Helo Boston, Assalamualaikum. I’m here!!!!

Ini kali kedua saya di Boston. Yang pertama waktu nonton konsernya Sting di bulan Maret 2017. Bukan di musim libur, suhu udara juga masih semriwing. Jadi dapet harga kamar di airbnb lumayan murah di tengah kota, $68 per malam. Walaupun cuma nonton konser, tapi saya sempet mengulik sejenak kota Boston. Banyak bangunan tua yang cakep cakep. Maka itulah saya berjanji kepada diri sendiri, kudu datang lagi.

Kali kedua di awal bulan Oktober saya kembali lagi ke Boston dengan tujuan utama mengunjungi bazaar makanan Indonesia. Kali ini nginep di airbnb lagi, tapi bukan di dalam kota Boston, Itungannya masih musim turis tapi gak serame musim panas, jadi harga kamar masih lumayan mahal. Rata rata di atas $150 per malam, dan itu belum termasuk cleaning fee. Bagi saya harga kamar di atas $50 udah termasuk mahal. Saya menginap di Quincy, suburbnya Boston, per malam $85. Meskipun jauh, jarak dari Quincy ke downtown hanya setengah jam naik metro.

Berangkat tanggal 28 September pagi pagi sekali dari Duluth. Sarapan di Duluth, sholat Subuh di Minneapolis, makan siang di Chicago, makan malam di New York dan rencananya menginap di Boston. Udah kayak jet set aja. Apa daya pesawat yang ke Boston penuh, jadi nginep di NYC.

Kenapa mampir ke Chicago? Sekalian ngurus visa Cinanya Menik. Ngapain pula mampir New York?

Jadi gini ya, yang namanya nonrev standby kudu pinter pinter nyari rute, mana pesawat yang kosong. Meski muter muter gak karuan yang penting nyampe kan., namanya juga gretongan. Nah, jurusan Chicago – LaGuardia (NYC) ada Delta shuttle, setiap jam ada penerbangan. Begitu juga LaGuardia – Boston juga ada Delta shuttle, setiap jam ada. Jadilah saya berdua Menik terbang dari Chicago ke NYC, selanjutnya ke Boston. Apa daya yang rute LaGuardia ke Boston penuh. Kami gak mau menunggu sampai penerbangan terakhir yang mana sampe jam 11 malam. Kalaupun dapet tempat duduk, nyampe Boston udah tengah malam. Belum nyari penginapannya. Ya ogah jalan tengah malem.

Jadi jam 7 malam kami sudah keluar bandara, menginap di rumah teman dan kemudian terbang ke Boston pagi pagi jam 6. Seat banyak yang kosong, ada 30 lebih. Bisa klesetan gelar tiker di pesawat kalau mau.

Sesampainya di bandara di Boston kami nongkrong dulu barang 3 jam untuk nyari penginapan dan mempelajari sistem transportasinya. Bukannya sebelum berangkat udah punya informasinya? Namanya aja standby, belum tahu bisa keangkut atau enggak, jadi gak berani pesen kamar. Kalau gak jadi, ilang duit kan. Sistem transportasinya udah ngerti, tetapi kan belum tahu penginapannya dimana sehingga rute dari bandara menuju ke penginapannya naik line warna apa aja, pake transit atau sekali jalan, kemudian dari penginapan menuju ke acara bazaar naik apa dan lain sebagainya.

Setelah mendapatkan informasi selengkapnya kamipun berangkat ke penginapan. Masih terlalu pagi sebetulnya tapi si pemilik rumah mengijinkan kami untuk datang sekedar menaruh koper. Selama di Boston kami menggunakan angkutan umum yang sistemnya sudah sangat baik. Dengan membayar pass seharga $21.25 untuk 7 hari kami bisa pergi kemana saja dengan angkutan apa saja tanpa batas. Bandingkan dengan single ride $2.75 dengan masa transfer 2 jam. Kalau dua hari bolak balik naik turun angkot bisa habis di atas $30 bagi yang doyan jalan dan keliling kota. Beli pass yang untuk sehari nanggung, harganya $12 sedangkan pass untuk dua hari gak ada.

Kemana saja selama di Boston? Silakan simak foto fotonya.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

7 thoughts on “Helo Boston, Assalamualaikum. I’m here!!!!

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s