Hikayat musim dingin [3] – Minus 30 F

Seperti apa rasanya berada di suhu -30 F? Kulkas aja kalah dingin.

Bertahun tahun jadi penduduk Duluth, membuat saya sudah terbiasa dengan suhu udara di musim dingin. Suhu rata rata di musim dingin berkisar antara 0 F (-17 C) sampai dengan 10 F (-12 C). Itu kalau gak ada angin. Kalau ada angin, suhunya tentu lebih dingin. Semakin kencang anginnya, semakin dingin suhunya.

Karena sudah terbiasa, bila suhu udara di atas 5 F bisa membuat saya bersorak gembira “ah anget nih”. Suhu di atas 5 F tentunya berasa anget kalau dibandingkan dengan di bawah 0 F, apalagi bila kita mengalami suhu di bawah 0 F berhari hari. Sampe pernah diketawain Menik “it’s weird, you’re become Minnesotan now”.

Malam ini suhu udara “hanya” -3.5 F (-19.7 C). Berhubung berangin, suhu yang terasa adalah -17 F (-27.2 C). Hari Senin depan, suhu udara diperkirakan -9 (-22.7 C) F namun berangin sehingga terasa -22 F (-30 C). Ini sudah terjadi beberapa kali dalam sebulan ini. Padahal musim dingin masih 3 bulan lagi, itu kalau menurut kata kalender. Kalau menurut orang Duluth, ya lebih lama lagi, lha wong bulan Mei aja kadang masih turun salju.

Menurut harian Star Tribune, tahun ini adalah musim dingin terdingin dalam sejarah, paling tidak di kurun waktu 20 tahun terakhir. Gubernur Minnesota, Mark Dayton sudah menginstruksikan untuk menutup semua sekolah umum di seluruh Minnesota supaya anak anak lebih aman di rumah ketimbang kedinginan di jalan (kutipan berita dari Duluth News Tribune). Β Padahal selama ini belum pernah (paling tidak selama saya tinggal di Duluth) ada instruksi menutup sekolah yang diinstruksikan beberapa hari sebelumnya, seluruh Minnesota pula.

Dingin yang betul betul ekstrim dan berpotensi menyebabkan frostbite. Beberapa minggu lalu seorang mahasiswi UMD (University of Minnesota Duluth) ditemukan dalam keadaan tak sadar di depan rumah tetangganya dengan tangan tak bersarung tangan. Saat itu pagi hari. Diperkirakan berada di sana sudah dari malam sebelumnya. Untung si mahasiswi selamat meskipun tangan dan kakinya harus diamputasi karena terkena frostbite. Lha wong suhu udara saat itu -17 F (-27.2 C).

Mata saya sempat jadi korban dingin yang ekstrim ini. Waktu itu saya berjalan kaki menuju danau. Saya ingin memotret seasmoke, fenomena alam yang sangat langka, danau berasap seolah sedang menggelegak karena suhu udara lebih dingin ketimbang suhu danau.

DSC_0023editlabel

Karena keasikan memotret, mata mengintip dari balik viewfinder tanpa berkedip dalam beberapa detik. Pulangnya, jalan menanjak dan es dimana mana. Saya musti berhati hati agar tidak tergelincir merosot maupun keluar jalur ke jalan raya. Saya seperti kesulitan berkedip, mata seperti lengket.

Beberapa hari kemudian mata sebelah kanan semakin merah. Untung cepat diberi obat tetes, sehingga gak berlarut larut.

Menyimpan daging supaya tetep beku memang bagus layaknya kulkas. Tetapi bukan untuk manusia.

Bukan, ini bukan di Minnesota tetapi di North Dakota kalau gak salah. Atau Montana. Salah satu dari dua itu deh.

Bukan, ini bukan di Minnesota tetapi di North Dakota kalau gak salah. Atau Montana. Salah satu dari dua itu deh.

Hikayat musim dingin[1] – Pelupa
Hkayat musim dingin[2] – Snow-ow-ow

Advertisements

48 thoughts on “Hikayat musim dingin [3] – Minus 30 F

  1. Auoooo…aku datang! Mbakyu, aku pas lagi dingin2nya itu ngumpet dalam rumah. Akhir pekan sebelum puncaknya suhu dingin, supermarket diserbu orang2 yang beli bahan makanan, termasuk aku.

    • Penyebab meninggalnya Norman Edwin frostbite juga ya. *barusan googling*
      Ya, kalau gak perlu perlu banget gak usah keluar rumah. Kalaupun kudu keluar rumah, kudu memakai baju super tebal dan hangat. Tertutup dari ujung kepala ampe ujung kaki.

    • Gak perlu juga sih Ed, sebaiknya jangan berada di luar rumah dalam waktu lama, karena udara sangat kering dan kelembaban tubuh kita (termasuk mata) diserap udara.

      Tadi malam suamiku di luar rumah dalam waktu lama, ngebersihin driveway. Masuk rumah, dia ngerasa matanya kering. Sampe tadi pagi, udah beberapa kali ngasih obat tetes mata, obat yang sama yang diteteskan ke mataku waktu aku pulang dari danau beberapa minggu yang lalu.

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s