Seputar Penutupan Fitur Blogs Multiply [wawancara radio, orasi Bimo, jebakan betmen pindah status]

Teman teman MPers dimanapun berada,

Tadi pagi pukul 6:30 Waktu Indonesia Bagian Barat, seorang MPer yang berdomisli di Batam bernama Iwan Yuliyanto (ID fightforfreedom) diwawancarai oleh radio seputar kebijakan penutupan fitur blogs Multiply per tanggal 1 Desember 2012.

Transkripnya sebagai berikut, sebagaimana ditulis oleh cak Iwan di lapaknya:

——-
Pengantar:

Setelah 8 tahun Multiply berkibar sebagai jejaring sosial, hari Selasa (7-8-2012), CEO Stefan Magdalinski yang baru menjabat 4 bulan, dengan semena-menanya memutuskan akan menutup fitur media sharing jejaring sosial di multiply, seperti photos, videos, blogs, social messaging, etc pada 1 Desember 2012. Para pengguna Multiply hanya diberi kesempatan kurang dari 4 bulan untuk menyelematkan isi postingan, mulai dari blog, foto, video dan konten lainnya.
(Kira-kira seperti itu pengantarnya, karena kami sempat terputus koneksi di awal).
Berikut adalah wawancara pagi ini (pk 06.30 WIB) dari GreenRadio 89,2 FM oleh Mas Pepy dan mbak Ruru, terhadap narasumber Iwan Yuliyanto, seputar kebijakan gila Stefan tersebut.

1. Bagaimana tanggapan para blogger atas kebijakan penutupan fitur blogs?

Jelas, merasa sedih, sakit hati, dibohongi, dikhianati, dan tersingkirkan. Semuanya campur jadi satu. Dari pihak Multiply sendiri seharusnya menyadari tumbuh dan berkembangnya Multiply hingga besar sampai sekarang ini itu tidak bisa lepas dari kawan-kawan blogger yang menggunakan fasilitas jejaring sosial di Multiply sejak awal masuk di Indonesia, kalo tidak salah tahun 2004.
Tanpa adanya kami, para blogger, sungguh tidak masuk akal Multiply akan terbangun dan bisa berekspansi dari negara asalnya Florida US sampai ke South East Asia, khususnya Indonesia dan Filipina. Lantas kalau mereka bersikap seperti itu, dimana letak sikap hormat mereka itu kepada kita?
Secara harga diri, kami tidak mau diperlakukan seperti itu, jadi terkait dengan rencana itu jangan kira hal ini semudah membalikkan telapak tangan.
Perlu diketahui, rencana penutupan blog ini mengingkari janji Multiply kepada pengguna setianya (yang pernah dimuat di Tabloid Kontan dan beberapa media lainnya) bahwa blog akan tetap menjadi bagian dari Multiply. Kenyatannya itu BOHONG besar. Padahal e-commerce yang selama ini tumbuh subur di Multiply justru membutuhkan social networking tools semacam blog, foto, video karena transaksi mereka terjadi dengan dasar saling mengenal terlebih dahulu. Tanpa Bloggers, Online Sellers yang ada di Multiply pasti akan berpaling menuju semacam eBay, Amazon, Kaskus, TokoBagus, Berniaga atau FB, beberapa situs ecommerce lainnya yang lebih mumpuni.

2. Multiply menyatakan ini murni kepentingan bisnis, apa keuntungannya jika blogger tetap dipertahankan?

Betul, ini murni kepentingan bisnis.
Secara umum kami, para blogger, tidak ada masalah dengan penambahan fitur untuk memanjakan Online Seller, toh antara pengguna Blogger dan Online Seller bisa bersinergi, kami sebagai Blogger bisa merupakan segmen pasar yang aktif dan langsung dari multiply sendiri.

3. Kemudian, reaksinya dari kalangan blogger seperti apa?

Jelas, banyak yang melakukan reaksi perlawanan atas kebijakan ini. Agenda dialog tetap akan terus kami upayakan, meski sampai saat ini masih belum ada kepastian kapan waktunya dari mereka. Namun, sampai saat ini yang terllihat, perlawanan dari Multiplyer (sebutan untuk anggota komunitas Multiply) diberikan dengan cara membanjiri postingan pada kolom komentar yang memuat pengumuman resmi soal penutupan layanan blog ini. Beragam komentar baik dari pengguna luar negeri dan dalam negeri terus bermunculan yang menentang keputusan yang dianggap justru membuat merugikan Multiply. Aksi lainnya ada yang juga memuat tulisan ragam perlawanan di jurnalnya masing-masing, baik di Multiply maupun melalui media sharing non Multiply. Dan, terakhir adalah penggalangan sebuah Petisi Penolakan, yang sampai saat ini sudah ditanda tangani lebih dari 780an pengguna. Dalam 2 hari sudah mencapai sebanyak itu.

4. Apakah ketidak-puasan tersebut sudah disampaikan langsung ke Pihak Multiply?

Ya. Ketidak-puasan kami itu langsung dilontarkan sesaat setelah pengumuman itu di-rilis. Ketidak-puasan bukan hanya disampaiakan oleh Multiplyer Indonesia, tetapi juga Multiplyer dari luar negeri. Namun demikian kami tidak menerima respon dengan baik, seakan-akan membiarkan protes / keluham / komentar kami di sana. Bahkan mereka (Pihak Multiply Indonesia / Mulpid) yang juga menggunakan media jejaring sosial lainnya seperti Facebook bersikap represif, yaitu dengan menghapus komentar-komentar Multiplyer yang meng-kritisinya, dan kemudian mereka mem-blocked-nya. Sehingga komunikasi terputus. Hingga saat ini, kondisi tersebut masih terjadi.
Sebenarnya yang akan kami tempuh ada langkah dialog langsung dengan CEO Multiply yang berkantor di Jakarta. Kami akan berupaya melobi manajemen Multiply. Kami akan lakukan tawar menawar kebijakan sembari menyodorkan bukti omongan janji kemaren-kemaren yang semua itu tercatat, bahkan juga yang telah dimuat di media. Kita ingatkan kepada mereka, bahwa mereka tidak boleh menjadi kapitalis yg kurang ajar. Janji mereka yang tidak ditepati, merugikan kesiapan untuk pindah, ini yg bisa kita sodorkan sebagai penekanan lobby. Minimal jangan mengusik kenyamanan kami nge-blog.
Langkah kedua, kalo gagal, ya kami semua akan migrasi bersama, kemudian bikin pers conference kalo perlu atas sikap arogansi Mulpid di negeri ini.
Langkah ketiga, biar nanti dikembangkan para Multiplyer yang tetap concern dengan perjuangan ini, jadi belum bisa diungkap saat ini.

5. Kabarnya juga menggalang dukungan lewat petisi, bagaimana perkembangannya? sudah berapa yang tandatangan? bagaimana kalau ada publik yang ingin mengakses dan memberikan dukungan?

Hingga saat ini sudah terkumpul 780-an lebih penandatangan petisi yang dapat diakses disini. Baiklah, silakan akses di sini:

6. Apakah ini juga didukung oleh pengguna Multiply dari kalangan Online Seller?

Tepat sekali. Memang ragam penolakan yang disuarakan oleh pengguna Multiply, tidak hanya dari kalangan Blogger namun juga Online Seller yang terancam kehilangan pangsa pasar yang telah dibangun dengan susah payah.
Untuk mendukung gerakan tolak penutupan blog ini, sejumlah pemilik toko online bahkan telah melakukan aksi boikot dengan cara Stop Transaksi via Product Listing sejak kemaren hingga hari ini, dan mungkin seterusnya sampai kebijakan itu berubah. Saya yakin ini bukan sekedar aksi solidaritas semata, tapi lebih dari itu, yang sadar akan ketiadaan para blogger nantinya akan mempengaruhi omset mereka dalam membuka toko online di Multiply. Dibandingkan dengan toko – toko online di media lainnya, di Multiply ini sungguh sangat unik. Cara jualan di sini berbeda kulturnya dibanding dengan media lain. Di sini bisa share, saling canda dan OOT disana sini, nah… itulah yang bikin mereka merasa nyaman berjualan di Multiply ini. Mereka bukan semata mata cari uang saja, mereka merasa punya teman, sahabat, bahkan teman – teman di Multiply ini menurut saya sangat luar biasa kekeluargaannya. Adanya komunitas seperti inilah yang membuat mereka nyaman selama ini.

7. Apa yakin langkah ini akan membuat Multiply mencabut keputusan tersebut?

Yakin atau tidak, memang harus optimis, dan jangan sampai surut dalam perjuangan, karena ini juga menyangkut harga diri.
Saya berpesan kepada para kawan-kawan Multiplyer tetap semangat dalam perjuangan ini. Tetaplah berada dalam barisan perlawanan untuk menentang keputusan CEO. Mereka telah berhasil memisahkan Multiplyer menjadi dua kubu, Blogger dan Online Seller, untuk itu kita jangan mudah diadu domba.
Sebagai media, tolong dan bantu kami juga ya. Terimakasih.
Demikian transkip wawancara yang begitu singkat pagi ini. Ada poin yang saya tambahkan di sini yang seharusnya disampaikan saat wawancara, namun karena waktunya terbatas, hal tersebut tidak sempat disampaikan.
Sebagai bagian dari edukasi publik, silakan sebar transkip wawancara ini.
Salam hangat dan tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
———

Tambahan sisipan dari cak Iwan bagi blogger yang pengen berganti status menjadi Online Seller demi memperpanjang napas blognya:

Gambaran fase kehancuran yg melenakan itu seperti ini:

(Fase 1) Blogger diiming-imingi untuk berpindah menjadi Online Seller. Dan, saat ini Online Seller yang belum menggunakan Product Listing (PL) akan dibiarkan lebih dahulu.

(Fase 2) Namun lambat laun semuanya akan diarahkan “WAJIB” untuk menggunakan PL, hal ini untuk memberangus blogger-blogger yang telah bermigrasi ke OS. Ingat, PL adalah darahnya kapitalis Multiply.

(Fase 3) Seandainya pindah pun dalam waktu dua ~ tiga bulan semua yang gak ikut PL akan Out. Diberangus seperti blogger saat ini.

Trik marketing licik seperti ini jelas mudah kebaca, menjadikan blogger seperti zombie saat menjadi OS.

Hati-hati, mereka telah menerapkan Devide et Impera karena mereka memang Antek Kompeni, sekarang kita tahu keinginan Mulpid yang telah memecah belah MPers sejak awal 2011 terbukti, dengan pemakaian istilah Blogger & Online Seller, sebenarnya cukup Multiplyer saja. Tinggal milih fitur yang sesuai kegunaannya.

Nah, saat ini gerakan mereka mencoba memisahkan Online Seller agar berjalan sendirian di Multiply tanpa pengawalan Bloggers, jika ini berhasil, langkah selanjutnya adalah memecahbelah Trusted Seller pengguna Product Listing versus Online Seller yang masih tetep menerapkan cara konvensional, kita tahu muara dari semuanya, menjadikan yang tetap bertahan sbg zombie yang tidak punya daya tawar apapun untuk mengikuti apapun kemauan mereka dan bersedia membayar uang preman berapapun pada mereka untuk bisa tetap bertahan di Multiply.

Keep fighting, ya, jangan mau dikibulin, apalagi dilenakan dg sedikit nafas tambahan.

Tetaplah berada di barisan perlawanan. Sampai akhir batas waktu, blog saya pun tidak akan saya ubah menjadi Online Seller.

Kalopun saya (atau kita) kalah, saya (atau kita) masih ada waktu untuk migrasi, dan tetap meneruskan perlawanan dari luar sampai MULTIPLY Corp. itu keluar dari planet ini.

Tambahan dari kang Bimo (ID bimosaurus)

Hari-hari ini teman-teman digiring menjadi OS. Jika memang akun kita berfungsi untuk jualan, memang sebaiknya pake OS. Tapi jika tidak? Apa kita akan mau digiring sebagai OS? Apalagi giringan diwarnai dengan ingkar janji. Mau? Mau dijajah dengan seperti itu?

Entah tahun depan teman-teman akan digiring lagi sebagai apa.. (Just Kidding – bayangkan kalau digiring jadi berstatus: binatang) . Apakah teman-teman punya harga diri? Terus terang saya milih cancel account jika ini semua harus terjadi. Ya memang mungkin ini yang mereka mau. Maukah teman-teman digiring lagi menjadi sesuatu demi keinginan bisnis kapitalis mereka? Kemungkinan hanya dua : mereka kapitalis, atau mereka memang tidak cukup kecerdasan mengelola teman-teman.


Saya akan tunggu tertunaikannya janji pembuatan tools backup. Dan apakah bisa membackup seluruh isi hingga contact dan comment? Kalau tidak bisa ya sudah kita backup sendiri saja.. Selanjutnya saya secara pribadi mending cancel account. Layanan gratis lain masih banyak.. meski fitur belum sesuai dengan keinginan kita sepeerti di MP ini.. toh masalah kebiasaan juga..

Advertisements

60 thoughts on “Seputar Penutupan Fitur Blogs Multiply [wawancara radio, orasi Bimo, jebakan betmen pindah status]

  1. luluminishop said: copas entire blog aja

    Dear All,Maaf baru baca lagi komen2 yg masuk, ternyata ada pertanyaan untuk saya.Awalnya saya mencoba migrasi isi blog di MP ke WP pakai fasilitas import di WP, dan memang hanya isi blog yang bisa dipindah. Komen-komennya gak ikut. Trus karena sayang juga kalau komen2 itu gak ikut, saya copas manual aja di tiap tulisan, emang butuh waktu tapi worth it soalnya banyak komen yg bagus2. Lagi pula komen-komen di tulisan saya gak paling banyak hanya puluhan dalam setiap blog, jadi gak sesulit yang sering menrrima komen sampai ratusan hehehe. Mudah2an nanti bisa ketemu cara migrasi komen, soalnya di fasilitas import WP katanya bisa import komen juga, tapi belum tahu caranya. Mungkin bisa tanya ke Kiky yang sudah bisa import otomatis isi blog dan komen di MP langsung ke blogspot.http://kikiygallery.blogspot.jp/Tapi kayaknya copas juga karena komen2nya masuk dalam tubuh blog, bukan dalam kolom komentar, sama dengan yg di blog saya. Bedanya mungkin Kiky copas satu persatu blog dan komentarnya, kalau saya hanya copas komentarnya saja, isi blog pakai fasilitas import WP

  2. faridm88 said: Iya, sayang kalau dihapus komen2nya, apalagi ada komen Mbak Evia yang bagosss bagosss, sayang kalau dibuang, dibuang sayang 🙂

    mas Farid….gimana caranya export postingan MP ke WP biar komen2nya bisa ikut pindah ?*maap ikutan nanya*

  3. enkoos said: Online Sellerpun juga gak suka dengan kebijakan ini.

    ya iyalah gak suka, mba…lha wong kita jg manusia kok, bukan robot tukang jaga toko!aku jg dapet informasi2 penting yo dr MP kokbisa tau bahwa ASI itu keren banget, sampai akhirnya aku bs nyusui 2th itu ya krn MP kok, sampai aku bs pny bisnis lain itu ya krn pertemanan di MP kokmakanya heyran bgt sama keputusan yg not make sense at all, mau bikin rumah yg hidup jd kuburan???sampa emak2 OS pada niatan klopun akhirnya content jd di hapus, kita mau ngegosip dan curcol di content Product Listing, apa gak gila kami nanti semuanya malahan? ni MP jg klo wujud manusia udah nangis2 darah kali, bakal ditinggal sama separuh hidupnya, darahnya sebagian besar bakal dibuang, apa gak megap2 idupnya? at least klopun idup, apa gak kayak zombie beneran???

  4. tigun said: Memangnya kalo ndak ada Multiply terus kita kena penyakit sampar apa? Wong saya ndak pakek cellphone saja hingga kini misik sehat dan mbois kok. Apalagi ndak pakek Multiply?….heheh…..

    Let’s fight against crazy capitalism !

  5. tigun said: Memangnya kalo ndak ada Multiply terus kita kena penyakit sampar apa? Wong saya ndak pakek cellphone saja hingga kini misik sehat dan mbois kok. Apalagi ndak pakek Multiply?….heheh…..

    justru yg ngangenin itu komen2nya, kalo g bisa d pindahin, yahhh..

  6. tigun said: Memangnya kalo ndak ada Multiply terus kita kena penyakit sampar apa? Wong saya ndak pakek cellphone saja hingga kini misik sehat dan mbois kok. Apalagi ndak pakek Multiply?….heheh…..

    aku punya wp..tp.blom dipindahin isi mp ke wp..blum ngerti caranya..itu mau dong dikasih tau step by step mindahin mp ke wp sama komen komenya

  7. tigun said: Memangnya kalo ndak ada Multiply terus kita kena penyakit sampar apa? Wong saya ndak pakek cellphone saja hingga kini misik sehat dan mbois kok. Apalagi ndak pakek Multiply?….heheh…..

    Masalahnya enggak sesederhana itu. Yang kita perangi adalah kesewenang wenangan sebuah raksasa kapitalis yang menghalalkan segala cara termasuk menipu demi meraup keuntungan dan itu bisa ditelusuri kalau mas Tigun mengikuti kasus demi kasus dari awal semenjak Multiply membuka representative office di Indonesia.Ngapain juga saya mau repot repot ngeladeni? Karena ini masalah prinsip dan saya sudah terlibat dari awal. Perang sudah dimulai jauh sebelumnya. Pantang bagi saya untuk menyerah.Mengenai cellphone, ya itu prinsip sampeyan. Setiap orang memiliki kebutuhan masing masing. Saya punya cellphone dan digunakan dalam keadaan emergency. Tentang Multiply? Saya menemukan pertemanan yang begitu erat di sini. Di Multiply pula saya merasakan apa yang namanya berbagi, dalam segala hal.

  8. mmamir38 said: Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.

    analogi ini paling pas deh. setujah ama pak dokter

  9. enkoos said: Lho mas Farid, komen2nya di Multiply juga ngikut di sana ya?Asekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    mbaeviiiiii… itu gmn cara simpen komen2nya?aku ya elus dada dengan keputusan si step-an itu… pengen tak uwel2….

  10. enkoos said: Lho mas Farid, komen2nya di Multiply juga ngikut di sana ya?Asekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    jane yg bikin mp istimewa itu semangat kita dalam berinteraksi bukan karena tempatnya.ora ngempi ora patheken koq, masih bisa kumpul2 sama (mantan) mpers di media lain *IMHOtp bukan berarti menyerah tanpa syarat lho. bagaimanapun ini rumah kita, kita perjuangkan kebebasan kita di rumah sendiri.

  11. enkoos said: Lho mas Farid, komen2nya di Multiply juga ngikut di sana ya?Asekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    makkhansa juga gak bakal nyaru jadi OS, males. eh mbak bagi dong caranya migrasi ke wordpress 🙂

  12. enkoos said: Lho mas Farid, komen2nya di Multiply juga ngikut di sana ya?Asekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    Mb helena : yuppp dan tetap berteman yahhhMb sisca : iya ingat mba…kalo pake cara temen2 yang migrasi ke wp, itu bisa dipindahkan.

  13. enkoos said: Lho mas Farid, komen2nya di Multiply juga ngikut di sana ya?Asekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    Iya, sayang kalau dihapus komen2nya, apalagi ada komen Mbak Evia yang bagosss bagosss, sayang kalau dibuang, dibuang sayang 🙂

  14. bundakirana said: jawaban2nya pak Iwan logis banget…heran kok pemilik MP tdk memahami hal selogis ini ya?:(

    Masalahnya, mereka kelihatannya ndak bikin duit dari ngurusin Multiply ini. Sementara untuk mengelolanya khan perlu ‘do-it’ yg cukup besar. Jadi kalo mau tutup ya tutup aja. Kita ndak akan bisa ngapa-ngapain. Wong kita juga ndak mbayar kok. Bahbahno ae wis….gitu aja kok refot. Memangnya kalo ndak ada Multiply terus kita kena penyakit sampar apa? Wong saya ndak pakek cellphone saja hingga kini misik sehat dan mbois kok. Apalagi ndak pakek Multiply?….heheh…..

  15. drackpack said: Jadi mb Evi mau pindahan kemana?

    di wordpress.ini akunku enkoos.wordpress.combelum banyak di isi.Kayaknya bisa migrasi sampe komen2nya segala. Keren kan. Ntar aku migrasi, kalau udah nyampe Amerika. Di sini koneksinya lelet.

  16. drackpack said: Aku memang gak mau nyaru jadi OS. Gak sudi juga ngisi kantongnya mulpid dengan opsi ngeblog berbayar.Pindah aja….

    Sejak 2008 aku udah berbayar, Premium. Tapi kalau nyaru jadi OS, nehikkk. Gak pathek’en.

  17. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    Iya, ntar rame rame kita sukurinnnnn.Online Sellerpun juga gak suka dengan kebijakan ini.

  18. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    wow aku dikuooot… asiik

  19. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    Mbak Evia, untuk jaga2, tulisan2 di blog udah saya backup di wordpress.http://faridmardin.wordpress.com/Kalau untuk album foto,music,video,dan notes,belum ketemu tempat backup yg cocok nih.

  20. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    kalau multiply tidak mau memikirkan lagi kita.. ya sudah.. ambil sikap.. boyongan.. masih ada waktu sampai 1 Desember mencari tempat mapan ngobrol2.. dan juga mindahin posting… dan segera ramai-ramai cancel account.. semoga 30 november bisa ramai2 cancel account..

  21. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    Aku memang gak mau nyaru jadi OS. Gak sudi juga ngisi kantongnya mulpid dengan opsi ngeblog berbayar.Pindah aja….

  22. mmamir38 said: Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

    oomAmir bener……

  23. Informasi dari Stefan muncul ketika sore hari saya buka Multiply.Tampaknya yang dia mau tetep piara hanya on-line sellers doang.Yang berlangganan Premium Account juga akan ditendangnya dengan pengembalian sisa biaya langganan.Aku bisa bayangkan bila ini terjadi.Produk-produk on-line sellers bakal ditawarkan pada on-line sellers laennya.Bayangkan satu jalan penuh toko tapi orang laen gak boleh lewat.Pasti para pemilik toko bakal bangkrut. Demikian juga perkiraan saya dengan on-line sellers di Multiply.Bila ini terjadi, pasti Multiply akan mati.Apa yang dilakukan si Stefan adalah upaya untuk membunuh Multiply sendiri.Bila ini terjadi, tinggal kita sukurin aja.Rasain!

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s