Hikayat musim dingin [2] – Snow ow-ow

Beberapa hari lalu suhu udara di Duluth mencapai -17 F (setara -27 C). Berhubung angin kencang, suhu segitu terasa seperti -36 F (setara -37 C). Kulkas aja kalah dingin.

Masih untung persediaan bahan makanan di rumah mencukupi sehingga aku gak perlu keluar rumah untuk belanja. Untung juga KSB sedang ada di rumah sehingga urusan membersihkan salju ditangani olehnya.

Minggu lalu salju turun selama 2 hari tanpa jeda. Hari Senin (2 Desember 2013) salju turun tak berapa lama. Namun keesokan harinya (3 Desember 2013) salju turun dengan deras tanpa berhenti. KSB sedang dinas di Vegas. Mau tidak mau, aku harus keluar untuk membersihkan salju yang menggunung. Jalanan tertutupi salju.

Okelah kalau jalanan, tanggung jawab pemkot untuk membersihkan. Tetapi trotoar / pedestrian / side walk kudu dibersihkan kalau gak mau ditegur pemkot. Kalau ditegur saja masih mending, tapi kalau didenda jangan sampai deh. Bukan itu saja, petugas pos ogah nyamperin kalau sidewalk tak bisa dilalui.

Aku keluarkan snow ow-ow. Sebetulnya bukan itu namanya, itu hanya istilahku saja. Ada dua jenis pembersih salju, snow blower dan snow plower. Sama sama bertugas menyingkirkan salju tapi beda cara kerjanya. Setiap kali KSB menerangkan mana snow blower mana snow plower tetapi setiap kali pula aku lupa. Jadi untuk memudahkan aku menyebutnya dengan snow ow-ow, sama sama berakhiran ow.

Kami memiliki 4 snow ow-ow. Satu yang nempel di mobil, kayaknya ini snow plow. Baru saja terjual karena jarang digunakan.

DSC_0045edit

Satu snow ow-ow yang gede banget. Kayaknya ini snow blow. Beli dari tetangga sebelah yang pindah rumah. Mungkin ogah bawa bawa mesin segede gajah gini, makanya dijual. Setelah dicoba beberapa kali, KSB gak sreg. Akhirnya dijual pula.

DSCF8049edit

Satu lagi snow blow yang kapasitasnya gede. Barang tua, keluaran 1966. Aku gak diperbolehkan sama sekali untuk mengoperasikan karena alasan keamanan. Tak ada pelindung di bagian gerigi depannya. Mesin ini bisa jalan sendiri begitu mulai beroperasi. Cara ngeremnya ada di tuas. Jadi kalau pas turunan atau tanjakan, yang mengoperasikan mesin ini lagi panik, mesin ini tetep aja jalan. Berbahaya kan. Itu makanya aku gak boleh mengoperasikannya.
Meskipun tua, kerjanya sangat bagus. Sanggup  menerjang salju setebal 1/2 meter tanpa kesulitan. Itu makanya dipertahankan sama KSB. KSB lebih demen ngejual yang beli dari tetangga ketimbang ngejual yang jadul ini.

Satu lagi terakhir adalah snow blow, kapasitasnya kecil. Baru deh yang ini aku boleh ngoperasiin karena ringan.

DSC_0039edit

Sayangnya, snow ow-ow yang mungil ini tidak bisa menangani salju yang sangat tebal. Minggu lalu sewaktu salju turun tanpa berhenti, snow ow-ow ini gak mau jalan sama sekali. Jangankan mengeruk salju, pindah tempat aja kagak. Bunyinya aja yang berisik meraung raung.

Masih ada cara lain, dikeruk dengan sekop. Driveway yang kudu dibersihkan selebar kira kira 4 meter dan sepanjang 30 meter. Belum termasuk trotoar. Duhhh …. Sedih melihat areal yang kudu dikeruk. Sempat ada rasa sesal kenapa harus tinggal di Duluth. Untung aja gak sampai “cabin fever” atau “winter blues”.

Gak lama kemudian adik ipar menelepon. “Evia, how are you? Do you need a hand?” tawarannya bikin atiku mak nyess…Aku bilang saja aku baik baik saja. Sempat juga dia bertanya bagaimana trotoar dan driveway. Yah…mau tidak mau aku berkata jujur apa adanya. Carol, nama adik iparku itu, akan datang dengan anak2nya untuk membantu menyingkirkan salju. Oh tidak. Mati2an aku menolak karena tak mau merepotkan tapi Carol tetap memaksa. Aku gak tega karena mereka akan menyerok salju secara manual alias dengan sekop. Anak anak Carol masih kecil, yang tertua umur 12 tahun dan yang paling kecil 9 tahun. Mana tega aku melihatnya.

Tetapi karena Carol memaksa, ya sudah apa boleh buat. Sejujurnya aku juga senang karena merasa tidak sendirian. Ah nyesel juga ngapain pake depresi segala.

Sebelum Carol dan pasukannya datang, aku sudah keluar dan mulai menyerok salju dengan sekop. Tak lama kemudian Carol dan pasukannya datang. Anak anak senang sekali. Malah ada yang sampai memanjat ke atap mobil dan menyapu salju di sana. Iya menyapu karena bersihin saljunya pake sapu.

P1080246edit

Dua jam lebih pekerjaan menyerok salju selesai. Bukan selesai lebih tepatnya tetapi berhenti. Karena hari sudah hampir gelap, dan salju masih turun dengan deras. Tapi paling tidak driveway dan trotoar sudah bisa dilewati. Besok? Ya urusan besok, nyerok lagi. Ramalan cuaca waktu itu memprediksikan bahwa ketebalan salju meningkat 2 inches setiap jamnya.

Dan memang betul, esok harinya aku keluar rumah untuk menyerok salju. Ketebalan salju yang memenuhi driveway dan trotoar sudah sama dengan ketebalan seperti kemaren.  Kali ini gak pake sedih, dikerjakan dengan riang gembira. Itung itung olah raga.

Hikayat musim dingin [1] – Pelupa

Advertisements

19 thoughts on “Hikayat musim dingin [2] – Snow ow-ow

      • OOT di sini ya,
        email-nya dah kukirim langsung, bcc ke mbak Evia.
        Terimakasih infonya.
        Herannya saya baca di media-media mainstream hari ini, para wartawan kok gak melaksanakan azas konfirmasi langsung ke beliau. Para wartawan itu khan tentu punya akses ke beliau, bukannya menghakimi sepihak.

        • Betul sekali cak Iwan. Biasanya kalau ada berita2 kayak gitu, aku tanyakan ke pak Ahok, atau bisa juga nonton channelnya PemprovDKI di youtube. Dari sana biasanya terjawab.

          Kalau punya waktu luang yg banyak, aku nonton di PemprovDKI karena durasinya rata2 di atas 30 menit.

        • Wartawan jaman sekarang kualitasnya gak jelas cak Iwan. Ucapan orang bisa dipelintir gak jelas.

          Jangan salah, ada politisi busuk, ada pula jurnalis busuk. Pinter2 rakyatnya untuk menyaring berita, jangan asal telen saja.

  1. mbak halaman njenengan luas sekali, pantesan bersihin drive waynya perlu pasukan banyak 🙂

    Hari ini montreal ada snow storm, sekitar 30 cm. suhu terdingin disini baru sekitar minus 30 C sama windchill.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s