Jadulnya Spicks and Specks

Bagi saya ngomongin Bee Gees, rasanya tak bisa lepas dari sosok bapak saya dan itu artinya ngomongin masa kecil saya. Bapaklah yang mula mula mengenalkan pemusik Bee Gees pada saat usia saya 5 tahun atau mungkin sebelum itu.Lagu lagunya yang mengingatkan saya akan bapak dan kenangan bersamanya di antaranya adalah I Started a Joke. Saya ingat sekali waktu itu saya digendong di pundak bapak di kerumunan untuk menonton konser Bee Gees di layar lebar. Kalau gak salah ingat, Bee Gees waktu itu konser di Jakarta. Membaca di situs ini brothersgibb.org, situs fans club Gibbs family (termasuk Andy Gibb), ternyata memang betul, tahun 1972 Bee Gees konser di Jakarta. Layar lebar yang kami tonton, saya dan bapak, entah rekaman konser yang di Jakarta atau konser di tempat lain, saya gak ingat.Ada beberapa lagi yang begitu mendengarnya, ingatan saya langsung ke bapak, seperti Word, World, My World (halah iki kok judulnya mirip mirip gini), First of May, In the Morning, I.O.I.O, Spicks and Specks, Holiday, I’ll Kiss Your Memory, To Love Somebody, Cherry Red, Don’t Forget to Remember dan Massachusetts. Hampir semuanya bergenre balada romantis mellow, kecuali I.O.I.O yang begitu rancak dan Spicks and Specks bernada ceria menghentak.
Don’t Forget to Remember Me sebetulnya bukan murni lagunya Bee Gees karena ditulis dan dibawakan oleh Barry Gibb pada saat mereka bersolo karir.Lagu lagu tersebut di atas diputar berulang ulang di …apa tuh namanya alat yang gede yang menggunakan piringan hitam. Jaman itu eranya Beatles juga, tapi di rumah kami Bee Gees yang mendominasi, memori saya tak menjejak kalau ada Beatles.
Semua lagu Bee Gees yang disebut di atas adalah di era 60’an sampai awal 70’an, jauh sebelum ledakan film Saturday Night Fever yang mengantarkan Bee Gees semakin mendunia. Di film tersebut, Bee Gees meraih 5 Grammy Award untuk :
1. Kategori Album of the Year (Grammy 1978). Soundtrack film tersebut dikerjakan Bee Gees bersama beberapa pemusik lain. Meskipun begitu Bee Gees sangat mendominasi karena dari 16 lagu di soundtrack tersebut 7 di antaranya diciptakan oleh Bee Gees (Staying Alive, How Deep is Your Love, Night Fever, More Than a Woman, If I Can’t Have You, Jive Talkin’, You Should be Dancing), semuanya dibawakan sendiri oleh Bee Gees kecuali If I Can’t Have You. Sedangkan 9 lagu sisanya digarap pemusik pemusik lain seperti Walter Murphy (A Fifth of Beethoven), David Shire (Manhattan Skyline, Night on Disco Mountain, Salsation), Ralph MacDonald (Calypso Breakdown), Kool and the Gang (Open Sesame), KC and the Sunshine Band (Boogie Shoes), M.F.S.B (K. Jee) dan The Trammps (Disco Inferno). Bee Gees pulalah yang mengusulkan judul film yang semula Saturday Night diubah menjadi Saturday Night Fever, karena Bee Gees sudah menulis Night Fever sewaktu diminta untuk menggarap soundtrack film tersebut.
2. Kategori Best Pop Vocal Performance by a duo or group (Grammy 1978).
3. Kategori Producer of the Year (Grammy 1978).
4. Kategori Best Pop Vocal Performance by a Duo or Group (Grammy 1977) di lagu How deep is your love.
5. Kategori Best Arrangement for Voices di lagu Stayin’ Alive(Grammy 1979) dimana lengkingan suara falsettonya Barry Gibb yang sangat khas nampak menonjol.Selain 5 kategori tersebut di atas, pada tahun 2004 Bee Gees mendapatkan penghargaan Grammy Hall of Fame untuk soundtrack yang sama.Sumber:
1. Grammy.com.
2. Top 10 Bee Gees Award.
3. Critics Corner Saturday Night Fever.
4. itunes.apple.com.

Album soundtrack tersebut terjual lebih dari 40juta kopi ke seluruh dunia, jauh melebihi penjualan album kompilasi Beatles “1” yang hanya 31juta kopi tapi masih jauh di bawah album Michael Jackson “Thriller” yang terjual 110juta kopi. Album tersebut (Saturday Night Fever) juga termasuk album soundtrack dengan penjualan tertinggi ketiga sepanjang masa.

Sumber:
1. Top twenty greatest selling album
2. Toptens.com.

Hits demi hits lagu lagu yang diciptakan trio bersaudara kandung ini meroket ke puncak tangga tanpa henti menyusul keberhasilan Saturday Night Fever. Saya yang sudah menyukai Bee Gees dari kecil tak ketinggalan mengkoleksi hampir semua lagu lagunya yang tersebar di sekian banyak albumnya dalam bentuk kaset. Ada yang dalam bentuk kompilasi di beberapa Greatest hits dan Best hits, ada yang murni albumnya (Spirits Having Flown – 1979, Living Eyes – 1981) dan ada yang kompilasi dengan beberapa penyanyi lain. Sayangnya karena kurang perawatan dan sering berpindah tempat tinggal kaset kaset tersebut ada yang rusak, pitanya molor atau hilang tak tentu rimbanya. Satupun tak ada bekasnya.

Setelah tahun 1990, saya gak pernah mengikuti perkembangan Bee Gees, udah beda aliran. Gaungnya di Indonesia juga gak segencar pemusik pemusik lain yang lebih muda seperti Bon Jovi, Sting.

Akan halnya Spicks and Specks yang menjadi judul postingan ini adalah lagu di album kedua mereka dan diluncurkan tahun 1966 pada saat mereka tinggal di Australia dan masih sangat belia (Barry 20 tahun, dan si kembar Maurice & Robin 17 tahun).

Penampilan mereka masih unyu, Barry & Maurice belum memelihara berewok.

Bandingkan dengan penampilan mereka beberapa tahun setelahnya (1971) dan membawakan lagu yang sama Spicks and Specks.

Kini personil Bee Gees tinggal satu, Barry Gibb karena dua personilnya Maurice Gibb dan Robin Gibb meninggal. Maurice meninggal 12 Januari 2003 karena sakit usus. Maurice yang dikenal memiliki selera humor yang tinggi dan sering jahil pada saat konser, seperti saat konser di Melbourne tahun 1989.

Medley lagu di atas adalah:
1. New York Mining Disaster 1941.
2. Holiday (di sini kelihatan jahilnya Maurice).
3. Too Much Heaven.
4. Heartbreaker (lagu ini diciptakan Bee Gees untuk dinyanyikan Dionne Warwick).
5. Islands in the Stream (diciptakan Bee Gees untuk Kenny Rogers dan Dolly Parton).
6. Run to Me.
7. World.

Robin Gibb – saudara kembar Maurice Gibb, meninggal baru baru ini, 20 Mei 2012. Suaranya sangat khas dan mudah dikenali. Entah kenapa suara Robin Gibb saat membawakan lagu I Started a Joke begitu lekat mengingatkan saya akan bapak.

Sekarang saya lagi sibuk ubek ubek Amazon dan iTunes untuk mendapatkan album album mereka maupun single singlenya,mengumpulkan satu demi satu. Beberapa diantaranya udah kepegang seperti:
1. Ultimate Bee Gees
(Album kompilasi yang diluncurkan tahun 2009 dan berisi 2 CD terdiri dari 40 lagu yang pernah menjadi hit mereka dari tahun 60’an hingga 90’an. Versi deluxe-nya ada bonus DVD yang berisi 18 video klip mereka).
2. One Night Only (album yang berisi 24 lagu mereka saat live konser tahun 1997 d
i Las Vegas).
3. Mythology (beli ngecer di iTunes alias gak semua lagu seperti Railroad, Wildflower).

Pada saat ubek ubek itu, ketemu di youtube mereka membawakan Lollipop, lagu yang sering mereka nyanyikan di masa kanak kanak mereka. Saat itu paman mereka sedang berkunjung ke rumah mereka dan menonton pertandingan cricket di televisi. Sang ibu menanyakan ke paman apakah radio perlu dikecilkan suaranya supaya sang paman bisa menonton cricket dengan tenang. Jawaban dari sang paman adalah “That’s not the radio, that’s the boys!” Barbara kaget dan langsung melongok ke kamar mereka dan terdengarlah Lollipop dengan paduan suara mereka yang harmonis.

Advertisements

53 thoughts on “Jadulnya Spicks and Specks

  1. deikka said: sedikit2 tahu, gak seperti Mbak Evie tahu banget

    oooooo *bulet*iya ya, tahu banget karena lahir duluan. hehehehe…eh tapi meskipun lahir belakangan dan bukan di eranya, aku tahu Beatles meskipun tahunya belakangan ini aja. Musik kalau memang bagus bisa awet sepanjang jaman dan dikenang sepanjang masa meskipun pencipta dan pelantunnya sudah meninggal.

  2. nonragil said: Ikutan uprek-uprek Amazon nyari CDnya Bee Gees. Jaman aku bujang, koleksi kasetku lengkap, mbak, pindah kost-kostan, eh….kok ilang kabeh…..:(

    Iyo, aku yo ngono. Ilang dan rusak.Aku lagi golek sing lawas2 sing tahun 60’an. Angel Len. Akeh2e sing sak wise Saturday Night Fever. Aku bar tuku The Ultimate isine 3 CD, lumayan komplit isine. Ono neh Mythology, nek tak deleng2 isine tumpang tindih karo The Ultimate. Aku yo pengen nggoleki album lawas – Spirits Having Flows & Living Eyes. Kuwi enak enak, diluncurkan jamane aku SMP. Aku nganti mbelani email manajer fans club takok Cherry Red, Rail Road, gak ono neng pasaran. Lagu kuwi gak tau dinyanyikan pas konser.

  3. cahayahati said: terpengaruh bapak ya … kalau aku gak terpengaruh siapa-siapa tapi juga pecinta Gibbs bersaudara

    karena sering mendengar jadinya suka ya Angky, tanpa perlu dipengaruhi siapa siapa.

  4. mayamulyadi said: mba… aku tau dan inget betul lagu mereka yg ada kalimat And I Dont Wannabe Alone… itu lagunya baguusssss banget… kalo lagu yg lain, aku nyeraahhhh…

    Itu judulnya Alone, ada di album Still Water yang direkam tahun 1996 dan diluncurkan tahun 1997. Beatnya dan bebunyian yang digunakan sudah modern. Dan saat itu aku sudah gak mengikuti Bee Gees lagi. Alone buatku termasuk lagu baru karena diluncurkan setelah Saturday Night Fever.Aku mengkategorikannya begitu, 1. lagu lawas yang untuk sebelum Saturday Night Fever, karena meskipun Bee Gees sudah terkenal dan banyak mengeluarkan hits, banyak yang gak tahu. 2. lagu baru setelah Saturday Night Fever karena Bee Gees semakin mendunia dan banyak yang bilang pemusik disko. Mereka menolak disebut disko karena memang sebelumnya udah dikenal dan mencipta lagu berbagai aliran musik belasan tahun sebelumnya, saat Barry masih berumur 14 tahun.

  5. enkoos said: Oooo …. terima kasih.

    Ikutan uprek-uprek Amazon nyari CDnya Bee Gees. Jaman aku bujang, koleksi kasetku lengkap, mbak, pindah kost-kostan, eh….kok ilang kabeh…..:(

  6. enkoos said: Oooo …. terima kasih.

    mba… aku tau dan inget betul lagu mereka yg ada kalimat And I Dont Wannabe Alone… itu lagunya baguusssss banget… kalo lagu yg lain, aku nyeraahhhh…ngomong2 mba evi tau ga lagu yg judulnya Magic? itu penyanyi aslinya sapa ya?

  7. enkoos said: Pak Margono nanya dunks, itu alat yang muter piringan hitam namanya apa ya? Yang seperti punya pak Margono itu.Gramaphone atau Phonograph?

    Kalo yang pake diputer tangan namanya gramophone, kalo yang pake listrik namanya record player.Gitu ceritanya.

  8. myelectricaldiary said: kalau di era skg, grup mana nih mbak yg 11-12 ma bee gees?lihat tahun2 mereka liris album, ebuceeet daghhh,, ane belum nongol d dunia ini,hehehehe

    wah sopo yo, belum nemu sepertinya. Bee Gees sudah menghasilkan lebih dari seribu lagu. Ada yang dibawakan sendiri ada yang dibawakan orang lain. Mereka mulai terbentuk sekitar 53 tahun yang lalu. Lagu lagu yang dihasilkannya hampir semuanya jadi hits. Sejak terbentuk hingga sekarang, albumnya sudah terjual sekitar 220 juta kopi ke seluruh dunia, nomer empat terbanyak setelah Beatles, Elvis Presley dan Michael Jackson.Mungkin Raya tahu siapa kira kira di era sekarang yang seperti itu.

  9. tintin1868 said: itu robin pegang apa sih ditangan kirinya taroh di kuping?

    Awalnya cuma tangan, supaya bisa fokus mendengar suaranya saja. Lagu yang dinyanyikan pas sendirian kan nadanya tinggi tinggi. Belakangan ada alatnya, entah aku gak tahu apa ya itu, mungkin semacam headset tapi cuma sebelah. Mungkin lho ya. Semakin berumur, semakin gak memerlukan alat itu soalnya aku perhatikan gak pernah nutup kuping lagi.

  10. mmamir38 said: Soalnya dia suka diketawain sama kawan-kawannya. “Pacaran aja sama oom-oom!”Gak salah sekali sih mereka. Lha wong beda umur aja 11 taun.Ha ha ha.

    Pak Margono nanya dunks, itu alat yang muter piringan hitam namanya apa ya? Yang seperti punya pak Margono itu.Gramaphone atau Phonograph?

  11. tintin1868 said: cerita dari seorang fans.. paling enak diikutin.. jadi tahu sejarahnya.. ternyata dari lollipop ya..barry & dua adik kembarnya culun banget.. gantengan brewok ya.. jadi tinggal barry seorang.. tinggal di amerika barry sekarang?

    Mereka bertiga tinggal di Miami, Florida tapi tetep punya rumah di England. Ibunya juga tinggal di Amerika, kadang di Miami kadang di Las Vegas. Milih di Las Vegas karena Andy Gibb tinggal di sana sebelum meninggal.

  12. mmamir38 said: Soalnya dia suka diketawain sama kawan-kawannya. “Pacaran aja sama oom-oom!”Gak salah sekali sih mereka. Lha wong beda umur aja 11 taun.Ha ha ha.

    hahahahahaha….Masih mending istrinya pak Margono dibilang pacaran sama oom oom.Lha wong kapan hari tetangga mengira saya anaknya suami saya. huahahahahha….keciannnn deh. Padahal umur kami gak beda jauh, cuma 5 tahun.

  13. rengganiez said: Okayy mari kita maenkann…Mb Mia : lanjotttt..

    Siappppp…cek dulu apa mereka punya koleksi jadulnya Bee Gees. Punya Spicks and Specks gak? Rail road?Ini nyari Cherry Red susah amat.

  14. enkoos said: Saya kok jadi pengen ngakak bacanya. hahahahhaa….Betul2 kenangan manis. Hard to get because it’s really worth it.

    cerita dari seorang fans.. paling enak diikutin.. jadi tahu sejarahnya.. ternyata dari lollipop ya..barry & dua adik kembarnya culun banget.. gantengan brewok ya.. jadi tinggal barry seorang.. tinggal di amerika barry sekarang?

  15. enkoos said: Saya kok jadi pengen ngakak bacanya. hahahahhaa….Betul2 kenangan manis. Hard to get because it’s really worth it.

    Soalnya dia suka diketawain sama kawan-kawannya. “Pacaran aja sama oom-oom!”Gak salah sekali sih mereka. Lha wong beda umur aja 11 taun.Ha ha ha.

  16. miapiyik said: mba’e, thn 72 Bee Gees konser aku belum lahir…:)sama, I started a joke jaman aku balita suka diputer kasetnya, jadi hafal, sama lagu2 andy william, abba, simon garfunkel dllaku senengnya yg baru2, immortality yg dinyanyikan sama celine dionyg jelas, bee gees, queen, phill collins itu temen di pesawat perjalanan lintas benua, sampe ketiduran pasang earphone denger lagu2 mereka :)eeh, kalo karaokean aku ikuuut, suka walau suara pas2an

    Oh berarti jamannya Mia udah pake kaset ya. Aku masih pake piringan hitam. Setelah era Saturday Night Fever, baru deh pake kaset. Tapi sekarang dah ilang semua. Ini lagi ngumpulin lagi tapi yang CD biar awet. nyari album lama lama di Amazon.

  17. rengganiez said: Mbak..mbak gimana kalo ntar kita karaokean trus kita tererojeng lagu2nya bee gees..

    aku apal di luar kepala liriknya I Started a Joke. Ini lagi nyari liriknya Cherry Red, begitu membetot sangat. Belum punya lagunya, ubek2 di Amazon belum dapat.

  18. mmamir38 said: Betul.Itu lagu pas populer ketika sang nenek maen “hard to get”.Betul-betul deh the joke was on me!

    Saya kok jadi pengen ngakak bacanya. hahahahhaa….Betul2 kenangan manis. Hard to get because it’s really worth it.

  19. deikka said: 1972 konser Bee Gees, saya belum lahir nih Mbak

    mba’e, thn 72 Bee Gees konser aku belum lahir…:)sama, I started a joke jaman aku balita suka diputer kasetnya, jadi hafal, sama lagu2 andy william, abba, simon garfunkel dllaku senengnya yg baru2, immortality yg dinyanyikan sama celine dionyg jelas, bee gees, queen, phill collins itu temen di pesawat perjalanan lintas benua, sampe ketiduran pasang earphone denger lagu2 mereka :)eeh, kalo karaokean aku ikuuut, suka walau suara pas2an

  20. enkoos said: Pahit ya pak, tapi indah dikenang kalau sudah lewat. Seperti saya mendengar I Started a Joke, pahit tapi indah dikenang karena bapak saya sudah gak ada.

    Betul.Itu lagu pas populer ketika sang nenek maen “hard to get”.Betul-betul deh the joke was on me!

  21. mmamir38 said: Iya tuh. Mana lagi gak punya duit.

    Pahit ya pak, tapi indah dikenang kalau sudah lewat. Seperti saya mendengar I Started a Joke, pahit tapi indah dikenang karena bapak saya sudah gak ada.

  22. mmamir38 said: Wah, lengkap bener ceritanya ya?Yang aku gak bisa lupa adalah lagu Massachusetts yang pas populer di Indonesia ketika aku ngalamin MASA-MASA SUSEH!

    Tahun 1967 / 1968 ya pak? Lagunya pas pulak, mellow.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s