Wedang rempah

Beberapa hari terakhir ini suhu udara di ndesoku begitu dinginnya, antara – 17 F sampai – 21 F (-27 C sampai -29 C). Malam ini agak mendingan, “hanya” -14 F (-25 C).

Udah gitu, banyak sekali yang terserang flu.

Ndilalah kapan hari seorang teman di salah satu grup makan dan masak yang saya ikuti (Langsung Enak) ngeposting resep minuman yang isinya rempah rempah. Namanya Elizabeth. Rempah rempah yang digunakan adalah jahe, sereh, kapulaga, kayu manis, daun salam dan cengkeh. Ubek ubek harta karun, gak punya cengkeh. Eh malah nemu bunga lawang. Cemplungin aja ketimbang gak pernah dipake. Gulanya pake gula batu.

DSC_0202edit-001

Anak saya yang sudah beberapa hari batuk demam, saya kasih minuman ini. Katanya rasanya aneh, tapi yo diglogok aja. Malah sudah habis 3 gelas. Baru beberapa jam minum, efeknya sudah terasa, dahaknya lancar keluar. Alhamdulillah.

Besok paginya bikin lagi untuk sangu minumnya dia. Kali ini sudah ditambahin cengkeh, baru belanja soalnya.

Enggak sedang sakitpun, minum ini rasanya enak, sepet sepet seger dan manisnya semriwing.

Rempah rempah

Bahan:
Daun salam
Sereh
Kapulaga
Cengkeh
Jahe
Kayu manis

Cara pembuatan:
Semua bahan tersebut direbus dengan air. Ya iyalah dengan air, kalau dengan minyak namanya digoreng.
Setelah mendidih kecilkan api supaya sari rempah rempat tersebut keluar.
Pada saat akan diminum, cemplingin gula batu dalam gelas dan seduh dengan wedang rempah ini. Di sini saya menggunakan German rock sugar yang saya beli di toko khusus teh, bentuknya kecil kecil seperti kerikil.

Slurppp…

German rock sugar

Minuman ber-rempah

Advertisements

19 thoughts on “Wedang rempah

        • Insha Allah sido. Tapi iki rodo keganjel urusan logistik.
          Bisa ke Moskow, kalau tiketnya menggunakan SQ dan itu dimungkinkan kalau poin sebelum berangkat ke Indonesia gak mencukupi.

          Tetapi kalau poinnya mencukupi, sepertinya lewat Shanghai.

          Kan biasanya kami kalau mudik ke Indonesia, tiket pesawatnya enggak bayar tetapi menggunakan poin yang dikumpulkan suamiku. Karena suamiku sering perjalanan dinas. Beberapa tahun terakhir ini frekuensi perjalanan dinas tak sesering dulu sehingga poinnya gak terlalu banyak sehingga kami kudu beli tiket sendiri.

          Nah sekarang ini, frekuensi dinasnya mulai meningkat, imbasnya adalah poin terbangnya juga meningkat tajam. Kan lumayan kalau bisa dipake untuk mudik gratis kami sekeluarga. Tapi mungkin ekspedisi kereta api jalur sutranya masuk lewat Cina dengan tujuan Moskow. Kali lho.

          Belum mempelajari kemungkinan yg kayak gini.

          Mau ikut? 😛
          Seru lho, naik kereta api dari Rusia sampe Singapore.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s