Pantai pantai di kepulauan Karas, Papua Barat

Ini sekedar testing untuk ngeliat tampilan album foto di WordPress. Yeah…kalau di Multiply namanya foto album dan di WordPress namanya Gallery. Menurutku keren, komen bisa di tiap foto, tampilannya juga asik.

Enggak semua theme bisa menampilkan gallery. Theme apa saja yang menampilkan gallery, bisa diulik di sini:Β http://en.support.wordpress.com/themes/post-formats/#supported-themes

Salam manis
Bonek kesasar

Advertisements

33 thoughts on “Pantai pantai di kepulauan Karas, Papua Barat

            • Wuaduhhhh … padahal aku ke Jogja dua kali di bulan Juli. Kepribennnnnnn.

              Aku udah di rumah Duluth nih. Gak jualan sushi lagi, bosku jutek, ogah. Kalau di tempat lain, masih mau.

                • Di era internet ini informasi sangat mudah diperoleh dalam hitungan detik, pinter pinternya kita memilah informasi mana yang penting mana yang tidak. Banyak sekali film dan media yang menyebarkan kebencian, bukan hanya kebencian terhadap Islam tapi juga kepada agama apapun.

                  Heboh film Innocence of Muslim? Untuk apa?
                  Si pembuatnya akan makin senang kalau banyak yang menonton, banyak yang bereaksi. Itu memang tujuan mereka bukan.

                  Sebaliknya, mari tunjukan kepada dunia, betapa damainya beragam agama hidup berdampingan. Gunakan energi untuk hal hal yang jauh bermanfaat ketimbang menonton hal hal gak penting.

                  • Wuaahh how wise you are Mbak. Siip siip deh kalo begitu. Kirain di sana juga heboh sampe anarkis begitu…

                    “Sebaliknya, mari tunjukan kepada dunia, betapa damainya beragam agama hidup berdampingan. Gunakan energi untuk hal hal yang jauh bermanfaat ketimbang menonton hal hal gak penting.” ———> like this Mbak Evia ^^v

                    Thanks ya Mbak.

                    • Seratussss buat Miftha. heheheheh…
                      Iya Duluth di Minnesota. Kalau lihat di peta, letaknya Duluth persis di pinggir danau Superior.

                      Duluth jam 10:34 pagi nih sekarang. Lha Miftha kok belum bobok hayoooo.

                    • Hihi… Soalnya terkenal banget tuh kota di berita2. Biasanya sih berita ttg kena badai gituuu.. wkwkwk

                      Oalah masih pagi tho di sana ^____^v

                      Oh iya, Mbak Evia disana permanent residence gitu kah ? dan apakah hobi fotografi Mbak Evia itu dah lama ya digeluti ? kebetulan saya baru mulai seneng nih tuk jepret2, yiah walo masih amatiran Mbak 😦 😦

                      Then, apakah betul hasil jepretan kita itu bergantung pada kamera yang kita pakai ? Or ??

                      Kek nya diirku kena insomnia Mbak ^___^v

                      Tararenkiyuuuu Mbak Evia.

                    • O iya?? Duluth terkenal tho? Wah aku baru tahu nih Miftha. Soalnya biasanya yang sering disebut sebut tuh kota besar seperti New York, LA, Chicago dsb.

                      Hehehehhe…kalau badai, biasanya yang berhubungan ama salju. Emang Duluth sering terkena badai. Baru baru ini, pas musim panas, Duluth dilanda banjir parah.

                      Iya, aku di sini PR (Permanent Resident). Hobi motret sebetulnya dah lama banget. Jaman masih sekolah dulu, dibeliin kamera sama bapak. Tapi masih terbatas sebagai dokumentasi saja. Enggak yang terlalu merhatikan kualitas.

                      Baru serius ngoprek fotografi awal tahun 2006 karena dibeliin kamera digital. Plus dapet lungsuran peralatan fotografi dari bapak mertua.

                      Mengenai amatir, semua orang berangkat dari amatir. Semua yang pada pinter sekarang awalnya juga gak tahu apa apa. Jadi jangan pesimis.

                      Hasil jepretan itu gak berdasarkan kamera. Kamera hanyalah alat, yang mengoperasikan alatnya yang lebih penting.
                      Ibaratnya nih : seorang Tino Sidin diberi sebatang pinsil sudah bisa jadi gambar bagus, sedangkan orang yang bisa menggambar dibelikan alat gambar yang mahal sekalipun, gak akan menghasilkan apa apa. Tetapi semua itu bisa dilatih. karena bakat hanya 1%, sedangkan 99% adalah kerja keras.

                      Weh, insomnia? Minum susu anget gih.

  1. Aku memang rada ketinggalan pake WP. Aku waktu itu masih pertimbangakan pake Xanga atawa WordPress. Rupanya kawan-kawan di MP milih WP. Ya ikutin aja kalo gitu.
    Daripada ngomong sendirian kan?

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s