Berusaha menghapus sejarah?

Masih ingat dengan postingan saya tentang kekejaman tentara Jepang? Terutama terhadap para perempuan yang dijadikan budak seks. Di situ saya mengutip berbagai sumber yang menceritakan pengalaman pengalaman korban yang saat ini masih hidup. Link: Holocaust Asia.

Sehubungan dengan cerita tersebut, barusan ini saya membaca berita di CNN, masih berhubungan dengan comfort women | jugun ianfu | budak seks, seorang fotografer Korea yang akan mengadakan pameran foto tentang para korban budak seks Jepang di galeri Nikon Jepang, secara sepihak dibatalkan oleh Nikon tanpa alasan yang jelas.

Perwakilan pemerintah Jepang juga meminta pemerintah kota di sebuah kota di New Jersey Amerika Serikat untuk membongkar monumen peringatan budak seks Jepang di kota tersebut dengan imbalan pohon sakura. Pemerintah kota setempat menolaknya.

Ternyata bukan hanya terhadap korban korban Indonesia saja, tetapi terhadap para korban di Koreapun Jepang tidak membayarkan langsung kompensasinya.

Berita selengkapnya bisa didengar dari 2 video dari CNN di bawah ini.

Advertisements

57 thoughts on “Berusaha menghapus sejarah?

  1. enkoos said: Dia ngomongnya, orang Indonesia tuh pemalas, suka korupsi blablabla. Ya memang apa yang dia omongin betul, tapi kan gak semuanya. Kalau terus2an diomongin capek juga kan dengernya. AKu tegur “Be carefull with your mouth when you say something. Not all Indonesian just like that. Kamu tiap hari berhadapan sama pegawai pemerintah, ya itu yang kamu alami tiap hari. Tapi coba kamu melihat keluar, banyak pekerja keras, banyak orang jujur. Lagian kalau gak suka, ngapain masih kerja di Indonesia? Pulang sana ke negaramu. “Langsung diem dia, habis itu gak pernah mengeluh orang Indonesia begini, orang Indonesia begitu.

    Mak sms aku yo lek wes tekan suroboyo 085859477919

  2. enkoos said: Dia ngomongnya, orang Indonesia tuh pemalas, suka korupsi blablabla. Ya memang apa yang dia omongin betul, tapi kan gak semuanya. Kalau terus2an diomongin capek juga kan dengernya. AKu tegur “Be carefull with your mouth when you say something. Not all Indonesian just like that. Kamu tiap hari berhadapan sama pegawai pemerintah, ya itu yang kamu alami tiap hari. Tapi coba kamu melihat keluar, banyak pekerja keras, banyak orang jujur. Lagian kalau gak suka, ngapain masih kerja di Indonesia? Pulang sana ke negaramu. “Langsung diem dia, habis itu gak pernah mengeluh orang Indonesia begini, orang Indonesia begitu.

    Emangnya orang indonesia mayoritas pemalas? *lirik kiri kanan dan diri sendiri* *introspeksi*

  3. enkoos said: Dia ngomongnya, orang Indonesia tuh pemalas, suka korupsi blablabla. Ya memang apa yang dia omongin betul, tapi kan gak semuanya. Kalau terus2an diomongin capek juga kan dengernya. AKu tegur “Be carefull with your mouth when you say something. Not all Indonesian just like that. Kamu tiap hari berhadapan sama pegawai pemerintah, ya itu yang kamu alami tiap hari. Tapi coba kamu melihat keluar, banyak pekerja keras, banyak orang jujur. Lagian kalau gak suka, ngapain masih kerja di Indonesia? Pulang sana ke negaramu. “Langsung diem dia, habis itu gak pernah mengeluh orang Indonesia begini, orang Indonesia begitu.

    manteeeeppp beneeeeeeerrr…ho’o ya? nek ra seneng wong indonesia, mbok lungo waeee…

  4. tianarief said: meski buku sejarah versi jepang menutupinya, tapi kebenaran pasti terkuak. di era informasi ini, tidak sulit mendapat informasi semacam ini. mau ngeles ke mana.

    iya mas Tian. Setuju banget.Dan generasi mudanya Jepang juga diharap jangan denial kalau disodori kenyataan tentang sejarah hitam bangsanya. Banyak cerita yang beredan bahwa siswa pertukaran pelajar dari Jepang yang ke Indonesia pada shock mendapati kenyataan itu.

  5. enkoos said: masalahnya, generasi barunya banyak yang gak tahu mas Tian. Di buku2 pelajaran juga gak ada ceritanya.

    ntar sampai rumah baru klik videonya…hehe sik nyari sesuap pagi sesuap petang 🙂

  6. enkoos said: masalahnya, generasi barunya banyak yang gak tahu mas Tian. Di buku2 pelajaran juga gak ada ceritanya.

    meski buku sejarah versi jepang menutupinya, tapi kebenaran pasti terkuak. di era informasi ini, tidak sulit mendapat informasi semacam ini. mau ngeles ke mana.

  7. tianarief said: seberapa pun kuatnya upaya jepang menghapus sejarah hitamnya, tetap saja sampai kapan pun sejaran akan mencatatnya. generasi demi generasi akan mengingatnya. dan bangsa jepang terus malu dari zaman ke zaman.

    masalahnya, generasi barunya banyak yang gak tahu mas Tian. Di buku2 pelajaran juga gak ada ceritanya.

  8. nonragil said: Harga diri yang ketinggian, bisa menjadi sombong, hingga malu untuk mengakui kesalahan di masa lalunya seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah Jepang.

    Iya Len, mungkin mereka malu sehingga gak mau mengakui.

  9. afemaleguest said: paling “aman” untuk ke depannya adalah “mengakui dan kemudian minta maaf” dalam menyikapi kesalahan masa lalubagi sebuah negara “sebesar” (atau “sekecil”?) Jepang tentu mereka malumenyedihkan 😦

    Sayangnya pemerintah susah untuk mengakuinya. Maunya dihapus aja sejarah kelam itu.

  10. sepunten said: dalam bentuk perlawanan apa tuh?…

    Mempermalukan penjajah kan?Pernah berantem sama kakek kakek Belanda yang menghina Indonesia. Waktu itu aku lagi ngurus dokumen ijin tinggal di Belanda, prosesnya berbelit belit, makan waktu 6 bulan gak kelar kelar. Dipingpong sana sini, aku pernah bikin jurnalnya sampe 6 seri.Si kakek Belanda yang gak tahu penyebabnya, main ambil kesimpulan katanya banyak pendatang gelap dari Indonesia dan dikira aku ngemis cari kerjaan. AKu dongkol. Aku semprot aja.Pernah nyemprot bosku waktu kerja di perusahaan disain milik orang Belanda. Bosku orang Belanda, mulutnya nyinyir kalau udah mulai menghina, ya kujawab aja pake bentakan karena udah keterlaluan. Temen2ku sekantor ampe kaget trus bisik2 “Evia nyolot”. Karena gak biasanya aku kayak gitu. Udah kesel banget. Abis itu gak pernah nyinyir lagi sama aku, tapi aku dah males. Terus resign.Sama istrinya ditahan, gak boleh keluar, aku jawabnya “saya gak mau sakit jantung buk. Kerja itu cari nyaman, gak cari penyakit.”Diam aja istrinya.Pernah ngomelin bos yang dikit2 menghina orang Indonesia. Bukan orang Belanda sih, tapi orang asing juga. Ya gak tahan aku dengernya, kutegur keras keras. Diem dia. Dia ngomongnya, orang Indonesia tuh pemalas, suka korupsi blablabla. Ya memang apa yang dia omongin betul, tapi kan gak semuanya. Kalau terus2an diomongin capek juga kan dengernya. AKu tegur “Be carefull with your mouth when you say something. Not all Indonesian just like that. Kamu tiap hari berhadapan sama pegawai pemerintah, ya itu yang kamu alami tiap hari. Tapi coba kamu melihat keluar, banyak pekerja keras, banyak orang jujur. Lagian kalau gak suka, ngapain masih kerja di Indonesia? Pulang sana ke negaramu. “Langsung diem dia, habis itu gak pernah mengeluh orang Indonesia begini, orang Indonesia begitu.

  11. enkoos said: *udah pernah soalnya, ngadepi satu lawan satu*

    seberapa pun kuatnya upaya jepang menghapus sejarah hitamnya, tetap saja sampai kapan pun sejaran akan mencatatnya. generasi demi generasi akan mengingatnya. dan bangsa jepang terus malu dari zaman ke zaman.

  12. enkoos said: *udah pernah soalnya, ngadepi satu lawan satu*

    Harga diri yang ketinggian, bisa menjadi sombong, hingga malu untuk mengakui kesalahan di masa lalunya seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah Jepang.

  13. enkoos said: *udah pernah soalnya, ngadepi satu lawan satu*

    paling “aman” untuk ke depannya adalah “mengakui dan kemudian minta maaf” dalam menyikapi kesalahan masa lalubagi sebuah negara “sebesar” (atau “sekecil”?) Jepang tentu mereka malumenyedihkan 😦

  14. enkoos said: *udah pernah soalnya, ngadepi satu lawan satu*

    dalam bentuk perlawanan apa tuh?…jadi inget kemarin, ada pembunuhan wanita jepang di jktyg mbunuh tukang bangunan, sbb diomelin mulu… kesuwen di jlebbb… 😦

  15. enkoos said: Ya gitu deh.Main paksanya juga biadab, gak punya perikemanusiaan.Tapi bagaimanapun juga, namanya sejarah, jangan dihilangkan begitu saja. Diakui kenapa ya.

    jiwa samurai sudah sirna dari bumi sakura…

  16. sepunten said: pengadilan internasional harusnya yg geraklhah pengadilane di Belanda, yg dulunya jadi perampok… bikin gerakan mempermalukan penjajah yuk… 😀

    Musti kompak Her, gak bisa satu per satu. Gak akan ngefek kalau satu per satu.*udah pernah soalnya, ngadepi satu lawan satu*

  17. rengganiez said: Urusane wis politik dadi mbulet..

    Ancen tenan mbakkk.Kalau udah menyangkut politik, ribet dah. Aku heran apa alasannya Nikon membatalkan pameran, apa pemerintah Jepang campur tangan ya?

  18. enkoos said: Sampe2 generasi mudanyapun gak tahu karena faktanya ditutupi oleh pemerintahnya.

    pengadilan internasional harusnya yg geraklhah pengadilane di Belanda, yg dulunya jadi perampok… bikin gerakan mempermalukan penjajah yuk… 😀

  19. rawins said: dasar pembayaran kompensasi terhadap pelanggaran ham di masa lalu tuh gimana sih. apa terbatas pada pada urusan pembunuhan seperti rawagede dan jugunianfu saja atau bisa juga ke hal lain, seperti pengerukan kekayaan alam atau artefak kebudayaan dll dll…

    kalo ngomongin Jugun Ianfu, jadi inget Kembang Jepun….

  20. rawins said: dasar pembayaran kompensasi terhadap pelanggaran ham di masa lalu tuh gimana sih. apa terbatas pada pada urusan pembunuhan seperti rawagede dan jugunianfu saja atau bisa juga ke hal lain, seperti pengerukan kekayaan alam atau artefak kebudayaan dll dll…

    Gak ngerti gimana dasarnya Wins. tanya mbah gugel aja.

  21. eddyjp said: jepun maunya gratis dan main paksa

    Ya gitu deh.Main paksanya juga biadab, gak punya perikemanusiaan.Tapi bagaimanapun juga, namanya sejarah, jangan dihilangkan begitu saja. Diakui kenapa ya.

  22. bambangpriantono said: Korea dan Cina punya trauma sejarah dengan Jepang. Jadi ingat Pembantaian Nanking dan Shanghai yang diikuti pemerkosaan massal oleh tentara Jepang. Pasti kebencian itu tetap ada. Generasi muda Jepang tapi seolah sudah dibuat lupa dengan sejarah kelam negerinya.

    Gak cuma Korea & Cina, dengan Indonesiapun juga. Yang Nanking aku tahu banget, karena aku pernah tinggal di sana. Penduduk Nanking menyimpan luka yang teramat dalam. Ada kejadian sedikit aja, sudah mampu memicu masalah. Waktu aku di sana, ada suatu kejadian, entah apa, lantas resto2 Jepang pada tutup.

  23. bambangpriantono said: Jepang terlalu gengsi untuk mengakui kekejamannya dimasa laluKorea pasti akan lakukan aksi…Jepang sudah kalah dari Korea karena budaya Korea sudah menginvasi Jepang.

    gengsi dan sombong sekaligus malu.

  24. dasar pembayaran kompensasi terhadap pelanggaran ham di masa lalu tuh gimana sih. apa terbatas pada pada urusan pembunuhan seperti rawagede dan jugunianfu saja atau bisa juga ke hal lain, seperti pengerukan kekayaan alam atau artefak kebudayaan dll dll…

  25. Orang jepang emang demen seks bedanya sama US yang sukanya bayar, jepun maunya gratis dan main paksa wakakak harusnya di Indo dulu kawin sirih aja kan aman tuh wakakakak

  26. Korea dan Cina punya trauma sejarah dengan Jepang. Jadi ingat Pembantaian Nanking dan Shanghai yang diikuti pemerkosaan massal oleh tentara Jepang. Pasti kebencian itu tetap ada. Generasi muda Jepang tapi seolah sudah dibuat lupa dengan sejarah kelam negerinya.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s