[Mudik 2008] – Rute dan perkiraan biaya menjelajah Sulawesi

Surabaya – Makassar – Tana Toraja – Poso – Ampana – Togean – Ampana – Palu – Surabaya

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan tentang perjalanan yang pernah saya lakukan. Banyak yang sudah diceritakan di jurnal MP, tapi banyak juga yang belum. MPnya sekarang dah bangkrut dan postingan2 saya pindahin ke WP.

Yang akan saya ceritakan sekarang ini adalah tentang jalur dan cara perginya karena cerita tentang pengalaman pengalamannya banyak di jurnal saya meskipun masih banyak yang belum ditulis. Saya mulai cerita dari yang paling inget, yaitu perjalanan menjelajahi pulau Sulawesi tahun 2008. Surabaya – Makassar naik kapal laut, perjalanan 36 jam dengan kapal DLU (Dharma Lautan Utama). Jauh lebih murah ketimbang kapal PELNI. Bertiga satu kamar 820ribu. Situsnya Dharma Lautan Utama: www.dluonline.co.id

Karena nyampe Makassar hampir tengah malam, kami menginap di hotel. Kebetulan sekali ada hotel di depan pelabuhan, cukup jalan kaki 5 menit nyampe deh. Nama hotelnya “hotel Agus.” Bangunan hotelnya kecil, terdiri dari tiga lantai. Kamar kamarnya di lantai dua dan tiga. Sedangkan lantai dasar untuk travel. Sewa kamarnya murah, 160ribu semalam. Meskipun murah, kamarnya bersih.

1. Hotel Agus, lokasinya persis di depan pelabuhan kapal laut.

1. Hotel Agus, lokasinya persis di depan pelabuhan kapal laut.

Besok paginya, kami berangkat menuju Rantepao, Tana Toraja dengan naik bis Litha. Ini bis yang direkomendasikan sahabat saya. Beberapa kali ke Tana Toraja naik bis Litha, gak mengecewakan. Bisnya keren, nyaman dan pelayanannya memuaskan. Kami berangkat dari kantor bis Litha. Ongkosnya sekitar 100ribu. Ada beberapa kali pemberangkatan baik itu bis AC maupun non AC. Sayangnya, bis Litha gak ada situsnya, kalau membutuhkan informasi lebih detil silakan hubungi alamat kantornya:
Jl Gunung Merapi 135, Makassar Tlp +62.411.324.847, 311.055

Dalam perjalanan Makassar – Rantepao yang ditempuh selama 7 – 8 jam, bis berhenti sebanyak tiga kali. Yang pertama di daerah yang gak jauh dari Makassar. Lupa saya namanya. Belanja cemilan. Kalap deh. *Tukang makan*. Yang kedua di rumah makan Mallusetasi di Kupa Barru.

2. Papan nama rumah makan Mallusetasi.

2. Papan nama rumah makan Mallusetasi.

Rumah makannya bersih, toiletnya banyakkkk dan bersih. Setiap kali ada yang keluar dari toilet, langsung ada seorang ibu yang masuk untuk membersihkan. Yang ketiga di sebuah rumah makan yang jaraknya beberapa jam dari Rantepao.

Rantepao kota kecil. Kemana mana cukup jalan kaki atau naik betor *becak bermotor*. Gak ada becak onthel karena kontur tanahnya berbukit bukit. Kasihan tukang becaknya, bisa gempor. Eh salah deng, dulu tahun 1999 saya berdua Menik pernah ke sana. Becaknya imut. Jauh lebih imut dibanding becak Surabaya, makanya Menik gaya pol, pengen naik becak sendirian. Duduknya di tengah dan pake merentangkan tangan.

Itu dulu waktu Menik masih umur 4 tahun. Kecil kecil dah kokehan polah. Sayang saya gak punya fotonya. Sebetulnya banyak tapi hard disk jatuh ke lantai, data datanya gak bisa diakses sehingga foto foto dari tahun 2000 musnah termasuk foto foto becak di Rantepao.

Selama di Rantepao, kami menginap di Monton guesthouse yang dikelola oleh Pak Panubak dan anak mantunya. Ceritanya ada di sini: Monton Guest House. Sewa kamarnya murah, semalam 75ribu sudah termasuk sarapan. Kalau lagi musim, dapet gratisan minuman khas Torajapun seperti jus tamarilo alias jus terong belande. Karena dikelola keluarga, suasananyapun kekeluargaan. Gak jarang saya masuk dapur mereka untuk bikin sarapan sendiri. Pada hari ke sekian, pak Panubak mengundang kami untuk mencicipi makanan khas Toraja yaitu pa’piong. Sayang sekali kami harus pergi sehingga enggak bisa memenuhi undangan tersebut.

Di Rantepao, kegiatan yang kami lakukan adalah trekking, menonton upacara kematian Rambu Solo’, white water rafting di dua sungai yaitu Maiting dan Sa’dan. Cerita raftingnya ada di jurnal ini: Arung Jeram di Salu Maiting & Salu Sa’dan. Yang berminat untuk mengikuti kegiatan adat dan petualangan di Toraja bisa menghubungi sahabat saya, Agustinus Lamba di Indo Sella : www.sellatours.com

Dari Rantepao kami menuju ke Ampana dengan menyewa mobil. Lupa berapa sewanya. Berangkat pagi sekitar jam 9. Berhenti di Palopo – masih di Sulawesi Selatan – untuk makan siang di rumah makan Ulu Bale Laut. Makanannya murah murah lah mbokkkk. Foto nomer 3 s/d 7.

Lanjut perjalanan, eh di tengah jalan banyak buah rambutan digantung di depan rumah penduduk. Rupanya sedang musim rambutan. Satu ikat 8ribu saja. Sikat bleh tanpa tawar menawar. Belum jauh berjalan, eh ada durian juga. 😛
Gotong tiga biji dan digantung di depan mobil.

Hari sudah gelap ketika kami memasuki seputaran danau Poso – udah di Sulawesi Tengah nih. Saat memasuki kota Pendolo – salah satu kota di pinggir danau Poso – kami berhenti untuk melapor di pos polisi. Ini prosedur standar karena Pendolo gak jauh dari Poso yang sempet terjadi kerusuhan. Selesai melapor, kami ubek ubek nyari penginapan. Kotanya sejuk dan sepi. Dapet deh penginapan di pinggir danau, namanya hotel Mulia. Model dangau berdinding anyaman bambu. Bersih. Gak ada listrik. Lagi lagi saya lupa berapa sewa kamarnya per malam. Yang jelas murah banget, karena sepi.

Kami makan malam keluar hotel karena hotelnya gak ada restoran. Untung gak jauh dari hotelnya ada warung makan jual pangsit mi ayam, nasi rames, nasi rawon. Duren yang kami beli di perjalanan kami serbu malam itu, kecuali KSB yang gak ikut ikutan.

Besok paginya kami main main sebentar di danau sebelum melanjutkan perjalanan. Siangnya kami berhenti di Tentena untuk makan siang. Selesai makan siang, lanjut perjalanan, eh… ketemu air terjun Saluopa. Berhenti sejenak buat jebur jebur dan berfoto foto.

Lanjut lagi dan berhenti untuk makan malam di rumah makan ikan laut Pangkep. Namanya rumah makan, tapi kondisinya gak beda dengan warung. Ikannya segar segar.

14. Rumah makan Pangkep.

14. Rumah makan Pangkep.

Selama kami dalam perjalanan dari Rantepao ke Ampana, hampir selalu makan ikan. Masih segar dan murah pula. Rata rata sekali makan gak sampe 100ribu untuk berenam. Itu sudah kenyang sekali. Satu orang satu ikan yang gede plus bonus sup udah termasuk minum, lalap, sambel, kobokan 😛

Lanjut. Beberapa jam menjelang Ampana, ada jembatan putus. Kata banyak orang, daerah tersebut memang langganan banjir. Air pasang dari laut sehingga sungainya naik dan sering menghancurkan jembatan. Hari sudah gelap pula. Untung ada pemandu di jalan yang memang sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut. Dengan dipandu bapak pemandu tersebut, mobil kami perlahan berjalan melewati daratan bersungai deras. Kalau salah arah bisa kejeblos dan hanyut. Wassalam deh.
Alhamdulillah kami akhirnya berhasil melewati arung jeram daratan dan tak lupa memberi uang jasa ke pak pemandu.

Kami tiba di Ampana malam hari. Kudu ubek2 kota dulu untuk cari penginapan dan Alhamdulillah dapat yang murah, namanya Marina Cottage. Sewa kamarnya 100ribu semalam, kalau gak salah sudah termasuk sarapan. Kalau gak salah lho. Saya gak yakin, soalnya sudah lama.

Seusai sarapan keesokan paginya, kami meluncur ke pelabuhan untuk menuju ke kepulauan Togean.

18. Pelabuhan laut Ampana.

18. Pelabuhan laut Ampana.

Karena kapalnya berangkat agak siang, saya beli nasi bungkus di warung terdekat untuk bekal makan siang.

19. Warung nasi di pelabuhan Ampana.

19. Warung nasi di pelabuhan Ampana.

Jadwal kapal:
Ampana – Wakai *nama pelabuhan di kepulauan Togean*: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Minggu, Sabtu.
Wakai – Ampana: Kamis, Minggu, Selasa, Sabtu.
Harga tiket kapal per orang: 40ribu.
Perjalanan: sekitar 5 jam.

20. Harga tiket kapal Ampana - Wakai.

20. Harga tiket kapal Ampana – Wakai.

Sebetulnya untuk menuju Togean selain melalui Ampana juga bisa melalui Gorontalo. Yang lewat Gorontalo hanya seminggu sekali dan pelayarannya semalam karena lebih jauh.

Lanjut.
Dari Wakai kami menuju ke Kadidiri, salah satu pulau yang ada resornya. Di Kadidiri ada 3 resor yaitu Kadidiri resort, Black Marlin dan Pondok Lestari. Kami menginap di Kadidiri Paradise Resort yang sewanya 250ribu per orang, sudah termasuk makan 3x. Servicenya jelek. Pegawainya dimintai tolong ogah ogahan. Pemiliknya kurang ramah. Kami makan ikan hanya di hari pertama. Hari hari selanjutnya makan daging, kalau gak daging ayam ya daging sapi. Tinggal di pulau dikelilingi laut tapi makannya ayam dan sapi, resor yang aneh. Banyak pohon kelapa di sekitar pulau, minta tolong ambilkan kelapa muda aja gak mau. Akhirnya suamiku manjat pohon sendiri. Tapi karena gak ngerti mana yang kelapa muda, jadinya dapet yang dagingnya tua. Di tiga resor tersebut juga ada persewaan alat menyelam.

Beberapa hari di Togean, kami balik ke Ampana dan menginap semalam di hotel Oasis. Sewa kamarnya 150ribu semalam *kalau gak salah*. Di hotel Oasis ini ada pegawai namanya mas Dadang yang punya jaringan luas. Bisa mencarikan transportasi ke Palu, informasi keberangkatan kapal ke Togean sampe tiket pesawat Palu – Surabaya. Pelayanannya top.

Keesokan harinya kami berangkat ke Palu naik mobil travel. Ongkosnya per orang (kalau gak salah) 100ribu. Mobilnya L300. Lumayan lega.

21. Travel Ampana - Palu yang mengangkut kami.

21. Travel Ampana – Palu yang mengangkut kami.

Karena kami berlima dianggap memenuhi kuota, mobil langsung berangkat tanpa ada tambahan penumpang. Serasa carter mobil deh. Di perjalanan kami berhenti sekali di warung makan. Lupa nama tempatnya. Yang jelas, makan ikan. Puas puas deh makan ikan laut segar nan murah. Kalau lagi musim jagung, setiap warung di daerah situ menyediakan binte biluhuta, makanan khas Gorontalo. Semacam sup jagung dengan ikan tuna asap dengan taburan daun kemangi segar. Rasanya seger dan wangi.

Hari sudah malam ketika kami tiba di kota Palu. Ubek ubek cari penginapan, ketemu hotel Wisata. Lumayan murah tapi pegawainya jutek. Saya lupa waktu itu komplen mengenai apa. Kalau gak salah air panasnya gak jalan. (haduh dari tadi kalau gak salah melulu, maklum ya udah 4 tahun yang lalu). Kapok dah nginep sana lagi.

22. Hotel Wisata di Palu.

22. Hotel Wisata di Palu.

Kami makan malam di restoran Manado. Ada tumis daun pepaya dan bunga pepaya,  Ada mi cakalang. Sedapppppp.

Pesawat berangkat sore jadi kami masih bisa ubek ubek kota Palu. Ada kerajinan kayu hitam dan bawang goreng Palu yang sangat terkenal. Bawang merahnya kecil kecil dan gorengannya renyah.

26. Salah satu toko bawang goreng di Palu.

26. Salah satu toko bawang goreng di Palu.

Salah satu yang unik di kota Palu adalah angkotnya. Kalau penumpangnya sedikit, ditanyain tujuannya kemana dan diantarlah kita ke sana. Waktu kami ke bandara juga naik angkot. Diantar sampe depan terminal dengan biaya angkot, bukan biaya carter. Wah asikkkk.

Harga harga yang tertulis di atas adalah harga tahun 2008.

Sekian. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Advertisements

141 thoughts on “[Mudik 2008] – Rute dan perkiraan biaya menjelajah Sulawesi

  1. enkoos said: Ooo gitu ya.Rata2 warung makan ikan di sana, ada embel2nya Pangkep. Tadinya aku pikir itu nama warung, ternyata nama tempat ya.

    iyyes mbak..
    kayak nama wilayah gt..

    Kayaknya pangkep itu setelah Barru deh,,
    apa maros??
    heheheheee

  2. myelectricaldiary said: tau gak singkatan dari SOP Saudara?Saya Orang Pangkep SODARA. Nah, konon kabare, sop ini emang asal muasalnya dari pangkep..

    Ooo gitu ya.
    Rata2 warung makan ikan di sana, ada embel2nya Pangkep. Tadinya aku pikir itu nama warung, ternyata nama tempat ya.

  3. chikupunya said: mantaaap, mbakyu :D! nice inpoh. Noted ^^#btw, sudah lama nih ndak mampir en nge-empi

    dan saya juga lama belum balas emailnya. maap. Banyak yang pengen diceritakan. hahahaha… Insya Allah kalau ada waktu luang ya Chiku, saya balas emailnya.
    Eh, akhirnya Arif menghubungi saya. Ini sedang berbalas pantun di facebook. Panjang panjang. Podo seneng ngoceh. hahahaha…

  4. tintin1868 said: bubur manado juga pake bayam mbak.. bayam kangkung labukuning jagung singkong ubi jedi, apalagi ya.. bumbunya garam-lengkuas-sereh-salam-daunjeruk, utuh-utuh..

    tau gak singkatan dari SOP Saudara?
    Saya Orang Pangkep SODARA. Nah, konon kabare, sop ini emang asal muasalnya dari pangkep..

  5. tintin1868 said: bubur manado juga pake bayam mbak.. bayam kangkung labukuning jagung singkong ubi jedi, apalagi ya.. bumbunya garam-lengkuas-sereh-salam-daunjeruk, utuh-utuh..

    hahahahahaa
    kesihan kalau ada org yg ditabrak..
    bisa bengkak2 badannya ;-D

  6. tintin1868 said: bubur manado juga pake bayam mbak.. bayam kangkung labukuning jagung singkong ubi jedi, apalagi ya.. bumbunya garam-lengkuas-sereh-salam-daunjeruk, utuh-utuh..

    mantaaap, mbakyu :D! nice inpoh. Noted ^^
    #btw, sudah lama nih ndak mampir en nge-empi

  7. tintin1868 said: bubur manado juga pake bayam mbak.. bayam kangkung labukuning jagung singkong ubi jedi, apalagi ya.. bumbunya garam-lengkuas-sereh-salam-daunjeruk, utuh-utuh..

    hmmmm … slruppp enakkk.
    dimana sama peyek sedap.

  8. enkoos said: oalaaaa… bubur manado itu pake daun gedi tho, kirain pake daun bayam. Aku belum pernah ngincipin yang otentik, jadi enggak tahu. Sayur gondok, hahahahah… itu makanan khas dari mana? Sulawesi juga? enak?

    sayur gondok itu lebih mirip bobor, tapi kelapanya tidak diperes deh, dicampur gitu saja.. iya makanan sulawesi utara.. ku tahunya daun jedi/gedi ini cuma ada di sulawesi utara.. tapi bisa tumbuh kog kalu ditanam di jkt.. di rumah mama semarang nanam daun jedi loh.. jadi pagar gitu.. tinggal petik kalu mo bikin tinutuan..

    bubur manado juga pake bayam mbak.. bayam kangkung labukuning jagung singkong ubi jedi, apalagi ya.. bumbunya garam-lengkuas-sereh-salam-daunjeruk, utuh-utuh..

  9. tintin1868 said: nulisnya daun gedi.. agak berlendir.. mirip daun ganja bentuknya sih.. biasanya dicampur di tinutuan [bubur manado] dan bikin bubur manadonya lebih lengket gitu.. biasanya daun ini buat bikin sayur yondok.. mamaku bilangnya sayur gondok.. 😀

    oalaaaa… bubur manado itu pake daun gedi tho, kirain pake daun bayam. Aku belum pernah ngincipin yang otentik, jadi enggak tahu.

    Sayur gondok, hahahahah… itu makanan khas dari mana? Sulawesi juga? enak?

  10. tintin1868 said: ku malah ga pengen ke sulawesi.. kering, hahaha.. l

    Tergantung daerahnya kali Tin. Di daerah pinggiran salu Sa’dan, tempatnya subur. Mimpinya suamiku ya, tinggal di sana dengan menggunakan aliran air sebagai sumber energi dan melakukan sesuatu untuk komunitas di sana. Seperti pelatihan atau jadi guru buat anak2. Kondisi sekolahnya menyedihkan, listrik gak ada padahal sumber melimpah.

    Iya si Wallace menulis tentang Sulawesi, ada disebut sebut ama Yunus di bukunya.

  11. enkoos said: apa itu daun jedi?aku bela2in gugling, belum ketemu.

    nulisnya daun gedi.. agak berlendir.. mirip daun ganja bentuknya sih.. biasanya dicampur di tinutuan [bubur manado] dan bikin bubur manadonya lebih lengket gitu..

    biasanya daun ini buat bikin sayur yondok.. mamaku bilangnya sayur gondok.. 😀

  12. enkoos said: Ah iya, aku inget Tintin lama di Sulawesi ya. Menjelajah kemana mana di semua provinsi di Sulawesi kan ya?Sulawesi keren sekali ya Tin. Kami pengen pensiun di Sulawesi lho. Suamiku cinta banget ama Sulawesi.

    ku malah ga pengen ke sulawesi.. kering, hahaha.. lebih milih papua dan maluku ato nusa tenggara deh..
    cuma uniknya sulawesi, binatangnya lain dari yang lain.. anoa, burung maleo, rangkong, babi rusa, tikus mata belo.. seperti wallace yang teliti itu..

  13. enkoos said: oalaaaaa… ternyata pake panorama. Kok bisa nyasar ya?

    ga jelas juga kenapa bisa gitu.. enaknya pake panorama jadi ga banyak jendela dan lebih cepat..

    *baru "ngeh" itu nyasar buat komennya antung yang antri di bbm.. orang2 pada parno.. padahal kalimantan kan negri minyak..

  14. tintin1868 said: iya mirip.. tapi kebanyak orang bilang coto makasar itu daging, sop sodara itu ayam.. sebenernya bumbunya sama saja sih.. banyak rempahnya..

    Kalau pah piong bumbunya apa aja Tin?
    Enggak pake darah kan?

  15. tintin1868 said: bahasa bugis-makasar..ku kan esde disitu mbak, dulunya masih ujung pandang..

    Ah iya, aku inget Tintin lama di Sulawesi ya. Menjelajah kemana mana di semua provinsi di Sulawesi kan ya?
    Sulawesi keren sekali ya Tin. Kami pengen pensiun di Sulawesi lho. Suamiku cinta banget ama Sulawesi.

  16. enkoos said: namanya lucu ya, ini gugling nyari penampakannya. Mirip coto makasar ya sepertinya?

    iya mirip.. tapi kebanyak orang bilang coto makasar itu daging, sop sodara itu ayam.. sebenernya bumbunya sama saja sih.. banyak rempahnya..

  17. enkoos said: Sop sodara yang bening itu ya?Kalau emang iya, sepertinya itu sop wajib di warung2 makan Pangkep ya. Selalu ada dan musti mendampingi meskipun kita gak pesen. Rasanya seger, enakkk, slruppp.

    bukan mbak, kuahnya kental kayak coto, dimakannya pakai bandeng bakar
    kalau kuah bening itu kayak kuah sop.
    di makassar kata suami saya ga bisa makan garingan kayak di jawa
    pernah makan di warung sea food makassar yg jual orang surabaya. lalapannya diseduh air panas dulu trus dapat bonus kuah ^ ^

  18. nonragil said: Belum dapat info dari mas Yunus, mbak. Cuma dia bilang, mencoba kontak temennya yang di Alor, tapi mas Yunusnya masih di Sulawesi. Iya, katanya pemilik Petite Kepa temannya mas Yunus. Sip….mbak, nanti kalau dapat infonya, aku kabari.

    hahaha keren tuh bempernya…

  19. nonragil said: Belum dapat info dari mas Yunus, mbak. Cuma dia bilang, mencoba kontak temennya yang di Alor, tapi mas Yunusnya masih di Sulawesi. Iya, katanya pemilik Petite Kepa temannya mas Yunus. Sip….mbak, nanti kalau dapat infonya, aku kabari.

    Makasih yo.

  20. aniadami said: Kok ga sekalian ke sulawesi tenggara mba, kampungku:-)Oya, nanya dnk mba. Kalo ke tator, susah nyari makanan halal ga mba? Pengen ke tator

    sulawesi tenggara berarti mencar, karena ini rutenya ke utara. Tadinya mau pulang lewat Gorontalo, tapi jadwal kapalnya gak pasti. Kami di sana cuma 3 minggu. Mepet sekali.

    Ke Tator Insya Allah gak susah kok nyari makanan halal.

  21. penuhcinta said: Mbak, empat tahun yg lalu masih inget ya bagus lo. Aku dong, perjalanan tahun kemaren aja udah lupa…hua…ha…ha.

    Lha ini sambil ngerpek catetan Sum. Notesnya aja udah gak karu2an. Sampulnya brodol, halamannya banyak yang tertekuk tekuk. Ada bercak2 bumbu pecel lah, bumbu satelah, wis kumplit sekali.

  22. indev said: Klo saya cuma sempat menjelajah gorontalo ajah.Itu juga karena ada proyek disana selama 1bulan. Tapi kebanyakan jalan"nya daripada kerjanya. 😀

    Padahal Gorontalo – Togean deket tuh. cuma nyebrang semalam udah nyampe.

  23. wib711 said: waktunya kudu panjang yah….wah, kudu persiapan cuti panjang kalo gini…

    Tiga minggu panjang ya?
    Soalnya jalan darat. Kalau lewat udara, lebih cepet. Tapi kalau lewat udara, banyak yang diskip. Sayang juga.

  24. enkoos said: Yunus punya info di Alor?Katanya pemilik resortnya temennya Yunus. Aku juga nunggu infonya yah? kabar2i kalau ada perkembangan.

    Belum dapat info dari mas Yunus, mbak. Cuma dia bilang, mencoba kontak temennya yang di Alor, tapi mas Yunusnya masih di Sulawesi. Iya, katanya pemilik Petite Kepa temannya mas Yunus. Sip….mbak, nanti kalau dapat infonya, aku kabari.

  25. myshant said: kreaatippp…yg di mubil dan gak doyan duren, jadi gak mabok :)mba, aku tadi baca, perjalanan sewa mubil ini pake’ supir gak mbak ? atau nyetir sendiri ?

    Pake supir. Kalau enggak, gimana ngembaliinnya Shan wong kami gak kembali ke Rantepao. Kami dianterin cuma sampe Ampana. Nyebrang ke Togean gak perlu sewa mobil kan. Balik lagi ke Ampana, kotanya kecil gak perlu mobil. Kemana mana jalan kaki. Dari Ampana ke Palu naik L300.

  26. miapiyik said: Bener2 perlu fisik kuat jalan2 sampe toraja, salut dan makasih infonya mba Evia. Semoga harga2nya belum naik terlalu banyak krn bbm naik dll 🙂

    Mudah2an ya.
    Sebetulnya tripku ini masih kemahalan karena sewa mobilnya kemahalan.

  27. tintin1868 said: menurutku ya.. daripada baca narasi diatas.. nulis dibawah gambar saja mbak.. jadi bisa ngikutin cerita dari gambarnya..

    Masalahnya, gak semuanya ada foto2nya.

    Makanya narasinya aku tulis keterangan "foto nomer sekian sekian"

    Tadinya malah mau aku postingkan di jurnal dan foto2nya disisipkan. Tapi ntar jadinya malah panjang skali.

  28. ummuyusuf24 said: sop sodara enaaaak sekaliiiiiiinomor 2 setelah coto makassarnomor 3 konro ^ ^

    Sop sodara yang bening itu ya?
    Kalau emang iya, sepertinya itu sop wajib di warung2 makan Pangkep ya. Selalu ada dan musti mendampingi meskipun kita gak pesen. Rasanya seger, enakkk, slruppp.

  29. ohtrie said: Thats why I called you "Nenekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk….!!!"Dah bawel, pelupa lagihh…malah sekarang kerjaanne nginjeni brondonggg… huuuuu

    Hua…ha…ha…*ngakak kenceng sampe konde copooot*

    Brondong itu kan cuma selingan Cuu…. sambil ngunyah sirih iseng2 ngintip brondong.

  30. nonragil said: Hahahahaha, onok ae akale. Aku tadi pas baca, mikir, apa nggok keliyengan bau durian di dalam mobil, tibake…..

    Hahahahah…..
    aku yang suka durian aja gak seneng baunya. Pusing Len.

  31. srisariningdiyah said: eh aku juga sebenernya masih ada oret2an biaya perjalanan keliling sulawesi, kayaknya pernah diposting tapi lupa di notes apa jurnal hihihihi

    tahun piro mbak?
    kalau di jurnal, bisa dikasih tag. Tapi kalau di notes, wassalam deh. hihihihi…

  32. ohtrie said: Totalin anggaran berapa duit n perjalanan berapa hari mbak…o_O

    Perjalanan seminggu bisa, sebulan juga bisa.
    Duit sejuta bisa, 3 juta juga bisa. Terserah mau yang mana. Makin dikit budgetnya, berarti kudu makin legowo nginep di mana saja.

  33. nonragil said: Mas Ahmad Yunus, mbak, temennya mbak Evia, beliau kontakku di FB. Iya, mbak tempat-tempat cantik kudu segera booking. Suamiku sih ngajaknya langsung ke Alor, nyari penginapan di sana, tapi aku masih mikir-mikir krn bawa 2 kurcacis, makanya pilihan lain, jatuh ke Sulawesi.

    Yunus punya info di Alor?
    Katanya pemilik resortnya temennya Yunus. Aku juga nunggu infonya yah? kabar2i kalau ada perkembangan.

  34. penuhcinta said: Mbak, empat tahun yg lalu masih inget ya bagus lo. Aku dong, perjalanan tahun kemaren aja udah lupa…hua…ha…ha.

    Thats why I called you "Nenekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk….!!!"

    Dah bawel, pelupa lagihh…
    malah sekarang kerjaanne nginjeni brondonggg… huuuuu

  35. enkoos said: Udah berapa kali naiknya mbak?

    Klo saya cuma sempat menjelajah gorontalo ajah.
    Itu juga karena ada proyek disana selama 1bulan. Tapi kebanyakan jalan"nya daripada kerjanya. 😀

  36. enkoos said: Udah berapa kali naiknya mbak?

    kreaatippp…yg di mubil dan gak doyan duren, jadi gak mabok 🙂
    mba, aku tadi baca, perjalanan sewa mubil ini pake’ supir gak mbak ? atau nyetir sendiri ?

  37. enkoos said: Udah berapa kali naiknya mbak?

    Bener2 perlu fisik kuat jalan2 sampe toraja, salut dan makasih infonya mba Evia. Semoga harga2nya belum naik terlalu banyak krn bbm naik dll 🙂

  38. enkoos said: Sama sama Len.mas Yunus sopo maksute? Kalau gitu aku kudu booking cepet2an ya? Atau kalau ada pilihan lain, rumah penduduk misalnya.

    Mas Ahmad Yunus, mbak, temennya mbak Evia, beliau kontakku di FB. Iya, mbak tempat-tempat cantik kudu segera booking. Suamiku sih ngajaknya langsung ke Alor, nyari penginapan di sana, tapi aku masih mikir-mikir krn bawa 2 kurcacis, makanya pilihan lain, jatuh ke Sulawesi.

  39. nonragil said: Mbak Evia….makasih ya buat informasinya, kemungkinan kami akan ke Sulawesi, karena yang ke Alor batal, karena penginapan Petite Kepa penuh sampai bulan Agustun. Kecuali ada penginapan yang lain, aku lagi nunggu jawaban dari mas Yunus, kalo memang nggak ada, maka balik ke Sulawesi.

    Sama sama Len.
    mas Yunus sopo maksute? Kalau gitu aku kudu booking cepet2an ya? Atau kalau ada pilihan lain, rumah penduduk misalnya.

  40. rengganiez said: sejak itu BBM dah naik beberapa kali, mestine pada naik semua yahh

    Mbak Evia….makasih ya buat informasinya, kemungkinan kami akan ke Sulawesi, karena yang ke Alor batal, karena penginapan Petite Kepa penuh sampai bulan Agustun. Kecuali ada penginapan yang lain, aku lagi nunggu jawaban dari mas Yunus, kalo memang nggak ada, maka balik ke Sulawesi.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s