[Love Journey] – Terkapar di Yosemite

Katanya, seorang dokter biasanya menginginkan anaknya mengikuti jejaknya menjadi seorang dokter. Seorang fotografer menginginkan anaknya kelak menjadi fotografer. Begitu juga seorang pemusik berharap anaknya kelak menjadi pemusik. Entahlah. Ini bukan survey ilmiah. Tak perlu diperdebatkan opini njeplak saya ini. Hanya pendapat pribadi berdasarkan pengamatan saya sehari hari.

***

25 Juni 2009.

Sesaat sebelum meninggalkan San Francisco tenggorokan saya mulai terasa gatal dan panas. Susah untuk menelan makanan. Pertanda khas kalau akan terserang flu. Blaik. Jatuh sakit dalam perjalanan sangat tidak nyaman. Kami meninggalkan San Francisco untuk melanjutkan perjalanan menuju Yosemite National Park. San Francisco dan Yosemite National Park adalah dua titik di antara sekian titik yang menjadi persinggahan kami dalam perjalanan backpacking keliling Amerika menyusuri jalur kereta api di musim panas 2009.

Yosemite National Park memiliki areal perkemahan yang begitu luas, sanggup menampung ratusan tenda. Tapi ini musim panas, musimnya liburan. Booking dari berbulan bulan sebelumnyapun masih juga gak dapat spot di Taman Nasional yang berada di negara bagian California ini. Saya akhirnya booking di perkemahan KOA yang berada di luar kawasan National Park. Untungnya di jalur KOA – National Park tersebut ada bis reguler sebanyak 6 kali per hari dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke National Park sekitar 1.5 jam.

Apa yang saya kuatirkan terjadi sudah. Di hari kedua keberadaan saya di Yosemite sakit saya semakin parah. Kepala saya bagaikan diberati batu berton ton. Tetapi saya masih nekat jalan jalan. Rasanya sayang sudah jauh jauh ke Yosemite tapi saya hanya ngejogrok aja di tenda. Dengan menenggak obat dan memaksakan tubuh untuk bergerak, saya bersama Menik pulang pergi ke Taman Nasional tersebut setiap hari selama kami berada di sana. Semaksimal mungkin saya menikmati Yosemite National Park meskipun harus menyeret langkah dan sesekali berhenti untuk berteduh. Kami berkeliling National Park yang luasnya amit amit jabang bayik dengan shuttle bus. Gratis karena fasilitas dari National Park. Kadang diselingi dengan berjalan kaki dan menyaksikan berbagai atraksi yang digelar di sana. Konon katanya luas National Park tersebut lebih dari 3ribu km persegi. Sekembalinya ke perkemahan setiap sorenya, badan saya ambruk. Meringkuk di tenda tanpa daya. Lapar dan lelah namun tak sanggup berbuat apa apa.

Menik yang waktu itu berusia 14 tahun cancut tali wondo menyiapkan makan malam. Di malam pertama sakitnya saya, simboknya ini dimasakkan sayur asem dengan lauk tahu goreng dan telor ceplok. Lengkap dengan nasi liwet yang masih hangat mengepul. Menik juga yang menyiapkan peralatan masak dan mencucinya setelah selesai. Menyiapkan obat untuk saya dan membersihkan tenda sebelum tidur. Esok paginya hingga dua hari setelahnya, masih ada tugas menantinya seperti menyiapkan sarapan dan membersihkan tenda plus juga mencuci baju.

DSC_0471edit

***

November 1997

Usianya baru saja melewati dua tahun. Saya rasa sudah waktunya untuk dilibatkan dalam perjalanan tak normal sang simbok. Ke Jawa Barat tujuan kami. Bukan perjalanan jauh yang pertama kali untuk Menik kecil. Yang terjauh sebelumnya adalah ke Bali dengan cara yang beradab. Terjauh dari Surabaya, karena kami bertempat tinggal di Surabaya. Menggunakan pesawat terbang menuju Bali dan menyewa mobil selama berkeliling pulau Bali.

Pilihan saya kali ini adalah ke Jawa Barat dan kami menggunakan bis malam menuju Bandung. Selama berada di Bandung dan sekitarnya saya sepenuhnya tergantung pada angkutan umum. Baik itu angkutan dalam kota maupun luar kota. Bahkan di satu kawasan kami menumpang angkutan pedesaan berbaur dengan para petani yang menyetorkan hasil buminya ke kota. Dasar si Menik memang masih imut, lucu dan grapyak. Dalam sekejab sudah bercanda akrab dengan para ibu petani yang usianya sebaya dengan simbahnya. Jalanan pedesaan yang ajrut ajrutan dan membuat semua penumpang berdansa dansi sambil memeluk bakulnya masing masing seirama dengan goyangan mobil yang berjibaku menghindari lubang di sana sini tidak membuat Menik tersiksa. Malah sebaliknya, Menik sangat menikmati sambil tertawa terkekeh kekeh.

Beberapa hari setelahnya saya memutuskan untuk mendaki gunung Tangkuban Perahu. Jaraknya tidak begitu jauh dari Bandung dan ada angkutan umum menuju Lembang, kota dimana gunung Tangkuban Perahu berada. Namun begitu untuk menjaga segala kemungkinan saya membawa ransel berisi baju ganti, jas hujan dan sekedar makanan. Menik kecil yang berada dalam fase sedang suka sukanya meniru tingkah orang dewasa terutama simboknya ini, ikut ikutan menenteng ranselnya. Bukan ransel serius tapi ransel kecil yang hanya bisa diisi botol minumnya.

Simbok: Udah, gak usah bawa ransel, cukup bunda aja yang bawa.
Menik: *menggeleng keras keras*.
Simbok: Lha nanti sampe di tujuan, bunda lagi yang bawa. Ini naik gunung lho. Ntar Menik palingan minta gendong.
Menik: Aku mau seperti bunda, bawa ransel juga.
Simbok: *mak nyessss*
Simbok: ya sudah, diisi air minum aja ya.

Dan berangkatlah kami berdua dengan naik angkutan umum menuju gunung Tangkuban Perahu. Sesampainya di kaki gunung, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri hutan cemara. Tak terasa cuaca mulai mendung. Gerimis mulai membayang dan saya bersiap siap mengenakan jas hujan. Pada saat memakaikan jas hujan, tiba tiba Menik mengulurkan kedua belah tangannya sambil berkata “bunda, a a ooo.” Yang ditanggapi simboknya dengan “welahhh.. tuh kan.”

*a a ooo adalah istilah Menik kecil untuk minta digendong*

Setelah memakai jas hujan, membopong ransel di belakang lantas saya raih Menik untuk digendong di depan. Perjalanan terasa sedikit berat dengan membopong Menik di depan dan ransel di belakang di tengah hujan gerimis. Tanpa berpikir panjang, sayapun mengacungkan jempol. Hitchhike.

Beberapa mobil lewat dan mengacuhkan kami. Dan akhirnya sebuah mobil sejenis Suzuki Carry melipir. Sepertinya berisi keluarga. Dan hupp, kamipun masuk. Melakukan perkenalan dan apa yang terjadi kawan? Keluarga tersebut ternyata berasal dari Surabaya dan nenek mereka adalah salah satu guru saya di SMA. Subhanallah! Perkenalan yang tak disangka sangka. Ngobrol ngalor ngidul dan sampailah kami di kawah Tangkuban Perahu. Mendadak gerimispun berhenti dan cuaca kembali cerah.

Menik kecil sangat menikmati pengalaman bertualang kecil kecilan seperti itu. Saya takjub. Semenjak itu petualangan demi petualangan kami lakukan berdua. Gak harus ke tempat jauh, kadang hanya di seputaran Jawa Timur dengan melakukan trekking jarak pendek. Puncaknya pada saat usianya menginjak 4 tahun. Kami melakukan perjalanan selama 3 minggu ke Sulawesi Selatan. Berangkat dari Surabaya dengan naik kapal laut yang ditempuh selama sehari semalam. Disambung dengan bis malam dari Makassar menuju Rantepao. Di tengah perjalanan bis terpaksa berhenti karena mesinnya terbakar. Menjelang Subuh kami baru tiba di Rantepao.

Selama di Sulawesi kami banyak melakukan hiking, bersepeda, trekking ke persawahan dan perbukitan secara kontur tanah di Toraja berbukit bukit.

Di Sulawesi pula Menik melakukan arung jeram untuk yang pertama kalinya, di usianya yang baru menginjak empat tahun. Pendapat saya, di bawah lima tahun adalah usia yang tepat karena urat takutnya belum tumbuh, selama dilakukan dengan mematuhi prosedur pengamanan yang ketat.

Dan ternyata dugaan saya benar. Tak tergambar rasa takut sedikitpun di wajahnya. Sepanjang pengarungan Menik minta duduk paling depan di dalam perahu. Terciprat air bukannya ketakutan tapi malah teriak kegirangan. Di saat tidak melakukan arung jeram, setiap kali makan mintanya duduk di perahu. Kebetulan kami menginap di rumah kawan yang seorang penggiat olah raga arung jeram. Di rumahnya banyak tersimpan perahu kayak maupun perahu karet. Di salah satu perahunya itulah Menik minta duduk sambil menikmati sarapan, makan siang dan makan malamnya.

Petualangan demi petualangan yang dilakoninya semenjak balita tanpa disadari telah membentuk karakternya. Harapan saya sebagai sang simbok sederhana saja, agar Menik mudah beradaptasi di segala situasi dan mampu bergaul dengan semua kalangan. Di perjalanan keliling Amerika tahun 2009 tersebut, Menik mampu menjadi partner perjalanan yang bisa diandalkan. Bahkan di satu titik dimana kami terpaksa harus menyewa mobil karena ketiadaan angkutan umum, Menik mampu menjadi navigator handal menemani simboknya yang konsentrasi di belakang kemudi.

Usianya kini 17 tahun. Untuk hadiah kelulusan SMAnya nanti, Menik minta untuk diijinkan keliling Amerika menyusuri jalur kereta, berdua saja dengan sahabatnya. Backpacking. Ini karena terinspirasi dengan perjalanan kami tahun 2009. Duhh … sanggupkah saya melepaskannya? Lha wong pergi ngamen dengan rombongan sekolahnya selama seminggu aja simboknya ini galau. Kebiasaan selama ini kemana mana selalu berdua.

16 Colorado Spring

***

Tulisan ini diikutkan dalam lomba menulis bertema perjalanan dengan unsur cinta yang digawangi oleh teman MPers Fatah dan Dieen di lapak ini

Salam petualang !! Merdeka !!
Advertisements

100 thoughts on “[Love Journey] – Terkapar di Yosemite

  1. myshant said: gara-gara mau baca postingan tentang K si juragan sushi, malah akhirnya baru nyadar, baru baca postingan yg inikeren buanget si Menik niy, keren lagi emaknya :)emang cinta travelling dan ndilalah karena ditularkan sejak bayi, Menik bertumbuh menjadi remaja yg juga menyukai travelling dan mandiri ya mbak ….jadi bentar lagi bakalan diijinin gak niy keliling US-nya ?

    makasih udah ikutan ya mbak Evia… πŸ™‚

  2. myshant said: gara-gara mau baca postingan tentang K si juragan sushi, malah akhirnya baru nyadar, baru baca postingan yg inikeren buanget si Menik niy, keren lagi emaknya :)emang cinta travelling dan ndilalah karena ditularkan sejak bayi, Menik bertumbuh menjadi remaja yg juga menyukai travelling dan mandiri ya mbak ….jadi bentar lagi bakalan diijinin gak niy keliling US-nya ?

    nggg … diijinkan sih tapi dengan beberapa syarat. Bila perlu simboknya pengen ikut. Nyengir aja si Menik waktu aku bilang mau ikut.

  3. beautyborneo said: menik keren..ehm..udah mo jalan-jalan tanpa emaknya ya..gimana rasanya mbak? mungkin dulu begitu juga perasaan ibunya Mbak Evia saat melepas mbak berpetualang..:)

    gara-gara mau baca postingan tentang K si juragan sushi, malah akhirnya baru nyadar, baru baca postingan yg inikeren buanget si Menik niy, keren lagi emaknya :)emang cinta travelling dan ndilalah karena ditularkan sejak bayi, Menik bertumbuh menjadi remaja yg juga menyukai travelling dan mandiri ya mbak ….jadi bentar lagi bakalan diijinin gak niy keliling US-nya ?

  4. beautyborneo said: menik keren..ehm..udah mo jalan-jalan tanpa emaknya ya..gimana rasanya mbak? mungkin dulu begitu juga perasaan ibunya Mbak Evia saat melepas mbak berpetualang..:)

    Hihihihihi …iya kali ya πŸ˜›

  5. mayamulyadi said: memang turunan simbok ya*mba evi mau adopsi anak ngga? aku mau deh πŸ˜€

    menik keren..ehm..udah mo jalan-jalan tanpa emaknya ya..gimana rasanya mbak? mungkin dulu begitu juga perasaan ibunya Mbak Evia saat melepas mbak berpetualang..:)

  6. mayamulyadi said: memang turunan simbok ya*mba evi mau adopsi anak ngga? aku mau deh πŸ˜€

    hihihihihih …adopsi fadhlan aja ya, bisa ditowel towel pipinya. Kalau yang gede diadopsi, ntar aku dtendyanggg sama pak Yadi.

  7. mayamulyadi said: keren, mba… akhirnya jadi tahu bagaimana cara mba evi mendidik menik.. bravo, maakkkk…menik, nanti kalo jadi halan2, jangan lupa pepotoan yaaaa…

    Kalau halan halan emang selalu bawa kamera. Udah mulai seneng menggeluti fotografi May.

  8. lafatah said: Aamiin… Mengingatkan saya pada senior di ACI, Mas Sukma. Dia bareng istrinya sama-sama doyan alam. Anaknya pun yang masih kecil sudah dikenalkan dengan petualangan di alam terbuka.Bisa ditengok catatan mereka di http://sukmadede.blogspot.com/

    Udah kesana. Keren ya kecil2 udah blusukan ke alam liar. Memang kalau pengen ngajak blusukan anak anak, sebaiknya dari kecil banget *sekitar setahun dua tahun*dimana daya eksplorasinya masih tinggi dan urat takutnya belum ada. Temenku malah rada nyleneh, baru juga melahirkan sebulan, udah kemping aja ama anaknya. Anaknya udah gede sekarang, umurnya udah 20 tahun lebih dan hobinya persis plek kayak emaknya.

  9. enkoos said: Amiin. Semoga ketemu jodoh yang sama sama suka bergaul dengan alam yo Tah, biar bisa membimbing anak sesuai kemauan dan hobi.

    keren, mba… akhirnya jadi tahu bagaimana cara mba evi mendidik menik.. bravo, maakkkk…menik, nanti kalo jadi halan2, jangan lupa pepotoan yaaaa…

  10. enkoos said: Amiin. Semoga ketemu jodoh yang sama sama suka bergaul dengan alam yo Tah, biar bisa membimbing anak sesuai kemauan dan hobi.

    Aamiin… Mengingatkan saya pada senior di ACI, Mas Sukma. Dia bareng istrinya sama-sama doyan alam. Anaknya pun yang masih kecil sudah dikenalkan dengan petualangan di alam terbuka.Bisa ditengok catatan mereka di http://sukmadede.blogspot.com/

  11. haniotto said: KAPOK! Mbok pikir mama ora ngono tah pikirane?? hahaha….Tambah ora karuan atine nek putune diajak mbambung pisan…wkwkwkwkwRelakan Menik…seperti mama mengikhlaskan dirimu…toh dikau baik2 saja kan. Akupun akan menghadapi situasi seperti dirimu kelak, melepas anak semata wayang mengikuti jejak kita. Gantian dirimu sing ngedem2 ke awakku yoo, … hehehe…

    wihh Menik hebat eeuuyyy..

  12. haniotto said: KAPOK! Mbok pikir mama ora ngono tah pikirane?? hahaha….Tambah ora karuan atine nek putune diajak mbambung pisan…wkwkwkwkwRelakan Menik…seperti mama mengikhlaskan dirimu…toh dikau baik2 saja kan. Akupun akan menghadapi situasi seperti dirimu kelak, melepas anak semata wayang mengikuti jejak kita. Gantian dirimu sing ngedem2 ke awakku yoo, … hehehe…

    Hehehehehe …Jane yo lilo mbak Hani, tapi sik mpot mpotan. Mungkin butuh 2 atau 3 tahun lagi. Sekar dilut ngkas kuwi.

  13. beautterfly said: huaaaa aku ngefans padamu, menik! Dan sangat ngefans padamu mba evia!Jadi tau perasaan simbok yg ditinggal anaknya ternyata gitu. Kaya’e ibuku biasa2 wae aku nglayap. Jangan2 ra diketokke kali ya?Melihat bodinya melalui layar hapeku yg sak uprit ini kayake nek suk ketemu. Aku bakalan kalah duwur ki karo menik. Bobote piro menik saiki?Btw, pernah kah kau memarahi or maybe membentak menik? Saat peristiwa apa? U can share if u want.. πŸ™‚

    Yo ngko nek wis ketemu komputer, ndeleng sing lego ben ketok jelas.Bobote piro yo? Ra tau takok, bocahe kuru. Nek perkoro nyeneni yo taulah. Jenenge bocah. Dari susah makan, pulang sekolah gak pada waktunya, macem2.

  14. moestoain said: tambahane kie gorong onok sing ngordinir…

    KAPOK! Mbok pikir mama ora ngono tah pikirane?? hahaha….Tambah ora karuan atine nek putune diajak mbambung pisan…wkwkwkwkwRelakan Menik…seperti mama mengikhlaskan dirimu…toh dikau baik2 saja kan. Akupun akan menghadapi situasi seperti dirimu kelak, melepas anak semata wayang mengikuti jejak kita. Gantian dirimu sing ngedem2 ke awakku yoo, … hehehe…

  15. moestoain said: tambahane kie gorong onok sing ngordinir…

    huaaaa aku ngefans padamu, menik! Dan sangat ngefans padamu mba evia!Jadi tau perasaan simbok yg ditinggal anaknya ternyata gitu. Kaya’e ibuku biasa2 wae aku nglayap. Jangan2 ra diketokke kali ya?Melihat bodinya melalui layar hapeku yg sak uprit ini kayake nek suk ketemu. Aku bakalan kalah duwur ki karo menik. Bobote piro menik saiki?Btw, pernah kah kau memarahi or maybe membentak menik? Saat peristiwa apa? U can share if u want.. πŸ™‚

  16. lafatah said: Bunda yang tangguh…Akan melahirkan anak yang tangguh pula.*jadi mupeng punya anak sendiri yang bisa diajak gaul ke alam* πŸ˜€

    Amiin. Semoga ketemu jodoh yang sama sama suka bergaul dengan alam yo Tah, biar bisa membimbing anak sesuai kemauan dan hobi.

  17. enkoos said: Horeeeee ..Persiapan kopdar neng Jombang piye Mus?

    Bunda yang tangguh…Akan melahirkan anak yang tangguh pula.*jadi mupeng punya anak sendiri yang bisa diajak gaul ke alam* πŸ˜€

  18. enkoos said: Horeeeee ..Persiapan kopdar neng Jombang piye Mus?

    wiih.. ayo Menik pasti bisa, mbok’e ojo menyek2 melow… pdhal aku ditinggal anak lanang 2hari aja blm bisa ihehehe

  19. penuhcinta said: Hi…hi…hi… terlalu galau kayaknya sampai lupa ngempih. *mumpung orangnya udah bobo, aku rasanin…nakal deh* Giliran Menik telepon, wuaduh senengnyaaaa! Dan Menik juga teleponnya tiap hari. Hubungannya kuat banget iki ibu-anak. Mungkin salah satunya ya karena sering berpetualang bersama itu ya.

    Belum bobo wekkkkk.

  20. lafatah said: Huooooohhhh… Emaknya keren. Sudah pasti harapannya, sang anak jauh lebih keren. Dalam hal beginian. TOP!

    Dan pada saat anaknya memiliki keinginan yang sama, emaknya galau. hahahahahaha…Maunya nginthil terus.

  21. nonragil said: Kisah perjalanan yg seru ama anak wedhok……Salute ama Menik.Ngakak, ngebayang’in mbak Evia galau, bakal ditinggal Menik keliling Amerika πŸ™‚

    Psstttt, malah ngakak di atas penderitaan diriku.Tendyanggg Helene ke Alor. *tambah seneng*

  22. tintin1868 said: kenapa judulnya terkapar di yosemite?

    Kan di perkemahan KOA Sum. Ada toko kecil yang menjual peralatan masak kecil2an. Sekedar telor dan mentega adalah. Lagian bumbu sayur asemnya pake bumbu instan. qeqeqeqeqe ….

  23. tintin1868 said: kenapa judulnya terkapar di yosemite?

    Semacam kilas baliklah.Dari terkaparnya diriku di Yosemite ada hikmah bahwa petualangan Menik sejak kecil membawa manfaat. Dan dari Yosemite pula cerita ini mengalir. Gitu lho.

  24. tintin1868 said: buah jatuh ga jauh dari pohonnya ya.. hebat hobi emak jadi hobi menik.. dan pinter pula masak liwet, sayurasem, tahu dan ceplok telor.. udah terlatih nih masak darurat..go go menik.. backpackeran ke indonesia juga dong..

    sayur asemnya pake bumbu instan. hahahahahaha ….backpacker di Indonesia, tentu dong. lha itu di atas udah diceritain kan.

  25. nonragil said: Lha….yg dirasani lagi ngobrol di rumahku, Ir, hahahahahaPastilah, Ir, ngeliat cerita Irma, gimana deketnya Imo ama Darrel ke Irma, siap-siap aja bakal galau satu hari nanti, krn ditinggal jalan, hihihihihihi

    Hadirrrrrr!!!Ih pantesan ketekku gatel, ternyata dirasani.

  26. penuhcinta said: Dan udah dibocorin banyak gini, orangnya gak nongol juga…hi…hi…hi. Iya mungkin ya mbak, aku belum pernah pisah lama sama mereka. Paling2 cuma ditinggal field trip yang lamanya sama dengan lama mereka di sekolah.

    Lha….yg dirasani lagi ngobrol di rumahku, Ir, hahahahahaPastilah, Ir, ngeliat cerita Irma, gimana deketnya Imo ama Darrel ke Irma, siap-siap aja bakal galau satu hari nanti, krn ditinggal jalan, hihihihihihi

  27. nonragil said: Wuakakakaka, dpt bocoran. Aku rasa, kedekatan Imo ama Darrel ke dirimu juga sama spt kedektan mbak Evia n Menik. Bedanya, dirimu belum pernah pisah ama 2 jagoan kamu, jadi belum ngerasa’in galau ditinggal d’ boys.

    Dan udah dibocorin banyak gini, orangnya gak nongol juga…hi…hi…hi. Iya mungkin ya mbak, aku belum pernah pisah lama sama mereka. Paling2 cuma ditinggal field trip yang lamanya sama dengan lama mereka di sekolah.

  28. penuhcinta said: Hi…hi…hi… terlalu galau kayaknya sampai lupa ngempih. *mumpung orangnya udah bobo, aku rasanin…nakal deh* Giliran Menik telepon, wuaduh senengnyaaaa! Dan Menik juga teleponnya tiap hari. Hubungannya kuat banget iki ibu-anak. Mungkin salah satunya ya karena sering berpetualang bersama itu ya.

    Wuakakakaka, dpt bocoran. Aku rasa, kedekatan Imo ama Darrel ke dirimu juga sama spt kedektan mbak Evia n Menik. Bedanya, dirimu belum pernah pisah ama 2 jagoan kamu, jadi belum ngerasa’in galau ditinggal d’ boys.

  29. nonragil said: Hahahahahaha, bakal ngempih terus kalo ditinggal Menik, tuh, Ir :)))))

    Hi…hi…hi… terlalu galau kayaknya sampai lupa ngempih. *mumpung orangnya udah bobo, aku rasanin…nakal deh* Giliran Menik telepon, wuaduh senengnyaaaa! Dan Menik juga teleponnya tiap hari. Hubungannya kuat banget iki ibu-anak. Mungkin salah satunya ya karena sering berpetualang bersama itu ya.

  30. nonragil said: Kisah perjalanan yg seru ama anak wedhok……Salute ama Menik.Ngakak, ngebayang’in mbak Evia galau, bakal ditinggal Menik keliling Amerika πŸ™‚

    Pssttt… ditinggal ke Seatlle aja jadi galau banget tuh mbak Evi…hi…hi…hi.

  31. enkoos said: Amiin. Menang gak menang yang penting ikut. Kebetulan topiknya sesuai selera jadi ya cocok.

    Huooooohhhh… Emaknya keren. Sudah pasti harapannya, sang anak jauh lebih keren. Dalam hal beginian. TOP!

  32. enkoos said: Eh pada merasa gak sih, kalau MP lelet?Ceklik inbox, kluwar kluwer melulu.

    Kisah perjalanan yg seru ama anak wedhok……Salute ama Menik.Ngakak, ngebayang’in mbak Evia galau, bakal ditinggal Menik keliling Amerika πŸ™‚

  33. enkoos said: Eh pada merasa gak sih, kalau MP lelet?Ceklik inbox, kluwar kluwer melulu.

    Kok bisa masak selengkap itu di hutan belantara? Ck..ck…ck.. aku aja di dapur rumah belum tentu bisa masak selengkap itu…hua…ha…ha…gubrax. Emang dasarnya aku malessss. Hebat bener Menik! Aku masih banyak takutnya kalau ngajak anak2 masih kecil. Capek dikit ya pasti minta gendong…emaknya kaki kanannya sengkle.

  34. enkoos said: Eh pada merasa gak sih, kalau MP lelet?Ceklik inbox, kluwar kluwer melulu.

    ku sih blom pernah nge”jempol” sendirian.. ga berani.. kalu ramerame dulu pernah sama manteman, naik truk dan kontainer..

  35. enkoos said: Eh pada merasa gak sih, kalau MP lelet?Ceklik inbox, kluwar kluwer melulu.

    kenapa judulnya terkapar di yosemite? padahal ceritanya menik nih.. keren ya ga disangka kalu nge”jempol” gitu ketemu temen sekampung..

  36. itsmearni said: mbuuuhhh…..mulpid khan emang gak jelas :-)))

    buah jatuh ga jauh dari pohonnya ya.. hebat hobi emak jadi hobi menik.. dan pinter pula masak liwet, sayurasem, tahu dan ceplok telor.. udah terlatih nih masak darurat..go go menik.. backpackeran ke indonesia juga dong..

  37. afriantodaud said: menik punya empe gak? :-)–semoga menang ya

    Dulu pernah punya. Tapi udah gak diurusin lagi, passwordnya pun udah lupa. Amiin. Menang gak menang yang penting ikut. Kebetulan topiknya sesuai selera jadi ya cocok.

  38. enkoos said: o sam barang barang ya?hihihih …tetep seru mbak, bisa ngeliat peralatan dari dekat. Eh itu berangkatnya siang atau sore atau malam?Pengen motret. Pasti keren.

    daku tidak bercita cita anak daku menjadi seorang dukun :))

  39. enkoos said: o sam barang barang ya?hihihih …tetep seru mbak, bisa ngeliat peralatan dari dekat. Eh itu berangkatnya siang atau sore atau malam?Pengen motret. Pasti keren.

    biasanya sih pagi, mba….

  40. rengganiez said: sama wayang dan gamelan, kalo rombongan pada jalan sendiri2 biasanyaa…

    o sama barang barang ya?hihihih …tetep seru mbak, bisa ngeliat peralatan dari dekat. Eh itu berangkatnya siang atau sore atau malam?Pengen motret. Pasti keren.

  41. enkoos said: enggak bulikkkk..nguber bebek aja yaaa*mewakili Menik(Menik gak tahu kalau dirinya jadi bahan cerita.

    Eh pada merasa gak sih, kalau MP lelet?Ceklik inbox, kluwar kluwer melulu.

  42. enkoos said: enggak bulikkkk..nguber bebek aja yaaa*mewakili Menik(Menik gak tahu kalau dirinya jadi bahan cerita.

    woooooooo Menik hebaaaaattttttttbener-bener menginspirasi buat kelilingna bareng prema nih sejak kecil

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s