Berburu kain dari Chicago hingga ke negeri sakura.

Ya ya ya, saya lagi semangat semangatnya menekuni dunia  jahit menjahit. Kalau sedang jalan jalan ke satu tempat, dulu yang dijujug adalah pasar tradisional. Harus itu. Karena saya merasa belajar banyak melalui pasar tradisional, misalnya bahasa lokal, makanan lokal, kebiasaan masyarakatnya, kearifan lokalnya, dsb.

Sekarang juga masih seneng ke pasar tetapi nambah satu jujugan, yaitu toko kain dan perlengkapan jahit menjahit.

Hobi menjahit masih seumur jagung, tapi tumpukan kain yang saya punya udah mengerikan, belum semuanya kegarap. Dulu awalnya beli karena kalap. Begitu bisa menjahit, beli kain yang motifnya cantik2. Setelah dirasa “kok mahal ya”, nunggu diskonan aja. Dan benar saja, kalau lagi diskonan, harganya bisa sampe turun 80%. Sejak itu saya gak mau kalap beli. Apalagi ada apps di toko kain langganan saya, bisa turun 50% secara reguler.

Gak semua kain yang saya punya kain baru sih, banyak juga kain bekas, maksudnya baju baju lama yang udah gak bisa dipake alias udah bluwek kena cat, celana jins misalnya. Sayang kalau dibuang. Kain kain batik yang dulu ngendon aja di lemari, sekarang gatel pengen dijadikan sesuatu. Ada juga tumpukan kain hasil berburu garage sales, setumpuk tinggi dihargai $5, kadang ada yang panjangnya hingga 2 yard, meski banyak diantaranya setengah yard.

Sewaktu di tanah suci pertengahan tahun ini, saya juga sempat berburu kain. Ada sejumlah kain yang saya bawa pulang, sampe harus beli tas geret baru. Bila teman teman lain dalam rombongan kami rata rata beli oleh oleh khas sana semacam kurma, baju abaya dll, saya malah borong kain. Kalau ke pasarnya belum berani, karena jauh dari hotel tempat saya menginap.

Di New York udah gak keitung berapa kali ubek ubek Garment Districtnya. Beli kain? Kagak, karena harganya gak masuk dalam budget saya. Saya cukup puas dengan mengelus elus dan mengaguminya. Emang cantik cantik, baik motif maupun teksturnya, karya disainer ternama. Ada yang udah didiskon hingga separo harga, tetep aja jatuhnya mahal buat saya. Alhamdulillah enggak kalap. Kalau gak kalap, terus beli apa? Beli renda yang unik2, berbagai jenis kancing, dan tali tas. Rendanya cukup murah, harga di bawah setengah dolar per yardnya.

Terakhir ke New York nemu toko kain kecil nyempil di kawasan Garment District, udah menjelang jam tutup waktu saya masuk. Pemiliknya orang Afghanistan. Kain kain jualannya biasa saja, sama seperti toko toko lain, dan naruhnya berantakan pula. Saya iseng ubek ubek di tempat tersembunyi. Eh ketemu kain cantik banget, entah nama kainnya apa, kain tipis nan kaku, dari katun, kalau digesek suaranya gemerisik, teksturnya mirip kain yang abis di cuci air berkanji, berhias aplikasi bunga dari bahan yang sama tapi beda warna di sekujur kain membentuk lajur lajur. Cantik banget.. Harganya cuma $10/yard, yang menurut pengakuan si pemilik toko udah dipotong dari harga semula $20/yard. Bungkus mang!

Gak jauh dari gulungan kain itu, ada kain berenda dari bahan katun, warna salem. Istilahnya kain eyelet. Ah ini juga ciamik. Harganya juga murah, $7/yard udah bisa dibawa pulang.

Sedangkan di Chicago baru dua kali ke sana, tapi saya sudah menemukan toko kain yang luasnya sebesar lapangan baseball, dan harga barang2nya bisa sampe 80% lebih murah dari di New York. Belum sempat nguplek lama di sana, karena saya dalam perjalanan pulang dari konsulat Cina urusan visa. Sambil nunggu penerbangan pulang, mampirlah saya ke toko itu dan sempet mengangkut beberapa renda dan lembaran kulit.   Kelar belanja, saya berbegas menuju bandara dan ngomong ke diri sendiri bahwa suatu saat akan  balik lagi ke toko itu.

Sekarang saya lagi di Jepang, tujuannya emang khusus berburu perlengkapan jahit. Awalnya karena saya penasaran banget dengan yang namanya katun Jepang. Ubek2 Garment District di New York gak nemu. Sebetulnya bukan gak nemu, tapi tiap orang yang saya tanyai, gak mudeng dengan katun Jepang. Ada satu toko yang tidak berada di kawasan Garment District, namanya Purl Soho, toko berbagai peralatan kerajinan Jepang, termasuk kain. Di sana memang ada katun Jepang, cantik2 motifnya, kainnya halus lembut, motifnya lagi lagi buatan disainer ternama. Harga per yard $90. Enggak deh, makasih.

Ada yang lebih murah, yaitu beli online. Tapi saya gak puas, karena gak menyentuh barangnya. Harganyapun masih mahal untuk saya. Dari hasil diskusi dengan beberapa teman di Indonesia, saya mendapat gambaran seperti apa katun Jepang itu.

Ubek ubek di internet tentang toko kain di Jepang ternyata Masya Allah, Jepang memang surganya jahit menjahit. Salah satu tempat yang ngehits di dunia para tukang jahit adalah Nippori fabric town, lokasinya di pinggiran Tokyo. Di sepanjang jalan berjajar puluhan toko kain dan pernak pernik menjahit. Kawasan yang tidak serame Shinjuku maupun Shibuya. Jam 6 sore udah sepi, jam tutupnya Nippori fabric town. Hari Minggu juga tutup.

IMG_1269

Tulisan selamat datang yang gak jauh dari stasiun kereta Nippori.

Saya tiba di bandara Haneda jam 2 siang. Ngurus bagasi, paspor, cap cop, SIM Card dan segala tetek bengek administrasi, keluar dari bandara jam 4 lebih, cap cus naik kereta menuju penginapan dan sampai stasiun tujuan udah mulai gelap. Dari stasiun kereta ke penginapan tidak terlalu jauh, hanya 10 menit jalan kaki. Belum juga berjalan jauh, ada dua toko kain yang masih buka. Gimana ini? Geret2 koper dan manggul ransel, masuk toko mungil? Ah biar deh, sapa tahu ada yang menarik. Baru satu toko saya sudah terpesona dengan koleksi kain mereka. Keluar dari toko membawa tentengan, gulungan kain sisa yang dijual murah, yang ada di jejeran keranjang depan toko.

IMG_1272

Toko pertama yang saya liat di malam hari, tak jauh dari stasiun kereta. Tokonya di pojokan, ini pintu sampingnya,

Saya memang memilih penginapan di kawasan itu, supaya nanti belanjanya mudah. Tinggal geret koper kecil untuk belanja, kalau udah penuh, baik ke penginapan dan pindahin belanjaan ke koper besar. Setelah itu balik belanja lagi, isi koper kecil. Begitu seterusnya.

fabric

Jejeran kain jualan toko pertama tersebut. Itu belum semua, karena masih ada yang nangkring di luar toko dalam beberapa ember dan keranjang.

Besoknya, jam 9 pagi saya sudah keluar penginapan, menyusuri jalan di sepanjang toko toko itu berada. Tentunya masih tutup lah ya, lha wong bukanya jam 10. Ada satu dua toko yang buka, pegawainya pada bebenah, bebersih. Saya coba masuk untuk melihat lihat, disuruh pergi dengan sopan sambil minta maaf, karena memang belum buka.

Di kawasan inilah  saya baru tahu, bahwa katun Jepang yang kualitas yahud yang saya pegang pegang di New York adalah jenis Liberty. Di salah satu toko di Nippori ini, harganya mencapai ¥3000 per meter, lebih murah 70% dari di New York. Boro boro beli, saya malah berbelok ke toko Tomato, yang kondang dengan rak kain kain murahnya, ¥100 per meter. Huaaaaa… saya kalap di rak ini. Di rak lain juga banyak kain kain cakep dengan harga di atas itu, tetep aja lebih murah dibanding dengan harga di US, dengan didiskon sekalipun.

IMG_1298

Toko kain yang ngehits banget di penghobi jahit menjahit, banyak blogger yang mengulasnya.

IMG_1305

Rak ¥100 per meter, yang paling banyak dirubung diskon hunter.

IMG_1327

Mirip motif batik ya.

IMG_1315

Motif ini cantik bangetttttt

Collages-2

Kain berenda, istilahnya eyelet. 

fabric-001-2

Tumpukan kain katun

 

5 hari 4 malam rasanya enggak cukup untuk ubek ubek daerah jahit menjahit, karena masih ada beberapa di Tokyo. Selain Nippori ada lagi Yuzawaya, ini jaringan toko kerajinan Jepang, ada menyebar di seantero Tokyo. Ada juga Okadaya, bukan jaringan toko kerajinan tapi mereka ada di beberapa lokasi. Selain Tokyo, masih ada beberapa kota lain di luar Tokyo yang patut untuk diubek ubek. Insya Allah di kunjungan berikutnya.

Advertisements

Leave a reply [Please don't spam but OOT is highly appreciated :P]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s