Rumah Mini | Gerobak Geret | RV

RV singkatan dari Recreational Vehicle. Saya biasa menyebutnya rumah mini (mini house) karena memang seperti rumah tapi dalam ukuran mini dan bisa dibawa kemana mana. Seperti halnya rumah, banyak sekali jenis RV tetapi masih bisa dibagi dalam dua kelompok besar.

Kelompok pertama disebut Motor Homes yang masih dipisahkan lagi dalam tiga kelas berdasarkan besar kecilnya. Kelas A persis seperti bis, gak punya hidung. Kelas B punya hidung dan besarnya seperti mobil van. Sedangkan kelas C punya hidung juga tapi lebih gede dari mobil van.

Contoh kelas A seperti ini:

Klas B contohnya seperti ini:

Klas C salah satu contohnya adalah ini:

Class B dengan class C bedanya apa? Class C lebih gede, udah mirip truk. Parkirnya juga gak bisa sembarangan, karena bodinya yang gendut. Beda dengan class B yang segede mobil van, parkir dimanapun gak masalah.

Kelompok kedua hmm … gak tau apa ya istilahnya, towable RV kali ya, yang maksudnya membutuhkan mobil untuk menggeret. Banyak banget jenisnya. Yang saya inget ada yang namanya fifth wheel trailer, pop-up trailers, truck campers, dll.

 

 

Advertisements

227 thoughts on “Rumah Mini | Gerobak Geret | RV

  1. fightforfreedom said: Omah minimu keren, sampe raiso komen, mbayangno sesuk ngabisin sisa umur pengen bisa jalan2 pake RV

    Mudah2an pas waktunya pensiun, infrastruktur di Indonesia sudah mendukung RV ya. Atau, mendisain sendiri aja dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mantap tho.

  2. myshant said: wah enak banget ya, teratur gitu, komplit fasilitas campgroundnyaasli baru tahu *ndeso*

    hahahahaha….
    aku yo ndeso, waktu suamiku beli RV, aku melongo takjub nanya ini itu. Dimana pipanya, dimana cara buangnya, pipa ini itu dimana. Belum lagi kalau lagi kemping, RVnya orang2 dipotoin. Ndeso tenan.

  3. pandakuning said: limun jahe tu kayak sirup jahe dikasi soda gt kah? seneng jg baca lima sekawan

    Bahasa inggrisnya ginger ale.
    Tapi ini tadi gugling di internet, kenapa jadi ginger beer ya, padahal lima sekawan kan di bawah umur.
    Gak mirip sirup jahe menurutku. Ginger ale ya maksudku. Masih enak wedang jahe.
    Kalau ginger beer, gak pernah nyobain.

  4. pandakuning said: fasilitas lampu jalan yg di suramadu aja dicuri orang kok, katanya sekarang gelapga kayak dulu ada lampu2nya

    walah….kok gitu ya.
    Tapi emang pas sedang dibangunpun juga sering terjadi pencurian. Emang susah deh, mental maling.

  5. enkoos said: Listriknya pake listrik biasa, ada colokan. Hampir setiap campground memiliki fasilitas lengkap untuk RV seperti colokan listrik (bukan genset), pipa air bersih, pipa air kotor (bekas cucian piring, bekas air mandi), dan pipa air kotor (buang air besar dan kecil)

    wah enak banget ya, teratur gitu, komplit fasilitas campgroundnya
    asli baru tahu *ndeso*

  6. naurazain said: ning,lapo yo ndek suroboyo jarang sing duwe RV koyok ngene,…mugo2 indonesia ndang akeh sing nyontoh yo ning, mergo larang yo ning šŸ™‚

    Yo mbuh yo kenopo.
    Nggawe dewe kan iso, wong pabrik karoseri yo wis akeh.

  7. iahsunshine28 said: enak kalo punya ini ya mba… bisa jalan2 sambil istirahat dimanapun šŸ™‚

    Betul sekali. Tapi gak bisa brenti sembarangan. Kudu di tempat yang memang boleh dipake parkir ama RV. Jadi klau mau istirahat ya musti lihat2 dulu.

  8. dphn04 said: waah…super lengkap juga biar mini…simbok tetep bisa ngebul dapurnya ya selama perjalanan

    Dapur tempat paling penting tuh. Kalau kemping segala macam dibawa. Dari wajan gede sampe cobek. Dari sambel sampe tempe.

  9. myshant said: kalau dipikir2, penataan ruangannya sangat efisien, bisa ditiru untuk rumah kecil ya mbakmirip orang jepang, kalau mau tidur baru gelar kasur, siangnya ruangannya bisa dipake’ untuk lain :)hal

    Efisien ya.
    Kalau RV jadul rata2 kayak gini. RV buatan sekarang, enggak kayak gini. Paling banter cuma digeser, bukan dilipat. Punyaku ini kan belinya bekas, buatan tahun 80’an.

  10. myshant said: ada showernya juga…..tanya lagi ya mbak, itu buangan air dari kamar mandi dan sink yg di dapur, lari kemana mbak ? šŸ™‚

    Ada tanknya.
    Biasanya di setiap campground menyediakan septic tank yang khusus untuk RV. Dibilang khusus karena ada colokan pipanya yang memang untuk pipanya RV. Kalau di campground gak ada septic tank, biasanya di beberapa pom bensin ada septic tank dan kita bisa buang disana.
    Itu salah satu servisnya pom bensin.

  11. myshant said: mb Ev…numpang tanya, ada kulkas dan oven segala, pake’ listriknya dari genset ?

    Listriknya pake listrik biasa, ada colokan. Hampir setiap campground memiliki fasilitas lengkap untuk RV seperti colokan listrik (bukan genset), pipa air bersih, pipa air kotor (bekas cucian piring, bekas air mandi), dan pipa air kotor (buang air besar dan kecil).
    Kalau punyaku ini, energinya selain dari listrik juga dari gas propane. Jadi kalau gak ada listrik bisa diswitch ke gas. Klau gak salah pake batere juga.

  12. myshant said: wooooo….iya….tadi abis liat poto no 9 trus disconnect, belum liat poto initernyata bisa ditinggiin, dan jadi RV…kereeenngak perlu pasang tenda yo mbak, bisa kemping kemana2 šŸ™‚

    Iya, gak perlu pasang tenda.
    Tapi ada juga trailer yang mirip tenda namanya pop up tent.

  13. sarahutami said: Jadi inget salah satu buku Robert Dahl, judulnya Danny, the world champion. CMIIW. Settingnya juga di rumah mini begini. Seru membayangkannya.

    Aku enggak tau filmnya. Gak hobi nonton. heheheheh…

  14. nonragil said: Kalau di sini, namanya Mobile-Home, mbak. Mertuaku punya mobile home begini, tapi nangkring aja di lahan yang beliau punya, dan di sinilah kami sering menghabiskan musim panas.

    Di sini juga banyak yang nangkring doang alias gak jalan kemana mana. Kalau kami bakalan bosen menetap di satu tempat.

  15. tintin1868 said: itu cobek emang selalu ada disini ya.. jadi ada cobek di rumah juga cobek di trailer?

    Enggak kok. Punya cobek cuma dua set. Dan dua2nya ditinggal di rumah. Kalau lagi kemping, cobeknya ikut diangkut.

  16. tintin1868 said: kog bisa kepleset kenapa? salju licin? diderek bayar ga?

    Jalannya licin. Saljunya leleh lantas udara dingin sehingga lelehan salju membeku membentuk air es. Diderek, ya bayarlah. Tapi sebelum diderek, diwawancara polisi.

  17. tianarief said: yang aku liat di film hollywood yg dibintangi robin williams, di camper van itu ada tangki penampungan tinja/urine. pemerintah setempat menyediakan lokasi pembuangannya, semacam septic tank. tinja tinggal dialirkan melalui pipa besar. dan dimasukkan ke septic tank itu. pekerjaan ini dilakukan sendiri (self service). šŸ˜€

    Yap betul sekali.
    Rata rata tempat kemping di sini menyediakan fasilitas dan infrastruktur untuk RV.

  18. subhanallahu said: bagus nih buat ambulan ya, ga ada ya di indo? atau pesan karoserinya kali ya….

    Kayaknya lebih bagus bikin sendiri di Indonesia, disesuaikan dengan kondisi jalanan di Indonesia dan budaya orang Indonesia.

  19. subhanallahu said: feses/urin ditampung atau langsung dibuang ke jalan? airnya ngisi dari rumah?

    Feses / urin ditampung terus nantinya dibuang di septic tank dunks. Kalau air, ngisi dari mana aja bisa. Di tempat kempingpun juga menyediakan air bersih.

  20. miapiyik said: Irma: ahahaha, sudah pernah Ir, tp kan karavan di TSI statis, cuma utk tidur thok,dan ga bisa digeret2 keliling desa samsek :)Mba Evia: betul, segitu jg lumayan, si gerobak udah belasan kali hilir mudik, km-nya udah banyak. Enaknya,RV 2nd 2rb$ mba, kalo bisa dikirim ke Ndepok, aku mauuu pesen 1 deh *khayal*

    Harganya emang murah, tapi kalau dikirim ke nDepok, bisa berlipat lipat karena ongkos kirimnya menetehen.

  21. penuhcinta said: Lake Michigan yang kalah gede dari Lake Superior aja udah segede bagong tuh. Gak keliatan loh tepian seberangnya. Suasananya benar-benar seperti laut. Apalagi kalau diChicago sengaja tuh diangkut pasir pantai beneran untuk bikin pantai buatan di tepian danaunya.

    Bagong bisa segede danau Michigan ya? hihihihihi…
    Berarti di pantai Chicago gak punya pasir ya? Di Duluth banyak pasir pantai. Kalau lagi summer, banyak yang berjemur di sana. Udah persis kayak pantai laut.

  22. penuhcinta said: Oh aku tahu, Febbie ngebayanginnya dari jarak waktunya, mbak. Padahal kalau jalan2 di sini lebih cepat dilalui karena bisa lewat interstate, jalanannya mulus gak pakai bolong2, gak ada macet kecuali kalau masuk ke dalam kota besarnya (saat jam padat). Jadi biar waktunya hampir sama, jarak yg ditempuh di sini bisa lebih jauh.

    Nah itu dia.
    Musti dilihat jarak dan waktunya juga.

  23. enkoos said: Ada ovennya segala

    kalau dipikir2, penataan ruangannya sangat efisien, bisa ditiru untuk rumah kecil ya mbak
    mirip orang jepang, kalau mau tidur baru gelar kasur, siangnya ruangannya bisa dipake’ untuk lain :)hal

  24. enkoos said: Hehehehehe…Asik kali ya, bisa dibawa ke Indonesia. Gak perlu rumah, bawa ini aja.

    wooooo….iya….tadi abis liat poto no 9 trus disconnect, belum liat poto ini
    ternyata bisa ditinggiin, dan jadi RV…kereeenn
    gak perlu pasang tenda yo mbak, bisa kemping kemana2 šŸ™‚

  25. enkoos said: Hehehehehe…Asik kali ya, bisa dibawa ke Indonesia. Gak perlu rumah, bawa ini aja.

    Jadi inget salah satu buku Robert Dahl, judulnya Danny, the world champion. CMIIW. Settingnya juga di rumah mini begini. Seru membayangkannya.

  26. enkoos said: Hehehehehe…Asik kali ya, bisa dibawa ke Indonesia. Gak perlu rumah, bawa ini aja.

    Kalau di sini, namanya Mobile-Home, mbak. Mertuaku punya mobile home begini, tapi nangkring aja di lahan yang beliau punya, dan di sinilah kami sering menghabiskan musim panas.

  27. subhanallahu said: feses/urin ditampung atau langsung dibuang ke jalan? airnya ngisi dari rumah?

    yang aku liat di film hollywood yg dibintangi robin williams, di camper van itu ada tangki penampungan tinja/urine. pemerintah setempat menyediakan lokasi pembuangannya, semacam septic tank. tinja tinggal dialirkan melalui pipa besar. dan dimasukkan ke septic tank itu. pekerjaan ini dilakukan sendiri (self service). šŸ˜€

  28. enkoos said: Cikar yo?Sik akeh tah cikar? aku golek ra nemu2.

    Irma: ahahaha, sudah pernah Ir, tp kan karavan di TSI statis, cuma utk tidur thok,dan ga bisa digeret2 keliling desa samsek šŸ™‚

    Mba Evia: betul, segitu jg lumayan, si gerobak udah belasan kali hilir mudik, km-nya udah banyak. Enaknya,RV 2nd 2rb$ mba, kalo bisa dikirim ke Ndepok, aku mauuu pesen 1 deh *khayal*

  29. enkoos said: Cikar yo?Sik akeh tah cikar? aku golek ra nemu2.

    Irma: ahahaha, sudah pernah Ir, tp kan karavan di TSI statis, cuma utk tidur thok,dan ga bisa digeret2 keliling desa samsek šŸ™‚

    Mba Evia: betul, segitu jg lumayan, si gerobak udah belasan kali hilir mudik, km-nya udah banyak. Enaknya,RV 2nd 2rb$ mba, kalo bisa dikirim ke Ndepok, aku mauuu pesen 1 deh *khayal*

  30. enkoos said: Boro boro gudang, wong kalau nganggur gitu dipake buat ngungsi tidur kalau lagi bosen tidur di kamar. hahahahaha….

    huahahaha.. asiknyaaa
    brasa kemping yaaaaaa
    *hayo.. buat variasi yaaaa… menik ditinggal di rumah kan…. opsssss*

  31. penuhcinta said: Oh aku tahu, Febbie ngebayanginnya dari jarak waktunya, mbak. Padahal kalau jalan2 di sini lebih cepat dilalui karena bisa lewat interstate, jalanannya mulus gak pakai bolong2, gak ada macet kecuali kalau masuk ke dalam kota besarnya (saat jam padat). Jadi biar waktunya hampir sama, jarak yg ditempuh di sini bisa lebih jauh.

    yupe2, bener bangettttt….
    kl diitung km nya sekitar jakarta bali?

  32. penuhcinta said: Iyooo… hi..hi…makanya nanti numpang sama Yu Kusminah aja deh. Sum bayar pake album rekaman..ha…ha..ha.

    kwkwkwwkkwkwkwkw……
    Aku udah puas sama yang ini. Makin sering ngeliat RV RV yang lain, makin gak mau ganti. Soalnya ini kompak dan efisien. Sekarang mana ada yang efisien kayak gini? Udah pada gede2, gak ada yang model folding2an. Ini kan bisa dinaik turunkan.

    Ntar bawa van aja, tidurnya di van pake sleeping bag. Bawa kompor buat masak. POdo ae tho. hihihihihih…

  33. enkoos said: Saking gedenya jadi seperti laut. Suasananya juga kayak laut kan, ada burung camar, ada kapal2 besar, banyak karang di pinggir pantai.

    Lake Michigan yang kalah gede dari Lake Superior aja udah segede bagong tuh. Gak keliatan loh tepian seberangnya. Suasananya benar-benar seperti laut. Apalagi kalau diChicago sengaja tuh diangkut pasir pantai beneran untuk bikin pantai buatan di tepian danaunya.

  34. tintin1868 said: ini kaya di posting di rumah sebelah ya mbak?itu yang kelas A kebanyak yang punya penyanyi terkenal yang suka show keliling gitu ya?

    Iya, diposting di sebelah juga. Ini tadi diposting buat nunjukin ke Shanti, anaknya kan demen truk.
    Wah gak ngerti juga ya, penyanyi terkenal pada demen ini apa enggak. Jarang ngikutin kehidupan penyanyi terkenal. Hehehehehehe….

  35. penuhcinta said: Laut? Danau kaliiii. Saking gedenya jadi koyo laut ya mbak?

    Saking gedenya jadi seperti laut. Suasananya juga kayak laut kan, ada burung camar, ada kapal2 besar, banyak karang di pinggir pantai.

  36. enkoos said: Kalau dihitung jaraknya, lebih jauh dari Jakarta Semarang. Duluth – Carbondale jaraknya 754 miles (setara 1.213 kilometer). Jakarta Semarang berapa kilometer? Gak ada separonya kalau gak salah ya?

    Oh aku tahu, Febbie ngebayanginnya dari jarak waktunya, mbak. Padahal kalau jalan2 di sini lebih cepat dilalui karena bisa lewat interstate, jalanannya mulus gak pakai bolong2, gak ada macet kecuali kalau masuk ke dalam kota besarnya (saat jam padat). Jadi biar waktunya hampir sama, jarak yg ditempuh di sini bisa lebih jauh.

  37. rirhikyu said: ic ic.. mayan jd gudang… wkwkwkwkwk (*ngidam punya gudang di rumah tp blum kesampekan)

    Boro boro gudang, wong kalau nganggur gitu dipake buat ngungsi tidur kalau lagi bosen tidur di kamar. hahahahaha….

  38. rirhikyu said: hmmm sekitar jakarta semarang en lebih jauh lagi šŸ™‚

    Kalau dihitung jaraknya, lebih jauh dari Jakarta Semarang.
    Duluth – Carbondale jaraknya 754 miles (setara 1.213 kilometer). Jakarta Semarang berapa kilometer? Gak ada separonya kalau gak salah ya?

  39. ida22 said: aku dari dulu ingin sekali ngerasain naik mobil seperti ini untuk berpeteualang.. huhuhuhu

    Asik emang ya, serasa bertualang meskipun fasilitasnya lebih komplit ketimbang bertenda.

  40. enkoos said: Ada lighthouse, ada padang, ada laut, ada tempat piknik, ada limun jahe. xixixixixi…sering berkabut pulak. wahhhhhhhhh.

    limun jahe ama roti sandwich… makanan andalan mereka kalo piknik. pikniknya sambil naik caravan lagi… oh lala….

  41. intan0812 said: Pelem lama ituh.. Cerita ttg anjing san bernard ..Walah manggilnya intan aja kan aku lebih junior atuh…Kapan mudik kita ke pasaman barengan yukkkk

    Kebiasaan, ngikut yang lain. hahahahah…
    Wah tahun 2010 aku udah ke Sumbar.

  42. penuhcinta said: Jauuuhhh…ha…ha… 13 jam (non stop) dari nDale ke nDuluth, sama kayak dari rumahku ke Florida kemarin yang makan waktu dua hari satu malam (perjalanan tidak non-stop).

    hmmm sekitar jakarta semarang en lebih jauh lagi šŸ™‚

  43. enkoos said: O iya ya, musti beli yang jenis motor homes. Kalau beli trailer yang towable, musti beli mobil yang bisa buat nggeret.

    aku dari dulu ingin sekali ngerasain naik mobil seperti ini untuk berpeteualang.. huhuhuhu

  44. enkoos said: O iya ya, musti beli yang jenis motor homes. Kalau beli trailer yang towable, musti beli mobil yang bisa buat nggeret.

    Iyo, itu maksudku mbak. Kan bukan SUV atau truk. Kalau kebelet mau nyobain juga, ya paling sewa.

  45. rirhikyu said: jarak kalian b2 jauh ya?

    Jauuuhhh…ha…ha… 13 jam (non stop) dari nDale ke nDuluth, sama kayak dari rumahku ke Florida kemarin yang makan waktu dua hari satu malam (perjalanan tidak non-stop).

  46. penuhcinta said: Tapi kan mobilku sedan, jd mau gak mau musti beli yang bukan geret…toh?

    O iya ya, musti beli yang jenis motor homes. Kalau beli trailer yang towable, musti beli mobil yang bisa buat nggeret.

  47. penuhcinta said: Loh, lebih murah dr mobil sedan bekas. Masih bagus gak, mbak? Maksudku mesinnya gitu, rewel gak? Apa perlu direparasi dulu? Tapi kan mobilku sedan, jd mau gak mau musti beli yang bukan geret…toh?

    Punyaku ini bukan motor homes, gak ada mesinya. Jadi musti digeret mobil.
    Kondisinya bagus. Direparasi dikit2, kayak benerin pipanya, pasang heater yang lebih baik supaya bisa bertahan di kondisi winter yang gila gila’an.

  48. enkoos said: Aku juga demen Lima Sekawan. Itu cerita nancep banget. Dan asiknya lagi, kotaku Duluth suasananya mirip banget dengan suasana di tempatnya Lima Sekawan.

    walah.. tambah mupeng aku mbak…..

  49. intan0812 said: Duh jd pengen ke amriki, jalan2 pake caravan… Pelem beethoven 2 kalau ga salah ceritanya jalan2 pake caravan yakkk

    Aku kok belum tahu ya film beethoven 2.
    Iya uni Intan, di sini banyak caravan. Bisa nyewa.

  50. dieend18 said: jadi inget novel2 lima sekawan yg suka cerita tentang mobil caravan… dulu waktu kecil pas baca novel itu rasanya pengeeen bgt naik caravan.. sampe skr juga masih pengen seeh…

    Aku juga demen Lima Sekawan. Itu cerita nancep banget. Dan asiknya lagi, kotaku Duluth suasananya mirip banget dengan suasana di tempatnya Lima Sekawan.

  51. penuhcinta said: Hi….hi… lah cuma mimpi kok Ar. Ini mau ketemuan aja belum jadi-jadi sama mbak Evi. Gimana mau keliling Ngamrikih? Hi…hi…hi.

    Mimpi juga setengah do’a lho.
    Wis tak dongakno lah Ir, semoga terkabul.

  52. enkoos said: Amiinnnnnnnnnn. Tak doa’in semoga terkabul yo Sum.Gimana kalau beli RV yang second? Tau gak Sum, kami beli RV ini cuma USD2ribu. Bensinnya kalau dibandingkan dengan biaya hotel, biaya makan, tentunya lebih irit pake ini Sum.

    Loh, lebih murah dr mobil sedan bekas. Masih bagus gak, mbak? Maksudku mesinnya gitu, rewel gak? Apa perlu direparasi dulu?

    Tapi kan mobilku sedan, jd mau gak mau musti beli yang bukan geret…toh?

  53. miapiyik said: Aduuuh,aku pengen nyoba naek karavan, belum pernah seumur2 mba Ev. Paling si gerobak tua disulap jd rumah2an kalo mudik ke Banyumas :), dikasih bantal guling+bekel rantang isi timbel

    Eh nyulap gerobak tua jadi rumah2an juga kerenlah Mia.
    AKu juga pernah seperti itu. malah bawa sepeda segala. Mobilnya jenis van, bagian belakang kursi2nya dicopot. Kalau malam buat tidur, pasang sleeping bag.

  54. penuhcinta said: Pengen juga nyewa RV, tapi ngeper duluan ngebayangin bensinnya…hi…hi. Kan maunya jalan2 keliling dari timur ke barat, semua state deh. Mimpi lo ini.

    Duh jd pengen ke amriki, jalan2 pake caravan… Pelem beethoven 2 kalau ga salah ceritanya jalan2 pake caravan yakkk

  55. penuhcinta said: Pengen juga nyewa RV, tapi ngeper duluan ngebayangin bensinnya…hi…hi. Kan maunya jalan2 keliling dari timur ke barat, semua state deh. Mimpi lo ini.

    jadi inget novel2 lima sekawan yg suka cerita tentang mobil caravan… dulu waktu kecil pas baca novel itu rasanya pengeeen bgt naik caravan.. sampe skr juga masih pengen seeh…

  56. penuhcinta said: Pengen juga nyewa RV, tapi ngeper duluan ngebayangin bensinnya…hi…hi. Kan maunya jalan2 keliling dari timur ke barat, semua state deh. Mimpi lo ini.

    Amiinnnnnnnnnn. Tak doa’in semoga terkabul yo Sum.
    Gimana kalau beli RV yang second?
    Tau gak Sum, kami beli RV ini cuma USD2ribu.

    Bensinnya kalau dibandingkan dengan biaya hotel, biaya makan, tentunya lebih irit pake ini Sum.

  57. miapiyik said: Aduuuh,aku pengen nyoba naek karavan, belum pernah seumur2 mba Ev. Paling si gerobak tua disulap jd rumah2an kalo mudik ke Banyumas :), dikasih bantal guling+bekel rantang isi timbel

    Mbak Mia, kalo gak salah, di Taman Safari Cipanas ada lo penyewaan RV, buat nginep aja tapinya di dalam wilayah Taman Safarinya.

  58. penuhcinta said: Mbak, coba belajar nyetir sambil geret RVnya, terus ajak Sum keliling Ngamrikih naik ini pas KSB lagi dinas luar kota…hi…hi.

    Hihihihihihi… iya yah. Asik kali ya.
    Cari yang klas C ajah. Males kalau geret2.

  59. itsmearni said: banyak bener…kayaknya semua orang disana punya RV ya

    Enggak sih.
    Yang semua orang punya di sini adalah sepeda dan perahu. Kalau RV, banyak tapi gak semua. Tapi sekarang lebih populer karena ekonomi lagi anjlog. Karena kan rekreasi pake ini lebih murah ketimbang perjalanan pake pesawat, belum hotelnya.

  60. penuhcinta said: Mbak, coba belajar nyetir sambil geret RVnya, terus ajak Sum keliling Ngamrikih naik ini pas KSB lagi dinas luar kota…hi…hi.

    Aduuuh,aku pengen nyoba naek karavan, belum pernah seumur2 mba Ev. Paling si gerobak tua disulap jd rumah2an kalo mudik ke Banyumas :), dikasih bantal guling+bekel rantang isi timbel

  61. penuhcinta said: Mbak, coba belajar nyetir sambil geret RVnya, terus ajak Sum keliling Ngamrikih naik ini pas KSB lagi dinas luar kota…hi…hi.

    Pengen juga nyewa RV, tapi ngeper duluan ngebayangin bensinnya…hi…hi. Kan maunya jalan2 keliling dari timur ke barat, semua state deh. Mimpi lo ini.

  62. itsmearni said: waaaaaaa makin mantabjadinya tempat tidur bisa 2

    Tiga dunks. Ditambah punya si Menik kan. Secara teknis memang bisa muat 6 orang. Tapi kalau pengen lega, tiga orang mah cukup. Lebih dari itu, sesak. hahahahah…

  63. itsmearni said: asik bener bisa tidur disinimau ah nemenin menik disini

    Hehehehehe…
    Kalau waktunya bangun, ya kudu bangun. Gak bisa males2an, soalnya kan kudu nyiapin makanan. Tempatnya sempit euy. Ruang pergerakan terbatas.

  64. rirhikyu said: disana bisa disewa yapengalaman banget bisa pergi2 naek RV, disini? hehehehe.. yg ada jadi oven kayaknya di dalem nya šŸ™‚

    Ada persewaan RV.
    Kan ada ACnya tho Feb. SEbaliknya kalau lagi winter, ada heaternya.
    Pengalamanku waktu kemping pas winter, bisa bertahan di suhu -10 F (setara dengan -23 C).

  65. myshant said: itu yg digandeng di belakang, isinya apaan ? bisa dimasukin sambil nunduk ?

    Ya itu yang namanya RV. Di belakang mobil kan?
    Kalau lagi jalan, direndahin supaya gak berat. Ntar kalau udah nyampe tempat dan kita kemping, baru dinaikkan. Fotonya ada di nomer 10.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s