Memburu rumah rumah tua

Beberapa waktu lalu saya memotret sejumlah rumah di sekitar tempat tinggal saya yang hasilnya bisa di lihat di album Kota berkabut. Hasil ngobrol ngobrol dengan mbok Sum di lapak tersebut membuat saya ingin merekam rumah rumah tua yang banyak bertebaran di Duluth.

Pretty house in Duluth

Setelah selesai dengan segala kerempongan dan mood memotret mulai datang, tadi sore saya berdua dengan Menik menyusur jalanan. Ada beberapa tempat yang sudah saya incer dari dulu. Dan sekaranglah saatnya untuk membidiknya.

O iya, semua rumah yang saya potret di sini bukan rumah saya. Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

Ada yang gak serius saya bidik, dipotret dari dalam mobil pas lagi jalan. Mau brenti udah males karena gerimis datang. Cerita selanjutnya ada di masing masing foto.

Advertisements

297 thoughts on “Memburu rumah rumah tua

  1. iahsunshine28 said: waktu difoto ini cuaca lagi panas gak mba? kayaknya disana selalu dingin ya? kayak di puncak, matahari terang tapi udara dingin… begitu gak mba? šŸ™‚

    Iya lagi panas, tapi lupa berapa derajat. Panasnya kering gak lembab, Beda dengan di Indonesia yang panas dan lembab sehingga lengket lengket di badan.
    Di sini memang selalu dingin, tapi pernah juga panas dan itu jarang sekali. Mungkin 2 – 3hari dalam setahun dan biasanya di musim panas.

  2. mmamir38 said: Di Amrik aja. Tapi jangan lupa minta izin tertulis dari yang punya rumah!

    Wah kalau rumah rumah gini segen rasanya kalau mau jualan. Mending dikasihkan gratis aja ke pemilik rumah. Trus selama nomer rumahnya gak terlihat jelas dan nama jalannya juga gak nampak, kayaknya gak perlu minta ijin, kan ini motretnya dari jalan.

  3. beautterfly said: kalo ini pom bensin, berarti di bawahnya masih ada tangki bahan bakarnya duooong?

    Dulunya iya. Tapi sekarang udah enggak. Dipake nyimpen persediaan es krim. Aku tahunya kalau dipake nyimpen persediaan es krim, karena pegawainya pernah ngerong lewat jalan besar sambil bawa tentengan es krim dalam wadah gedeeeee.

  4. beautterfly said: rumah mbak ev ini emang deket banget sama danau superior yah?berapa jam dari rumah?

    dueket sekaliiii. Lha wong Duluth itu di pinggir danau je.. Gak sampe jam jaman.
    Kalau dari rumahku, ngonthel sepeda cuma 15 menit dah nyampe danau.

  5. beautterfly said: ini mirip sama vila2 di Villa Istana Bunga di Parongpong, Bandung…tiap mau hiking ke curug, liwat vila2 yg bangunannya keren beginiii

    mungkin vila2nya peninggalan jaman Belanda ya.

  6. beautterfly said: nek wis ndelok awan ngene iki langsung kelingan kumbahan…hahahahha

    hahahaha … iyo bener banget.
    lha neng kene yo podo ae nek pas wayah summer. mepe memehan neng njobo ben ngirit listrik.

  7. debapirez said: kok warnanya agak beda dgn yg nomor 7 ya,mba?atau emang beda rumah?

    Yang nomer 7 dioprek habis2an Ded. Dibikin HDR (High Dynamic Range). Rumah yang sama kok ini. Yang di gambar ini tampak depan. Yang nomer 7 tampak samping agak ke depan.

  8. miapiyik said: penduduk asli Duluth nenek moyangnya apa imigran Eropa ya mba?rumah2nya beberapa bergaya sana… atau pas kebeneran aja mereka suka

    kalo dizoom, foto mba Evia yg ini, batanya kelihatan berwarna warni lho……

  9. miapiyik said: penduduk asli Duluth nenek moyangnya apa imigran Eropa ya mba?rumah2nya beberapa bergaya sana… atau pas kebeneran aja mereka suka

    Penduduk Amerika yang asli ya suku Indian. Selain itu pendatang. Orang orang kulit putih dari Eropa. Masing masing state ada mayoritas berasal dari satu atau beberapa negara.
    Seperti di Minnesota, mayoritasnya berasal dari Skandinavia karena iklimnya mirip. Jadi ya gak heran kalau bangunan2nya mirip dengan di Eropa.

  10. miapiyik said: ada bata ekspose, tp gradasi warnanya ngga ada seperti ini mbaatau aku belum nemu aja ya?disini bata-nya ada yg gading, orens, merah bata, kehijauan, cakep bener

    Aku ya belum pernah lihat batu bata yang warna warni. Tahunya warna merah doang.

  11. miapiyik said: dan enaknya jalan/tata kota dibuat kotak2 gitu ya mba,gampang cari alamat, cuma bilang : ketemunya South Grand sama 5th street, sampe dehkalo di Indonesia, udah nomer2 rumah ga teratur, jalannya juga mubeng2 kaya labirin.

    positifnya, bikin orang Indonesia jadi lebih sabar. hehehehehe …

  12. enkoos said: Lha ya itu, mirip rumah di negeri dongeng kan yang biasanya berasal dari Eropa.

    penduduk asli Duluth nenek moyangnya apa imigran Eropa ya mba?
    rumah2nya beberapa bergaya sana… atau pas kebeneran aja mereka suka

  13. enkoos said: Di Indonesia ada kan.

    ada bata ekspose, tp gradasi warnanya ngga ada seperti ini mba
    atau aku belum nemu aja ya?
    disini bata-nya ada yg gading, orens, merah bata, kehijauan, cakep bener

  14. miapiyik said: waaah, lapisan kayu-nya seperti rumah Bavariaunik ya, mengingatkan pada dongeng Hansel dan Gretel mba

    Lha ya itu, mirip rumah di negeri dongeng kan yang biasanya berasal dari Eropa.

  15. miapiyik said: mba Evia, aku mau tanya apakah memotret rumah rumah tersebut harus seijin sang empunya rumah?Pernah aku kagum 1/2 mati waktu lewatin Wilshire blvd 12 thn lalu, pengen foto rumah2 yang unik dan anggun dan tentunya ga ada di Jakartatetapi kawan2 mahasiswa ingetin, jangan ambil foto kalau tidak izin šŸ™‚

    indahnyaaaaaaaaaaa…sejuk ngliatnya

  16. miapiyik said: mba Evia, aku mau tanya apakah memotret rumah rumah tersebut harus seijin sang empunya rumah?Pernah aku kagum 1/2 mati waktu lewatin Wilshire blvd 12 thn lalu, pengen foto rumah2 yang unik dan anggun dan tentunya ga ada di Jakartatetapi kawan2 mahasiswa ingetin, jangan ambil foto kalau tidak izin šŸ™‚

    Pernah kejadian waktu temenku main ke Duluth. Kami berdua sama sama hobi motret. Suatu kali ngeliat ada rumah yang cakep sekali. Warnanya unik, biru tua. Sebelum motret, kami berdua ketok2 pintu. Sampe lamaaaa banget gak ada yang keluar. Kayaknya penghuninya lagi gak di rumah. Ya sudah, kami meneruskan motret tanpa ijin.

    Yang kita potret adalah bagian luar bangunan, dimana ada pedestrian dan jalan umum dan itu adalah public property. Aku rasa gak perlu minta ijin.

  17. penuhcinta said: Ya tergantung pemiliknya. Kalau ada yang lewat halamannya, terus dia gak suka dan ngusir tapi si pelanggar ini nekad, si pemilik rumah berhak nembak. Kenyataannya, kebanyakan kemungkinan besar akan memilih gak nembak kecuali merasa terancam, atau telepon 911 aja. Bukan di nDale, mbak…di Oklahoma. Jauh dr kantor polisi berarti desa kecil dan terpencil. Ini beritanya: http://abcnews.go.com/US/okla-woman-shoots-kills-intruder911-operators-shoot/story?id=15285605#.T7Lq2VJSWT8

    Barusan nonton videonya. Serem ya Sum. Yang ngedobrak pemabuk pula.
    Di tautan yang ada di berita itu juga dicantumkan kejadian serupa di Texas. Dispatchernya enggak membolehkan untuk menembak, tapi si penelepon gak mengindahkan. Lha piye yo wong terancam je.
    Beda state beda aturan.

  18. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    trus berkhayal, dindingnya dibuat dari campuran batu dan putih telur….

  19. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    dan enaknya jalan/tata kota dibuat kotak2 gitu ya mba,
    gampang cari alamat, cuma bilang : ketemunya South Grand sama 5th street, sampe deh
    kalo di Indonesia, udah nomer2 rumah ga teratur, jalannya juga mubeng2 kaya labirin.

  20. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    waaah, lapisan kayu-nya seperti rumah Bavaria
    unik ya, mengingatkan pada dongeng Hansel dan Gretel mba

  21. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    bata ekspose-nya kereeen, kepingin punya yg seperti itu bata-nya

  22. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    mengingatkanku pada Wonosobo-Parakan-Temanggung

  23. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    mba Evia, aku mau tanya apakah memotret rumah rumah tersebut harus seijin sang empunya rumah?
    Pernah aku kagum 1/2 mati waktu lewatin Wilshire blvd 12 thn lalu, pengen foto rumah2 yang unik dan anggun dan tentunya ga ada di Jakarta
    tetapi kawan2 mahasiswa ingetin, jangan ambil foto kalau tidak izin šŸ™‚

  24. nonragil said: Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

    Oh sampai sana ya? Memang di sini juga sempat heboh. Kebanyakan mendukung si ibu muda ini. Ya iya, wong ibu muda dan bayi. Ini pernyataan polisi: "You’re allowed to shoot an unauthorized person that is in your home. The law provides you the remedy, and sanctions the use of deadly force," Det. Dan Huff of the Blanchard police said.

  25. enkoos said: ooo berarti kalau kasus gawat.Itu kasus dimana? di nDale?Halaman belakang rumahku sering jadi tempat main anak2 tetangga. Namanya juga anak anak. Biarin aja. Tetangga depan rumah yang isinya mahasiswa thok halamannya sering dipake jalan pintas sama mahasiswa2 lain buat ke kampus. Lokasinya emang enak, dari halaman belakang bisa ndlujur ke depan, dan langsung ke jalan raya trus nyebrang ke kampus. Gak pake muter. Dipageri sih tapi ya pagar dari jalinan kawat yang gak berpintu. Trus kapan hari, di pagarnya ada tempelan tulisan "this is private property. No trespassing please"

    Ya tergantung pemiliknya. Kalau ada yang lewat halamannya, terus dia gak suka dan ngusir tapi si pelanggar ini nekad, si pemilik rumah berhak nembak. Kenyataannya, kebanyakan kemungkinan besar akan memilih gak nembak kecuali merasa terancam, atau telepon 911 aja.

    Bukan di nDale, mbak…di Oklahoma. Jauh dr kantor polisi berarti desa kecil dan terpencil. Ini beritanya:
    http://abcnews.go.com/US/okla-woman-shoots-kills-intruder911-operators-shoot/story?id=15285605#.T7Lq2VJSWT8

  26. penuhcinta said: Iya mbak. Namanya trespassing kan kuwi. Kalau kita masuk ke halamannya aja dan pemiliknya gak berkenan, mereka berhak nembak. Biasanya kasih peringatan dulu deh. Kasus terbaru, ada ibu muda, suaminya baru meninggal karena sakit. Dia punya anak bayi. Malam-malam rumahnya digedor orang, padahal di situ dia cuma berdua sama anaknya. Ternyata 2 pemuda mabok. Dia telepon 911, lah kantor polisnya jauh bow, jadi lama deh nyampenya. Sementara dia siap2 dengan pistol dan tanya boleh gak nembak. Kata dispatchernya: Mam, just do what you think is best to protect you and your baby. Jadi pengiyaan secara gak langsung tuh. Dua pemuda mendobrak masuk, si ibu muda menembak. Mati deh yang satu, yang satunya lagi kabur. Si Ibu gak dihukum, wong dua orang itu jelas trespassing.

    Berita ini sampai ke Prencong, lho, Ir. Aku jadi tahu, kalo di Amerika pemilik rumah boleh nembak utk keselamatan/perlindungan diri.

  27. penuhcinta said: Iya mbak. Namanya trespassing kan kuwi. Kalau kita masuk ke halamannya aja dan pemiliknya gak berkenan, mereka berhak nembak. Biasanya kasih peringatan dulu deh. Kasus terbaru, ada ibu muda, suaminya baru meninggal karena sakit. Dia punya anak bayi. Malam-malam rumahnya digedor orang, padahal di situ dia cuma berdua sama anaknya. Ternyata 2 pemuda mabok. Dia telepon 911, lah kantor polisnya jauh bow, jadi lama deh nyampenya. Sementara dia siap2 dengan pistol dan tanya boleh gak nembak. Kata dispatchernya: Mam, just do what you think is best to protect you and your baby. Jadi pengiyaan secara gak langsung tuh. Dua pemuda mendobrak masuk, si ibu muda menembak. Mati deh yang satu, yang satunya lagi kabur. Si Ibu gak dihukum, wong dua orang itu jelas trespassing.

    ooo berarti kalau kasus gawat.
    Itu kasus dimana? di nDale?

    Halaman belakang rumahku sering jadi tempat main anak2 tetangga. Namanya juga anak anak. Biarin aja. Tetangga depan rumah yang isinya mahasiswa thok halamannya sering dipake jalan pintas sama mahasiswa2 lain buat ke kampus. Lokasinya emang enak, dari halaman belakang bisa ndlujur ke depan, dan langsung ke jalan raya trus nyebrang ke kampus. Gak pake muter.

    Dipageri sih tapi ya pagar dari jalinan kawat yang gak berpintu.

    Trus kapan hari, di pagarnya ada tempelan tulisan "this is private property. No trespassing please"

  28. enkoos said: Heh?apa iya Sum?Boleh gitu nembak orang?

    Iya mbak. Namanya trespassing kan kuwi. Kalau kita masuk ke halamannya aja dan pemiliknya gak berkenan, mereka berhak nembak. Biasanya kasih peringatan dulu deh.

    Kasus terbaru, ada ibu muda, suaminya baru meninggal karena sakit. Dia punya anak bayi. Malam-malam rumahnya digedor orang, padahal di situ dia cuma berdua sama anaknya. Ternyata 2 pemuda mabok. Dia telepon 911, lah kantor polisnya jauh bow, jadi lama deh nyampenya. Sementara dia siap2 dengan pistol dan tanya boleh gak nembak. Kata dispatchernya: Mam, just do what you think is best to protect you and your baby. Jadi pengiyaan secara gak langsung tuh. Dua pemuda mendobrak masuk, si ibu muda menembak. Mati deh yang satu, yang satunya lagi kabur. Si Ibu gak dihukum, wong dua orang itu jelas trespassing.

  29. penuhcinta said: Kebanyakan gitu, di tempatku juga gak pake pager. Aman aja, soalnya di sini pemilik rumah juga boleh nembak orang yang masuk ke wilayah miliknya…he…he…he.

    Heh?
    apa iya Sum?
    Boleh gitu nembak orang?

  30. rembulanku said: piye mbak carane motret isa koyok ngene iki?iki teknis motret opo campur editing mbak?jian keereeeen tenan

    Seperti yang sudah aku tulis buat replynya mas Tian, tekniknya namanya HDR (High Dynamic Range).
    Jadi kita motret obyek yang sama persis sebanyak tiga kali dengan white balance yang berbeda, lantas digabung jadi satu.

    Banyak variasinya selain perbedaan white balance. Dan 3 shot itu minimal. Ada yang dibidik dengan exposure yang berbeda, dimulai dari paling terang, sedang2 dan gelap, kalau percobaanku ini dengan white balance yang berbeda. Pengen coba yang exposure berbeda tapi lagi gak bawa tripod. Harus shot yang sama persis. Kudu pake tripod. Miring dikiiiiit aja foto akan nampak berbeda dan kalau digabungkan saling numpuk.

    Penggunaan HDR ini kan maksudnya untuk menutupi kekurangan di beberapa segmen. Difoto terlalu terang, obyeknya keliatan terang tapi langitnya jadi puyeh. Difoto agak gelap, langitnya jadi bagus tapi obyeknya gelap. Difoto tengah2, obyek dan langit jadi flat. Untuk itu tiga tiganya digabung, langit dapet obyek juga dapet.

    Tiga fotonya seperti ini La:

  31. darnia said: rumah di Duluth ki ra kenal pager opo ya???

    Kebanyakan gitu, di tempatku juga gak pake pager. Aman aja, soalnya di sini pemilik rumah juga boleh nembak orang yang masuk ke wilayah miliknya…he…he…he.

  32. sarahutami said: Indah sekali. Saya suka mengkhayal. Tinggal di negeri cantik, bebas polusi. Sambil pake sweter dan sepatu boot. Duduk merenung di taman, sambil ngasih makan burung.

    Etapi, beneran Mbak Via, mengkhayal di negri 4 musim, sering membooster mood saya.*ngeyel* Kan rumput tetangga lebih hijauuuu. Hihihi. Sebenernya, suasananya yang gak bisa dituker sama negara tropis. Padahal kalo dah ngalamin winter, si Sarah ngeluuuh. Ya gak?

  33. sarahutami said: Indah sekali. Saya suka mengkhayal. Tinggal di negeri cantik, bebas polusi. Sambil pake sweter dan sepatu boot. Duduk merenung di taman, sambil ngasih makan burung.

    Di Indonesia banyak yang kayak gitu Sar. Coba aja ke desa desa di pegunungan.

  34. srisariningdiyah said: itu kog rumah2 bisa segede gaban dan bagus2 gitu… yang punya bahagia ndak yah…

    Ruman jaman dulu mbak Arie. Kadang masuk cagar budaya, gak boleh diutak atik sama sekali meskipun milik perorangan. Kadang ditinggali gak hanya satu keluarga, tapi beberapa keluarga.

    Yang punya bahagia atau enggak, mbuh yo belum pernah nanya. Aku tanyain po? hihihihih ….lalar gawe.

    Temennya Menik ada yang bertempat tinggal di kawasan termasuk elit, persis di pinggir danau. Rumahnya mau dijual soalnya pajaknya tinggi. Mau pindah ke tempat yang lebih murah. Ampe sekarang rumahnya belum laku2. Banyak sekali rumah di Duluth yang dijual. Banyak juga yang sampe lamaaaa banget gak laku laku.

  35. tintin1868 said: jadi pertanyaannya, rumahnya m.evia yang kaya apa sih?

    rumah tua juga, dibangun tahun 1919 kalau gak salah. Tua tapi gak gede gede amat. Pintunya yang banyak. 30an lebih kali. Dulu pernah ngitung tapi lupa lagi. Kalau para ponakan datang, pada seneng mainan petak umpet.

  36. rengganiez said: mbakkkk..sare….sare….ini ngalong kok sampe pagiii

    Indah sekali. Saya suka mengkhayal. Tinggal di negeri cantik, bebas polusi. Sambil pake sweter dan sepatu boot. Duduk merenung di taman, sambil ngasih makan burung.

  37. itsmearni said: sip sip dapat pengetahuan baru nihjadi rumah mb Evi nomor kecil apa udah 3 digit ke atas?

    4 digit, 2318.
    Rumahku patokannya susah karena persimpangan dengan nama jalan bukan angka. Yang satu East 8th Street, yang satunya College Street. Tapi kalau ngeliat peta, gak jauh dari rumahku bersilangan ama N 23th Ave. Keputus ama hutan kecil.

  38. itsmearni said: jalanannya lebar bangetdan mobil yang lewat hanya sedikitkapan ya Jakarta kayak gitu juga šŸ˜€

    Kan Duluth kota kecil Arni, penduduknya gak sampe 90ribu.
    Gak bisa dibandingin ama Jakarta yang kota gede.
    Bandingannya ya sama New York atau Chicago atau Los Angeles dan kota2 besar lainnya. Sama aja macetnya.

  39. sepunten said: kapan nih kopdar MPId disini… :)) btw pemandangan gini, ga dieffect instagram ae wis uaaapik…

    carter pesawat disik, opo carter kapal yo. heheheh…
    aku malah ra ngerti effect instagram ki dadine piye.

  40. rengganiez said: hemm dah panen belum yah jagung pas bulan Juli..kalo udah ya ntar metik jagung di kebon…lha kalo dari rumahku ke gardu pandang itu nurun ora munggah..nek seko ngomah yo kiro2 sejam-an..

    sejaman ki masuk jaman purba opo jaman batu?

  41. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis

    klo di sini udah di klakson tat tet tat tot tuh
    sambil diiringin teriakan makian dari pengemudi :-)))

  42. enkoos said: wah asike rek, ada jagung bakar. klau sepi, yo munggah dewe ae mbak karo nggowo cemilan. banyak yang jual makanan kalau bukan malam minggu?Aku kok malah pengen jagung bakar yoo.

    kapan nih kopdar MPId disini… :))

    btw pemandangan gini, ga dieffect instagram ae wis uaaapik…

  43. enkoos said: wah asike rek, ada jagung bakar. klau sepi, yo munggah dewe ae mbak karo nggowo cemilan. banyak yang jual makanan kalau bukan malam minggu?Aku kok malah pengen jagung bakar yoo.

    kayak lukisan lho ini…cakeeeppp…

  44. enkoos said: wah asike rek, ada jagung bakar. klau sepi, yo munggah dewe ae mbak karo nggowo cemilan. banyak yang jual makanan kalau bukan malam minggu?Aku kok malah pengen jagung bakar yoo.

    lutu lutuuuuu rumahnyaaa

  45. enkoos said: wah asike rek, ada jagung bakar. klau sepi, yo munggah dewe ae mbak karo nggowo cemilan. banyak yang jual makanan kalau bukan malam minggu?Aku kok malah pengen jagung bakar yoo.

    hemm dah panen belum yah jagung pas bulan Juli..kalo udah ya ntar metik jagung di kebon…

    lha kalo dari rumahku ke gardu pandang itu nurun ora munggah..nek seko ngomah yo kiro2 sejam-an..

  46. rengganiez said: sepiii…biasanya yang naik anak2 kuliahan…sambil nikmati jagung bakar gitu deh mbak..

    wah asike rek, ada jagung bakar.
    klau sepi, yo munggah dewe ae mbak karo nggowo cemilan. banyak yang jual makanan kalau bukan malam minggu?

    Aku kok malah pengen jagung bakar yoo.

  47. darnia said: tak pikir diincer buat dibeli XDnek kayak gini bakalan jadi "museum" gak sih, Mbak?

    Ih ogah punya rumah kayak gini. Ongkos perawatannya gak ku ku.
    Buat dilihat lihat aja, bukan buat dimiliki.
    Banyak rumah di Duluth yang masuk cagar budaya artinya gak boleh diutak atik meskipun dimiliki oleh perorangan.

  48. darnia said: eh…kok rak mudheng ya….gimana maksudnya, Mbak?

    Kebanyakan nomer rumahnya ratusan atau ribuan. Misalnya, 930 atau 2318 atau 1933. Nomer gede kan.
    Jaranggggg banget nomer rumah yang digitnya kecil seperti 17 atau 5 atau segitu deh.

    Tadinya aku pikir, jalannya panjang panjang soalnya nomer rumahnya ampe ribuan. Ternyata bukan begitu, tapi karena nomer rumah adalah penanda nama jalan juga.

  49. darnia said: nek rumah-rumah gini biasanya nongol di pilem-pilem yang tokoh utamanya remaja putri kaya, rambut pirang, mata biru, bapaknya pengacara sukses…– sounds ngiri yak —

    kebanyakan nonton sinetron ya Dan.

  50. darnia said: rumah di Duluth ki ra kenal pager opo ya???

    Rata2 rumah di Amerika gak pake pager. Kecuali di kota2 besar seperti New York dan Los Angeles. Udah bukan kota besar lagi, tapi megapolitan.

    Coba tanya Sum apakah rumah2 di nDale tak berpagar.

  51. penuhcinta said: Ini bangunan kuno juga, mbak? Lahan tanahnya termasuk sempit yo utk ukuran sini.

    Gak ngerti yo termasuk rumah tua atau enggak.
    Iya, tanahnya termasuk sempit. Kalau gak salah, penghuninya lebih dari satu keluarga. Kayak apartemen gitu.

  52. fightforfreedom said: Diibaratkan, jaman dulu belum ada mobil, yg ada cuma tempat naruh sapu terbang *ingat punya si sirik

    Hihihiihi …hayalan tingkat tinggi.
    Tapi memang bener cak Iwan, rata2 rumah tua di Duluth, garasinya di belakang rumah, masuk dari halaman belakang. Jadi jalannya itu ada di belakang rumah.
    Karena jaman dulu gak ada garasi. Dan membangun garasi itu baru baru ini aja setelah mobil mulai usum, sekitar awal 1900an. Dulu adanya kereta kuda.

  53. darnia said: eh…kok rak mudheng ya….gimana maksudnya, Mbak?

    Misalnya, alamat 1933 East 9th Street, berarti dekat dengan persimpangan 9th street di bagian timur dan 19th Ave.

    artinya rumah nomor 33 gitu..

  54. enkoos said: Itu sebabnya nomer rumah di Amerika besar besar. Awalnya saya bingung, kok gak ada rumah dengan nomer digit kecil seperti 1 atau 17. Ternyata itu mengacu ke nama jalannya.

    eh…kok rak mudheng ya….

    gimana maksudnya, Mbak?

  55. enkoos said: Berarti Gunungkidul ki neng ndukure Jogja yo?

    nek rumah-rumah gini biasanya nongol di pilem-pilem yang tokoh utamanya remaja putri kaya, rambut pirang, mata biru, bapaknya pengacara sukses…

    — sounds ngiri yak —

  56. penuhcinta said: Yak ampyuuunnn…. di tengah jalan? Gile, biasanya Sum cuma berani di trotoar, gak berani tengah jalan.

    jalannya sepi, jadi berani. Udah gitu mereka gak terganggu, malah cengar cengir. hihihihi….

    Kalau jalannya rame, yo gak wani Sum.

  57. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    Kayak white house deh.

  58. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    Iyo, iki apik…cottage house ya kalo gak salah model begini.

  59. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    Kaku sih ya lurus-lurus gitu aja, tapi aku suka aja tuh. Kayak rumah lego ya?

  60. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    iyaa..bener kata Menik…aduh ngecesss

  61. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    wuihhhhh…anget itu di dalem

  62. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    klo rumah ini ada di puncak bukit, jadinya seperti rumah yang di film Psycho…
    sereeemmmm

  63. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    wiwww.. koyo nang kartun… sayang e nek nang indonesia rumah tua ra dirawat, malah digusur

  64. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    apik yooo.

  65. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    itu bukitnya..kayak kalo dari Jogja ke Gunungkidul…naik ke bukit

  66. enkoos said: Ada yang serius saya bidik, maksudnya dipotret dengan posisi njengking di tengah jalan. Untungnya bukan jalan utama jadi gak ramai. Kalau ada mobil, mobilnya jalan pelan pelan dan menunggu saya dan Menik menyadari kalau ada mobil. Begitu kami menyadari kalau ada mobil di belakang kami, mereka dadah dadah sambil meringis.

    Yak ampyuuunnn…. di tengah jalan? Gile, biasanya Sum cuma berani di trotoar, gak berani tengah jalan.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s