Sepotong Persia di belantara Squamish

Di beberapa buku dengan latar cerita bangsa Persia yang pernah saya baca, sering saya dapati keramah tamahan bangsa Persia. Begitu juga cerita yang beredar luas di kalangan kaum pejalan gembel romantis (backpacker). Salah seorang kontak saya, Dina Sulaeman yang pernah bermukim di Iran, membenarkan kenyataan ini. Gak dinyana nyana, saya mengalami sendiri keramahan bangsa Persia. Bukan di negeri mereka namun di tengah hutan Squamish, tak jauh dari Vancouver, Kanada.

***
Empat hari tiga malam kami menempuh perjalanan sepanjang 1.800 miles (lebih kurang 2.897 kilometer) dengan menggeret rumah mini dari Duluth Minnesota. Rumah mini adalah istilah kami untuk menyebut RV (Recreational Vehicle) / Caravan. Sampailah kami di Squamish campground, lembah sunyi terpencil yang hanya berjarak beberapa kilometer di utara kota Vancouver, Kanada. Selama dua minggu ke depan kami berada disini untuk mendukung salah satu klan Koos yang sedang berlaga di Olimpiade Musim Dingin 2010 (12 – 28 Februari 2010). Ya ya ya ini memang cerita basi, awal tahun 2010.

Musim dingin bukan musim berkemah. Itulah sebabnya banyak campground yang tutup. Pilihan kami menjadi semakin terbatas karena beberapa campground yang buka di musim dingin tersebut belum bersedia menerima pemesanan meskipun kami sudah mulai mencari tujuh bulan di muka. Hampir semuanya menunggu hingga bulan Januari untuk menerima pemesanan. Itu artinya sebulan sebelum penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin. Terlalu riskan! Iya kalau ada tempat, kalau penuh semua bagaimana?

Setelah mencari informasi di belantara internet, Alhamdulilah masih ada tempat dan hanya satu satunya yang bersedia menerima pemesanan, yaitu perkemahan Squamish.

DSC_0616edit


Kami tiba sekitar pukul delapan malam. Hari telah gelap dan perkemahan begitu sepi. Hanya ada sebuah bangunan kecil mirip seperti pos hansip yang berada di halaman depan perkemahan. Setelah celingak celinguk dan disambut gonggongan anjing, dari bangunan induk yang sekaligus juga berfungsi sebagai rumah tinggal keluarlah sang pemilik campground. Ali namanya. Lengkapnya Ali Abolfathi. Pemilik campground seluas 250 acre (kira kira 100 hektar lebih) adalah keluarga imigran dari Iran. Ali tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Proses registrasinya hanya sebentar. Yang lama adalah minum tehnya. Eh? Minum teh? Iya, pemilik campground mengundang kami minum teh demi mendapati kami belum makan sama sekali. Saya dan Menik memasuki bangunan induk terlebih dahulu sedangkan suami saya berkutat dengan rumah mini kami seperti pasang selang air bersih, selang air kotor, colokan listrik, menghidupkan saluran gas, mengatur ketinggian dan sebagainya. Bukan waktu yang pendek untuk mengaturnya. Itu sebabnya sejam kemudian suami saya baru muncul di bangunan induk.

DSC_0908edit


Undangan minum teh yang tadinya hanya semenit dua menit, ternyata sampai pukul 11 malam. Bukan sekedar teh yang keluar tetapi cemilan sayur segar seperti wortel dan seledri gendut serta keju menemani obrolan kami.

Keesokan paginya, RV kami diketuk. Ternyata …. nyonya rumah mengantarkan roti wangi yang masih hangat. Roti buatan sendiri. Sang nyonya rumah *Homa namanya* membuat makanan semuanya sendiri termasuk yoghurt, roti dan manisan buah.

DSC_0648edit


Semua event olahraga yang kami tonton diselenggarakan pagi dan siang hari. Kami berangkat dari campground pagi pagi buta usai Subuh sekitar jam 6 pagi. Karena winter, harinya pendek. Jam 7 pagi masih gelap gulita. Namun tidak setiap hari kami menonton event olahraga. Adakalanya jalan jalan di kota atau sekedar menikmati suasana campground. Pada saat tidak pergi inilah, Homa membuatkan roti untuk kami.

Sekali waktu kami diundang makan malam. Kami dijamu makanan Iran yang melimpah. Rasanya terlalu banyak untuk dimakan 7 orang. Ali dan Homa serta dua anak mereka, Ravi jan dan Tara jan, ditambah ka
mi.
Tapi toh akhirnya habis juga.

Di meja makan terhidang salad dan kabab koobideh. Ini adalah sate ala Iran, berupa cincangan halus daging sapi dan biri biri dengan bumbu minimalis beraroma rempah yang tipis. Ditata dengan hati hati ke tusukan besi pipih lantas dipanggang di atas bara dengan ketepatan waktu yang pas. Dagingnya lumer, juicy dan moist. Wis pokoknya …. slruppp… Wangi pulak. Kabab koobideh ini ditemani dengan zereshk pollo. Nasi kuning dengan taburan kismis dan cranberry kering. Warna kuningnya berasal dari saffron. Rasanya gurih manis.

lowres1


Saya khusus memasak soto ayam gagrak Lamongan yang komplit dengan kondimennya. Ada poyah, sambel nguleg sendiri dengan cabe lumayan banyak dan jeruk nipis. Duhhh ngecess. Sebagai pencuci mulut, mereka menghidangkan faloodeh shirazi. Isinya soun dingin dengan taburan serutan es dan air gula plus kecrutan jeruk nipis. Ada semriwing wangi mawar. Mantap nian. Percayalah, enakkkk sekali rasanya, meskipun pada mulanya saya cukup skeptis karena soun kok dibuat dessert.

Homa dibesarkan di keluarga besar di kota kecil Khomeyn (nggak tau gimana tulisannya, bunyinya sih gitu), kira kira berjarak 2 jam dari Estefan, Iran. Tradisi makan bareng di lantai masih banyak di sana. Kalau di kota besar seperti misalnya Teheran tradisi itu sudah mulai berkurang atau malah mungkin tidak ada.

Karena dibesarkan dalam keluarga besar, Homa terbiasa menyiapkan makanan dalam jumlah banyak. Belum lagi kebiasaan bapaknya Homa yang sering mengajak teman temannya ke rumah. Bagi mereka, tamu yang datang ibarat raja. Dijamu sebaik mungkin.

Bukan hanya dijamu, mereka *terutama Homa* mengajarkan saya resep resep makanan Iran sekaligus praktek. Beberapa bahan makanan yang susah didapat diberikan ke saya. Homa membuat sendiri hampir semua makanan sehari hari mulai dari roti, yoghurt sampe manisan buah yang berbentuk lembaran tipis setipis kertas.

Selain makanan, mereka juga mengajari saya bahasa Farsi secara umum, bercerita tentang sejarah Iran, beberapa tradisi umum di Iran dan juga tentang keluarga Homa di Iran sana.

Noon Panjereh-ee (Persian pastry)

Sehari sebelum kami pulang, diundangnya kami untuk sarapan. Saat itulah kami dibuatkan kudapan noon panjereh-ee. Persis seperti kembang goyang dengan wangi bunga mawar dan taburan gula halus. Makanan Swedia juga ada seperti ini, namanya rosette. Itu sebabnya saya bisa beli cetakannya di Duluth. Kami juga dibekelin yoghurt dan manisan buah buatan Homa.

Khoda hafez. Insya Allah bezoodi miibinamet. So long my friends. Till we meet again.

Advertisements

76 thoughts on “Sepotong Persia di belantara Squamish

  1. eddyjp said: wakakakak zeres polonya sangat menggoda deh…

    *terharu baca keramahan orang Iran*Akhirnya jurnal pertama setelah sekian lama hiatus, muncul juga. Pecah telor. Senangnya, baca Mbak Via kembali ngejurnal.Saya pernah makan nasi Turkey, pake kismis, warnanya pun kekuningan, sama gak ya? Oomnya suami orang Turkey, jadi sering dimasakin itu nasi. Awalnya skeptis, sama kayak soun kok dibikin desert, tapi ternyata eunak. Apalagi kalo pake sambal terasi. Uhuy.

  2. emaknyamarc said: ndelok potone kembang goyang dadi eling klo punya niatan bikin juga, cuman yo iku……….peyakit maes lagi kumat, jadi yo ora sido2………btw mbak……………..nang endi ae? sampe kangen aku rek……………….

    liat satenya daku jadi ingat sate buntel surabaya yang maknyus..

  3. emaknyamarc said: ndelok potone kembang goyang dadi eling klo punya niatan bikin juga, cuman yo iku……….peyakit maes lagi kumat, jadi yo ora sido2………btw mbak……………..nang endi ae? sampe kangen aku rek……………….

    kembang ndangdut. Yo nang kene omah, lagi males lapo2.

  4. aniadami said: enaknya jadi menik, punya mama yang selalu ngajak petualang. btw, kemana aja mba? udah lama ga ada postingan dirimu. sehat2 aja kan? πŸ™‚

    ndelok potone kembang goyang dadi eling klo punya niatan bikin juga, cuman yo iku……….peyakit maes lagi kumat, jadi yo ora sido2………btw mbak……………..nang endi ae? sampe kangen aku rek……………….

  5. aniadami said: enaknya jadi menik, punya mama yang selalu ngajak petualang. btw, kemana aja mba? udah lama ga ada postingan dirimu. sehat2 aja kan? πŸ™‚

    Alhamdulillah sehat. Lagi bertapa cari pangsit. hihihihi…Gimana kabarnya Ani?

  6. sepasangmatabola said: Wah, seru banget petualangannya, mbak Via. Suatu saat aku juga pingin jalan-jalan pake rumah mini, tapi untuk saat ini wallahu alam… hehehe… Oh ya, kembang goyangnya kayaknya enaak tuh… πŸ™‚

    enaknya jadi menik, punya mama yang selalu ngajak petualang. btw, kemana aja mba? udah lama ga ada postingan dirimu. sehat2 aja kan? πŸ™‚

  7. sepasangmatabola said: Wah, seru banget petualangannya, mbak Via. Suatu saat aku juga pingin jalan-jalan pake rumah mini, tapi untuk saat ini wallahu alam… hehehe… Oh ya, kembang goyangnya kayaknya enaak tuh… πŸ™‚

    Mudah mudahan suatu hari bisa tercapai ya keinginannya. Iya mirip kembang goyang dan ini lebih tipis dan renyah.

  8. aghnellia said: aku juga dah jarang posting mba!:))bumbu scratch itu kaya gimana mba?

    Wah, seru banget petualangannya, mbak Via. Suatu saat aku juga pingin jalan-jalan pake rumah mini, tapi untuk saat ini wallahu alam… hehehe… Oh ya, kembang goyangnya kayaknya enaak tuh… πŸ™‚

  9. aghnellia said: aku juga dah jarang posting mba!:))bumbu scratch itu kaya gimana mba?

    bumbu scratch itu maksudnya bumbu dari dasar, bumbu bikin sendiri. Bukan bumbu instan paketan. Jadi bener2 pake barang segar. Begono. Eh jarang posting juga. Sindrome ogah ngempi ya. hehehehe…

  10. mmamir38 said: Waktu tugas belajar di London, saya sangat akrab sama kawan-kawan berkebangsaan Iran yang semuanya ramah sekali.Beda dengan yang orang Arab yang umumnya arogan dan maaf saja picik. Kenapa saya sebut picik? Soalnya meski mereka ngaku beragama Islam, minuman keras ditegaknya dan babi disantapnya, dengan alasan bahwa mereka tidak berada di negaranya.

    Berarti takut sama negaranya ya.

  11. tigun said: Satu hal yg menawan dari kehidupan Persian. Bahasanya. Coba dengarkan ketika mereka bicara. Nada & rythm-nya terdengar sungguh romantik. Kebetulan pernah mengarungi seluruh dataran Iran dlm 3 bulan mancal sapida di bawah hujan kepedihan perang Iran – Irak 1983-an. Tapi toh romantika kehidupan mereka tetap terpancar, walaupun di bawah bayang2 ketakutan membias, kala itu.

    Betul sekali mas Tigun. Suka banget mendengarkan mereka ngomong. Meskipun anak anak Ali dan Homa dibesarkan di Kanada, tetapi mereka lancar berbahasa Farsi di rumah, selain tentu saja berbahasa Inggris. Siaran televisi sehari haripun juga berbahasa Farsi *menggunakan parabola*.

  12. aghnellia said: mba evii..kmana aja? kangeun euy.. aku baca postingan ini sengaja masuk ke blognya ma evi coz gak pernah liat postingan mba evi di inbox.. kirain aku dah diremove sama yuk kusminah!:pduuh asiik bener yah camping pake caravan.. kayak yang di taman safari.. pemandangannya luar biasa bbagus banget!!ramah banget yah imigrant iran ituu.. pasti nagih banget tuh makan masakan Homa.. btw mba evi bawa sgala macem bumbu2 sama krupuk udang buat bikin soto lamongan???

    kangen juga. Mana ceritamu? lha emang udah hampir dua bulan gak ada postingan baru, yo gak nongol di inbox.Iya, aku bawa segala macam bumbu. Bumbu dari scratch, bukan bumbu instan. Gak cuma bikin soto Lamongan, tapi juga bikin rawon, risoles, lumpia, banyak lagi deh. Uleg uleg aja bawa.

  13. debapirez said: Wah…pemandangannya keren.liburannya jg menyenangkan.More than 2000 km?mm…Bekasi-Malang PP tuh ck..ck..ck…

    Hampir 3.000 km Ded.Bekasi Malang PP berapa hari ya kira2 kalau jalan nonstop.

  14. eddyjp said: buswet deh daku sampe terliur liur membaca dan melihat makanan ala Persia yang yahud.Sisi lain dari dongeng negara Iran yang menakutkan…

    Menakutkan bagi yang gak ngerti Ed. Tapi bagi yang sudah pernah ke sana, Iran itu berkesan baik.

  15. bundakirana said: mba… foto2nya canggih bangeeeet.. duh pengen deh bisa motret secanggih ini..hehe..sampai kliatan gitu kelezatan makanan2nya.. jadi kangen deh… baru2 ini sy sempet ada rencana ke iran lagi, ada undangan seminar..eeh.. udah tiwas mbayangin makanan2nya ..tiba2 ada pembatalan dari pihak irannya..duh, sedihnya..makasih sharing cerita n fotonya..serunya..btw, pemandangan di Squamish indah banget…lucky you…:)

    Makasih sama sama uni Dina. Wah sayang ya gak jadi ke Iran. Mudah2an lain kali bisa nyambangi Iran lagi. Aku juga pengen ke Iran.

  16. rirhikyu said: *kunyah kripiknya*jd keinget kripik lampung yang pake coklat buanyakkkk

    Waktu tugas belajar di London, saya sangat akrab sama kawan-kawan berkebangsaan Iran yang semuanya ramah sekali.Beda dengan yang orang Arab yang umumnya arogan dan maaf saja picik. Kenapa saya sebut picik? Soalnya meski mereka ngaku beragama Islam, minuman keras ditegaknya dan babi disantapnya, dengan alasan bahwa mereka tidak berada di negaranya.

  17. rirhikyu said: *kunyah kripiknya*jd keinget kripik lampung yang pake coklat buanyakkkk

    Satu hal yg menawan dari kehidupan Persian. Bahasanya. Coba dengarkan ketika mereka bicara. Nada & rythm-nya terdengar sungguh romantik. Kebetulan pernah mengarungi seluruh dataran Iran dlm 3 bulan mancal sapida di bawah hujan kepedihan perang Iran – Irak 1983-an. Tapi toh romantika kehidupan mereka tetap terpancar, walaupun di bawah bayang2 ketakutan membias, kala itu.

  18. rirhikyu said: *kunyah kripiknya*jd keinget kripik lampung yang pake coklat buanyakkkk

    mba evii..kmana aja? kangeun euy.. aku baca postingan ini sengaja masuk ke blognya ma evi coz gak pernah liat postingan mba evi di inbox.. kirain aku dah diremove sama yuk kusminah!:pduuh asiik bener yah camping pake caravan.. kayak yang di taman safari.. pemandangannya luar biasa bbagus banget!!ramah banget yah imigrant iran ituu.. pasti nagih banget tuh makan masakan Homa.. btw mba evi bawa sgala macem bumbu2 sama krupuk udang buat bikin soto lamongan???

  19. rirhikyu said: *kunyah kripiknya*jd keinget kripik lampung yang pake coklat buanyakkkk

    buswet deh daku sampe terliur liur membaca dan melihat makanan ala Persia yang yahud.Sisi lain dari dongeng negara Iran yang menakutkan…

  20. rirhikyu said: *kunyah kripiknya*jd keinget kripik lampung yang pake coklat buanyakkkk

    mba… foto2nya canggih bangeeeet.. duh pengen deh bisa motret secanggih ini..hehe..sampai kliatan gitu kelezatan makanan2nya.. jadi kangen deh… baru2 ini sy sempet ada rencana ke iran lagi, ada undangan seminar..eeh.. udah tiwas mbayangin makanan2nya ..tiba2 ada pembatalan dari pihak irannya..duh, sedihnya..makasih sharing cerita n fotonya..serunya..btw, pemandangan di Squamish indah banget…lucky you…:)

  21. grasakgrusuk said: Masakan iran kayaknya banyak rasa rempahnya ya m’evia? RV-nya dipaketin ke indonesia buat kempingan anak MP gimana mbak evia? :DDD

    hehehehehe…diprotholin dulu yak kalau mau dipaketin. pertama tama dikirim bautnya dulu. ngokkkkMasakan Iran juga ada kok yang gak kayak rempah. Salah satunya ya kabab koobideh itu. Bumbunya sederhana banget.

  22. penuhcinta said: Gak pernah tuker2an makanan…kan aku dulu jaman kuliah masakannya gak mau refot… serba praktis dan yg penting ada aja…ha…ha…ha. Gak bisa tuker2an deh, gak layak buat ditular soale. Pernah juga malah dibagi sayuran sama tetangga yang dari Cina, sayur segar dr kebunnya. Udah gak kontak2an lagi mbak… itu kan dulu pas masih tinggal di kompleks apartemen khusus mahasiswa dan keluarganya.

    Oooo…begono. Mereka mahasiswa juga ya? Berarti sudah pulang kali ya.

  23. enkoos said: Baiknya ya Ir. Malah jadi berteman ya. Pernah tuker2an makanan gak? Makanan Iran enak enak. Si tetangga Iran masih tinggal di sana?

    Masakan iran kayaknya banyak rasa rempahnya ya m’evia? RV-nya dipaketin ke indonesia buat kempingan anak MP gimana mbak evia? :DDD

  24. enkoos said: Baiknya ya Ir. Malah jadi berteman ya. Pernah tuker2an makanan gak? Makanan Iran enak enak. Si tetangga Iran masih tinggal di sana?

    Gak pernah tuker2an makanan…kan aku dulu jaman kuliah masakannya gak mau refot… serba praktis dan yg penting ada aja…ha…ha…ha. Gak bisa tuker2an deh, gak layak buat ditular soale. Pernah juga malah dibagi sayuran sama tetangga yang dari Cina, sayur segar dr kebunnya. Udah gak kontak2an lagi mbak… itu kan dulu pas masih tinggal di kompleks apartemen khusus mahasiswa dan keluarganya.

  25. tintin1868 said: wah keluarga ali punya empi? jadi kaya promosi tempat kemping mereka juga ya.. hebat orang iran punya tempat kemping luas gitu.. dan mengolahnya sendirian, termasuk bikin susu, roti, dll itu lagi ngeces lihat nasi kuningnya.. pake cranberi dan kismis..

    Enggak punya MP, tapi kalau tulisannya di set for everyone, kan bisa dibaca siapa saja meskipun gak punya MP. Service di campgroundnya gak termasuk makanan. Cuma tempatnya doang. Mereka masak buat mereka sendiri. Mereka ngasih ke kami karena baik aja, bukan karena termasuk salah satu service.

  26. enkoos said: Sebetulnya begitu selesai perjalanan, aku udah bikin oret oretannya dulu. Tadinya ditulis pake bahasa Inggris supaya keluarga Ali bisa ikut membaca juga. Yang Inggris belum kelar, yang Indonesia udah selesai duluan.Belum kesana lagi, jauh Tin.

    weih.. pengalaman seru!

  27. enkoos said: Sebetulnya begitu selesai perjalanan, aku udah bikin oret oretannya dulu. Tadinya ditulis pake bahasa Inggris supaya keluarga Ali bisa ikut membaca juga. Yang Inggris belum kelar, yang Indonesia udah selesai duluan.Belum kesana lagi, jauh Tin.

    wah keluarga ali punya empi? jadi kaya promosi tempat kemping mereka juga ya.. hebat orang iran punya tempat kemping luas gitu.. dan mengolahnya sendirian, termasuk bikin susu, roti, dll itu lagi ngeces lihat nasi kuningnya.. pake cranberi dan kismis..

  28. mylovelyadam said: weh mbak.. baca pengalaman2nya jadi pengen backpackeran juga, beneran pengen..waktu itu pernah ngajak suami ealaah jawabannya ..”Mbudalo dewe..” 😦

    hahahaha…mbudalo dewe, jawabannya. Yo wis lho, budal dewe ae, ngejak anak2.

  29. estiningtyas said: banyak kah imigran timteng di us mba evi ? pemerintah US welcome ya dgn imigran timteng yg notabene negara mrk bersebrangan.

    weh mbak.. baca pengalaman2nya jadi pengen backpackeran juga, beneran pengen..waktu itu pernah ngajak suami ealaah jawabannya ..”Mbudalo dewe..” 😦

  30. estiningtyas said: banyak kah imigran timteng di us mba evi ? pemerintah US welcome ya dgn imigran timteng yg notabene negara mrk bersebrangan.

    Di tempat lain enggak tau ya. Tapi kalau di kotaku lumayan banyak. Ada yang dari Syria, Lebanon, Maroko, Yaman, Arab Saudi dan masih banyak lagi. Yang paling banyak dari Somalia. Pemerintah welcome kok dengan siapa saja selama kita gak bikin masalah. Kehidupan di sini gak seperti yang digambarkan di media media.

  31. tintin1868 said: homaaaa.. bacanya kog kaya home ya.. benerbener itu homa, berasa jadi keluarganya membaca ini.. orang persia mirip orang aceh, ngajak makan tamu2nya.. kembang goyang wangi mawar.. udah ngerasa di lidah nih.. *jadi inget pangeran dastan.. :Dhebat nih memorinya ini kan udah 2 tahun lalu ya? masih suka kesana lagi?

    Sebetulnya begitu selesai perjalanan, aku udah bikin oret oretannya dulu. Tadinya ditulis pake bahasa Inggris supaya keluarga Ali bisa ikut membaca juga. Yang Inggris belum kelar, yang Indonesia udah selesai duluan.Belum kesana lagi, jauh Tin.

  32. anazkia said: Perjalanan Mbak Evie selalu bikin berdecak kagum dan iri #kapan yo anaz melu heheheNek ngene iki tertantang kerja di papua ajahSekalian mbolanggg

    Kan Anaz juga demen jalan jalan. Kerja di Papua ketoke enak ki.

  33. revinaoctavianitadr said: m’Evia kok nyalur, yaaa ..BAruuu aja kapan hari itu saya mbatin, “m’Evi kemana, ya? Jangan-jangan lagi ke Endonesah. Kok lama enggak nongol.”Eh, belum sempet dikirimin PM, postingannya udah nongol …

    nyalur iku opo? aku ngertine nyathut, nylolor dan nylonthang. qeqeqeq…Belum Vin, belum mudik. Lagi nyari nyari tiket murah. Biasanya kalau murah gitu transitnya di kota kota yang gak populer. Tapi asik soalnya pengalaman baru. Tiap kali mudik transitnya di Jepang lagi Jepang lagi :(Eh kok malah melenceng. Piye kabar Vina?

  34. penuhcinta said: Asyik banget! Selain bisa kemping dan nonton olimpiade musim dingin juga dapet sahabat baru. Dulu juga ada tetanggaku yang dari Iran, suami istri, ramah banget juga. Pas ketemu di walmart lihat kita gak bawa payung pas hujan besar, langsung nawarin berpayung bersama ke halte bus…he…he. Tiap ketemu di bus dlm perjalanan ke kampus, pasti ngobrol.

    Baiknya ya Ir. Malah jadi berteman ya. Pernah tuker2an makanan gak? Makanan Iran enak enak. Si tetangga Iran masih tinggal di sana?

  35. fightforfreedom said: Selama nggeret rumah mini bermil-mil, apakah sampeyan pernah mengalami kejadian – kejadian yg gak menyenangkan di tengah perjalanan?

    Alhamdulillah enggak cak Iwan. Justru kami sering mendapatkan pengalaman yang sebaliknya. Menyenangkan dan ramah. Beberapa kali kami berhenti untuk menginap di sebuah gas station. Biasanya ada gas station yang menyediakan tempat parkir untuk mobil2 gede dengan gratis, seperti truk dan RV. Ini semacam timbal balik untuk mereka. Mobil2 tersebut beli bensin di mereka dan mereka menyediakan tempatnya seperti tempat mandi dan warung makan. Tempat mandinya gratis kalau untuk para supir truk. Sedangkan kami membayar, lupa berapa dollar tapi murah banget. Dan kamar mandinya bersih sekali meskipun tempat mandi umum. Dapet handuk bersih, sabun dan shampoo. Nah pada saat kami menggunakan fasilitas kamar mandi umum ini jadi perhatian. Perempuan (emak dan anak), yang si emak pake kerudung pulak. Ya walaupun banyak juga supir2 truk perempuan, tapi tetep aja dengan outfit saya yang seperti itu mengundang perhatian. Bukan hal negatif cuma jarang aja terjadi. Gak hanya nggeret rumah bermil mil ini ya rasanya jadi perhatian, waktu kami (aku dan Menik) backpacking keliling Amerika juga jadi perhatian. Perhatian yang ingin tahu, bukan negatif. Biasanya itu menjadi jalan pembuka buat kami untuk beramah tamah dan sering berakhir dengan saling ngobrol. Tak jarang kami akhirnya keep contact sampe sekarang.

  36. darnia said: emang kemping pas musim dingin gak brrrrrrrrrrrrrrr brrrrrrrrrrrrrrr apa, mbak?eh..kempingnya gak pake tenda ya? *norak* :”>

    Tetep brrrrrrr …. Ada juga yang pake tenda, tapi tendanya didisain khusus, ada bolongannya untuk tempat cerobong. Yang kali ini, kami kempingnya gak pake tenda tapi pake RV seperti yang ada di foto di atas.

  37. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    banyak kah imigran timteng di us mba evi ? pemerintah US welcome ya dgn imigran timteng yg notabene negara mrk bersebrangan.

  38. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    homaaaa.. bacanya kog kaya home ya.. benerbener itu homa, berasa jadi keluarganya membaca ini.. orang persia mirip orang aceh, ngajak makan tamu2nya.. kembang goyang wangi mawar.. udah ngerasa di lidah nih.. *jadi inget pangeran dastan.. :Dhebat nih memorinya ini kan udah 2 tahun lalu ya? masih suka kesana lagi?

  39. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    baru kenal tapi ramahe pol yo mbak…

  40. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    bengong, nyimak aja yaaaa

  41. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    mb, aku seneng ndelok foto lampu senthir-mu, ik …

  42. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    m’Evia kok nyalur, yaaa ..BAruuu aja kapan hari itu saya mbatin, “m’Evi kemana, ya? Jangan-jangan lagi ke Endonesah. Kok lama enggak nongol.”Eh, belum sempet dikirimin PM, postingannya udah nongol …

  43. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    Perjalanan Mbak Evie selalu bikin berdecak kagum dan iri #kapan yo anaz melu heheheNek ngene iki tertantang kerja di papua ajahSekalian mbolanggg

  44. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    Asyik banget! Selain bisa kemping dan nonton olimpiade musim dingin juga dapet sahabat baru. Dulu juga ada tetanggaku yang dari Iran, suami istri, ramah banget juga. Pas ketemu di walmart lihat kita gak bawa payung pas hujan besar, langsung nawarin berpayung bersama ke halte bus…he…he. Tiap ketemu di bus dlm perjalanan ke kampus, pasti ngobrol.

  45. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    Selama nggeret rumah mini bermil-mil, apakah sampeyan pernah mengalami kejadian – kejadian yg gak menyenangkan di tengah perjalanan?

  46. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    emang kemping pas musim dingin gak brrrrrrrrrrrrrrr brrrrrrrrrrrrrrr apa, mbak?eh..kempingnya gak pake tenda ya? *norak* :”>

  47. agamfat said: waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

    Itu yang sering aku denger juga dari orang orang Iran. Mereka gak takut dengan pemerintahnya. Aku inget wawancaranya jurnalis Amerika ke Ahmadinejad. Kurang lebih pertanyaannya mengenai kebebasan kaum perempuan Iran. Gak banyak ngomong, presiden Iran cuma nunjuk jurnalis lain (perempuan Iran) yang kebetulan ada di sana.

  48. rawins said: aku kapan yo bisa jalan jalan jauh kayak gitu…?mencukupkan diri dengan keramahtamahan ala jogja aja deh

    lha iku wis adoh nyebrang segoro. Aku durung tau lho ke Kalimantan. Pengen neng omah betang (bener yo jenenge, omah panjangnya orang Dayak?)

  49. waktu saya di Inggris, berteman dg beberapa orang Iran. kayaknya sih mereka ok, dan mereka bangga dg negaranya. berbeda dg beberapa teman malaysia saya, yg takut kalau pembicaraan akan sampai ke pihak kerajaan

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s