Eh tapi kok bisa udah nyampe NL padahal masih diurus MVVnya? Gimana bisa begitu?

    no wonder ya indo birokrasi-nya ribet..dari penjajah-nya aja uda ribet gitu…brrrr gemeeesss banget daaahhh KTP 15juta????? th 2006 uda dapet motor tuh grrrrrrrrr

  19. enkoos said: susah ngebangun moodnya Ed. padahal tinggal seuprit doang. kayaknya gak butuh fuyunghai aja, tapi nginep di rumah panjang Dayak juga neh. hihihihihi…

    Waks, list permintaannya nambah terus nih…..wakakakakak ayo duong enam enam enam

  20. eddyjp said: masih di DHL on the way..

    susah ngebangun moodnya Ed. padahal tinggal seuprit doang. kayaknya gak butuh fuyunghai aja, tapi nginep di rumah panjang Dayak juga neh. hihihihihi…

  21. nieuwverhaal said: Mbak, ini aq udh di kasih tau dr awal , dan hrs di terjemahkan di Indonesia..sementara aq di NL waktu itu..jadi itu dokumen wira wiri Bld Indonesia dlm waktu 2 bulan ..dan biayanya ya cukuplah buat beli laptop dgn 3 lembar surat itu ..sekarang muncul masalah baru , seperti yg aq bilang kemaren..3 bln stay tapi 3 bulan urusan blm tentu dapet advise positif ..dan kadang info juga simpang siur…* sedang pusing2nya menikmati keruwetan ini *

    hadohhhhh, ruwetttttt. Kebayang gimana pusingnya Erji ngurusin ginian. Eh tapi kok bisa udah nyampe NL padahal masih diurus MVVnya? Gimana bisa begitu?Dulu aku gak bisa. MVV belum dapet, ya gak bisa pergi. Makanya suamiku riwa riwi NL Indonesia karena suamiku warganegara US dan gak perlu visa ke NL. Beda ama warganegara Indonesia yang harus pake visa, meskipun hanya untuk berkunjung.

  22. enkoos said: Semua dokumen diminta untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

    Mbak, ini aq udh di kasih tau dr awal , dan hrs di terjemahkan di Indonesia..sementara aq di NL waktu itu..jadi itu dokumen wira wiri Bld Indonesia dlm waktu 2 bulan ..dan biayanya ya cukuplah buat beli laptop dgn 3 lembar surat itu ..sekarang muncul masalah baru , seperti yg aq bilang kemaren..3 bln stay tapi 3 bulan urusan blm tentu dapet advise positif ..dan kadang info juga simpang siur…* sedang pusing2nya menikmati keruwetan ini *

  23. enkoos said: ni you chu rou ma?

    something Wijaya. lagi dicariin suamiku. Dulu aku simpen namanya di hape. Ganti hape, alamatnya kupindah ke laptop. Laptopnya ganti, wis mbuh ngelacak lagi entah dimana.pengacara tapi side jobnya macem2. ngurus ijin tinggal di Belanda, punya sertifikat terjemahan bhs Belanda tersumpah.

  24. enkoos said: ni you chu rou ma?

    istigfar berkali-kali dari seri 1 sampe 5. Kalo aku senjatanya gini mbak Via. Lu urus! Apa gue beberin nih ke media! Gila ya kerak neraka. Makan rezeki haram jadah. Hehehe. Gak sampai memaki ding. Dengan nada santai aja kubilang kasus ini mau diblowup. Tadinya aku diperes bikin ktp daerah ke jakarta juga. Ngurus sendiri lho, dari gopek, setelah kuancam begitu jadi cuman gocap.

  25. enkoos said: ni you chu rou ma?

    jangan lupa bawa hp yang nyala recordernya, diumpetin aja dalam saku, or pura2 taro dimeja. Kalo bisa minta ditemenin seseorang. Jadi ada bukti. Lumayan tv pasti mau kok nampung berita gratis model begini. Trus catet nama lengkap org yang ngurus kita. At least tulis aja diblog model begini.

  26. enkoos said: ni you chu rou ma?

    istigfar berkali-kali dari seri 1 sampe 5. Kalo aku senjatanya gini mbak Via. Lu urus! Apa gue beberin nih ke media! Gila ya kerak neraka. Makan rezeki haram jadah. Hehehe. Gak sampai memaki ding. Dengan nada santai aja kubilang kasus ini mau diblowup. Tadinya aku diperes bikin ktp daerah ke jakarta juga. Ngurus sendiri lho, dari gopek, setelah kuancam begitu jadi cuman gocap.

  27. urfie said: weh, lha aku iki suebeeleee sama tom cruise iku yo gak kiro2 je mbak, tapi kok yo gak nyanding2… ahaha.. nguimpiiii…

    hadehhhhh….sebelnya dibuat buat yo jelas ora tekan. sebelnya yang tulus, betul betul dari hati. kwkwkwkkw…ada ya sebel yang tulus.

  28. enkoos said: hihihihihi…yo wis ra popo. awal ketemu kan gak langsung jatuh cintrong. Aku gak tertarik ngedeketin expat, bahkan cenderung benci. Kalau orang Jawa bilang, gething nyanding (benci malah jadi pendamping) nah lho…

    weh, lha aku iki suebeeleee sama tom cruise iku yo gak kiro2 je mbak, tapi kok yo gak nyanding2… ahaha.. nguimpiiii…

  29. urfie said: woh, gak percoyo aku mbak.. lha wong wis dinikahi ngono lho, mosok gak terpesona..

    hihihihihi…yo wis ra popo. awal ketemu kan gak langsung jatuh cintrong. Aku gak tertarik ngedeketin expat, bahkan cenderung benci. Kalau orang Jawa bilang, gething nyanding (benci malah jadi pendamping) nah lho…

  30. urfie said: ni ceritanya bener-bener bikin emosi dan penasaran.. gak mood-nya jangan lama-lama ya mbak 😀

    hahahaha…ini kan ceritanya sudah lama, tahun 2006. ditulis disini untuk sharing sapa tau ada yang mengalami hal sama, buat jaga2.

  31. enkoos said: kita mana nih? gak semuanya loh.aku sih kagak, biasa biasa aja.

    woh, gak percoyo aku mbak.. lha wong wis dinikahi ngono lho, mosok gak terpesona.. *eh.. bukan itu ya maksudnya, hihi.. *btw, ini ceritanya bener-bener bikin emosi dan penasaran.. gak mood-nya jangan lama-lama ya mbak 😀

  32. eddyjp said: Kekekekekek liat sini, yang senjatanya garukan…journey-to-the-west/a>

    yaolooooo…..gak jadi deh kalau gitu. cupakkai itu bahasa mana? quentien kah? Kalau Mandarinnya : rou (embuh gimana tulisannya, bacanya begitu). apal banget aku Ed. Waktu tinggal di Shanghai 1.5 tahun, pertanyaan standar ku kalau makan di restoran: ni you chu rou ma?

  33. enkoos said: mosok fuyunghai thok? mi kepiting juga gak nolak. huehehehehe..quentien kan terkenal kepitingnya.

    Kekekekek emang berani minta makan bakmi kepiting ? beneran ? are you syurrrr ? kan mengandung cupakkai wakakakakak

  34. enkoos said: iya mbah. nyambung dongengnya, aku kok ilang mood ya. istirahat dulu. hihihihi…

    ayo ayo ayo, nanggung nih Via…he.he.he..biar urusannya nggak kelar dongengnya harus dikelarkan..ha.ha.ha..* kirim rantang fuyunghai*

  35. enkoos said: Selain kami riwa riwi ke kantor Konsulat, kami juga email2an yang tembusannya ke Agen di Belanda dan Kedutaan Belanda di Jakarta. Mosok sih mereka gak tau juga?

    ribet suribet banget mba. dan gimana akhir ceritanya? happy ending ato???

  36. enkoos said: Selain kami riwa riwi ke kantor Konsulat, kami juga email2an yang tembusannya ke Agen di Belanda dan Kedutaan Belanda di Jakarta. Mosok sih mereka gak tau juga?

    Betul betul betul, ayo nyambung lagi dongengnya Via..he.he.he.

  37. enkoos said: Belakangan baru kuketahui, ternyata itu hanya kantor Konsul Kehormatan. Jadi yang menjabat Konsul ya orang dewek.

    Oh jadi orang kita sendiri yang jadi menjadi pejabat konsulnya yah.

  38. eddyjp said: Maksud daku tuh kalo kita merasa pegawai tidak melayani dengan baik dan tidak beritikad baik, apa nggak bisa komplen ke atasannya ?

    Sekarang gini mbah,Bayangkan kalau kita apply visa di Konsulat / Kedutaan negara negara (yang menganggap dirinya) maju. Layout ruangannya sudah jelas. Ada tempat untuk mengajukan visa yang bentuknya mirip loket karcis. Petugasnya cuma ngelongok doang dari jendela bolong. Segala macam persyaratan mengenai aplikasi visa tertulis di kertas yang nempel di dinding. Kalau kami nanya begini begitu, mereka jawabnya juga dari balik jendela. Kami memang gak minta ketemu atasannya sih. Belakangan baru kuketahui, ternyata itu hanya kantor Konsul Kehormatan. Jadi yang menjabat Konsul ya orang dewek.Selain kami riwa riwi ke kantor Konsulat, kami juga email2an yang tembusannya ke Agen di Belanda dan Kedutaan Belanda di Jakarta. Mosok sih mereka gak tau juga?

  39. enkoos said: Tiap kali ke Konsulat, yang keluar dua perempuan itu di loket khusus visa. Masak kami nanya2, konsulatnya mana? Gitu ya mbah?Bisa digampar dong :))

    Maksud daku tuh kalo kita merasa pegawai tidak melayani dengan baik dan tidak beritikad baik, apa nggak bisa komplen ke atasannya ?

  40. eddyjp said: maksud ketemu sama boss besarnya lalu disikat abis :))

    Tiap kali ke Konsulat, yang keluar dua perempuan itu di loket khusus visa. Masak kami nanya2, konsulatnya mana? Gitu ya mbah?Bisa digampar dong :))

  41. helvinrita said: kayanya memang sengaja dibikin ruwet… mbulet biar calo2 kasi setoran ke mereka

    mbuletnya bukan orang Indonesia aja, tapi orang Belandanya juga. AB = Agen di Belanda, orang Belanda dan Inggris yang kerja.

  42. itsmearni said: haaaaaaaa itu mah dimanfaatin judulnyamereka pikir klo urusan sama bule aji mumpung pereas sebanayk2nyagila ih..pindah KTP aja 15 juta*emosi*

    weleh, 15 juta buat bikin ktp doang? hmmmm… kejamnya

  43. itsmearni said: haaaaaaaa itu mah dimanfaatin judulnyamereka pikir klo urusan sama bule aji mumpung pereas sebanayk2nyagila ih..pindah KTP aja 15 juta*emosi*

    biyuhhhh…itu 15 juta tahun piro mbak? ckkckckck..bener2 diperes itu mahhhh..

  44. itsmearni said: haaaaaaaa itu mah dimanfaatin judulnyamereka pikir klo urusan sama bule aji mumpung pereas sebanayk2nyagila ih..pindah KTP aja 15 juta*emosi*

    kayanya memang sengaja dibikin ruwet… mbulet biar calo2 kasi setoran ke mereka

  45. itsmearni said: haaaaaaaa itu mah dimanfaatin judulnyamereka pikir klo urusan sama bule aji mumpung pereas sebanayk2nyagila ih..pindah KTP aja 15 juta*emosi*

    emang. aku tahu kok kalau niatnya memeras. makanya gak aku setujui permintaan mereka. Biarin aja dibilang pelit, dibilang bawel dibilang galak. Selama proses pengurusan kan sering dimarah marahin sama kami berdua.

  46. tintin1868 said: itulah kenapa ku bilang ku bete omongin luar negreeee..

    tosssss…emberrrrrrr. aku saking betenya sama yang berbau luar negeri, sampe nyumpah nyumpah segala. di Indonesia dulu, kerjanya kebanyakan di kantor asing, sering berantemmmmmm ama bule. dijulukin judes, tukang nyolot, bahkan pernah hampir berhasil mendeportasi bule.

  47. revinaoctavianitadr said: Loh, kok udah lima aja, siiiy?PAdahal belom baca seri 1,2,3,4.Yo olo, berasa baca seri Malory Towers aja, niy.

    haaaaaaaa itu mah dimanfaatin judulnyamereka pikir klo urusan sama bule aji mumpung pereas sebanayk2nyagila ih..pindah KTP aja 15 juta*emosi*

  48. tintin1868 said: adiku ngurus ktp sendiri di semarang gratis katanya.. cuma dikasih celengan yang kita isi terserah.. kan ktp sekarang gratis buat pemilu.. ku urus ktp di bekasi cuma bayar 15ribu.. ga pake calo.. pake calo paling kasih aja 50ribu, seminggu jadi..

    berarti tergantung siapa yang butuh katepe dan kapan bikin katepe. Menjelang Pemilu banyak orang tiba tiba jadi dermawan, baik hati dan tidak sombong. apa apa gratis, cari pendukung. huehehehehe…kayak yg nggak tau aje.

  49. eddyjp said: kemungkinan dikau dianggap punya suami ekspat duitnya cairrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    adiku ngurus ktp sendiri di semarang gratis katanya.. cuma dikasih celengan yang kita isi terserah.. kan ktp sekarang gratis buat pemilu.. ku urus ktp di bekasi cuma bayar 15ribu.. ga pake calo.. pake calo paling kasih aja 50ribu, seminggu jadi..

  50. eddyjp said: kemungkinan dikau dianggap punya suami ekspat duitnya cairrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    soale warga asing kan loyal sama kita.. dan kita tuh “terpesona” sama yang asing2 toh.. lebih dihargai malah..

  51. eddyjp said: kemungkinan dikau dianggap punya suami ekspat duitnya cairrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    kok ndilalah dapet kustomer bawel plus galak. dipikir gampang kali ya bisa diperes seenak jidat. Bodo amat dibilang pelit. aku masih simpen tuh nama kantor pengacaranya. siapa tau ada yang mau ngurus masalah imigrasi, gak perlu ngurus ke orang itu. Tukang peras.

  52. iahsunshine28 said: iihh..masih ribeett ya mba… emmm…. baca tentang ribetnya pengurusan surat-surat di kedutaan belanda ini, jadi teringat di negeri sendiri.. gak heran jadinya.. pasti birokrasi yang amburadul yang berjalan selama ini di negeri kita mengikuti sistem dari pemerintah yang sudah menjajah kita itu ya mba… *miris*

    ngurus ktp harusnya gratis… tapi pada kenyataannya paling gak keluar duit 20.000…. eeh ini mba Evia malah diminta 15 jt… gile bener tu orang…

  53. iahsunshine28 said: iihh..masih ribeett ya mba… emmm…. baca tentang ribetnya pengurusan surat-surat di kedutaan belanda ini, jadi teringat di negeri sendiri.. gak heran jadinya.. pasti birokrasi yang amburadul yang berjalan selama ini di negeri kita mengikuti sistem dari pemerintah yang sudah menjajah kita itu ya mba… *miris*

    guru kencing berdiri, murid kencing berlari. 🙂

  54. enkoos said: tahun berapa itu?aku kejadiannya tahun 2006. trus satu lagi, prosesnya berapa lama selesai? Seratus ribu itu jalur cepet atau jalur becak?

    100 ribu itu jalur biasa sampai sekarang juga gitu kok kayaknya, jalur cepat nggak mungkin sampe 15 juta Via, nembak aja nggak segitu…wakakakak kemungkinan dikau dianggap punya suami ekspat duitnya cairrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  55. tintin1868 said: wajar kalu orang lain ga pengen jadi wni.. ribet gini..

    iihh..masih ribeett ya mba… emmm…. baca tentang ribetnya pengurusan surat-surat di kedutaan belanda ini, jadi teringat di negeri sendiri.. gak heran jadinya.. pasti birokrasi yang amburadul yang berjalan selama ini di negeri kita mengikuti sistem dari pemerintah yang sudah menjajah kita itu ya mba… *miris*

  56. eddyjp said: bukan Via, daku dulu juga ngurus pindahan dari pedalaman Kalbar ke Jakarta itu aja cuman 100 ribu, kalo main sogok sogokan nggak akan 15 juta pasti langsung kelar, dengan dokumen resmi tentunya.

    tahun berapa itu?aku kejadiannya tahun 2006. trus satu lagi, prosesnya berapa lama selesai? Seratus ribu itu jalur cepet atau jalur becak?

  57. enkoos said: ya jelas aja kau nggak segitu biayanya, kan dikau penduduk Jakarta. Aku penduduk ndeso. Gimana sehhhhhh :))))

    bukan Via, daku dulu juga ngurus pindahan dari pedalaman Kalbar ke Jakarta itu aja cuman 100 ribu, kalo main sogok sogokan nggak akan 15 juta pasti langsung kelar, dengan dokumen resmi tentunya.

  58. enkoos said: coba bayangkan,celonone tentara kan biasane ngapret. betul tidak?trus sepatune lars panjang ketat menutup bolongan celana bagian bawah. betul tidak?dadiiiiiiii, kalau tentaranya lagi ngentut, entutnya gak bisa keluar. ke bawah kebuntet sepatu, ke atas kepentok sabuk dan hem, ke samping apa lagi, ngapret pret prettttt.Dadi entute muleg ae gak iso metu. kwkwkwkwkwkwkw….

    Preeeettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

  59. eddyjp said: gile, yang bener aja, daku yang urusin aja nggak perlu segitu wakakakakak

    ya jelas aja kau nggak segitu biayanya, kan dikau penduduk Jakarta. Aku penduduk ndeso. Gimana sehhhhhh :))))

  60. bambangpriantono said: *mbayangno entute tentara koyok opo sik*

    coba bayangkan,celonone tentara kan biasane ngapret. betul tidak?trus sepatune lars panjang ketat menutup bolongan celana bagian bawah. betul tidak?dadiiiiiiii, kalau tentaranya lagi ngentut, entutnya gak bisa keluar. ke bawah kebuntet sepatu, ke atas kepentok sabuk dan hem, ke samping apa lagi, ngapret pret prettttt.Dadi entute muleg ae gak iso metu. kwkwkwkwkwkwkw….

  61. tintin1868 said: dipikirnya semua yang kawin sama bule langsung kaya dan punya duit 15juta buat ngurus ktp doang.. bacanya kog makinmakin ya.. wajar kalu orang lain ga pengen jadi wni.. ribet gini.. kalu bisa diperes kenapa engga?

    makanya, kampret bener Tin. Gak kami setujuin mentah mentah. Enak aja. emangnya duit moyangnya apa. Meskipun dibayarin kantor, kami nggak mau semudah itu memberi persetujuan.

  62. bambangpriantono said: Tubi plekenyut yo Mbak…Dadi males ngurus paspor karo visa malahan..wkwkwkwkwkwkwkw*paspore kurang setaun ngkas*

    kalau visa kunjungan biasa, gak sepiro ribet ketoke. iki visa ijin tinggal sementara cak. mbulet koyok entute tentara 🙂

  63. eddyjp said: 15 juta itu buat pindah KTP ?

    dipikirnya semua yang kawin sama bule langsung kaya dan punya duit 15juta buat ngurus ktp doang.. bacanya kog makinmakin ya.. wajar kalu orang lain ga pengen jadi wni.. ribet gini.. kalu bisa diperes kenapa engga?

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s