Diam tak selalu emas

Tanggal 4 Agustus 2011 saya menerima PM (Personal Message) dari seseorang yang mengaku “on behalf of Multiply Indonesia.” Kenapa saya bilang mengaku? Karena PM tersebut dikirim oleh ID pribadi tanpa identitas perusahaan pun jabatan sedangkan isi PM mengandung ancaman bahwa akun MP saya terancam dibekukan. Bagaimana bisa PM seserius itu dikirim melalui ID pribadi?

Bukan sekali dua saja saya berkomunikasi masalah teknis dengan Multiply. Seperti misalnya komplain mengenai seseorang yang mengirim virus melalui video yang dikirim lewat PM, foto foto yang hilang, menghilangnya fitur edit/delete di bagian blog dan sebagainya. Dan kesemuanya itu selalu direspon oleh ID Customer Service meskipun dengan orang yang berbeda beda.

Kenapa baru saya ungkapkan sekarang? Karena komunikasi yang saya lakukan selama ini dengan berbalas PM dengan “on behalf of Multiply Indonesia” tak menunjukkan titik temu.

Alasan pengiriman PM tersebut, menurut sosok “on behalf of Multiply Indonesia”, mereka menerima keluhan dari sebuah akun MP yang merasa terganggu dengan komentar komentar negatif yang tidak perlu di lapaknya. Wajar kalau kemudian saya bertanya tanya. PM tersebut saya balas dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Awal mulanya balasan saya ditanggapi dengan dingin. Sosok “on behalf of Multiply Indonesia” menulis bahwa tidak membutuhkan penjelasan sepihak dan apabila ada hal hal yang kurang berkenan, saya diminta berdiskusi langsung ke kantor Multiply Indonesia di Gandaria City. Angkuh! Hak jawab saya terabaikan. Sekaligus ironis, karena mengirim PM yang notabene fitur online tetapi di saat yang sama mengundang untuk bertemu muka di Jakarta.

Beberapa pertanyaan yang saya ajukan adalah:
1. Akun siapakah yang telah terganggu dengan komentar komentar negatif saya yang tak perlu.

2. Manakah komentar komentar saya yang dianggap negatif dan tak perlu.
3. Saya mempertanyakan apa wewenang dan posisi “on behalf of Multiply Indonesia” saat melayangkan surat ancaman ke saya.

Pada akhirnya pertanyaan pertanyaan saya ditanggapi juga. Pertanyaan pertama dijawab dengan gamblang bahwa akun MP yang merasa terganggu dengan komentar komentar saya adalah Pramborskkk. Lanjut ke pertanyaan kedua yang masih berkaitan dengan pertanyaan pertama. Sayangnya permintaan saya di pertanyaan kedua tersebut tak mampu (atau tak ingin?) ditunjukkan oleh si “on behalf of Multiply Indonesia.”

Sedangkan pertanyaan ketiga ditanggapi dengan kalimat bersayap, yang intinya melayani para pengguna yang ingin Multiply bertambah maju. Walah, sekian tahun ngempih dari tahun 2005 gak dianggap sebagai pengguna yang ingin Multiply bertambah maju? Tiga tahun berturut turut menjadi premium member juga gak dianggap? Tanya jawabpun tak terelakkan. Cukup panjang dan kemudian berujung pada pembicaraan yang bernada curcol (curhat colongan). Dua duanya, saya dan si “on behalf of Multiply Indonesia.” Tak perlu saya sebut siapa yang mulai dulu.

Muaranya adalah miskomunikasi antara Multiply Indonesia dengan bloggers. Program program yang dibuat oleh Multiply Indonesia dimaksudkan demi kemajuan semua pengguna Multiply. Di satu sisi, berbagai kritik yang dilontarkan oleh banyak user ditanggapi oleh MIRO (menurut “on behalf of Multiply Indonesia”) sebagai hal yang memojokkan MIRO. Alih alih melakukan komunikasi yang aktif, MIRO malah memilih diam. Di sisi satunya, dengan diamnya MIRO justu malah membuat persoalan tidak akan bisa tuntas. Komunikasi menjadi buntu. Berbagai bukti saya sodorkan kepada “on behalf of Multiply Indonesia.” Misalnya komentar yang menjadi liar kemana mana akibat diamnya MIRO. Saya juga menyertakan link salah satu staf MIRO dimana telah terjalin komunikasi aktif karena disana terjadi tanya jawab.

Selesaikah masalahnya? Ternyata tidak. Bahkan hingga tulisan ini dibuat karena pertanyaan inti saya mengenai komentar mana yang dianggap negatif dan tak perlu tak juga bisa ditunjukkan oleh “on behalf of Multiply Indonesia.”

Belakangan, setelah saya bertanya ke beberapa MPers yang berkomentar di akun Pramborskkk (akun MP yang merasa terganggu tersebut), ternyata tidak semuanya mendapat kiriman PM. Perilaku tebang pilih inipun juga saya tanyakan namun tak mendapatkan jawaban.

Karena buntu, kami berenam (para penerima PM ancaman) berembuk untuk memenuhi undangan bertemu dengan “on behalf of Multiply” di kantor Gandaria City. Sedangkan saya dan beberapa orang teman yang berdomisili di luar Jakarta mewakilkan kehadiran kami pada teman teman. Kisahnya akan ditulis oleh teman teman yang datang ke Gandaria City.

Tulisan ini sengaja saya beberkan untuk menjawab tanda tanya besar yang selama ini bersliweran. Ya, saya adalah salah satu penerima PM berisi surat ancaman pembekuan akun dengan kronologis yang sudah saya paparkan. Jikapu
n ada teman-teman yang menganggap hal ini tak penting, karena menginginkan MP dalam kedamaian yang semu, maka seperti yang sudah kita rasakan selama ini ketika jerat Orde Baru membungkam kebebasan dalam berpendapat dan berekspresi. Orang menjadi takut untuk bicara terbuka dan jujur. Saya jadi teringat pesan yang pernah disampaikan aktor kawakan Slamet Rahardjo: Memang kami cinta damai, tapi kami lebih cinta kemerdekaan. Damai itu seolah-seolah dengan pencitraan yang seperti santun, seolah-olah kita tenang tetapi kita tidak merdeka, tidak berdaulat sebagai bangsa, bangsa Multiply.

website stats

Advertisements

138 thoughts on “Diam tak selalu emas

  1. sepasangmatabola said: Kok aneh tenan ya, mbak Via? Apa lagi perkara yang kedua: komentar manakah yang dianggap mengganggu, gak dijawab blas. Lha kalo nuduh kan harusnya ada bukti toh ya?

    Lucu ya. Diminta untuk nunjukin komen mana yang negatif, gak mau ngasih. Ujug2 main ngancem suspend.

  2. fightforfreedom said: UU ITE BAB VII: PERBUATAN YANG DILARANGPasal 30(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

    Suwun infone cak Iwan. Perlu disebar luaskan.

  3. fightforfreedom said: UU ITE BAB VII: PERBUATAN YANG DILARANGPasal 30(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.Pasal 46(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

    Makasih masukannya ya Mas Iwan. Hal ini berlaku tanpa pandang bulu kan? Meskipun dengan tameng “hak prerogatif admin”?

  4. enkoos said: Iya juga ya..Isinya jualan thok, gak ada pembelinya gak ada yang cuap cuap.

    Kok aneh tenan ya, mbak Via? Apa lagi perkara yang kedua: komentar manakah yang dianggap mengganggu, gak dijawab blas. Lha kalo nuduh kan harusnya ada bukti toh ya?

  5. enkoos said: Iya juga ya..Isinya jualan thok, gak ada pembelinya gak ada yang cuap cuap.

    UU ITE BAB VII: PERBUATAN YANG DILARANGPasal 30(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.Pasal 46(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

  6. enkoos said: Sepertinya enggak tuh Ded. Itu makanya kami posting masalah ini. Kalau memang sudah selesai, ngapain kita rame2 bikin postingan ini?

    uda ketemu di gancit tetap mengambang gitu Mbak? grrr jadi geraaaaammm bin gemeeesssss

  7. enkoos said: Sepertinya enggak tuh Ded. Itu makanya kami posting masalah ini. Kalau memang sudah selesai, ngapain kita rame2 bikin postingan ini?

    minimal ga berani2 kirim surat Cintah lg dah kalau ada woro2. kadang, bodyguard lbh galak drpd bos-nya di AS sana…

  8. enkoos said: Memang kami cinta damai, tapi kami lebih cinta kemerdekaan. Damai itu seolah-seolah dengan pencitraan yang seperti santun, seolah-olah kita tenang tetapi kita tidak merdeka, tidak berdaulat sebagai bangsa, bangsa Multiply.

    like this mba 😀

  9. mmamir38 said: Terus, siapa yang akan baca tulisan para pengasong?Emangnya kalo pasar penuh penjual, tapi kagak ada pembelinya, lama kelamaan kagak tutup?

    Iya juga ya..Isinya jualan thok, gak ada pembelinya gak ada yang cuap cuap.

  10. enkoos said: Kalau kita keluar, mereka tambah seneng dong pak karena ada pembenaran untuk menutup fitur blogger.

    Terus, siapa yang akan baca tulisan para pengasong?Emangnya kalo pasar penuh penjual, tapi kagak ada pembelinya, lama kelamaan kagak tutup?

  11. mmamir38 said: Kalo kita rame-rame keluar dari MP apa dia kagak kelojotan didamprat sama majikannya di Amrik?

    Kalau kita keluar, mereka tambah seneng dong pak karena ada pembenaran untuk menutup fitur blogger.

  12. enkoos said: Terima kasih Arni atas penjelasan dan laporannya yang melengkapi postingan teman2.

    Kok ada mahluk yang sok beeng!Kalo kita rame-rame keluar dari MP apa dia kagak kelojotan didamprat sama majikannya di Amrik?

  13. debapirez said: semoga silaturahmi ke Gancit mampu meredakan kekonyolan mereka…..

    Sepertinya enggak tuh Ded. Itu makanya kami posting masalah ini. Kalau memang sudah selesai, ngapain kita rame2 bikin postingan ini?

  14. enkoos said: karyawan baru tetapi punya kuasa. Jadi ya gitu deh. Prerogatif.

    jangan2 punya MP juga setelah jadi karyawan di sana heheibarat republik MP, maka rakyat MP mestinya lebih punya kuasa….secara dia yang otoriter bisa “di-impeach?” halahhhh kebanyakan lihat berita poilitik

  15. itsmearni said: Teman-teman semua…Sudah lengkap ya dapat ceritanya?Jadi begitulah sebenarnya yang terjadiYa, saya juga salah satu penerima SPSaya juga ikut serta ke gancit memenuhi undangan bos besar ituTentu saja setelah sebelumnya melewati tahap diplomasi lewat tulisanAkhirnya ketika pembicaraan secara langsung dilakukanNyatanya tetap saja memble hasilnyaDengan pembicaraan yang mencla mencle klo boleh saya bilang *ups mungkin agak kasar bahasa saya*Tapi sungguh begitulah yang terjadiKetika bos besar di gancit sana sembunyi dibalik kalimat”Khan saya admin, jadi terserah saya”Saya punya hak prerogative”Saya tidak mau mencabut SP itu, saya juga tidak mau minta maaf tertulis karena saya tidak nyamanTapi disaat yang sama bos besar itu juga justru menawarkan untuk menghapus pm, ini disampaikan secara tertulis pada saya dan secara lisan pada kami berlima yang ke gancitSilahkan menilai sendiri temans….RegarsArni yang sedang (sok) sibukNdak sempet buat postingan serupa 🙂

    Terima kasih Arni atas penjelasan dan laporannya yang melengkapi postingan teman2.

  16. mahasiswidudul said: kalo memang merasa terganggu, kenapa gak pihak pramborskkk aja yang hubungi mbak langsung saat itu juga sewaktu mbak komen yang dia anggap negatif?? Aku kalo protes tentang komennya kontak ku ya aku PM baek2…

    xixixixi…semua yang Nina komen di lapak manapun ttg hal ini SUDAH DILAKUKAN /ditanyakan hehehehe

  17. moestoain said: Owalah.. id lengkape pramboskk ngunu kui?kie lek nang suroboyo wes senggol bacok jenenge

    Teman-teman semua…Sudah lengkap ya dapat ceritanya?Jadi begitulah sebenarnya yang terjadiYa, saya juga salah satu penerima SPSaya juga ikut serta ke gancit memenuhi undangan bos besar ituTentu saja setelah sebelumnya melewati tahap diplomasi lewat tulisanAkhirnya ketika pembicaraan secara langsung dilakukanNyatanya tetap saja memble hasilnyaDengan pembicaraan yang mencla mencle klo boleh saya bilang *ups mungkin agak kasar bahasa saya*Tapi sungguh begitulah yang terjadiKetika bos besar di gancit sana sembunyi dibalik kalimat”Khan saya admin, jadi terserah saya”Saya punya hak prerogative”Saya tidak mau mencabut SP itu, saya juga tidak mau minta maaf tertulis karena saya tidak nyamanTapi disaat yang sama bos besar itu juga justru menawarkan untuk menghapus pm, ini disampaikan secara tertulis pada saya dan secara lisan pada kami berlima yang ke gancitSilahkan menilai sendiri temans….RegarsArni yang sedang (sok) sibukNdak sempet buat postingan serupa 🙂

  18. mahasiswidudul said: sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham…

    Kan sudah kusebutkan tadi, itulah bedanya antara dewasa dan anak anak. Siapa yang anak2? Itu pertanyaan retorik, gak perlu dijawab 😛

  19. myshant said: mungkin karena pihak pramborskkk sebagai pihak berkuasa banyak duit, tinggal bayar orang untuk menegur2 ?hihihi…cuci tangan dong, tangannya tetep bersih, tinggal nyuruh orang lain :-D*siap2 dapet surat teguran juga*

    Enak ya punya banyak duit

  20. mahasiswidudul said: Ya tapi kan proses “protes” nya janggal bangeeeettt…lagian, gak bisa gitu juga kale mbak… kalo aku mah abaikan surat peringatan trus menghubungi langsung yang protes… aku pernah nih kayak gini… sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham… dan lebih sebel lagi ternyata pihak ketiga gak coba denger pembelaanku… malah ngejudge aku sembarangan… gak adil banget rasanya… cape deh! *sigh!!*

    karyawan baru tuh..mesti banyak belajar

  21. mahasiswidudul said: Ya tapi kan proses “protes” nya janggal bangeeeettt…lagian, gak bisa gitu juga kale mbak… kalo aku mah abaikan surat peringatan trus menghubungi langsung yang protes… aku pernah nih kayak gini… sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham… dan lebih sebel lagi ternyata pihak ketiga gak coba denger pembelaanku… malah ngejudge aku sembarangan… gak adil banget rasanya… cape deh! *sigh!!*

    wah..rame lagi ya mbak…

  22. mahasiswidudul said: Ya tapi kan proses “protes” nya janggal bangeeeettt…lagian, gak bisa gitu juga kale mbak… kalo aku mah abaikan surat peringatan trus menghubungi langsung yang protes… aku pernah nih kayak gini… sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham… dan lebih sebel lagi ternyata pihak ketiga gak coba denger pembelaanku… malah ngejudge aku sembarangan… gak adil banget rasanya… cape deh! *sigh!!*

    Ada keramaian ya disini*ngintip*

  23. mahasiswidudul said: Ya tapi kan proses “protes” nya janggal bangeeeettt…lagian, gak bisa gitu juga kale mbak… kalo aku mah abaikan surat peringatan trus menghubungi langsung yang protes… aku pernah nih kayak gini… sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham… dan lebih sebel lagi ternyata pihak ketiga gak coba denger pembelaanku… malah ngejudge aku sembarangan… gak adil banget rasanya… cape deh! *sigh!!*

    malah mintanya dikumpulin dalam satu meja lho nin…tapi gak dikabulkan ama hakim yang sudah memberi vonis surat cintah…

  24. mahasiswidudul said: kalo memang merasa terganggu, kenapa gak pihak pramborskkk aja yang hubungi mbak langsung saat itu juga sewaktu mbak komen yang dia anggap negatif?? Aku kalo protes tentang komennya kontak ku ya aku PM baek2…

    Beda antara orang dewasa dan anak anak Nin, dalam memecahkan sebuah persoalan. 😛

  25. myshant said: mungkin karena pihak pramborskkk sebagai pihak berkuasa banyak duit, tinggal bayar orang untuk menegur2 ?hihihi…cuci tangan dong, tangannya tetep bersih, tinggal nyuruh orang lain :-D*siap2 dapet surat teguran juga*

    Ya tapi kan proses “protes” nya janggal bangeeeettt…lagian, gak bisa gitu juga kale mbak… kalo aku mah abaikan surat peringatan trus menghubungi langsung yang protes… aku pernah nih kayak gini… sebel banget kalo yang protes gak ngomong langsung ke aku, malah cerita2 ke yang lain dan bikin salah paham… dan lebih sebel lagi ternyata pihak ketiga gak coba denger pembelaanku… malah ngejudge aku sembarangan… gak adil banget rasanya… cape deh! *sigh!!*

  26. mahasiswidudul said: kenapa gak pihak pramborskkk aja yang hubungi mbak langsung saat itu juga sewaktu mbak komen yang dia anggap negatif?

    mungkin karena pihak pramborskkk sebagai pihak berkuasa banyak duit, tinggal bayar orang untuk menegur2 ?hihihi…cuci tangan dong, tangannya tetep bersih, tinggal nyuruh orang lain :-D*siap2 dapet surat teguran juga*

  27. ohtrie said: aqu maunya kursi lapis emassssssssssssssssssssssss

    kalo memang merasa terganggu, kenapa gak pihak pramborskkk aja yang hubungi mbak langsung saat itu juga sewaktu mbak komen yang dia anggap negatif?? Aku kalo protes tentang komennya kontak ku ya aku PM baek2…

  28. enkoos said: *melongo ngliat kelakuannya Anaz dan Gotrek*Udah dikasih dingklik satu satu, kok yo sik do tukaran rebutan kloso. Hush hushhh….

    biasa mbak… euforia dan aura dari para pemingpin yang selalu rebutan kursi.. :))

  29. enkoos said: *sodorin dingklik ke Anaz & Gotrek biar gak injek2an.*Wis gerang kok podo rebutan

    *melongo ngliat kelakuannya Anaz dan Gotrek*Udah dikasih dingklik satu satu, kok yo sik do tukaran rebutan kloso. Hush hushhh….

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s