Merasakan bumbu pecel dalam format lain

Format lain gimana maksudnya? Format yang tidak biasa tentunya.

Menikmati bumbu pecel yang paling umum diguyurkan ke sayur sayuran yang dikukus. Ada juga yang ditaburkan di atas nasi hangat, digunakan seperti lauk. Tentunya bumbu pecelnya belum dicampur air. Aku sering makan model gini.

Ada juga yang dimakan seperti sandwich. Bukan pake roti tapi pake krupuk kampung atau krupuk puli. Bumbu pecel diletakkkan diantara dua krupuk yang saling menumpuk, dan kress. Enakkkk sekali. Bumbu pecelnya boleh digerus air, boleh juga di tanpa digerus air.

Nah, yang barusan ini aku rasakan betul betul tak terduga. Bukan bikinanku tetapi bikinan teman baikku, dalam bentuk tak terduga sama sekali.

Teman baik ini mengirim ke Duluth dalam bentuk paket, karena rumahnya jauh di New York sana. Paket diterima oleh KSB, dan nama pengirimnya dieja olehnya dengan logat Minnesota yang medok. Tentu saja aku bingung pada mulanya. Kebayang aja nama Elika dieja dengan i yang panjang dan penekanan pada a yang mantap ala Jawa tapi dengan logat Minnesota. Setelah KSB melanjutkan menyebut alamat, barulah aku berteriak tanpa sadar. Pasti isinya makanan yang pernah dijanjikannya.

Jujur saja, awalnya aku ogah ogahan untuk membukanya. Aku gak begitu menyukai makanan orang sini dan Amerika pada umumnya. Menurutku rasanya kurang nendang. Kecuali kalau aku lagi pengen makan sesuatu yang tidak terlalu nendang dan bosan dengan makanan yang bumbunya begitu kaya seperti makanan Indonesia.

Setelah beberapa saat paket terbuka tanpa tersentuh, aku pindahin isi paket ke meja makan dan mulai menggigitnya. Reaksi pertamaku?

Berhenti menggigit dan melongok bungkus plastiknya. Apakah bekas bungkus pecel? Enggak juga tuh. Bungkusnya nampak bening tanda bahwa masih baru, bukan bekas bungkus lainnya. Lanjut ke gigitan berikutnya, kali ini dengan penuh perasaan, orang Jawa bilang dimat matke. Ahhh gilak, ini enak banget. Dengan langkah terbirit birit aku mencari KSB, ingin menunjukkan temuanku ini. Iya temuan, karena temanku ini tidak pernah bilang rasa apa yang dikirimkannya ini.

Bagaimana reaksi KSB? Mukanya mengerenyit aneh, tapi tetap aja meneruskan gigitannya. Ujarnya “Aneh, tapi eksotis dan twangy”, sambil jari jari tangan kirinya bergerak seolah memutar sesuatu.

Tanpa terasa satu biji amblas, lanjut ke biji berikutnya. Tahu tahu 3 batang habis sudah. Waduh!!

“Kamu suka ya?” Dijawabnya dengan antusias dan muka antusias “Iyaaaaaa!! Aku melanjutkan lagi, “Kayak pecel kan rasanya?” Lagi lagi dijawab dengan antusias “Iyaaaaa”.

Wah kudu buru2 diumpetin nih, sebelum keburu abis.

Bukan kudapan kegemaran KSB, dan aku juga tidak terlalu menggemarinya. Tapi ini beda. Apa itu? Biscotti!!

Biscotti adalah cookies dari Itali, bentuknya memanjang dan hampir selalu mengandung kacang, entah itu pistachio ataupun almond. Mungkin juga ada jenis kacang yang lain tetapi sependek pengalamanku mencicipi biscotti, dua jenis kacang itulah yang aku rasakan.

Jadi tidak terbayang sama sekali, menggigit biscotti dengan rasa bumbu pecel yang sangat kentara tapi tidak dominan. Kejutan yang menyenangkan. Dan sebuah perkawinan yang harmonis. Kalau bahasa kuliner namanya fusion. Nyatanya gak semua fusion berhasil dengan baik, tetapi tergantung selera juga ya karena rasa adalah relatif. Enak bagi si A belum tentu disukai oleh si B.

Biscotti rasa bumbu pecel adalah salah satu perkawinan makanan yang berhasil dengan baik. Paling tidak menurutku, karena berhasil menjadikannya makanan favorit bagi KSB, berhasil membuatku ubek ubek resep di internet dan membuat sendiri biscotti rasa bumbu pecel versiku. Pengennya order ke si teman baik ini, tapi bulan ini beliau sangat sibuk. Jalan satu satunya ya terpaksa bikin sendiri. Rasanya belum mirip tapi paling tidak sudah mendekati.

Mudah mudahan bulan depan aku sudah bisa mencicipinya, versi asli dapur Elika van Parakan Temanggung. Terima  kasih yang tak terhingga Elika, atas kiriman biscotti dan idenya tentu saja.

DSC_0080edit

Advertisements

10 thoughts on “Merasakan bumbu pecel dalam format lain

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s